
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Aku tidak salah dengar kan? Kamu serius kan dengan apa yang kamu katakan barusan."
"Tentu saja,"
"Lah emang kak Bian baru tahu?"
Ucapan Ola langsung mengalihkan perhatian aku dan kak Yuda. Dia baru saja kembali dari toko untuk membeli cemilan.
"Tentu saja,aku baru tahu." timpal kak Yuda.
Ola pun langsung duduk tepat di depan kak Yuda.
''Merek udah mau jalan minggu ke tiga kak,"
"Serius?"
"Tentu saja,buat apa aku mengarangnya."
"Aku sih tidak heran, aku sudah menyadarinya sejak awal. Aku juga sempat menyinggungnya juga sama Ara dulu. Yang buat aku kaget itu karena tidak menyangka bisa secepat ini mereka jadian." jelas kak Yuda.
"Iya kan kak, aku juga sama Lukas tidak heran gitu. Soalnya kak Bian....." timpal Ola.
"Kak Bian apa? Udah ah aku malu. Dari tadi kalian berdua malah membahas hubungan aku dan kak Bian."
"Ini mie nya keburu melar," lanjut ku.
"Iya deh iya, jangan ngambek kayak gitu dong."
"Kita juga sama-sama ikut senang dengan hubungan kamu dan Bian." balas kak Yuda.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya aku sudah janjian sama kak Bian untuk bertemu di persimpangan jalan dekat sekolah. Semalam sebenarnya kak Bian meminta untuk bertemu dengan ku,hanya saja aku menolaknya karena sudah terlalu malam.
Jadinya sekarang dia menagih ku untuk bisa ketemu sebelum berangkat ke sekolah.
"Ya udah kalau gitu aku duluan yah,"
"Ingat yah Ara,jangan sampai telat. Jam pelajaran pertama hari ini tuh, pelajaran olah raga. Kamu tahu sendirikan pak Diki seperti apa." jelas Ola.
"Iya aku tahu,"
Ola pun langsung berlari mendahului ku dan aku sendiri memilih untuk menunggu kak Bian di bawah pohon cemara.
Setelah menunggu sekitar 5 menitan,akhirnya kak Bian pun datang dengan berjalan kaki. Karena memang sebenarnya kost baru kak Bian itu jaraknya hampir sama dengan kost yang lama,hanya beda gang saja.
"Pagi......" ucapnya sambil tersenyum.
"Maaf yah,udah buat Ara menunggu."
__ADS_1
"Tidak juga kak, aku pun baru sampai beberapa menit yang lalu."
"Ya udah yuk," ajaknya.
Kami pun akhirnya berjalan bersama menuju sekolah. Baru saja beberapa langkah kami berjalan,kak Bian tiba-tiba saja langsung menarik ku dan membawa ku bersembunyi di balik warung yang masih tutup.
"Kenapa kak?" bisik ku.
"Ada Anggi,"
"Serius? Untung saja kakak lebih dulu melihatnya."
"Sebaiknya kita tunggu saja,sampai dia pergi dari sana." ucap kak Bian sambil mengintip.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Setelah beberapa menit berselang,akhirnya kak Anggi pun pergi. Aku dan kak Bian tidak langsung keluar dari tempat persembunyian kami.
"Mau sampai kapan kita akan seperti ini terus kak? Bukannya lebih baik kak Anggi juga mengetahui tentang hubungan kita ini." ucap ku.
"Aku pun menginginkan hal seperti itu. Hanya saja kamu harus tahu, Anggi itu tipe orang yang bakalan berontak dan bakal lakuin hal yang gila." balas kak Bian.
"Iya sih, apa kita minta bantuan kak Yuda saja. Dia kan masih sepupunya,"
"Iya kalau dia mau mendengarkan Yuda,kalau tidak. Meskipun mereka sepupu,buktinya sampai sekarang Yuda tidak bisa buat Anggi menjauh dari ku. Padahal kan dia pun tahu kalau aku sama sekali tidak punya perasaan sama Anggi."
"Aku berbicara seperti ini bukan menyalahkan Yuda atau gimana. Dia sama sekali tidak salah, Anggi nya saja yang bengal." lanjut kak Bian.
"Iya sih,"
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tanpa terasa aku dan kak Bian pun sampai di sekolah,kami sengaja berpisah sebelum memasuki area sekolah. Aku pun langsung berjalan menuju kelas ku,karena pas aku melewati lapangan sudah beberapa teman sekelas ku yang sudah berkumpul di lapangan.
"Ya ampun Ara,"
"Aku kira kamu bakalan telat."
"Dari tadi aku menunggu kamu tahu."
Ocehan Ola menyambut kedatangan ku setibanya di dalam kelas.
"Iya maaf,"
"Tadi ada insiden sedikit."
"Insiden?" tanya Lukas yang baru saja masuk ke kelas.
"Iya tadi saat aku tengah berduaan sama kak Bian,tiba-tiba saja kak Anggi muncul."
"Kami pun memutuskan untuk langsung sembunyi,sampai kak Anggi pergi." lanjut ku.
__ADS_1
"Emang tadi tuh,aku juga berpapasan sama kak Anggi tidak lama setelah aku pergi meninggalkan kamu di persimpangan itu. Dia juga sempat melihat ke arah ku juga," jelas Ola.
"Oh gitu,"
"Susah juga yah, mau sampai kapan juga kamu dan kak Bian terus main kucing-kucingan dengan kak Anggi. Pastinya kalian berdua pun ingin bebas menjalin hubungan di depan umum,termasuk di sekolah ini." sambung Lukas.
"Iya itu dia masalahnya, aku pun tidak tahu harus melakukan apa. Kalian tahu sendiri,bagaimana kak Anggi segitu terobsesinya sama kak Bian."
"Banget......" timpal Ola.
"Eh udah yuk ah,nanti kita telat lagi. Yang lain udah pada kumpul di lapangan." ajak Lukas.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Saat jam istirahat,aku dan kedua teman ku seperti biasa makan di kantin yang ada di belakang sekolah.
"Ara......!" seruan kak Yuda mengagetkan aku yang tengah asik makan.
"Kenapa kak?"
"Tidak ada, hanya saja tadi aku sempat di datangin Bian di kelas."
"Terus?"
"Ya itu,dia cerita masalah Anggi. Emangnya tadi kalian hampir ketahuan yah,sama dia?''
"Iya kak,untung kak Bian lebih dulu melihat kak Anggi."
"Jujur aja aku juga kesulitan untuk kasih paham sama Anggi ini. Gue takut,setelah dia mengetahui hubungan kalian dia bukannya tobat malah bakal lakuin hal gila sama kamu."
"Soalnya sebelum-sebelumnya pun,dia berani melakukan itu sama cewek yang coba deketin Bian." lanjut kak Yuda.
"Bingung juga yah,"
"Tapi menurut ku, kita juga tidak mungkin terus menyembunyikan hal ini di belakang kak Anggi."
"Ya kita harus punya keberanian juga untuk coba bicara sama dia,masalah dia akan melakukan hal buruk terhadap Ara. Kan ada kita-kita ini yang bakal jagain dan lindungi Ara. Bukan hanya kita saja,tapi kak Bian pun pasti akan melindungi Ara." timpal Lukas.
"Iya sih,"
"Entar deh, aku bakalan cari waktu yang tepat untuk bicara sama Anggi."
"Ya udah ya,kalau gitu aku balik duluan." lanjut kak Yuda.
"Lah kirain kakak mau makan siang di sini bareng kita." ucap Ola.
"Tidak, aku sudah pesan makanan di kantin sekolah."
Kak Yuda pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari menuju lorong ke arah kantin.
"Semoga saja permasalahan kamu ini mendapatkan solusi terbaik. Aku ingin kamu menjalin hubungan kamu ini tanpa meninggalkan masalah." ucap Lukas sambil menatap ku.
__ADS_1