
Saat ini Bara ada diruangan inap rumah sakit yang menampung Ahra. Sebenarnya dia mengikuti kedua teman Ahra saat mereka berdua berlari menuju parkiran, dan benar saja pemikiraan Bara kalau Mira dan Sinta pergi menjenguk Ahra.
Bara hanya duduk didalam sana, hanya ada dia dan Ahra dalam ruangan itu, karna Bara baru masuk saat Mira, Sinta pulang dan saat keluarga Ahra keluar dari ruangan inap itu.
Bara hanya melihat Ahra yang terbaring lemas dari sofa yang tersedia disana. Sebenarnya dari tadi Bara bergumam tidak jelas mengenai dirinya yang tidak jelas dengan semuanya. Dia merasa sedikit risih dengan pemikiran nya yang terus meminta untuk menemui Ahra dan mengelus punggung tangan nya. Tapi pemikiran itu sudah ia tepis jauh jauh karna ada seorang lelaki yang masuk keruangan inap Ahra sambil menatap Bara dengan tatapan marah.
"KAU?! Beraninya datang kehadapan ku! Mau apa kau?! Setelah menyakiti Ahrun, kau ingin menyakiti Ahra?! Iya!? " Tatapan tajam dan menusuk mata dari seorang Raffi itu tak membuat Bara takut, dia hanya terkejut, ternyata Ahra adalah adik dari Raffi, geng 'ZerOne' (01).
Dulu sempat ada masalah yang terjadi antara club Bara dan Raffi, dan itu cukup membuat seorang Raffi marah.
"Sorry, aku tak tahu dia adikmu, aku hanya ingin besuk, aku pergi" dengan santai nya Bara melenggang pergi dari hadapan Raffi yang sudah mengepalkan tangan nya kuat.
__ADS_1
— Bara King Evan —
Bara melajukan kencang motornya menuju bascam, dia perlu sedikit obat untuk menenangkan pikiran nya. Pikiran nya mengenai 3 tahun lalu terus berputar. Kesalahan orang lain yang akhirnya menjadi salahnya, kesalah pahaman besar yang terjadi dahulu akan terkuak kembali sekarang karna Raffi yang tidak lain adalah kakak dari seorang Ahra dan saudara kembarnya Ahrun.
"Bar, kenapa kau? Mau minum? " Erick mengangkat sebuah botol vodka yang ada ditangan nya, tak menunggu lama Bara langsung merebutnya dan meneguk habis botol itu, tak tersisa walau setetes pun.
"Bar ada masalah? " Sandi metap Bara yang tak biasanya bersikap seolah olah sedang memikirkan sesuatu yang berat.
"Banyak" saut pelan Bara. Teman teman nya tak banyak bicara, mereka hanya diam karna takut terkena amukan gila dari Bara.
"Raffi, dia kakak dari peremluan itu" ujar Bara pelan.
__ADS_1
"Perempuan? Perempyan yang mana? " tanya Jack, meminta penjelasan.
"Tanyakan pada mereka" Bara menunjuk Agam, Randy, dan Erick agar menjelaskan tentang perempuan yang menggebrak pintu rooftoop, yang tak lain adalah Ahra.
"Yang kemarin? " Tanya Agam, dan Bara hanya membalasnya dengan anggukan kecil.
"Ran antarkan Bara kekamar, biarka dia istirahat, atau trauma nya akan muncul. " Randy menganggukan kepalanya, dan segera membopong tubuh mabok Bara kekamar yang ada di bascam BTN.
"Kalian tau kenapa Bara bisa mengetahui kalau perempuan perempuan itu adalah adik dari Raffi? " ke3 orang yang ditanya itu hanya mengeleng kan kepalanya.
Jack menganggukan kepalanya, dia tak membutuhkan cerita perempuan itu, yang ia butuhkan hanya, kenapa Bara bisa tau dan kenal adik Raffi? Yang Jack ketahui Raffi hanya punya satu adik, yang namanya Ahrun, itupun sudah tak ada, akibat kesalahpahaman dulu, yang membuat geng BTN dan geng ZeOne bertengakar hebat, Sampai saat ini.
__ADS_1
*******
vote comment wankawan, love u hehe