MY BOY

MY BOY
Pingsan


__ADS_3

Pagi hari ini Vidia terbangun di jam 4 pagi, ia merasakan berat di perutnya dan geli di lehernya spontan Vidia berteriak


"aaa......"


"Ada apa ada apa?" Tanya Yuda yang kaget dengan teriakan Vidia.


"kamu ngapain tidur disini?" kata Vidia.


"hmm kamu lupa semalam kita pelukan sampai tertidur" jawab Yuda sambil meringis


Vidia yang malu memalingkan Wajahnya, dan melihat jilbab nya didepan matanya. Segera Vidia meraih jilbabnya dan dipakainya kembali.


"Kenapa dipakai lagi, aku udah liat semuanya kog. Bahkan aku udah tinggalkan tanda kepemilikan ku disana. tuh" sambil menunjuk leher Vidia


"ha......" Vidia menuju kamar mandi dan melihat lehernya.


"kog bisa sih, kenapa bisa aku ngerasa coba, eh tapi semalem dia gak ngapai - ngapain aku kan ya? aahhhh kenapa semalam aku gak bisa ngerasain apa - apa!" kata Vidia dalam kamar mandi. Vidia gegas mandi tapi dia gak bawa baju ganti.


"Duh masak mau pake baju ini lagi?" kata Vidia


Akhirnya ia memakai baju nya yang semalam itu lagi dan keluar kamar mandi


melihat ada sandwich segar dan kopi teh hangat di meja Vidia terheran - heran, Ia lapar tapi malu mau minta. Akhirnya ia memutuskan pamit saja.


"Aku balik ke kamar ku ya, aku takut mereka mencari ku" kata Vidia


"Tenang saja aku sudah memberitahu mereka kamu tidur dikamar ini." kata Yuda enteng.


Memang semalam ia yang membalas wa teman - teman nya mengatakam kalo dia ada dikamar lain untuk menenangkan diri.


"ha....." Vidia selalu terheran dengan Yuda. Ia selalu bertindak selangkah lebih cepat.


"ini lihat di hp kamu sayang" kata Yuda sambil meyerahkan hp Vidia pada Vidia dan memeluknya dari belakang.


Vidia mengambilnya dan membukanya, untung Yuda tidak mengatakan yang tidak - tidak.


"Sarapan dulu sayang, hari ini hari panjang. Nanti kamu sakit" kata Yuda


"Duduklah sini" sambil mendudukan Vidia ke kasur dan mendorong meja kedepannya.


"Makanlah, pelan - pelan. tidak akan ada yang mengambilnya dari mu" berbisik di telinga Vidia


"hmm iya terimakasih" menatap Yuda lalu menunduk


Yuda duduk didepannya sambil menikmati kopi dan sandwich nya.


Tiba - tiba telepon Yuda berbunyi.


tilililit tilililit tilililit tilililit


tilililit tilililit tilililit tilililit


tilililit tilililit tilililit tilililit


"Aku angkat dulu ya" kata Yuda sambil pergi


sekilas Vidia mendengar tentang rumah perusahaan mama dan papa. tapi Vidia tak mau ikut campur dalam urusan Yuda bila Yuda tidak menhijinkannya mendengarkannya.


Vidia sudah selesai makan saat Yuda kembali.


"Aku keluar dulu ya, sudah dicari panitia lain" kata Vidia


"Baiklah, aku antar sampai pintu" kata Yuda sambil berdiri dan ngantar Vidia ke luar kamar


"Jangan lupa ganti baju ya sayang, dan ini ada parfum buat kamu. kalau kamu tidak suka kembalikan pada ku"


"iya terimakasih." kata Vidia


"Bye..mmm sampai nanti" kata Vidia


"Hmm iya. bye" balas Yuda


Saat Vidia keluar kamaar Yuda, Eri melihatnya namun ia berlalu begitu saja. Mungkin ia salah lihat. lalu pergi ke kamarnya. yang kebetulan didepan kamar Yuda dan Vidia tadi.


Didalam kamar Vidia sudah diberondong pertanyaan oleh Yanti dan Lita. Vidia menjawab semalam tidur dikamarnya sendiri dan ketiduran karena mendengar kamar buruk dari orangtua nya.

__ADS_1


Mereka pun saling berbagi dan bersiap untuk acara hari ini.


Hari ini Vidia akan melihat Yuda bertanding, entah kenapa Vidia ingin menyemangati Yuda. Ia mulai menerima Yuda dalam hatinya.


Vidia hanya memberikan senyum kecil dan Yuda pun begitu, tapi itu semua tidak luput dari perhatian pak suryo dan Eri. Awalnya Eri memang tidak ada hati untuk Vidia, eri hanya ingin membuat Yuda marah saja karena sudah menolak adiknya Siska. Tapi kini Eri menaruh harapan pada Vidia.


Saaf Yuda sedang bertanding Eri mengajak Vidia pergi sebentar dan Vidia menyanggupinya. Yuda yang tak sengaja melihat itu perhatiannya berganti ke arah mereka dan lagi lagi dengan amarah Yuda menyelesaikan turnamen nya hari ini. Yuda mendapatkan nilai tercepat tapi dia tidak menghiraukan panggilan narator ia malah berlalu mengejar Eri dan Vidia.


"Vid, aku mau tanya sesuatu sama kamu, tlong dijawab jujur ya" kata Eri


"Iya ada apa kak?" Jawab Vidia


"Kamu ada sesuatu sama Yuda? Maksudnya kamu dekat lagi dengan Yuda" kata Eri


"dekat gimana maksud nya, ya kita temenan aja. Dekat sebagai teman laki - laki dan perempuan begitu" jawab Vidia sambil tersipu malu.


"Tapi ekspresi mu tidak menunjukkan itu Vidia, pasti kamu ada hubungan lebih kan dengan Yuda itu? Kamu sudah aku kasih tau kan bahwa Yuda itu playboy dia itu pacarnya Siska! apa kamu mau merebut dia dari Siska?" tanya Eri menggebu


"Tapi kata Yuda nggak begitu kak, Yuda bilang dia hanya menyukai siska bebrapa tahun lalu dan itupun dia tidak dianggap dengan Siska. Dan akhirnya dia tahu kalo siska itu . . . ." kata Vidia terputus disambar oelh Eri


"Kenapa Siska ha? Kenapa dengan Siska? Dia pela*** maksudmu. kamu sama aja ya sama yang lain. Menilai orang dengan penampilannya saja" kata Eri menggebu


"Aku tidak menuduh kak, aku mendengar sendiri saat mbak Siska masih sekamar sama aku dia sering pulang daaml kondisi mabuk dan sering telepon dengan laki - laki yang ingin ditemaninya malam sampai pagi. aku ngomong tidak berdasarkan kata orang kak. akungomong begini karena aku tahu sendiri." kata Vidia


"Jadi kamu lebih percaya sama Yuda daripada aku Vidia.?" Kata Eri lagi.


"Bukan begitu kak, tapi tolong jangan lagi menjelek jelekan orang lain lagi. Asal kakak tau, Lita menyukai kakak. Lita itu bahkan rela melihat kakak bahagia meski tidak sama dia. Dia lebih pantas dengan kakak daripada aku. Aku tidak ada rasa dengan kakak." Kata Vidia


Mendengar itu Eri diam, dia dulu memang juga menyukai Lita tapi karena bertemu Yuda dia terobsesi dengan Vidia.


"Dulu aku memang memiiliki rasa sama kakak, tapi itu dulu. Andai dulu kakak lebih peka lagi mungkin sekaranh kita sudah pacaran atau lebih dari itu tapi kakak membairkan aku sendiri dalam harapan itu. Sekarang tolong ganti perhatikan Lita kak." sambubg Vidia lagi


"Kenapa jadi ngomongi aku sih, kita ngomongin kamu. Kamu itu dimanfaatin aja sama Yuda. Sama seperti Siska dulu, dia juga cuma dimanfaatin aja sama Yuda."


"Oooo jadi kamu yang bilang kalau Siska itu pacar aku." tiba tiba suara Yuda ikut dalam pembicaraan mereka.


"memang begitu kan, kalian sudah lebih dari pacaran kan?"


"Asal kamu tau ya, adik kamu itu sugar baby nya om om. aku liat sendiri waktu mau nembak dia, dan dia malam melecehkan aku dan berciuman dengan om om itu didepan mata ku. Apa nama nya itu kalau Bukan Pela***. Sama Seperti ibunya, ibunyaa peal*** anak nya juga kan".


satu tamparan mendarat mulus di pipi Yuda yang dilakukan oleh siska.


"Kamu boleh menyebutku Pela*** tapi jangan sekali - kali menyebut ibuku dengan sebutan itu" kata siska.


Adu mulutpun tak terhindarkan, Vidia yang masih pusing karena menangis semalam menjadi pusing,dan tiba tiba BRUK


Vidia pingsan. Eri yang berada disamping Vidia dengan cepat menahan Vidia di tangannya. Yuda yang melihat itu mencoba mengambil Vidia dari Eri tapi dia kalah cepat karena ia di tahan oleh Siska.


Eri membawa Vidia ke kamarnya dan memanggil Lita dan Yanti untuk menemani Vidia dikamarnya.


"Vidia demam, memang Vidia tadi cerita ada apa gt nggak?" tanya Eri


"Vidia tadi cerita kalau dari semalam ia menangis karena mendengar kabar dari orang tuanya di kampung" kata Yanti


"Apa karena kabar yang disampaikan ibu Vidia kemarin yang mau disampaikan." tanya Eri dalan Hati


Vidia pun dirawat oleh Yanti dan Lita dalam kamar.


"Siska, Yuda dan Vidia ada hubungan. Kamu segera buat Yuda tergila - gila sama kamu. biar kakak bisa mendekati Vidia." kata Eri pada Siska


"Tapi Yuda sulit ditaklukan kak, aku nyerah. aku mending cafi cwo yang pasti - pasti aja diluar sana."


"Sementara aja, kalau Vidia udah jadi milik aku kamu boleh berhenti kejar dia." kata Eri


"Aku usahakan ya kak. Yuda sulit ditembus" tambah siska


Lita mendengarkan percakapan mereka, Lita tidak menyangka mereka sama jahatnya. Hanya memanfatkan Vidia saja. Mulai sekarang Lita akan melindungi Vidia.


Di arena Yuda yang sudah selesai pertandingan, terburu -buru ingin melihat kondisi Vidia. Yuda tidak tenang jika Vidia dekat dengan Eri. Yuda pergi ke ke kamar Lita dan Yanti.


tok tok tok


"iya sebentar." kata yanti


tok tok tok

__ADS_1


"Iya, kenapa. . . . "


"Gimana kabar Vidia,? tanya Yuda khawatir


"Dia masih demam, tapi sudah kita kompres kog" kata Yanti


"Kak Yuda, bawa Vidia aja ke kamar kakak. Disini gak aman" kata Lita menyela.


"eh kenapa kamu bilamg gitu, nanti kak Eri marah. " tanya Yanti heran


"Nanti aku ceritain" jawab Lita


Yuda yang mendengar ucapan Lita membaca ada sesuatu pada Siska dan Eri. Lita memberikan kode anggukan dan Yuda mengerti itu.


"Baik aku bawa Vidia ya." kata Yuda


Yuda membawanya kerumah lain Yuda yang ada di daerah itu juga. Dirumah itu Yuda bisa menyuruh pembantu untuk memjaga dan mengurus Vidia sampai pertandingan selesai..


"Tuan, Nona Muda sudah bangun" kata pembantu Yuda


"Baik, aku akan kesana" jawab Yuda


Dirumah Yuda


"Selamat sore nona muda" kata pelayan Yuda


"Ini dimana mbak? kenapa saya ada disini?" tanya Vidia


"Ini dirumah Tuan muda Hendra Nona" kata pelayan Yuda


"Hendra? Hendra siapa?"


"Hendra Yuda Atmaja" kata Pelayan


"Oh saya biasa panggilnya Yuda. hmmm kepala ku masih terasa pusing." sambil memegangi kepalanya.


Vidia masih merasa pusing ia duduk sebentar mengecek hp nya sebelum berdiri.


"ah kebelet, aku mau ke kamar mandi ah" kata Vidia


" uhhh aduh kog masih ngeleyang sih" sambil berdiri menstabilkan pandangan lalu berjalan pelan ke arah para pelayan. Saat tiba didepan pintu tiba - tiba yuda datang.


"Eh mau kemana? kenapa gak panggil mbak nya yang jaga aja"


"aku mau ke kamar mandi kebelet inih, kelamaan nunggu mbak nya. Kamar mandi nya dimana?" tanya Vidia


"itu kan disebelah tempat tidur ada belnya. kamar mandu didepan tempat tidur itu disana itu, jadi gak usah keluar kamar. ayo aku bantu" kata Yuda


Vidia yang masih sangat lemah bersedia saja dibantu Yudha. Sampai di kamar mandi Vidia minta ditinggal, Ia malu pada Yuda.


Keesokan harinya setelah Vidia sudah merasa lebih baik ia segera minta diantarkan ke hotel lagi.


Tiba dihotel, Vidia tidak sengaja bertemu dengan Eri.


"Aku cari kamu kemana - mana lo, kamu kemana sih?" tanyaa Eri sambil memeluk Vidia


"Apaan sih kak, malu tau" kata Vidia


"aku khawatir, kamu sudah gak apakan?" tanya Eri lagi


"Gak apa aku baik - baik aja" kata Vidia.


"Sudah hampir selesai lombanya, besok sudah hari terakhir. Semangat ya" kata Eri menyemangati dan dijawab anggukan oleh Vidia


Di tempat Lain Yuda sedang diinterogasi oleh Ayahnya


"Papa mau ketemu sama kamu". kata Tuan Sebastian


"Ada apa sih Pa, penting banget ya" jawab Yuda


"Jangan pura - pura tidak tahu Yuda, apa perlu papa cari gadis itu. hmm " kata tuan Sebastian


"iya - iya, nanti Yuda ke kantor papa. jam berapa papa ada waktu" jawab Yuda


"Jam 7 pagi sebelum meting, atau sebelum jam 10 papa sudah bawa gadis itu ke depan papa" kata Tuan Sebastian mengancam.

__ADS_1


Yuda yg bingung akhirnya mengiyakan keinginan sang papa. Dia akan memikirkan cara agar bisa membawa Vidia ke rumah papanya.


__ADS_2