
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Ah itu, kebetulan motor yang biasa kakak gunakan itu lagi di service. Jadinya mau tidak mau beberapa hari kedepan kakak harus jalan kaki menuju sekolah." jelas kak Bian.
"Ah seperti itu,"
Saat kami tengah mengobrol,tidak terduga ternyata Lukas sudah menunggu di persimpangan jalan.
"Lukas......" teriak Ola.
Lukas pun langsung melihat kearah kami sambil tersenyum.Dan Ola pun langsung berlari menghampirinya.
Sampai akhirnya sekarang tinggal lah aku dan kak Bian berdua saja. Sedangkan Ola dan Lukas berjalan agak jauh di depan kami berdua. Suasana pun langsung terasa canggung dan hening,aku sendiri bingung harus memulai percakapan dari mana.
Dan ujung-ujungnya baik aku atau pun kak Bian sama-sama diam sampai kami berdua tiba di sekolah.
"Ara....." ucap kak Bian.
"Iya kak,"
"Kalau begitu aku duluan yah,sampai ketemu nanti."
"Ah iya......"
Kak Bian pun langsung berjalan ke arah koridor,sedangkan aku berjalan ke arah kelas X dan bergabung bersama Ola dan Lukas yang sudah lebih dulu berjalan di depan ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kalian tadi kenapa malah meninggalkan aku,berdua sama kak Bian saja?"
"Ah itu, aku juga tidak tahu. Tadi Ola langsung menarik ku berjalan jauh di hadapan kamu." jelas Lukas.
"Aku hanya ingin kasih kesempatan aja buat kamu untuk bisa bicara sama kak Bian. Karena aku perhatikan,saat kamu bersama kak Bian itu kayak terlihat canggung aja satu sama lain." balas Ola.
"Ya kamu jangan kayak gitu juga, aku merasa nggak enak aja. Takutnya nanti ada yang melihat aku bersama kak Lukas,nanti yang ada malah menimbulkan masalah yang baru lagi." timpal ku.
"Masalah apa?"
"Ya takutnya kan, ada seseorang yang tengah dekat dengan kak Bian dan salah paham sama aku."
"Aku males ah, masalah yang kemarin aja cukup buat aku stres kalau kalian tahu." lanjut ku.
"Seperti itu, iya deh nanti kita nggak bakalan biarin kamu berduaan sama kak Bian." balas Ola.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami bertiga menuju kelas. Karena memang sebentar lagi,jam pelajaran pertama kan segera di mulai. Untungnya tadi pagi,aku dan Ola sempat sarapan bubur ayam di depan gank di dekat kost kami.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Jam istirahat pun tiba,aku dan Ola langsung menuju warung yang berada di belakang sekolah. Sedangkan Lukas,dia sudah lebih dulu pergi ke sana bareng sama teman yang lainnya.
"Eh lihat deh,bukannya itu kak siapa sih aku lupa namanya." tunjuk Ola.
"Siapa?" tanya ku sambil melihat ke arah yang di tunjuk oleh Ola.
__ADS_1
"Yuda......" balas ku.
"Ah iya kak Yuda, bukannya kamu juga cukup dekat dengan kak Yuda juga bukan?"
"Dekat apanya kali, aku sekedar kenal aja tidak lebih."
Ola pun langsung menyunggingkan senyuman di wajahnya,seolah tidak percaya dan malah balik mengejek ku.
"Apa......?"
"Enak yah jadi kamu, bukan hanya bisa dekat dengan kak Bian yang terkenal di sekolah kita. Tapi kamu juga kenal dengan kak Yuda yang merupakan salah satu atlit basket yang banyak di gemari oleh banyak siswa di sekolah kita." jelas Ola.
"Kelihatannya aja enak," timpal ku.
"Udah ah, cepatlah. Aku sudah lapar nih,"
Aku pun langsung menarik tangannya Ola,karena kalau aku biarkan dia tetap berdiam diri di sini,yang ada dia terus mengejek ku.
"Tunggu aku......" ucap Ola.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku pun sampai lebih dulu di warung yang ada di belakang sekolah. Sedangkan Ola, aku sendiri tidak tahu dia di mana.
"Eh Ara, mana si Ola?" ucap Lukas yang menghampiri ku.
"Tidak tahu, tadi dia bersama aku sih. Tapi sekarang tidak tahu," balas ku.
"Lah kok bisa,"
Lukas pun mengeluarkan sesuatu dari dalam jaketnya.
"Nih......" ucapnya sambil memberikan satu batang coklat kesukaan ku.
"Apa ini?" tanya ku heran.
"Tadi aku tidak sengaja ketemu sama kak Bian dan dia meminta ku untuk memberikan ini sama kamu." jelas Lukas.
"Kak Bian? Maksudnya?"
"Udah terima saja, masa iya kamu mau balikin lagi. Aku nggak mau yah," lanjut Lukas.
"Bukan itu maksud aku, tapi kenapa kak Bian kasih coklat ini sama aku? Aku kan tidak sedang ulang tahun."
"Maba aku tahu Ara, tanyakan sendiri sama dia."
Lukas pun akhirnya membantu ku untuk membawa beberapa makanan yang aku beli dari warung. Kami berdua pun langsung menuju meja yang sudah di tempati oleh Lukas lebih dulu.
"Kemana perginya Ola......" gumamku.
Aku merasa bersalah juga,karena aku tadi meninggalkan dia lebih dulu.
"Itu dia....." tunjuk Lukas.
__ADS_1
Aku lihat Ola sudah menenteng beberapa bungkus makanan di tangannya. Dia pun langsung berjalan ke arah meja di mana aku dan Lukas duduk.
"Bawa apaan dia?" ucap Lukas.
"Aku juga tidak tahu,"
Tidak menunggu lama,Ola pun sampai dan langsung meletakkan barang bawaannya di atas meja.
"Apa ini Ola?" tanya Lukas.
"Roti......" balasnya santai.
"Roti? Untuk apa kamu beli roti sebanyak ini?"
"Tadi aku tidak sengaja di ajak Farhat ke depan kelas 3. Ternyata di sana tengah ada kunjungan dari perusahaan roti dan ada bazarnya juga." jelas Ola.
"Ya mumpung lagi murah kan, ya aku beli saja." lanjutnya.
"Ya ampun, aku kira kamu kemana tadi." timpal ku.
"Memangnya aku bakalan pergi kemana lagi,kalau bukan ke sini."
"Eh iya, ambil aja kalau kalian mau. Aku mau ambil jajanan dulu di warung bibi." ucapnya langsung pergi menuju warungnya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah jam istirahatnya selesai, aku dan teman-teman ku langsung kembali menuju kelas kami. Sepanjang perjalanan,aku tidak begitu memperhatikan ke sekeliling ku. Aku lebih memilih fokus dengan HP ku,berbeda dengan Lukas dan Ola,mereka sibuk membahas dan membicarakan siswa yang mereka lihat.
"Ara," ucap Ola menarik tangan ku.
"Hem......."
"Kamu kok diam terus dari tadi,"
"Kenapa memangnya? Aku tidak tertarik untuk ikut bergosip sama kalian berdua."
"Ya ampun,kita nggak sedang bergosip. Tapi kami berdua membicarakan fakta."
"Fakta apa kali," timpal ku.
"Eh lihat,bukannya itu kak Bian." ucap Ola.
Aku pun langsung menghentikan langkah ku,setelah mendengar ucapan Ola barusan.
"Kenapa nih, kok kamu langsung berhenti gitu?" lanjutnya.
"Ah itu......."
Aku sendiri bingung,kenapa aku langsung refleks berhenti sesaat Ola mengatakan nama kak Bian barusan.
"Mau aku bantu panggilkan?"
"Tidak perlu Ola, lagi pula tidak ada yang perlu aku bicarakan dengan dia." balas ku.
__ADS_1
"Yakin.......?" timpal Lukas sambil menatap ku.
Pertanyaan Lukas pun langsung membungkam ku dan buat aku bingung sendiri harus menjawab apa di depan kedua teman ku ini.