
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Keesokan paginya saat aku habis pulang dari lari pagi,aku mendapati bunda tengah berdiri di depan rumah.
"Loh bunda, sedang apa bunda berdiri di sini sendirian? Apa lagi nunggu tukang sayur?" tanya ku heran.
"Ish kamu ini, itu ada Bian di dalam."
"Kak Bian?"
"Iya dia baru saja datang barusan, katanya dia mau ngajakin kamu jalan-jalan."
"Tapi kan Ara belum mandi dan siap-siap,"
"Sudah tenang aja, lagian Bian sedang di taman belakang sama ayah." balas bunda.
"Hah?"
"Maksud bunda kak Bian sudah ketemu sama yah,"
"Iya nak,"
"Semalam ayah baru sampai tengah malam,terus tadi bunda minta tolong ayah untuk menemani Bian." jelas bunda.
Aku pun buru-buru masuk ke dalam rumah dan mengintipnya dari jendela yang ada di ruang tengah. Ternyata benar saja, kak Bian tengah main catur dengan ayah di dekat kolam renang.
"Apa bunda bilang,Bian anaknya mudah bergaul."
"Nah sebaiknya sekarang kamu cepat mandi,kasihan Bian kalau harus nunggu kamu lebih lama lagi."
"Iya bunda......."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah bersiap dan berganti pakaian,aku langsung turun ke bawah. Ternyata kak Bian sudah menunggu ku di ruang tamu sendirian.
"Ayah sama bunda nya mana kak?"
"Katanya beliau mau pergi belanja ke super market."
"Baru aja mereka pergi," lanjut kak Bian.
"Ah....."
"Ya udah yuk, takutnya keburu siang. Nanti kita kejebak macet,"
"Kalau boleh tahu,memangnya kita mau jalan-jalan ke mana?"
"Bogor......"
"Kenapa nggak bilang, aku kan nggak harus pakai rok mini kayak gini."
"Sudah tidak apa-apa, kamu terlihat lucu menggunakan rok dan sweater seperti itu."
__ADS_1
"Iya kan tapi di sana dingin kak,"
"Sudah....."
Kak Bian langsung menarik ku keluar dari rumah,ternyata kak Bian memarkirkan mobilnya itu di dekat lapangan tenis yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah ku..Pantas saja tadi aku tidak tahu kalau ada kak Bian datang ke rumah.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Kami pun akhirnya sampai di Bogor sekitar jam 10, karena habis melakukan perjalanan yang lumayan jauh kak Bian langsung mengajak ku untuk makan di salah satu cafe yang ada di sana. Tempatnya sangat bagus dan memiliki pandangan yang cukup bagus juga.
Kami berdua memilih untuk duduk di dalam ruangan di dekat jendela,sebenarnya kami bisa saja duduk di bagian out door nya. Hanya saja karena aku merasa kedinginan,jadinya kak Bian mengajak ku makan di dalam.
Dia memesankan aku steak dan minuman hangat,aku sempat di buat kagum oleh kak Bian. Tadi saat aku sudah duduk,kak Bian tiba-tiba saja melepas jaketnya dan menyelimuti bagian paha ku.
"Makasih kak,"
"Tidak baik di lihat sama orang lain," ucapnya.
"Lah terus sama kakak boleh memangnya?"
"Aku kan pacar kamu......"
"Uhukh..."
Aku langsung keselek mendengar ucapan kak Bian barusan.
"Kenapa?" ucapnya sambil memberikan sehelai tisu pada ku.
"Itu......."
"Apa kamu ingin aku menyatakannya sekarang di sini?" lanjutnya.
"Tidak kak,"
"Jangan bilang kamu masih belum mengakui kalau kita sudah pacaran."
"Bukan begitu kak, hanya saja kan setelah kejadian itu aku belum mendengarnya langsung dari kakak. Makanya aku sempat ragu dan berpikir,kalau kakak melakukan ciuman itu hanya becandaan saja."
Kak Bian langsung tertawa dan menepuk kepalaku manja.
"Bagaimana bisa kamu punya pemikiran seperti itu Ara,"
"Ini pertama kalinya aku pacaran, sebelumnya aku tidak pernah."
"Tapi kamu mau kan jadi pacar kakak?"
Ucapan kak Bian cukup buat aku tersipu malu,aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman saja.
"Baiklah aku anggap kamu menyetujuinya."
Aku sendiri masih belum percaya kalau sekarang aku dan kak Bian resmi berpacaran. Jarak dari aku ketemu pertama kali bertemu sama kak Bian terbilang singkat. Tapi aku sendiri pun mengakui,aku merasa nyaman saat berada di samping kak Bian.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
__ADS_1
Di Bogor kami pergi ke beberapa tempat yang cukup hits di sana,tepat di jam 3 sore kak Bian mengajak ku untuk beli oleh-oleh di salah satu tempat yang cukup viral di media sosial. Di sana aku banyak mengambil pie coklat dan pie beef juga untuk di bawa pulang.
Seharian ini, aku merasa senang. Karena kak Bian sudah berhasil buat aku banyak tertawa dengan kelakuan atau pun tingkah dia yang konyol di depan ku.
Aku sendiri tidak tahu,kalau ternyata dia mempunyai sisi yang humoris juga dan buat aku merasa nyaman saat bersamanya.
"Makasih ya kak, karena kakak udah ajakin aku jalan-jalan ke sini."
"Sama-sama, aku juga senang karena kamu sudah mau menemani aku." balasnya.
"Oh iya kak,"
"Kenapa Ara?"
"Apa kah aku boleh memberitahu teman-teman ku,prihal hubungan kita saat ini?"
"Tentu saja,tidak ada alasan untuk aku melarang kamu. Bukankah lebih baik untuk mereka mengetahuinya?"
"Iya kak......."
Kami pun langsung menuju parkiran mobil,tidak lupa aku menyimpan dulu oleh-olehnya di kursi bagian belakang.
"Ayah dan bunda pasti senang,aku bawain banyak makanan untuk mereka."
"Kan memang seharusnya kita bawa buah tangan untuk mereka."
Aku pun duduk kembali di kursi ku dan menarik seat belt nya.
"Sini aku bantu,''
Kak Bian langsung membantu ku untuk menarik seat beltnya.Karena memang seat belt yang di bagian penumpang itu agak macet.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Di tengah perjalanan,aku meminta kak Bian untuk menepikan mobilnya. Aku ingin mengambil foto di kebun teh yang kami lewati saat ini.
"Kak sini," ajak ku.
Kak Bian hanya tersenyum melihat kelakuan ku yang kegirangan bisa main di kebun teh sambil foto-foto.
"Haruskah kita mengambil foto bersama?" ucap kak Bian.
"Tentu saja,"
Kak Bian pun langsung melangkah mendekati aku dan kami pun mengambil beberapa kali jepretan foto untuk di jadikan kenang-kenangan.
"Sebentar......." ucapnya.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" ucap ku kebingungan.
Tanpa aku sadari kak Bian langsung mencium ku dan merangkul kan tangannya di bagian pinggang ku.
Aku awalnya sedikit terkejut dengan apa yang di lakukannya,tapi akhirnya aku malah balik meresponnya dan melingkarkan tangan ku di lehernya.
__ADS_1