
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah kami menghabiskan makan siang kami masing-masing,tidak menunggu lama kami pun langsung berjalan menuju kelas kami.
"Eh minggu ini kamu mau pulang nggak?" tanya Ola pada ku.
"Belum tahu, kemarin aku dengar bunda sama ayah ku katanya bakalan pergi ke Bandung. Soalnya ada saudara yang nikah,tapi masih belum tahu sih."
"Ya kamu tinggal ikut aja Ara," timpal Lukas.
"Tidak ah, malas aku."
"Libur cuma dua hari,cepek yang ada."
"Iya juga sih,belum macet-macetan nya. Tahu sendiri di tol pas menjelang libur tuh seperti apa."
"Ya kalau kamu tidak pulang main aja ke rumah ku,nanti kita makan-makan atau jalan-jalan di sekitar sini saja." lanjut Lukas.
"Bener banget,aku setuju."
"Kebetulan aku pun tidak akan pulang minggu ini. Soalnya pas minggu kemarin aku udah bawa banyak bekal dari rumah." sambung Ola.
"Iya ih kamu kalai bawa bekal kebangetan banget Ola. Kemarin kan aku yang jemput kamu dari stasiun,ya ampun itu makanan sampai segitu banyaknya. Emangnya di sini nggak ada apa?" timpal Lukas.
"Ya namanya juga buat bekal anak kost."
"Bukan masalah di sini ada atau nggak ada,tapi emang orang tua ku tuh udah sengaja belanja buat aku. Kamu pikir aja,orang tua ku udah bela-belain beli tapi sama aku nggak di bawa. Kebayang gimana sedihnya perasaan mereka berdua." jelas Ola.
Lukas pun langsung tertunduk malu dan hanya tersenyum.
"Iya ih kamu jangan kayak gitu,namanya juga itu bentuk perhatian orang tua Ola pada anaknya."
"Tapi emang iya,meskipun di sini kita bisa dapatin makanan yang serupa dengan apa yang kita bawa dari rumah,tetap aja ada kesan yang berbeda aja gitu." lanjut ku.
"Setuju banget," timpal Ola.
Tanpa terasa saking asiknya kami mengobrol,tidak terasa kami berdua pun sampai di kelas kami.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Jam pelajaran ke tiga dan ke empat pun aku ikuti dengan lancar. Dan sekarang waktunya untuk kami pulang. Kebetulan hari ini aku kebagian untuk piket di kelas dengan kedua teman ku yang lain dan di bantu oleh Ola juga. Meskipun sebenarnya ini bukan lah jadwal Ola untuk piket. Sedangkan Lukas di menunggu kami berdua sambil main sepak bola di lapangan dengan teman-teman yang lain.
"Eh kalau di ingat lagi yah," ucap Ola.
"Apa?"
"Tadi kalau aku tidak salah dengar kak Yuda bilang kak Bian datang menghampirinya. Berarti kalau kejadian nya seperti itu,hubungan mereka sudah mulai membaik dong." jelas Ola.
__ADS_1
"Tidak tahu juga,nanti aku coba tanyain sama kak Bian deh."
"Ya semoga aja hubungan mereka membaik seperti dulu,"
"Ara....." seru Fahmi.
"Ini pel nya sudah aku cuci." ucapnya sambil menunjukan pel nya.
"Ah iya makasih ya,"
Kebetulan hari ini aku kebagian untuk hapus tulisan di papan tulis sama pel lantai.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah menyelesaikan semua tugas,kami pun berpamitan satu sama lain untuk langsung pulang.
"Eh nanti kita mampir ke kantin yuk, aku haus nih." ajak Ola.
"Ya udah hayu aja. Tapi jalannya yang lewat lapangan itu. Malas aku kalai harus lewatin kelas XII." timpal ku.
"Ih Ara mah, kalau lewatin jalan sana tuh kejauhan. Udah sih,lagian paling mereka juga udah pada pulang ini."
"Hem gimana yah,"
"Ya udah deh."
Ola pun langsung tersenyum dan menarik ku untuk keluar dari kelas.
Lukas yang tengah asik main bola pun langsung melihat ke arah kami.
"Sini......" lanjut Ola sambil memberikan kode.
Dengan sigap Lukas langsung berhenti dan mengambil tas miliknya.
"Kenapa?"
"Ke kantin yuk, haus nih. Kau mau beli yang seger-seger."
"Kebetulan banget, aku juga emang udah bermaksud buat ngajak kalian mampir ke kantin dulu sebelum pulang. Aku pun haus juga," jelasnya.
"Ya gak haus gimana,dari tadi kamu main bola terus." timpal ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Saat kami melewati kelas XII,tepatnya di depan kelas nya kak Bian. Lukas langsung berhenti dan menarik aku dan Ola bersembunyi di balik papan pengumuman.
"Kenapa?" tanya Ola sedikit berbisik.
__ADS_1
"Itu ada kak Anggi sama kak Bian."
"Hah mana?" tanya ku tak kalah terkejut.
"Itu....." tunjuk Lukas.
Aku pun langsung melihat ke arah taman yang letaknya tepat di depan kelas XII. Terlihat di sana kak Bian dan kak Anggi tengah mengobrol dengan raut wajah yang tegang.
"Kira-kira mereka lagi ngobrolin apa yah? Kalau aku perhatikan sepertinya serius banget." ucap Ola.
"Bukan hanya kamu saja yang beranggapan seperti itu, aku pun sama aneh." timpal Lukas.
"Gimana nih, kalau kita lewat dan melanjutkan perjalanan menuju kantin takutnya mereka berdua lihat kita lagi." lanjut Lukas.
"Ya udah, sebaiknya kita beli minumannya di warung yang di pinggir jalan itu. Aku rasa tidak baik juga kalau kita paksakan untuk lanjutin ke kantin."
"Bener banget aku setuju,"
Akhirnya kami pun memutuskan mengurungkan niat kami untuk pergi ke kantin dan berbalik arah. Walau pun sejujurnya aku penasaran dengan apa yang tengah di bicarakan oleh mereka berdua di sana. Tapi aku ingin menjaga saja,takutnya nanti yang ada kak Anggi salah paham lagi,kalau dia melihat kami bertiga.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setibanya di warung yang ada di pinggir jalan yang letaknya tidak begitu jauh dari gerbang sekolah. Kami pun langsung memesan minuman dan beberapa cemilan juga.
"Eh kira-kira apa yah,yang tadi di obrolkan kak Bian dan kak Anggi. Aku penasaran banget," ucap Ola.
"Ya bukan kamu saja,aku pun sama." timpal Lukas.
"Tapi tidak mungkin juga kan, kalau kak Bian tengah memberitahu kak Anggi masalah hubungan kamu dan kak Bian sekarang ini."
"Tidak mungkin......"
"Kak Bian nggak akan se gegabah itu," timpal ku.
"Iya juga sih, masa iya membicarakannya di sekolah."
"Kita sebaiknya tunggu saja,nanti pun kak Bian pasti bakalan cerita sama Ara." ucap Ola.
Kami pun menikmati minuman yang sudah kami pesan sambil memakan beberapa cemilan juga.
"Nanti kalau kak Bian udah cerita sama kamu,jangan lupa yah kasih tahu kita-kita juga."
"Ya ampun Lukas,kamu kan cowok. Tapi kepo nya kayak cewek," balas Ola.
"Ini kan menyangkut Ara juga aneh," balasnya tidak terima.
Kami pun akhirnya memutuskan untuk pulang sambil membekal cemilan nya. Sepanjang perjalanan,Lukas banyak bercerita tentang hubungan dia dengan pacarnya.
__ADS_1
Sampai akhirnya tidak terasa kami pun harus berpisah di pertigaan,karena memang Lukas lah yang lebih dulu sampai dan beda gang dengan aku dan Ola.
"Sampai ketemu besok yah,jangan lupa informasinya." ucapnya sambil melambaikan tangan.