MY BOY

MY BOY
Chapter 9


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Iya, kenapa ya kak?" tanya ku heran.


Cewek itu pun langsung melangkah mendekat ke arah ku.


" Kenalin aku Anggi," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Anggi? Apa dia wanita yang di katakan kak Bian kemarin itu?" tanya ku dalam hati.


"Oh, aku Ara....." membalas uluran tangannya.


"Ada apa ya,kak?"


"Aku ingin tanya sama kamu, ini masalah Bian." ucapnya.


" Iya kenapa?"


"Kamu tahu nggak tempat kost dia di mana? Kata anak-anak kamu kenal sama Bian."


"Mereka salah kali, aku sendiri tidak merasa dekat dengan dia. Aku hanya sekedar tahu aja,"


"Tapi kemarin kata mereka......"


"Maaf ya kak,masalah kemarin itu aku hanya ingin menolong orang yang sedang kesusahan. Lebih dari itu aku tidak tahu,"


Aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi dengan mereka-mereka ini.


"Tapi kamu pasti tahukan di mana tempat kost nya Bian?"


Aku sempat terdiam dan berfikir, kenapa wanita ini malah balik menanyakannya sama aku. Padahal kan mereka satu angkatan dan dekat satu sama lain. Aku kebingungan, apa aku harus mengatakannya sama kak Anggi atau tidak.


"Aduh gimana ini? Aku bingung. Aku takut salah langkah, nantinya aku lagi yang kena masalah dan di salahkan." ucap ku dalam hati.


"Ara.....?" tanya nya kembali.


"Kalau itu aku sendiri tidak begitu tahu kak,"


"Memangnya kak Bian nggak kasih tahu kakak dia tinggal dan kost dimana?"


"Tidak....."


"Pasti kak Bian punya alasan,kenapa di memilih untuk tidak memberitahu kak Anggi masalah tempat tinggalnya sekarang." bisik ku dalam hati.


"Ya udah kalau begitu, makasih ya. Maaf udah ganggu waktu kamu."


"Tidak apa-apa kak."


Kak Anggi pun langsung berbalik arah dan kembali menuju ke sekolah.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di kosan, aku tidak langsung masuk kamar. Melainkan beristirahat di ruang makan sambil scroll HP ku secara acak.

__ADS_1


"Kamu udah pulang?" tanya kak Bian yang baru saja menghampiri aku.


"Iya baru saja,"


Dia sendiri sepertinya hendak mengambil minum yang letaknya tepat di dekat meja makan.


"Kak....."


"Iya kenapa?"


Aku malah bingung harus berkata apa,kalau aku tanya sama dia takutnya di sangka aku tuh terlalu ikut campur.


"Kenapa, seperti ada sesuatu yang ingin kamu katakan?"


"Itu........"


"Tapi maaf ya kak,bukan aku bermaksud apa-apa. Hanya saja aku merasa aneh saja,"


"Kenapa memangnya?"


"Tadi sepulang sekolah kak Anggi menghampiri aku dan dia menanyakan dimana tempat tinggal kakak."


"Terus kamu kasih tahu sama dia?"


"Tidak,"


"Untunglah......" ucapnya lega.


"Sebenarnya kenapa kakak sampai tidak memberitahu kak Anggi prihal tempat tinggal kakak ini? Pasti kakak punya alasannya bukan."


"Namun bedanya, mereka tidak seberani Soni kemarin yang main memukul aku." lanjut kak Bian.


"Ah aku mengerti maksud kakak,"


"Makasih ya,karena kamu tidak memberitahu dia. Aku juga menitip pesan juga sama teman-teman ku yang lain,supaya informasi ini tidak bocor."


"Aku akui, Anggi memang sudah mengejar aku sejak lama. Tapi juga tidak mau memberi dia harapan palsu, aku sudah mencoba untuk menjelaskan sama dia kalau aku hanya menganggap dia itu teman saja tidak lebih. Tapi Anggi masih kekeh,terus mengejar aku sampai sekarang." jelas kak Bian.


"Iya sih, kita tidak bisa memaksakan perasaan seseorang terhadap kita. Itu hak nya kak Anggi,untuk menyukai kakak."


"Ya begitu lah, aku merasa serba salah sama dia. Terkadang aku juga merasa bersalah sama dia, karena aku tidak berhasil buat dia untuk berhenti menyukai aku dan menerima laki-laki lain selain aku." balas kak Bian.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


3 hari telah berlalu,hari-hari aku lewati seperti biasanya tanpa ada gangguan apapun. Kak Bian sendiri dia sudah kembali masuk sekolah sejak hari kemarin.


Dan hari ini pula bertepatan dengan masuknya kembali kak Soni ke sekolah. Aku sendiri tidak tahu,hal apa yang akan di lakukan oleh kak Soni terhadap ku.


"Ara......!" seru Lukas yang baru saja masuk ke dalam kelas.


"Kenapa?"


"Itu ada yang kak...."

__ADS_1


Belum sempat Lukas menyelesaikan ucapannya,kak Soni dan teman-temannya sekitar 5 orang sudah masuk ke dalam kelas ku. Terlihat raut wajahnya yang sangar dan penuh amarah. Benar yang di katakan Lukas waktu itu, hukuman yang iya terima itu seolah menjadi makanan sehari-hari untuk dia.


"Ola, tolong kamu rekam secara diam-diam dengan menggunakan HP kamu." bisik ku.


"Tapi Ara....."


"Sudah tenang saja, aku bisa menghadapinya."


Ola pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke belakang sambil menarik Lukas.


"Cassandra......" ucapnya dengan sinis.


Aku hanya diam saja dan melihatnya sekilas saja.


"Sini kamu," suruhnya.


"Yang perlu memangnya siapa? Kenapa aku yang harus menghampiri kamu?"


"Hah......"


" Berani juga yah kamu, kamu tidak takut apa sama bos kami ini." ucap salah seorang temannya.


"Takut? Kenapa aku harus takut?''


"Aku tidak takut,terlebih lagi sama cowok yang berani nya sama cewek dam keroyokan pula. Lucu sekali," timpal ku.


"Heh anak kecil, berani yah kamu mengatai bos kami seperti itu." bentak temannya lagi.


"Tapi memang itu faktanya bukan?"


"Kalau mau, sini lah. Aku merasa tidak ada masalah dengan kalian,jadi kenapa aku harus takut."


Kak Soni yang sedari tadi diam dan hanya menatap ku, dia langsung maju dan berjalan ke arah dimana tempat aku duduk.


Aku bisa melihat jelas,dia sudah mengepalkan tangannya kuat-kuat dan siap-siap untuk menyerang ku.


"Sudah kalian mundur aja, aku bisa menghadapi ini anak sendiri saja." ucapnya.


Teman-temannya pun langsung mundur secara teratur. Sedangkan kak Soni sudah siap untuk menyerang ku.


Dan benar saja, dia langsung melayangkan pukulan ke arah ku.Dengan sigap aku langsung menepis dan menghindari pukulannya itu.


"Sial........" ucapnya karena pukulannya tidak berhasil mengenai wajah ku.


"Rasakan ini,"


Dengan sigap aku langsung menahan tangannya dan langsung membalikkan badannya dengan tangannya yang aku lipatkan ke bagian belakang.


"Ah......" meringis kesakitan.


"Aku sudah memperingatkan kamu yah. Asal kamu tahu,aku tidak ingin masalah ini berlanjut. Karena aku merasa apa yang aku lakukan kemarin itu,hanya karena aku ingin menolong orang yang sudah lemas."


"Aku juga tidak tahu,alasan apa yang bisa buat kamu berani melakukan hal semacam itu di area sekolah. Aku juga tidak ingin tahu,tentang itu." lanjut ku.

__ADS_1


"Gue nggak suka yah, karena kamu menolong Bian." balasnya.


__ADS_2