MY BOY

MY BOY
Chapter 17


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah berciuman beberapa saat,kak Bian pun mengakhirnya dan langsung mengusap bibir ku dengan lembut. Perlahan aku pun mulai membuka mata ku dan menatapnya.


"Aku kangen sama kamu," ucapnya.


"Hah?"


Dia hanya tersenyum sambil mengelus pipi ku. Perlahan aku pun kembali duduk ke posisi ku semula. Aku merasa malu sekarang, bisa-bisanya aku malah berciuman dengan dia. Padahal di antara kami berdua tidak ada ikatan apa pun,aku seperti terkena sihir oleh kak Bian.


"Kenapa?"


"Kamu pasti terkejut bukan?" lanjutnya.


"Tentu saja,bagaimana bisa aku tidak terkejut."


"Tapi kami juga menikmatinya juga bukan?"


"Itu........"


"Tidak perlu kamu jawab, aku sudah tahu jawabannya."


"Hah? Jawaban apa, aku tidak mengerti dengan apa yang kakak bicarakan."


"Alasan kenapa kamu diam saja dan merespon ku, itu sudah menjadi jawaban untuk ku."


Aku langsung terdiam dan membayangkan kembali kejadian yang menimpa aku barusan.


"Itu karena......"


"Karena apa Ara? Kalau kamu tidak menyukainya,sejak awal kamu pasti berusaha untuk menghindarinya. Tapi tadi sangat berbeda,"


Mendengar ucapan kak Bian barusan, aku langsung tertunduk malu dan menutup wajah ku dengan tangan ku.


"Aku juga tidak tahu, kenapa aku seperti itu." balas ku.


"Sudahlah, kamu tidak perlu menutup wajah kamu seperti itu." ucap kak Bian sambil berusaha membuka tangan ku.


"Aku malu kak....."


"Kenapa harus malu? Kita melakukannya atas dasar suka sama suka."


"Iya,tapi tetap saja......."


Kak Bian pun perlahan mengelus kepala ku dengan lembut sambil tersenyum.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


"Selama ini,kakak dari mana saja? Udah beberapa hari ini aku tidak melihat kakak,baik di sekolah atau pun di kosan."

__ADS_1


"Aku menginap di rumah teman ku,Daren."


"Kenapa?"


"Aku sengaja menghindari Anggi, karena sekarang dia sudah tahu tempat kost ku dimana."


"Ah itu......"


Aku pun mengingat kembali kejadian saat kak Anggi yang beberapa waktu lalu datang ke tempat kost kami.


"Aku merasa terbebani dan risih dengan ulahnya, aku sudah menolaknya dengan cara yang halus dan kasar. Anehnya dia malah terus mengikuti aku,"


"Aku heran sama dia,apa selama ini sikap ku tidak bisa merubah perasaannya terhadap ku.Aku sudah merasa muak dengan kelakuannya itu, apalagi tempo hari saat Soni menyatakan perasaanya itu. Dia malah balik mengejar ku dan buat Soni salah paham pada ku kembali." lanjut kak Bian.


"Ya memang tidak akan semudah itu,buat seseorang menjauh dari kita."


"Terlebih lagi dia amat menyukai kakak."


"Aku sempat berpikir untuk pindah sekolah saja,tapi mengingat aku sudah kelas XII. Jadinya urung aku lakukan," ucap kak Bian tampak frustasi.


"Mungkin ini salah ku juga, karena dulu aku bersikap baik dan seolah memberi harapan terhadap Anggi. Padahal semua itu aku lakukan karena aku menganggap dia itu teman saja,sekaligus karena dia merupakan sepupunya Yuda." jelas kak Bian.


"Masalah itu, aku sudah mendengarnya dari kak Yuda beberapa hari yang lalu. Dia sudah menceritakan nya sama aku dan Ola."


"Sejujurnya aku,Yuda dan Soni itu dulu cukup dekat. Terlebih lagi kami berada di dalam satu club basket yang sama. Dulunya Aku lah yang memperkenalkan Yuda dan Anggi pada Soni,karena memang Soni merupakan teman ku dari SMP."


"Kamu bisa lihat sendiri sekarang, hubungan aku dan Soni seperti apa. Kami seolah terlihat tidak dekat satu sama lain dan tampak seperti musuh." lanjut kak Bian.


"Iya......."


"Sejujurnya aku masih menganggapnya sebagai teman,namun entah kenapa Soni seolah berubah semenjak kelas XI tahun lalu. Dia berubah menjadi seorang yang tempramen dan tidak mau mendengarkan aku,apalagi mau dekat-dekat dengan ku."


"Mungkin dia beranggapan aku lah yang menghalangi Anggi untuk menerima perasaannya. Padahal dia juga tahu,kalau aku tidak menyukai Anggi dan hanya menganggapnya sebagai teman saja."


"Cinta bisa membutakan segalanya bukan?" timpal ku.


"Ya seperti itu lah, Aku tidak menyangka. Hanya karna satu orang cewek,hubungan aku dan kedua teman ku sekarang menjadi renggang dan seolah tidak kenal satu sama lain." balas kak Bian.


Perlahan kak Bian pun menggenggam tangan ku dan menatap ku dalam.


"Terima kasih, karena kamu sudah mau mendengarkan keluh ku. Selama ini aku sudah cukup kesulitan karena memendam nya sendirian."


"Sekarang aku merasa sedikit bisa bernapas,karena hadirnya kamu di hidup ku."


Aku hanya membalasnya dengan tersenyum saja.


"Sejak kapan kakak menyukai aku? Bukannya ini terlalu cepat untuk kita saling jatuh hati."


"Tidak......"

__ADS_1


"Aku sudah tahu kamu sudah sejak lama," balasnya.


"Hah? Kapan? Aku merasa baru ketemu sama kakak di sini."


"Aku sudah tahu kamu itu dari Yoga,sepupu kamu. Kami satu angkatan saat SMP."


Aku pun langsung mengingat kejadian saat aku makan malam di rumah paman ku waktu itu,memang benar Yoga sempat menanyakan prihal kak Bian pada ku saat itu.


"Saat libur semester dua tahun yang lalu, Yoga tidak sengaja menunjukan foto keluarganya pada ku. Dia menjelaskan tentang kamu juga,sejak saat itu lah aku tahu kamu."


"Aku merasa tertarik sama kamu saat itu,namun aku malu untuk meminta Yoga untuk mengenalkannya sama aku." lanjut kak Bian.


"Seingat aku, hubungan kita tidak cukup baik saat pertama kali bertemu."timpal ku.


"Itu karena aku tidak mengenali kamu, aku baru menyadarinya saat aku bertemu kembali dengan Yoga minggu lalu. Dia menceritakan sama aku,kalau kamu sekolah di sini."


"Kebetulan saat itu dia lah yang mengantar aku ke stasiun untuk kembali ke sini." lanjut kak Bian.


"Aku tidak menyangka dunia ini sempit juga yah,"


Aku dan kak Bian pun saling tersenyum satu sama lain.


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Sesampainya di dalam kelas,setelah aku kembali dari perpustakaan Ola langsung menghampiri ku.


"Kamu dari mana saja? Tadi aku dan Lukas nungguin kamu tahu di depan kelas."


"Kan kanu tahu, aku habis minjam buku dari perpustakaan."


"Tapi nggak lama juga kali,"


"Ya karena aku kesulitan untuk mencari letak dari buku ini." balas ku sambil menunjukan buku yang aku bawa.


"Bentar deh, kamu habis ngapain?" tanya nya sambil melihat ku dengan seksama.


"Habis ngapain apanya?" tanya ku balik.


"Itu lipstik kamu berantakan seperti itu,"


Mendengar ucapan Ola barusan, aku langsung merogoh kaca dari bawah meja ku.


"Masa sih?"


"Hayo, kamu habis ngapain sebenarnya Ara?"


"Ah ini, tadi aku memakai kembali lipstik ku saat di perpustakaan. Tahu sendiri kita habis makan dan kebetulan kan di perpustakaan tidak ada kaca,ya aku main pakai aja. Jadinya seperti ini deh," jelas ku.


"Tega juga ya mereka,"

__ADS_1


"Maksud?" tanya ku heran.


__ADS_2