
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Tahu apaan? Kamu juga belum ngomong." timpal Lukas.
"Tadi tuh ya,pas aku di kantin. Di sana aku dengar gosip tahu."
"Gosip?" tanya Lukas.
"Heeh......"
"Apa?" tanya Lukas kembali.
"Kak Soni tuh,yang waktu lalu ribut sama kak Bian. Dia nyatakan cinta sama kak Anggi di depan semua orang yang ada di kantin."
"Hah?" ucap aku dan Lukas bersamaan.
"Terus?"
"Kak Anggi menolaknya mentah-mentah dan langsung melempar buket bunga yang di bawa kak Soni untuknya dengan kasar." jelas Ola.
"Ih serem juga yah,pasti itu rasanya malu banget." ucap Lukas.
"Bukan malu lagi kayaknya,"
Saat kami tengah mengobrol di depan kelas,bel tanda masuk jam pelajaran pertama pun berbunyi. Kami pun langsung membubarkan diri dan masuk ke dalam kelas.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
*Kring........
Bel istirahat pun telah berbunyi, seperti biasa kami bertiga beristirahat di warung yang ada di belakang sekolah.
"Kamu ambil apa?" tanya Lukas pada ku.
"Ini aku ambil bakmi sama risol sayur."
"Si Ola mana?"
"Tuh, masih ngantri beli bakso." ucap ku sambil melihat kearah Ola yang tengah mengantri beli bakso.
"Ya ampun Ola, kayaknya dia nggak bosen gitu hampir tiap hari makan bakso."
"Udahlah, biarin aja. Emang itu kesukaan dia dari dulu,"
"Tapi aneh nya yah,meskipun dia penggemar bakso sama doyan ngemil. Tapi itu tubuhnya nggak gemuk-gemuk."
"Baguslah,"
"Eh, eh......" ucap Lukas sambil menepuk punggung tangan ku.
"Apa lagi?"
"Itu si kak Anggi itu bukan sih?" tunjuk Lukas.
"Mana......" aku langsung melihat ke arah yang di tunjuk Lukas.
"Iya itu...."
"Tumben banget dia istirahat ke sini?"
__ADS_1
"Mana aku tahu,udahlah biarkan saja. Sebaiknya kamu cepat makan itu nasinya,keburu di ambil setan."
Tidak lama kemudian Ola pun datang dengan membawa satu mangkuk bakso dan es kelapa. Dia tampak sumringah dan terus menyunggingkan senyuman.
"Akhirnya, setelah mengantri lama." ucapnya.
"Kalian udah mau habis aja makanannya,"
"Ya gak mau habis gimana, kamu ngantrinya lama banget."
"Maklumlah, namanya juga beli bakso yang banyak di gemari oleh semua siswa."
Ola pun tanpa menunggu lama langsung menyantap bakso yang sudah dia beli tadi dengan lahap.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Eh iya hampir lupa aku mau cerita,"
"Cerita apa?" tanya ku.
"Tadi tuh ada kak Anggi kan kesini,"
"Ternyata dia lagi nyariin kak Bian tahu." lanjutnya.
"Tahu dari mana kamu?" timpal Lukas.
"Ya tadi kan pas aku lagi ngantri bakso itu, aku tidak sengaja dengar obrolan dia sama temannya."
"Sekarang aku tahu deh,kayaknya alasan dia nggak terima kak Soni itu pasti karena kak Anggi naksir nya sama kak Bian." lanjut Ola.
"Tapi aku nggak pernah lihat kak Anggi bareng sama kak Bian." ucap Lukas.
"Maksud......." timpal ku.
"Iya kak Soni kan suka sama kak Anggi,tapi kak Anggi sukanya sama kak Bian. Nah yang jadi pertanyaannya itu,kak Bian suka nggak sama kak Anggi?"
Lukas pun langsung melihat ke arah ku dan sempat-sempatnya dia menginjak sepatu ku.
"Apalagi menurut penuturan kamu,kak Bian nggak pernah bareng sama kak Anggi. Apa mungkin kak Bian malah suka nya sama....."
Ucapan Ola pun langsung terhenti dan matanya langsung melihat ke arah ku.
"Apa?"
"Hem........."
"Kalau di pikir-pikir lagi,aku tahu jawabannya."
Lukas dan Ola pun saling berpandangan satu sama lain sambil tersenyum.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sorenya saat aku dan Ola tengah menunggu Lukas mengembalikan buku ke perpustakaan. Kami tidak sengaja melihat kak Anggi tengah mengejar-ngejar kak Bian,sedangkan kak Bian berusaha untuk tidak menghiraukannya dan menepis tangan kak Anggi yang berusaha untuk merangkul tangannya.
"Kayak nonton sinetron aja nih," ucap Ola sedikit berbisik.
"Udahlah, sebaiknya kita tidak memperhatikannya." aku langsung membawa Ola menjauh dari lapangan.
Kami pun akhirnya menunggu Lukas di balik pohon manggis yang berada tidak jauh dari lapangan,tapi setidaknya jaraknya lumayan jauh dari tempat kak Bian dan kak Anggi berada.
__ADS_1
"Lah kalian ngapain di sini,tadi katanya mau nungguin aku di dekat lapangan."
"Ini juga sama kali dekat lapangan," timpal Ola.
"Kalian tahu, tadi pas aku balikin buku ke perpustakaan. Kak Anggi tiba-tiba saja masuk dan langsung mencari kak Bian."
"Hah? Terus?" tanya Ola.
"Ya itu, dia merengek-rengek manja gitu sama kak Bian. Mungkin karena takut mengganggu yang lain,kak Bian langsung membawa kak Anggi ke luar dari perpustakaan." jelas Lukas.
"Itu dia,kenapa kami akhirnya nunggu kamu di sini."
"Tadi kami tidak sengaja juga melihat kak Bian dan kak Anggi sedang bertengkar." lanjut Ola.
"Ah pantes......"
"Lagian yah, udah tahu kak Bian nya nggak mau sama dia masih aja ngejar-ngejar. Udah jelas-jelas ada kak Soni yang suka sama dia,"
"Nggak capek apa ngejar-ngejar orang yang nggak suka sama kita." ucap Ola agak kesal.
"Hei pelankan nada suaranya,nanti kalau ada yang dengar kita bakalan dapat masalah lagi." timpal ku langsung menepuknya.
"Maaf......"
Kami pun akhirnya pulang dengan melewati jalan yang sedikit jauh karena harus muter. Setelah berpisah dengan Lukas di parkiran aku dan Ola pun langsung pulang menuju kost.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Di perjalanan,aku dan Ola menyempatkan untuk beli minuman kesukaan kami terlebih dahulu sebelum sampai ke kosan.
"Eh kalian suka beli minuman di sini juga?" ucap seseorang yang mengagetkan kami berdua.
Aku sedikit terkejut,karena mendapati kak Yuda tengah berdiri tepat di belakang kami.
"Iya kak....." ucap Ola.
"Kebetulan banget dong, aku juga sama suka beli minuman boba di sini."
"Oh gitu kak,"
"Jadi kita sama-sama pelanggan di sini dong." lanjut Ola.
"Kamu kenapa? Sepertinya kamu lagi bad mood gitu." ucap kak Yuda sambil menepuk-nepuk pundak ku.
"Tidak kok,"
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang tengah kamu pikirkan dan mengganggu pikiran kamu?" tanya nya.
"Tidak ada,"
"Ya udah deh, kalau kamu nggak mau cerita sama aku nggak apa-apa. Tapi ingat,jangan memendam semuanya sendirian." ucapnya.
"Hem......."
Kami bertiga pun akhirnya pulang ke kosan bersamaan,sepanjang perjalanan kak Yuda banyak membicarakan banyak hal dengan Ola. Sedangkan aku sendiri malah sibuk memikirkan kak Bian semenjak melihat dia ribut dengan kak Anggi di sekolah tadi.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Kami ngapain di sini?" ucap kak Yuda dengan suara yang sedikit meninggi.
__ADS_1
Aku dan Olq pun cukup terkejut mendengar nada suara kak Yuda barusan,ternyata di depan kosan kami sudah ada kak Anggi tengah berdiri sambil mengetuk-ngetuk gerbang.