MY BOY

MY BOY
Chapter 23


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Kak Yuda langsung terdiam dan hanya menundukkan kepalanya.


"Menurut aku, sekarang itu yang lebih penting kakak pikirkan itu,gimana caranya supaya hubungan kakak dan kak Bian itu baik seperti dulu."


"Tidak mungkin juga kan,kakak akan seperti ini terus sama kak Bian." lanjut ku.


"Iya aku juga sedang memikirkan caranya itu,"


"Tenang aja, nanti aku dan Ola akan bantu kakak untuk itu."


"Bentar deh,"


"Apa lagi kak?" tanya Ola.


"Kok aku merasa ada yang aneh sama sikap kamu hari ini. Kamu seperti semangat gitu," ucap kak Yuda sambil menatap ku.


"Perasaan kakak saja kali,"


Aku pun langsung berjalan lebih dulu supaya kak Yuda tidak curiga.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di sekolah,kak Yuda lebih dulu pergi menuju kantin. Sedangkan aku dan Ola memilih untuk langsung ke kelas,karena memang ada tugas yang harus kami kumpulkan sebelum bel pelajaran pertama di mulai.


"Hai......" sapa Lukas sambil melambaikan tangannya.


"Hai juga," balas ku.


"Eh iya, ngomong-ngomong makasih ya kadonya. Pacar ku sangat menyukainya,"


"Sama-sama,"


"Aku malah yang merasa tidak enak,karena aku tidak bisa bantu apapun untuk acara kemarin."


"Sudahlah,itu bukan masalah besar untuk ku."


"Eh iya,tadi ada kak Bian ke sini. Sepertinya dia mencari kamu deh,"


"Tahu dari mana? Kamu jangan asal bicara Lukas.


"Eh kalau di bilang tuh."


"Nih ya,terus emangnya dia mau cari siapa sampai mau jauh-jauh ke sini kalau bukan untuk nyariin kamu. Dia mau cari Ola gitu?" lanjut Lukas.


Ola hanya tersenyum mendengar ucapan Lukas dan melihat ke arah ku.


"Udah ah, kami buat aku kepedean. Ini masih pagi loh,"


"Hem......"


Saat kami tengah asik ngobrol,bunyi bel tanda masuk pun berbunyi. Kami pun langsung masuk dan duduk di kursi kami masing-masing.


Aku bisa melihat saat Ola tengah membisikkan sesuatu pada Lukas dan tidak lain pasti Ola membocorkan tentang hubungan aku dan kak Bian sekarang ini. Terlihat dari ekspresi Lukas yang sedikit terkejut sambil melihat ke arahku.

__ADS_1


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah istirahat makan,kak Bian meminta untuk bertemu dengan ku di perpustakaan. Dia tempat di mana dia suka tidur waktu itu.


Setelah berpamitan sama Ola dan Lukas,aku langsung berlari menuju perpustakaan. Ternyata benar saja,kak Bian tengah duduk sambil membaca buku di pojokan sana.


"Hai kak,"


"Eh sini,"


"Tumben banget kakak baca buku,"


"Aku memang suka baca buku,hanya saja tidak rajin saja."


"Eh iya, tadi pagi aku dengar dari Lukas kakak berkunjung ke kelas ku?"


"Itu....."


"Iya memang, tapi tadi aku sekalian nganter Dera untuk kasih bekal sama adiknya. Kebetulan adiknya itu juga satu angkatan sama kamu." jelas kak Bian.


"Ya ampun aku kira kakak sengaja ke kelas ku,tahunya. Padahal aku sudah kepedean tadi,"


Kak Bian pun langsung mencubit hidung ku gemas.


"Ya sekalian juga,tapi sepertinya kamu belum datang tadi."


"Iya memang,tadi aku berangkat agak siang. Soalnya kak Yuda jalannya lambat,dia terus ngajakin Ola cerita."


"Yuda? Jadi kami tadi berangkat sama Yuda."


"Kakak jangan salah paham sama kak Yuda, dia nggak macam-macam kok. Lagi pula setahu aku dia sudah punya pacar,kalau nggak salah tadi itu namanya Tina." jelas ku.


"Tina?"


"Perasaan aku tahu deh, dia kayaknya anak IPS kelas XI."


"Iya itu kak, tadi dia ngomong sama aku dan Ola."


"Ah jadi dia udah pacaran sama Tina."


"Sebelumnya aku minta maaf,tapi aku mau ngomong seperti ini karena aku peduli dengan kakak."


"Ngomong apa Ara?"


"Aku lihat hubungan kakak dan kak Yuda tidak baik atau renggang gitu."


"Masalah itu....."


"Aku sudah dengar ceritanya dari kak Yuda kak," timpal ku.


"Sekarang aku mau tahu cerita dari kakak,alasan kenapa kakak dan kak Yuda tidak dekat sekarang. Aku tidak mungkin kan,hanya mendengar dari satu pihak saja." lanjut ku.


Kak Bian awalnya terlihat kebingungan,namun akhirnya dia pun mulai menceritakan titik masalah dia dengan kak Yuda yang aku pahami tidak beda jauh dengan apa yang di jelaskan oleh kak Yuda.


"Aku juga tidak mau seperti ini seterusnya sama Yuda. Aku sendiri tidak menaruh benci sama dia,aku saja masih menganggapnya sebagai teman sampai sekarang."

__ADS_1


"Tidak ada namanya bekas teman," lanjutnya.


"Kak Yuda pun sepertinya ingin memperbaiki hubungan nya dengan kakak.Tapi sepertinya dia juga masih takut dan ragu untuk melakukannya." jelas ku.


"Makasih ya Ara. Karena kamu sudah peduli dengan pertemanan kami ini,"


"Teman kakak,teman aku juga bukan?"


Kak Bian pun hanya tersenyum dan mengelus kepala ku dengan lembut.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sekembalinya dari perpustakaan,seperti biasa Lukas dan Ola tengah nongkrong di depan kelas.


"Aduh yang sekarang udah punya pacar,kayaknya sibuk banget." ucap Lukas.


"Kamu tahu....." balas ku.


"Iya aku yang memberitahu Lukas,tidak mungkin juga kan dia sendirian yang tidak mengetahuinya." jelas Ola.


"Tadinya aku sendiri yang mau memberitahu Lukas,tapi kalau kamu sudah memberitahunya juga pun tidak apa-apa. Lagi pula aku tidak mau kalau harus ada yang di tutupi dari aku."


"Selamat yah,akhirnya teman ku ini sudah tidak jomblo lagi." ucap Lukas sambil menepuk pundak ku.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Hubungan aku dan kak Bian pun berjalan dengan lancar,tidak terasa kami sudah memasuki minggu ke dua setelah kami jadian. Namun sayangnya,kak Bian tetap pindah dari kosan kami yang dulu ke tempat lain dekat dengan rumah temannya Dera.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" teguran seseorang mengagetkan aku yang tengah merebus mie.


"Eh kak, aku pikir siapa."


"Kamu kenapa? Sepertinya kamu lagi banyak pikiran akhir-akhir ini. Aku perhatikan kamu banyak melamun," ucap kak Yuda.


"Memikirkan kakak,"


"Maksudnya?"


"Aku memikirkan gimana cara untuk buat kakak dan kak Bian berbaikan. Aku merasa terganggu saja dengan itu, karena bagaimana pun kakak kan teman baik kak Bian dulu. Dan kalian pun dekat satu sama lain,aku berbicara seperti ini bukan karena apa-apa."


"Aku peduli dengan teman dari pa....."


"Pa....?"


"Maksud nya pa?" lanjut kak Yuda heran.


"Sebentar,sepertinya mienya sudah matang aku mau mengangkatnya lebih dulu."


Aku pun langsung mematikan kompornya dan menaruh pancinya di atas meja makan.Karena memang aku masak mie untuk makan malam bersama Ola.


"Pa apa Ara? Kalau ngomong itu jangan di potong-potong."


"Karena kal Bian sekarang ini pacar ku," ucap ku pelan.


Kak Yuda langsung melongo dan sangat terkejut dengan apa yang aku katakan barusan,sampai-sampai mangkuk yang dia pegang hampir jatuh. Untungnya aku langsung meraihnya.

__ADS_1


__ADS_2