MY BOY

MY BOY
Chapter 11


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Aku hanya bisa tersenyum,mendengar ocehan Ola yang baru saja selesai mandi dan langsung datang menghampiri ku.


"Masa sih? Jangan-jangan yang di kamar aku pun tidak bisa di gunakan juga."


"Nggak tahu juga,coba aja nanti."


"Kalau enggak sekarang kamu mending lapor sama pak Yudi. Biar cepat di tangani juga kan,kalau di nanti-nanti takutnya nggak bisa langsung di kerjakan sekarang."


"Entar aja ah, aku mau makan dulu." balas Ola.


Kebetulan memang tadi aku dan Ola memesan makanan lewat aplikasi online. Tapi memang Ola sendiri lebih memilih untuk mandi terlebih dahulu, sedangkan aku lebih memilih untuk makan terlebih dulu.


"Eh iya, tadi waktu aku di kamar itu,aku dengar kamu di sini tengah ngobrol. Emangnya tadi kamu ngobrol sama siapa?"


"Ah itu, tadi kebetulan ada kak Yuda juga di sini."


"Kak Yuda? Terus sekarang dia di mana?"


"Udah pergi, katanya dia ada urusan."


"Oh pantas saja,"


"Eh iya, tadi Lukas minta aku untuk pergi ke rumahnya. Katanya dia mau pinjam buku paket pelajaran sejarah,punya dia ilang." jelas Ola.


"Kok bisa ilang,padahal baru juga minggu kemarin kita gunakan."


"Nggak tahu,"


"Kamu mau ikut nggak? Kalau mau kita pesan taksi aja."


"Enggak ah, lagi pula aku belum mandi. Terus aku amu nyuci baju juga,di kamar baju kotor ku udah menumpuk."


"Yah, tadinya biar sekalian kita main di sana."


"Kamu saja,"


"Baiklah kalau begitu,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Malamnya, aku hendak membuat camilan malam. Kebetulan aku harus mengerjakan tugas malam ini.


Malam ini,aku berniat untuk buat goreng nugget sama sosis saja. Karena memang hanya ada stok itu saja di kulkas.


"Kamu lagi masak Ara?" tanya kak Dimas.


"Eh iya kak," ucap ku sambil menoleh ke arah belakang.


"Kakak sendiri mau masak juga?"


"Tidak, saya mau bikin kopi."


"Ini kebetulan aku masak banyak,takut kakak mau ambil aja."


"Iya makasih sebelumnya. Tapi tadi aku kebetulan sudah makan dan masih kenyang juga."


"Oh......"


Tanpa terduga,kami pun akhirnya mengobrol bersama di ruang makan sambil menikmati cemilan malam ini.


"Oh iya, kakak sendiri asli mana memangnya?" tanya ku.


"Malang,"


"Wah jauh juga yah."

__ADS_1


"Lumayan,"


"Kamu sendiri gimana?"


"Depok,"


"Dekat lah,"


"Iya......"


"Kenapa kamu malah memilih untuk sekolah di sini? Padahal setahu aku, di daerah kamu juga ada beberapa sekolah yang cukup baik juga."


"Ah itu, kebetulan aku punya saudara kandung yang dulunya memang pernah bersekolah di sekolah ku sekarang ini."


"Mungkin itu salah satu alasan juga,kenapa aku memilih untuk bersekolah di sini. Terlebih lagi, teman-teman ku juga tertarik untuk bersekolah di sini." lanjut ku.


"Ah seperti itu,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah kembali ke dalam kamar,aku langsung mengambil buku pelajaran. Obrolan aku bersama kak Dimas tadi,cukup menginspirasi ku. Ternyata dia sudah tidak punya ibu, katanya ibunya meninggal saat dia masih kecil. Mendengar ceritanya itu, aku merasa kasihan dan sedih juga. Meski pun tanpa bimbingan seorang ibu, dia mampu menempuh pendidikan yang bagus dan sekarang kak Dimas merupakan dosen di salah satu universitas yang terbilang bagus juga.


*Tok.....Tok ....Tok.....


Suara ketukan pintu kamar ku, mengagetkan aku.


"Iya siapa?"


"Ini aku Ola,"


Aku pun langsung beranjak dari tempat duduk ku dan langsung membuka pintu kamarnya.


"Hai......" sapanya.


"Kamu udah pulang?"


"Tumben aja kamu nggak lama,"


"Ya ngapain juga lama-lama di sana,malu juga kan. Kalau di rumah Lukas sendiri sih,aku bisa saja lama-lama main di sana."


"Ini kan di rumah saudaranya, ya aku malu lah." lanjut Ola.


"Iya juga sih,"


"Ya meskipun pamannya dan saudaranya itu baik,tapi tetap saja aku merasa canggung."


"Bener banget,aku setuju sama kamu." balas ku.


"Iya kan,"


"Eh iya, tugasnya sudah kamu kerjakan apa belum? Kalau belum,boleh lah kita kerjakan bersama-sama " lanjut Ola.


"Baru aku selesaikan setengahnya, kalau mau masuklah."


"Oke deh,kalau begitu aku ambil dulu punya ku." ucap Ola.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah menyelesaikan tugas,aku pun langsung keluar untuk mencuci piring bekas tempat cemilan ku tadi. Saat aku tengah mencuci barang-barang ku, kak Bian kebetulan keluar dari kamarnya juga.


"Ara......" ucapnya.


"Iya kak, kenapa?"


Dia sempat terdiam dan seperti nya tengah memikirkan sesuatu.


"Kenapa kak?" tanya ku kembali.

__ADS_1


"Tidak jadi,"


"Apaan sih? Ngomong aja."


"Kamu dekat yah sama Yuda?" ucapnya tampak ragu.


"Tidak juga, memangnya kenapa?"


"Tidak, aku hanya ingin tahu aja."


"Aku lihat kamu cukup akrab dengan dia."


"Ya akrab juga, ya sewajarnya aja sih. Lagian aku juga tidak punya alasan untuk tidak akrab dengan dia." balas ku.


Kak Bian hanya menatap ku dengan tatapan penuh arti. Sejujurnya aku tidak mengerti,kenapa kak Bian mengajukan pertanyaan seperti pada ku.


"Ya udah kak,kalau begitu aku permisi yah."


"Ya sudah, kalai begitu."


Aku pun langsung balik masuk ke kamar ku dan sempat menoleh ke arah kak Bian yang masih berdiri di dekat meja.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Paginya saat aku dan Ola berangkat sekolah seperti biasa, tidak sengaja kami berpapasan dengan kak Bian yang tengah berjalan kaki sendirian sambil memainkan HP miliknya.


"Eh bukannya itu kak Bian," ucap Ola.


"Iya,"


"Ayo kita sapa dia," ajak Ola.


"Buat apa? Enggak ah......."


"Ih kenapa? Nggak apa-apa kali."


"Udahlah Ola,sebaiknya kita pura-pura saja tidak melihatnya." balas ku.


Ola pun langsung terdiam dan hanya menatap ku keheranan.


"Apa Ola......?"


"Enggak aneh aja,kenapa kamu nggak mau menyapa kak Bian?"


"Ya enggak kenapa-kenapa, aku malas aja....."


Belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku, kak Bian sudah lebih dulu berhenti dan tengah melihat ke arah ku dan Ola.


"Eh itu, kak Bian melihat ke arah sini." bisik Ola.


"Kalian mau berangkat juga, ayo bareng." ajak kak Bian.


"Hah? Iya kak,"


"Ayo Ara, itu kak Bian ajakin kita."


Sebenarnya bukan aku tidak mau berangkat bareng bersama kak Bian,hanya saja aku tidak mau nantinya menimbulkan ke salah pahaman dengan orang lain. Terlebih lagi, setahu aku,ada seseorang yang menyukai kak Bian saat ini.


"Ara, kenapa kamu malah diam saja? Ayo cepatlah,kasian kak Bian sudah menunggu kita." lanjut Ola.


"Ah iya........"


Aku dan Ola pun langsung berjalan menghampiri kak Bian yang sudah menunggu kami berdua,tidak jauh dari tempat kami berada.


"Kakak hanya sendirian saja?" tanya Ola.


"Iya,"

__ADS_1


"Motornya kemana? Setahu aku kakak kan,biasa naik motor." lanjut Ola.


__ADS_2