
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Ya mereka yang tadi sempat berpapasan sama kamu waktu di perpustakaan,masa iya sih tidak ada satupun dari mereka yang menegur dan memberi tahu kamu."
Aku sempat kaget dengan ucapan Ola tadi,
"Ah itu, lagian kan buat apa juga mereka memperhatikan aku."
"Sudahlah,lagian ini bukan masalah besar juga."
"Tetap aja,aku kesal."
"Oh iya,Lukas mana?"
"Paling dia lagi main bola di lapangan. Emangnya tadi kamu tidak lihat saat lewat lapang?"
"Tidak, kan aku nggak lewat sana."
"Eh iya juga yah, aku lupa."
"Eh iya,aku sudah pesan tiket keretanya. Kamu udah belum?" tanya ku.
"Belum,"
"Lah kenapa?"
"Sepertinya minggu ini aku nggak pulang deh,aku mau di kosan aja istirahat."
"Nanti tolong ambilkan titipan dari mamah ku aja yah." lanjut Ola.
"Tumben banget kamu nggak balik,"
"Aku mau bantuin Lukas soalnya, dia minta tolong aku untuk carikan kado buat pacarnya Naira."
"Ah iya, seingat ku bulan ini kan ulang tahun pacarnya itu."
"Iya......."
"Gimana dong, aku nggak bisa bantuin. Soalnya kamu tahu sendiri,orang tua ku minta aku pulang minggu ini."
"Nggak apa-apa kali, lagian kita bisa lakuin berdua aja kok."
"Ya udah kalau gitu, nanti aku nitip juga yah sama kamu. Tolong cariin kado apa aja buat pacarnya Lukas itu,"
"Sip......."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepulang dari kelas tambahan karate,sekitar jam 5 sore aku baru saja sampai di kosan. Aku langsung buru-buru mandi dan ganti pakaian,karena sekitar jam setengah 7 nanti aku harus ke stasiun.
*Tok.....Tok.....Tok......
Suara ketukan pintu kamar ku,menghentikan aktivitas ku yanng tengah memasukan make up ke dalam tas.
"Siapa yah? Perasaan tadi Ola lagi pergi ke cafe deh bilangnya." ucap ku sambil berjalan menuju pintu.
Aku sedikit terkejut karena mendapati kak Yuda yang sudah berdiri di depan pintu kamar ku.
"Hai......."
"Eh kak,"
"Kamu lagi ngapain?"
"Ini aku lagi siap-siap masukin barang-barang untuk aku bawa pulang ke rumah."
__ADS_1
"Oh gitu,"
"Kapan memangnya jadwal keberangkatannya?" lanjutnya.
"Sekitar 30 menitan lagi kayaknya,"
"Kebetulan aku juga mau pulang. Gimana kalau kita bereng aja berangkat ke stasiunnya?" ajaknya.
"Kalai itu sih,"
"Kenapa? Bukanya kamu pulang ke Depok juga bukan?" tanya nya.
"Iya sih,"
"Ya sama aku juga,"
"Kebetulan tadi aku pesan taksi online, sebentar lagi paling taksinya juga sampai. Kalau mau ayo bareng,biar sekalian."
"Ya udah deh,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di stasiun,aku dan kak Yuda langsung menuju ke tempat tunggunya. Entah kebetulan atau gimana, kami akan menaiki kereta yang sama juga.
"Eh bukannya itu Bian?" tunjuk kak Yuda.
Aku langsung melihat ke arah yang di tunjuknya. Aku terkejut,mendapati kak Bian yang tengah berdiri tidak jauh dari tempat duduk ku sambil melihat ke arah ku dengan tatapan yang tajam.
"Ah iya......."
"Aduh gimana ini? Kak Bian pasti salah paham sama aku. Tapi tidak mungkin juga aku pergi menghampiri dia langsung,nanti yang ada kak Yuda curiga lagi." bisik ku dalam hati.
Saat aku tengah memandangi kak Bian, kereta yang akan kami naiki pun datang. Kak Yuda langsung menarik ku masuk ke dalam keretanya dan aku pun kehilangan kak Bian.
Aku sendiri naik di gerbong ke empat dan duduk bersebelahan dengan kak Yuda, Aku sendiri tidak tahu kak Bian duduk di gerbong mana,karena aku lihat dia tidak ada dalam gerbong yang aku tumpangi saat ini.
"Ah itu......."
"Aku kebelet mau buang air kecil."
"Ya udah sana,nanti kamu buang air kecil di sini lagi."
Aku pun langsung berdiri dan berjalan menuju ke gerbong berikutnya. Sejujurnya aku ingin mencari keberadaan kak Bian dan ingin menjelaskan kenapa aku bisa pulang bersama kak Yuda.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah menyusuri setiap gerbongnya, akhirnya aku mendapati kak Bian yang tengah duduk sendirian sambil melihat ke arah luar jendela.
Tanpa menunggu lama lagi,aku langsung berjalan menghampirinya.
"Kak....."
Kak Bian tampak terkejut melihat kedatangan aku, dia langsung berbalik melihat kearah ku.
"Ara......."
"Sini duduk,nanti kamu jatuh lagi." ucapnya sambil menarik tangan ku.
Aku pun langsung duduk di sampingnya,karena kebetulan dia juga duduk sendirian.
"Bagaimana kamu tahu aku di sini?" tanya nya.
"Aku cari kakak,"
"Kenapa?"
__ADS_1
Aku sempat terdiam sesaat dan hanya menatapnya.
"Mungkin ini terdengar aneh, tapi sedari tadi perasaan ku tidak nyaman."
"Tidak nyaman?"
"Iya kak, aku takut kakak salah paham sama aku. Karena tadi kakak juga pasti melihatnya,aku pulang bareng kak Yuda." jelas ku.
"Ah masalah itu,"
"Kesal sudah pasti Ara, tapi aku coba untuk menahannya. Aku yakin nantinya kamu juga bakalan ngejelasin sama aku." balasnya.
"Tadinya aku mau pulang sendirian saja,tapi ternyata pas di kosan kak Yuda mengajak ku untuk berangkat bareng. Tidak memungkinkan juga aku menolak ajakannya itu,aku tidak punya alasan juga untuk itu."
"Aku ingin memberitahu kakak,tapi aku juga bingung. Karena kita kan belum tukeran nomor whatsapp." lanjut ku.
Kak Bian langsung tersenyum setelah mendengarkan penjelasan ku,terlihat kepuasan dari raut wajahnya yang semula tampak murung.
"Ya udah sini HP kamu nya," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.
Aku pun langsung mengeluarkan HP ku dari salam jaket ku dan memberikannya pada kak Bian.
Dia pun langsung mengetik beberapa digit nomor miliknya dan setelah itu dia mengembalikannya pada ku lagi.
"Nanti sehabis kita sampai,aku ingin ajak kamu ke suatu tempat."
"Jangan becanda deh kak,ini tuh udah malam kak."
"Nanti yang ada aku bakalan kena omelan dari orang tua ku."
Kak Bian sempat terdiam dan hanya memandangi aku.
"Ya kalau begitu,ijinkan aku untuk mengantar kamu pulang ke rumah kamu."
"Hah?"
"Boleh kan?"
"Itu......"
"Tenang saja, supir ku sudah menyimpan mobil ku di stasiun nanti."
"Aku tidak mau menerima penolakan dari kamu,anggap saja ini sebagai hukuman karena tadi kamu berangkat sama cowok lain selain aku." lanjutnya.
"Iya......." balas ku pasrah.
"Ya udah kalau begitu aku balik lagi ke kursi ku. Takutnya kak Yuda mencari ke sini-sini,"
"Ya sudah......"
"Sampai ketemu nanti." ucapnya sambil mengelus tangan ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...
Sesampainya di kursi ku, kak Yuda langsung melihat ke arah ku dengan tatapan yang penuh tanya.
"Lama banget," ucapnya.
"Maklum namanya juga antri,"
"Sebentar lagi kita sampai,"
"Oh iya,nanti kamu pulang di jemput atau bagaimana?" lanjutnya.
"Di jemput kayaknya,"
__ADS_1
"Tadinya aku mau ajakin kamu pulang bareng,kebetulan aku juga di jemput."