MY BOY

MY BOY
Chapter 22


__ADS_3

...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Setelah berpamitan sama bunda dan ayah,aku pun langsung turun dan berjalan menuju pintu masuk stasiunnya.


Sesampainya di dalam aku celingukan mencari keberadaan kak Bian,tadi dia sempat mengirimi aku pesan saat di jalan. Dia memberitahu aku kalau dia sudah sampai duluan di stasiunnya.


"Ara......!" seruan kak Bian mengagetkan ku yang tengah kebingungan mencari keberadaannya.


"Ya ampun kak,"


"Ya udah yuk, keretanya udah datang." dia langsung menarik tangan ku.


Sesampainya di dalam kereta,kami pun mencari kursi yang masih kosong untuk kami berdua. Untungnya saat ini tidak begitu banyak pengunjung dan masih ada beberapa kursi yang kosong.


Kami pun langsung duduk di kursi dan menyimpan barang bawaan kami masing-masing di atas.


"Gimana kak, apa masalahnya sudah selesai?"


"Untungnya sudah,"


''Kalau boleh tahu memangnya ada masalah apa kak?"


"Itu barangnya ada yang belum selesai di packing. Sedangkan banyak pesanan yang sudah menunggu. Jadinya aku mendadak nambah satu karyawan lagi tadi untuk bantu packing nya." jelas kak Bian.


"Ah seperti itu,"


Kak Bian pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan memberikannya pada ku.


"Apa ini kak?"


"Itu produk yang aku jual. Semoga kmu menyukainya."


Aku pun langsung membuka bungkusan plastiknya. Ternyata itu jaket yang bisa aku gunakan untuk sekolah.


"Wah bagus banget, aku suka dengan motif dan warnanya."


"Syukurlah kalau kamu menyukainya,"


"Ah jadi kakak punya usaha jualan jaket yah, tapi menurut aku sih ini memang cocok untuk di gunakan sama kaum muda yang masih sekolah."


"Itu dia, aku memang menargetkan pembelinya itu anak muda yang masih sekolah."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Tanpa terasa kami berdua pun sampai di stasiun di Jakarta. Kak Bian menyarankan untuk aku pulang ke kosan dengan memesan taksi online. Kebetulan memang saat kami tiba di sini tengah gerimis. Aku pun akhirnya setuju dengan saran kak Bian dan kami pun pulang bersama menuju kosan kami.


"Ara........!" seruan Ola mengagetkan aku yang baru saja turun dari dalam mobil.


"Kamu kok bisa bareng sama......"


Dengan sigap aku langsung membungkam mulutnya Ola dan langsung menariknya ke dalam.


"Aku duluan yah kak,"


Sesampainya di dalam kamar ku, Ola langsung mengintrogasi aku dan meminta penjelasan ku.


"Sudahlah duduk dulu, aku juga bakalan jelasin sama kamu."


"Aku terkejut Ara, kenapa bisa kamu bareng sama kak Bian."

__ADS_1


"Ceritanya panjang Ola, sebelum itu nih."


Aku memberikan titipan dari mamahnya Ola satu tas berukuran kecil.


"Kata mamah kamu,dia menyelipkan amplop di dalam."


Ola pun langsung tersenyum kegirangan dan langsung meraihnya.


"Kata mamah kamu,minggu besok kamu di minta pulang. Katanya sepupu kamu ada yang ulang tahun."


"Iya aku memang akan pulang minggu besok,kan kamu tahu sendiri alasan aku kenapa nggak pulang minggu ini."


"Eh iya,ngomong-ngomong acara ultah nya gimana? Lancar?" tanya ku.


"Lancar lah,"


"Oh iya, kata Lukas makasih. Karena kamu sudah memberikan kado untuk pacarnya."


"Emang kamu beli apa?"


"Aku belikan dia tas aja, tahu kan cewek pasti menyukai itu."


"Ah bagus juga ide kamu......"


"Aku jadi kangen ngerayain ultah bareng pacar aku."


"Jangan gitu Ola, pacar kamu kan bukan sedang main-main juga di sana. Melainkan dia sedang berjuang,"


"Iya sih aku tahu,tapi tetap saja. Terkadang aku merasa sedih,saat lihat teman aku bisa bareng-bareng terus sama pacarnya."


"Eh bentar, katanya tadi kamu tadi mau cerita sama aku tentang kak Bian. Ayo ceritakan Ara," bujuk Ola.


"Tidaklah, ayolah cepat ceritakan aku penasaran tahu."


"Tapi janji yah, kamu nggak bakalan kaget dengan apa yang akan aku katakan sama kamu ini."


"Apaan sih? Kayaknya penting banget."


"Sebenarnya aku dan kak Bian sudah resmi pacaran kemarin."


"Hah? Serius?" ola tampak terkejut.


"Aku tidak heran sih, soalnya aku sudah menduga itu."


"Selamat yah Ara, akhirnya ini kali pertama kamu punya pacar." lanjutnya.


"Ih Ola,"


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...


Keesokan harinya,aku sudah siap-siap untuk berangkat sekolah.Tidak lupa Ola pun menghampiri aku untuk berangkat sekolah bersama.


"Eh Ara, tidak apa-apa kan kalau aku berangkat sama kamu?"


"Kok aneh banget sih pertanyaannya,emangnya kenapa?"


"Ya kan sekarang kamu sudah pacaran sama kak Bian. Apa kalian tidak akan berangkat sekolah bersama?"


"Ya ampun Ola, aku kira kenapa. Tentu saja aku tidak akan melupakan kamu lah,meskipun sekarang aku sudah berpacaran sama kak Bian."

__ADS_1


"Masalahnya,kak Bian cerita kalau dalam waktu dekat ini dia bakal pindah tempat kost gitu."


"Aku tahu, pasti gara-gara kejadian tempo hari itu. Saat kak Anggi datang ke sini," timpal Ola.


"Ya seperti itu lah,"


"Ya kalau aku jadi kak Bian pun sama akan melakukan hal seperti itu. Karena kenapa,itu sudah mengganggu kenyamanan dan privasi kita."


"Ya suka soh boleh aja, asal jangan sampai melakukan hal gila seperti itu. Aku juga sebagai perempuan merasa....."


"Merasa apa de....."


Ucapan Ola terpotong oleh kehadiran kak Dimas yang hendak menuju dapur.


"Enggak kak," balas Ola.


"Masih pagi kamu sudah marah-marah seperti itu. Nggak baik, nanti kamu cepat tua."ucap kak Dimas.


Ola hanya bisa mengelus dadanya,hampir saja kak Dimas mendengar apa yang tengah kami bahas.


"Pagi......!" seruan kak Yuda langsung mengalihkan perhatian kak Dimas.


"Kalian udah mau berangkat kan,hayu bareng." ajaknya.


"Ah iya kak......''


Ola pun lebih dulu berjalan ke arah tangga,sedangkan aku mengambil dulu tas ku.


"Sampai ketemu nanti kak," ucap ku pada kak Dimas.


"Ya....."


"Hati-hati."


...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ...


Sepanjang perjalanan kak Yuda banyak sekali membicarakan tentang pengalaman dia saat kemarin pergi ke Bandung. Dia juga sempat memberi aku dan Ola kue yang dia bawa dari Bandung kemarin.


"Kalian dekat yah, sama bang Dimas?"


"Tidak juga," timpal ku.


"Terus tadi kalian lagi ngapain? Kok bang Dimas bisa ada di depan kamar kamu Ara."


"Tadi dia tidak sengaja lewat aja dan hanya menyapa kami saja." balas ku.


"Iya ih, lagian kepo banget sih." sambung Ola.


"Hem......"


"Bukan seperti itu aneh," balasnya tidak terima.


"Eh iya aku sampai lupa, aku dengar dari pak Yudi semalam. Katanya Bian mau keluar dari kosan kita ini,apa kalian berdua sudah mendengarnya juga?"


"Ah masalah itu,aku sudah tahu." balas ku.


"Iya kak, kebetulan pak Yudi juga cerita sama kami berdua." timpal Ola.


"Makin nggak enak aja aku sama Bian, pasti dia melakukan ini gara-gara kejadian waktu itu."

__ADS_1


"Ya kan itu bukan salah kakak juga,emangnya kakak tahu." balas Ola.


__ADS_2