
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Memangnya salah kak Bian apa? Kenapa kamu bisa segitu bencinya sama kak Bian?" tanya ku.
''Kamu tidak ada hak,untuk bertanya seperti sama aku." bentak nya.
"Lucu sekali kamu," timpal ku.
"Sebaiknya kamu keluar dari sini,sepertinya urusan kita memang sudah selesai." lanjut ku.
Aku pun langsung melepaskan cengkraman tangan ku. Dia sempat mengelus pergelangan tangannya dan menatap ku sesaat.
Sepertinya kak Soni masih merasa belum puas berurusan dengan ku pagi ini.Aku bisa melihat jelas, amarah dari raut wajahnya yang tampak kemerahan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sepeninggal kak Soni, aku dan teman-tan ku pun langsung bersiap untuk mengikuti pelajaran pertama. Aku sendiri sebenarnya masih kesal akan perbuatan yang di lakukan oleh kak Soni barusan.
Sepanjang pelajaran pertama, aku tidak terlalu memperhatikan dan pikiran ku pun kabur.
Bisa-bisanya aku yang baru saja masuk,sudah mendapatkan urusan dengan kakak kelas.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Saat jam istirahat tiba,aku tidak sengaja bertemu dengan kak Bian di persimpangan yang menuju ke arah kantin. Karena memang aku pergi ke toilet lebih dulu,sebelum pergi ke warung yang ada di belakang sekolah.
"Ara.....!" seru kak Bian.
"Kenapa kak?"
"Aku mau bicara sama kamu."
"Kenapa?"
Kak Bian pun langsung menarik ku,ke arah tempat yang sedikit sepi dan tidak banyak di lalui oleh lalu lalang siswa.
"Ada apa kak?''
"Aku dengar, tadi Soni datang ke kelas kami,"
"Ah itu, iya memang benar dia tadi pagi datang menghampiri aku ke kelas."
"Aku merasa tidak enak sama kamu,gara-gara aku....."
"Gara-gara apa? Sudahlah kak, lagian aku masih bisa mengatasinya kok. Kakak tidak perlu khawatir,"
"Tetap saja Ara,"
"Kalau bukan karena kemarin kamu menolong aku,pastinya sekarang kamu tidak ada urusan dengan Soni."
Aku sempat terdiam sejenak dan hanya melihat kak Bian sesaat.
"Ya gimana lagi, lagi pula aku juga tidak mungkin juga kan kemarin hanya diam saja. Melihat kamu di pukuli dengan membabi buta seperti itu." jelas ku.
"Sudahlah, yang terpenting sekarang aku masih baik-baik saja." lanjut ku.
__ADS_1
"Kalau ada apa-apa,atau pun Soni melakukan hal yang di batas wajar,aku harap kamu tidak diam saja dan mengatakannya pada ku."
"Iya aku mengerti,"
Setelah pembicaraan yang singkat,aku dan kak Bian pun berpisah dan berjalan ke arah yang berlawanan.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Ara......!" seru Lukas.
"Kamu dari mana saja? Lama banget."
"Tadi aku ada urusan sebentar,terus di toiletnya sendiri antri. Tahu sendiri,ini kan jam istirahat."
"Ya udah, sebaiknya kamu sekarang makan saja ini mie ayam yang sudah mengembang." ucap Ola.
"Oh iya, makasih ya. Karena sudah bantu aku untuk memesankan makanan untuk makan siang hari ini."
"Iya sama-sama."
Kami pun menikmati menu makan siang hari ini, sambil mengobrolkan kejadian tadi pagi yang menimpa aku.
"Tidak sia-sia juga yah, selama ini kamu belajar taekwondo dan mendapatkan sabuk hitam pula."
''Bener banget, aku saja tadi bergetar ketakutan saat kak Soni dan kawan-kawannya datang menghampiri kami. Sumpah yah, kamu tuh berani banget sama dia."
"Coba aja kalau menimpa aku, yang ada aku malah mati berdiri." lanjut Ola.
"Ada-ada aja kamu, aku baru dengar kata-kata seperti itu." balas ku.
"Aku juga tidak tahu,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya saat aku tengah makan di ruang makan yang ada di tempat kost, kak Yuda datang menghampiri aku sambil menenteng satu kantong plastik di tangannya.
"Hai Ara......" sapanya.
"Hem......"
"Kebetulan kamu lagi makan,aku juga kebetulan baru aja balik beli makanan dari luar." ucapnya.
"Emang aku nanya," bisik ku dalam hati.
"Bolehkan,kalau aku gabung sama kamu di sini?"
"Boleh aja, ini kan tempat umum. Aku tidak punya hak untuk melarangnya."
Kak Yuda pun langsung mengeluarkan makanan miliknya dari dalam kantong plastik yang dia bawa tadi.
"Nih, kebetulan aku beli rice bowl sama beli makanan lainnya. Takut kamu mau,ambil saja."
"Iya nanti pasti ku ambil,"
Aku pun melanjutkan kembali makan ku, yang tadi sempat terhenti.
__ADS_1
"Oh iya, aku dengar dari pak Dwi guru yang ngajar taekwondo di sekolah kita itu. Katanya kamu salah satu murid kebanggan dia,"
"Pak Dwi Sasmito maksudnya?"
"Iya, pak Dwi itu."
"Hebat juga ya kamu,baru saja masuk udah dapat gelar dari pak Dwi. Aku saja yang udah bergabung hampir satu tahun lamanya, sampai saat ini belum mendapatkan gelar apa-apa dari dia." jelasnya.
"Ya karena aku kan,udah dari sejak lama ikut kelas taekwondo.Sebelumnya memang saat masih dari SD pun aku sering ikut kelas tambahan taekwondo juga."
"Wah, hebat juga yah. Biasanya setahu aku tuh,kebanyakan cewek nggak suka sama olahraga itu."
"Ya ada,tapi memang tidak banyak." timpal ku.
Saat kami tengah mengobrol bersama, aku melihat kak Bian baru saja datang dan hendak mengambil sesuatu dari dalam kulkas yang berada di dekat meja makan yang sedang aku gunakan sekarang.
Aku sempat ingin menyapanya,namun saat menyadari raut wajahnya yang tampak masam,aku pun mengurungkan niat ku.
Kak Yuda sendiri mungkin menyadarinya,karena dia juga sempat menoleh ke arah kak Bian.
"Yud......"
"Itu di bawah ada teman kamu kayaknya,aku tadi tidak sengaja bertemu dengan Febri di depan." ucap kak Bian.
"Febri? Ah iya,aku lupa kalau hari ini aku ada janji sama dia."
"Makasih ya,karena kamu sudah kasih tahu aku."
"Sama-sama,"
Kak Bian pun langsung kembali menuju ke kamarnya,sambil membawa botol air minum yang iya bawa dari dalam kulkas.
"Memangnya kamu mau pergi lagi gitu?" tanya ku.
"Tentu saja, hari ini aku ada cara datang ke acara ulangtahun teman seangkahan aku."
"Berarti kak Bian juga,"
"Nggak tahu, iya kali."
"Lah kan,kalian satu angkatan." timpal ku.
"Iya emang kami satu angkatan,tapi belum tentu teman kami sama. Dan belum tentu juga dia kenal sama teman aku si Tina ini." jelas kak Yuda.
"Iya juga sih,"
Kak Yuda pun buru-buru menghabiskan makannannya dan setelah berpamitan sama aku,dia langsung membereskan barang miliknya.
"Aku duluan yah," ucapnya.
"Iya......."
Sepeninggal kak Yuda,aku masih saja berdiam diri di meja makan sambil memainkan ponsel ku. Sampai akhirnya Ola pun datang.
"Ya ampun Ara, kamu tahu nggak? Masa air hangat di kamar ku nggak bisa di gunain sih." ucapnya tampak kesal.
__ADS_1