
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Aku dan kak Bian saling tersenyum satu sama lain,setelah menyudahi ciumannya.
''Bagaimana kalau ada yang lihat kita?" ucap ku sedikit berbisik.
"Tidak ada," balasnya sambil celingukan.
Setelah itu barulah kami melanjutkan perjalanan kami kembali menuju Depok.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sekitar jam setengah 6 sore kami pun sampai di rumah, kak Bian langsung berpamitan sama orang tua aku. Awalnya dia akan ikut makan malam bersama aku dan keluarga ku,tapi tadi sepupunya menelpon dan meminta kak Bian ke toko.
Setelah kak Bian pulang aku pun langsung naik ke lantai dua untuk mandi dan bersiap untuk makan malam bersama ayah dan bunda. Kebetulan katanya hari ini akan ada saudara kami yang datang ke rumah termasuk Yoga.
"Nak......!" seru bunda dari balik pintu.
"Iya bunda......" aku langsung berlari ke arah pintu dan membukanya.
"Ayo turun,semua nya sudah datang."
"Iya bunda."
Ternyata benar saja,di ruang tamu dan di ruang tengah sudah di penuhi oleh semua keluarga. Ada yang tengah asik mengobrol,ada yang tengah nonton TV,ada yang sibuk dengan HP nya dan banyak lagi.
"Yoga nggak datang bunda?"
"Datang, dia sepertinya lagi lihat ikan di belakang tadi kalau tidak salah. Ya udah sana,sekalian ajakin dia masuk. Sebentar lagi makan malamnya sudah siap." jelas bunda.
Setelah menyalami semua saudara yang ada di ruang tengah dan ruang tamu,aku pun langsung menghampiri Yoga. Benar saja yang di katakan bunda tadi, dia tengah asik melihat ikan peliharaan ayah di kolam belakang.
"Yoga.......!" seru ku.
Dia pun langsung melihat ke arah ku sambil tersenyum.
"Eh Ara....."'
"Hayu kata bunda makan malamnya sebentar lagi siap." ajak ku.
Dia pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri ku.
Saat aku mau berbalik masuk kembali ke dalam rumah,Yoga langsung menarik tangan ku.
"Kenapa?"
"Katanya tante,kamu habis pergi dari Bogor sama Bian. Apakah itu benar?"
"Hah? Itu......"
"Tidak apa-apa katakan saja sama aku, lagi pula aku tidak akan marah."
"Iya......."
"Jadi kalian pacaran gitu sekarang?"
__ADS_1
"Ya seperti itu lah,"
"Tidak aku duga yah, baru saja minggu kemarin aku menanyai kamu tahu anak. Bernama Bian atau tidak. Eh sekarang tahu-tahu udah jadian aja." ucapnya.
Mendengar ucapan Yoga barusan, aku pun langsung tertunduk malu.
"Selamat yah,semoga hubungan kamu sama Bian langgeng dan baik-baik terus. Aku mengatakan ini bukan karena Bian teman ku,tapi karena aku tahu Bian itu seperti apa."
"Aku yakin dia bakalan jagain kamu dan menyayangi kamu." lanjut Yoga.
"Makasih ya,"
Setelah pembicaraan singkat barusan, aku dan Yoga pun langsung masuk ke dalam rumah untuk makan malam bersama.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya saat aku baru saja terbangun dari tidur, aku mendapatkan pesan yang di kirimkan oleh kak Bian dan sepertinya pesan itu iya kirim saat tadi malam.
"Ara....."
"Maaf yah,besok kita tidak bisa pergi jalan-jalan sesuai yang kita rencanakan sebelumnya."
"Di toko sedang ada masalah dan aku harus segera menyelesaikannya sebelum kembali ke Jakarta."
"Kita ketemu di stasiun saja."
"Aku pesan tiket yang jam 4 sore."
"Good night Ara...."
Setelah membaca isi pesan yang di kirimkan kak Bian pada ku, sebenarnya aku sedikit merasa kecewa. Namun aku juga tidak mau egois dan hanya memikirkan kesenangan ku saja. Karena sejak awal kak Bian sudah memberitahu aku kalau dia punya usaha.
"Maaf aku baru sempat baca pesan yang kakak kirimkan semalam."
" Tidak apa-apa kak, kita bis pergi lain kali aja."
"Lagi pula itu lebih penting,kita bisa pergi kapan saja."
Setelah menunggu beberapa saat,kak Bian tak kunjung membalas pesan ku. Mungkin karena ini masih pagi juga,dia juga mungkin masih tidur saat ini.
Aku sendiri sudah terbiasa bangun pagi,karena akan lari pagi di sekitaran komplek perumahan ku saja.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Nak, kamu mau lari yah?" ucap bunda dari dalam rumah.
"Iya bunda,seperti biasa."
"Kirain kamu lupa,padahal bunda sudah buatkan sarapan untuk kamu. Enak loh, di makan selagi hangat."
"Masakan bund tuh enak,meskipun dalam keadaan sudah dingin."
"Hem kamu bisa saja menghibur bunda,"
"Ya udah sana,biar cepat selesainya." lanjut bunda.
__ADS_1
Aku pun langsung mulai lari dari depan rumah ku, sepanjang perjalanan aku banyak melihat hewan peliharaan seperti kucing dan anjing punya tetangga ku yang tengah berjemur di teras depan rumah. Aku juga menyempatkan untuk menyapa salah satu dari mereka juga yang ada di pinggir jalan juga.
Sepertinya hanya keluarga ku saja yang tidak mempunyai peliharaan seperti anjing dan kucing,meskipun ayah mempunyai koleksi ikan.
"Non Ara rajin banget yah, tiap pulang ke sini pasti nyempetin buat olah raga. Padahal kalau bibi mah, pasti bakalan milih untuk rebahan saja di rumah." ucap bi Inah salah satu pembantu tetangga ku.
"Ya kan supaya sehat bi, lagi pula aku sudah terbiasa melakukannya. Karena asal bibi tahu aja,kalau di Jakarta aku tidak rajin berolah raga seperti ini."
Bi Inah pun langsung tersenyum sambil mengelus kucing milik majikannya pak Heru.
"Ya udah bi, aku mau lanjutin larinya. Sampai ketemu lagi,"
"Iya non......."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di rumah, aku tidak langsung naik ke kamar ku,melainkan malah belok ke halaman belakang. Tadi aku melihat ayah tengah menyiram tanaman di halaman belakang dari kaca jendela di ruang tengah.
"Pagi ayah......" sapa ku.
"Udah pulang nak,"
"Sudah."
"Berapa putaran hari ini?"
"Hanya tiga saja ayah, soalnya aku lari sampai rumahnya pak Guna di ujung komplek sana." jelas ku.
"Wah lumayan jauh juga yah,"
"Eh iya ayah, kenapa kita nggak melihara kucing atau anjing juga seperti kebanyakan tetangga kita itu."
"Mau siapa yang rawat mereka, bunda kamu mana mau. Kamu kan tahu sendiri kalau bunda punya alergi sama bulu."
"Sedangkan ayah,sibuk dengan kerjaan ayah." lanjut ayah.
"iya juga......"
"Kamu sudah makan belum,tadi ayah lihat ada nasi goreng kesukaan kamu."
"Belum,aku kan baru balik."
"Cepatlah makan nak,"
"Bunda kamu lagi mandi soalnya." lanjut ayah.
"Ah pantas,biasanya bunda menyambut ku di depan."
"Ya udah kalau gitu aku masuk duluan yah,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya sehabis dari rumahnya Ola untuk mengambil titipan dia, aku pun langsung menuju stasiun karena sebentar lagi keretanya akan seger berangkat.
"Kasih tahu bunda dan ayah kalau kamu sudah sampai di sana. Bunda suka khawatir nak,"
__ADS_1
"Baik bunda,nanti aku pasti telpon bunda."
"Ini juga ikan,tidak jarang bunda kamu lupa kasih makan mereka."