MY BOY

MY BOY
1


__ADS_3

Hari pertama resmi menjadi murid SMK Flat, entah nama itu didapat dari mana. Untuk hari pertama ini aku usahakan agar tidak terlambat masuk kelas, first impression penting bagiku, tapi entah apa yang terjadi kedepan nya.


   Hari ini aku benar benar.... Giat? Aku bangun jam setengah 5 pagi, mandi, sholat shubuh, membantu Bunda membuat sarapan dan membangunkan kak Raffi, hanya itu mungkin.


   Setelah jam menunjukan pukul enam. Aku, Ayah, Bunda dan Kak Raffi bergegas untuk sarapan. Dimeja makan sesekali terdengar obrolan kecil dan gesekan antara sendok dengan piring.


   Jam sudah menunjukan pukul 06.20, jadi aku dan kak Raffi pamit kearah Ayah dan Bunda yang tengah berbincang mengenai perusahaan Ayah. Sebelum aku pergi Bunda sempat mengatakan 'Selalu perhatikan langkahmu, hati hati jika ingin melakukan sesuatu, berteman yang baik dan belajar yang benar, mengerti? Satu lagi minta pertanggung jawaban jika ada temanmu yang tak sengaja menggoresmu, mengerti? ' aku hanya membalas degan anggukan kepala setelah itu aku pergi kesekolah bersama kak Raffi.


- Sekolah


   Aku turun dari motor kak Raffi dan mencium tanganya "kak aku pergi kekelas duluan"


"Iya, jangan nakal kau" kak Raffi merapikan poniku yang sedikit berantakan karna tertiup angin.


"Aku tidak nakal, tapi kaka yang nakal, benarkan?" aku menjulurkan lidahku kepadanya dan berjalan cepat kedalam sekolah.


"TERSERAH" aku mendengar teriakan kak Raffi dan aku tak menghiraukanya.


  


   Aku berjalan mencari dimana keberadaan kelasku, dan ternyata aku mendapatkan lantai 3 sebagai kelasku. Aku masuk kedalam kelas dan... boom teman dekatku Mira sudah duduk dibaris pertama bangku kedua dikelas. Aku berlari menghampirinya dan berpelukan, itu yang dilakukan semua perempuan ketika melihat teman lamanya.

__ADS_1


   Aku duduk disamping Mira dan melihat sekeliling kelas sesekali melihat orang yang baru masuk kekelasku dan menjadi teman sekelas.


"Aku tak menyangkan kau akan bersekokah disekolahan yang sama dengaku" aku membuka percakapan, terasa sedikit canggung saat aku mengobrol dengan nya, karna kami sudah lama tak berjumpa.


"Aku pun sama, aku senang karna aku mengenal seseorang dikelas ini" aku hanya membalasnya dengan anggukan.


"Oh iya, Sinta pun akan sekolah disini mungkin sekelas dengan kita, mungkinnn" aku hanya dapat berteriak dalam hati saat mengetahui kabar itu, aku senang dapat bersama lagi dengan mereka.


"Benarkah? " Mira mengangguk mengiyakan.


"aku tak sabar ingin bertemu denganya" Mira bersuara lagi.


"bagitu pun aku Mir" jawabku.


Para kaum laki laki yang melihat nya hanya dapat membulatkan mata, ya karna Sinta mencium punggung tanganku seperti orang yang ingin mengungkapkan cinta, tapi Sinta langsung menjelaskan apa yang aku alami dan kenapa dia melakukan hal itu.


Jadi sekarang semua murid, bukan, semua teman sekelas tahu mengenai penyakitku ini dan banyak komentar aneh yang ku dapat, seperti 'bolehkah aku mengores pipimu dan menyembuhkan nya? ' atau 'bolehkah aku melakukan apa yang Sinta lakukan? '. Begitulah pertanyaan aneh yang ku dapat dan aku hanya membalasnya dengan senyuman, karena aku tahu itu semua hanya sebuah candaan.


   Bel istirahat pertama sudah berbunyi dari 2 menit yang lalu dan sekarang aku bersama Mira dan Sinta tengah berjalan kearah kantin untuk mengisi benda dibawah sana yang sedari tadi hanya mengeluarkan suara.


   Kami duduk dikursi yang masih tersisa disana. Aku mulai memesan makanan yang kami pesan dan itu tidak sedikit. 5 menit aku menunggu bibi kantin menyiapkan makanan yang aku pesan dan aku segera membawanya ke kursi yang aku tempati dengan bantuan pak Ujang.

__ADS_1


   Kami menikmati makanan nya dan sesekali mereka —Sinta & Mira— melihat handphone mereka sambil membuka aplikasi Instagram. Aku lupa akan satu hal yang memang aku tak bisa meninggalkanya, AIR PUTIH! Aku lupa membelinya.


"Sin, Mir, aku beli air putih dulu ya? " dan mereka hanya mengangguk sebagai jawabanya dan melanjutkan makan nya.


   Setelah membeli air aku segera menghampiri Sinta dan Mira, tapi sebelum itu aku terfokuskan kepada tutup botol yang sangat sulit untuk aku membukanya dan jadinya


Brukk


Aku menabrak seseorang yang tengah membawa sekotak rokok ditanganya dan sialnya sudut tajam pada benda persegi panjang itu mengenai lengan atasku, sialnya lagi lengan atas ku mengeluarkan banyak darah reflek aku menutupinya oleh tangan kananku, ah satu lagi yang paling sial aku harus meminta sebuah ciuman untuk menyembuhkanya.


"Kau tak lihat jika aku sedang berjalan? " ucapku sambil menahan perih ditangan ku.


"Aku pikir kau yang bersalah" ucapnya enteng.


"Lihatlah tangan ku terluka dan kau harus bertanggung jawab" aku sedikit menaikkan nadaku.


"Hanya goresan kecil saja, atau—kau ingin memerasku? Kau sengaja kan menabrakku? " nada bicaranya malah lebih tinggi dari ku, seharusnya aku yang marah buka dia, dasar orang aneh.


"Jangan bicara omong kosong! " ku kira hari pertamaku akan menyenangkan tapi malah mengesalkan yang aku dapatkan, gara-gara dIA.


"Itu kebenaran nya" dia mencelos pergi dari hadapanku dan tidak memperdulikan panggilan ku padanya. Bagaimana dengan luka ini? Ah sial.

__ADS_1


Pria gila!!


Kalau tak salah namanya Bar—Bar—Bara, benar namanya Bara.


__ADS_2