
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Itu perasaan kamu aja kali, aku sendiri ngerasa biasa aja."
"Hem.....''
"Dari tadi,kamu jawabnya gitu terus." balas Yuda.
"Ya udah ah,aku mau balik lagi ke kamar. Ada tugas yang harus aku selesaikan."
"Oh........"
Kak Yuda pun langsung berjalan ke arah kamarnya dan sempat juga dia mengambil air minum untuk di bawanya ke dalam kamar.
Sepeninggal Yuda, aku memilih untuk duduk di ruang makan sambil membaca buku novel yang aku pinjam dari Naren.
"Ara.....!" seruan Ola mengagetkan ku.
"Eh kamu udah balik ternyata,"
"Udah dong,"
"Kamu ngapain di sini sendirian aja?"
"Ya ini aku lagi baca buku,"
"Iya aku tahu, kamu lagi baca buku. Maksud aku tuh, emang kamu nggak kesepian apa duduk di sini sendirian. Gitu,"
"Enggak biasa aja,lagi pula aku mau duduk di sini sama siapa? Kamu kan baru balik juga,"
"Iya juga sih,"
"Tadi sih, sempat ada kak Yuda yang duduk di sini. Tapi sekarang di udah balik lagi ke kamarnya." jelas ku.
"Oh....."
"Eh iya, nih aku bawain oleh-oleh buat kamu. Kebetulan tadi di jalan Lukas mampir untuk beli ini khusus untuk kamu." jelasnya.
"Tumben,"
"Ya mungkin dia tidak enak,karena tadi kamu bisa ikut sama kita berdua."
Ola pun langsung menyimpan cake red velvet kesukaan ku dari brand J**O.
"Tahu aja,kalau aku nggak ada cemilan."
"Makasihnya sama Lukas aja,soalnya dia yang beliin.''
"Kalau gitu aku ke kamar duluan yah,gerah nih belum mandi."
"Ya udah bareng aja,lagian aku juga mau ke kamar."
Aku dan Ola pun langsung menuju kamar kami masing-masing,karena memang hari sudah malam juga.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Paginya aku berangkat sekolah sendirian,karena Ola sudah lebih dulu pergi. Kebetulan hari ini memang jadwal dia untuk piket.
Baru saja aku keluar dari gerbang kost ku, ternyata di depan sudah ada kak Bian yang tengah berdiri sambil bersandar pada tiang listrik yang ada di samping tempat kost.
Aku sempat kaget dan langsung berhenti,gara-gara perkataan Yuda semalam jadinya aku merasa canggung saat berpapasan dengan kak Bian.
"Aduh harus gimana ini,apa aku harus menyapanya lebih dulu?"
"Tapi nanti aku takut malah......" bisik ku dalam hati.
__ADS_1
Saat aku tengah bergelut dengan pikiran ku, kak Bian sudah lebih dulu melihat ke arah ku sambil tersenyum.
"Ya ampun,dia udah lihat aku lebih dulu lagi."
"Hai......." sapa nya.
"Eh hai kak,"
"Kamu mau berangkat kan?"
"Iya kak,"
"Ya udah bareng yuk." ajaknya.
"Hah?" balas ku terkejut.
"Iya kita bareng berangkat ke sekolahnya,kebetulan aku juga baru mau berangkat."
Aku sempat terdiam dan berpikir untuk memberikan jawaban seperti apa. Aku kebingungan juga, mau menolaknya seperti apa. Pikiran ku tiba-tiba saja buntu dan bingung harus menjawab apa.
"Ara, kamu kok diam aja. Kenapa? Kamu lagi nggak enak badan apa gimana?" tanya nya.
"Tidak, aku baik-baik saja kok."
"Ya udah ayo,kalau kakak mau bareng."
Kami pun akhirnya berangkat ke sekolah bersama,sepanjang perjalanan aku hanya diam saja dan berbicara seperlunya. Itu juga kak Bian yang lebih dulu berbicara pada ku.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Sesampainya di sekolah, aku langsung minta ijin untuk pergi lebih dulu. Kebetulan saat kami sampai di depan gerbang,aku tidak sengaja melihat Lukas yang baru saja sampai dan tengah memarkirkan motornya.
"Lukas......" ucap ku sambil menepuk pundaknya.
Lukas pun langsung kaget dan berbalik melihat ke arah belakang.
"Emangnya kamu lagi ngapain sih? Sampai-sampai kamu tidak sadar dengan kedatangan aku."
"Ini aku lagi balas pesan dari mamah ku,katanya minggu ini dia mau ke sini jenguk aku."
"Oh......"
"Kamu sendirian? Ola nya mana?"
"Hari ini kan jadwalnya dia piket,"
"Ya ampun,aku lupa."
"Ya udah yuk, kita ke kelas." ajaknya.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Ngomong-ngomong,makasih ya."
"Soal?"
"Cake yang kamu titipkan sama Ola."
"Ah itu,"
"Sama-sama."
"Kemarin ngapain aja di kost sendirian?"
"Ya gitu-gitu aja, aku cuma baca novel."
__ADS_1
"Eh iya,kamu udah ketemu sama kak Bian?"
"Udah."
"Terus?" tanya nya dengan raut wajah yang tampak semangat.
"Terus gimana, ya gitu."
"Ish kamu ini, "
"Boleh aku kasih tau kamu satu hal nggak?" lanjutnya.
"Apa?"
"Sepertinya kak Bian suka deh sama kamu. Sepertinya dia terpikat sama kamu,setelah kejadian itu."
"Ih Lukas, kalau ngomong tuh jangan sembarangan. Nanti kalau ada yang dengar gimana," ucap ku sambil mencubit pinggangnya.
"Tapi aku serius Ara,"
Mendengar ucapan Lukas barusan, semakin membuat aku merasa kepedean. Apa iya,kak Bian suka sama aku?
"Kamu malah bengong lagi, aku tahu Ara. Aku ini cowok,aku bisa membedakannya." lanjut Lukas.
"Udah ah, aku tidak mau kepedean."
"Lagi pula masa iya sih,dia suka sama aku. Itu mungkin hanya cara dia mengungkapkan rasa terima kasihnya sama aku. Karena waktu itu udah aku bantuin."
"Ya itu kan pandangan kamu aja,"
"Aku nggak mau kepedean Lukas, kamu ingat kan kejadian pas SMP dulu?"
"Iya aku ingat, saat kamu dekat dengan si Arhan. Kita udah ngira dia suka sama kamu,tapi ujung-ujungnya dia malah jadian sama Agnis." ucap Lukas.
"Nah itu kamu ingat, Aku tidak mau kejadian seperti itu terulang kembali sekarang."
"Jadi aku minta sama kamu,stop bahas kak Bian."
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
Tanpa terasa kami berdua pun sampai di kelas,karena saking seriusnya aku dan Lukas mengobrol. Namun saat kami sudah sampai,kami tidak mendapati Ola ada di dalam kelas.
"Eh kamu lihat Ola nggak?" tanya Lukas sama Adi.
"Tidak,"
"Dia kayaknya pergi ke kantin deh,tadi soalnya aku berpapasan sama Ola di depan kantin." ucap Rani.
"Oh gitu," balas Lukas.
"Ya udah,sebaiknya kita tunggu dia di depan aja. Tapi sebelumnya kita simpan dulu tas kita ini." ucap ku.
"Bener juga, yuk."
Aku dan Lukas pun buru-buru menyimpan tas kami di atas meja kami masing-masing dan langsung keluar untuk menunggu Ola.
...¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶ ¶...
"Itu dia......" tunjuk Lukas.
Aku pun langsung melihat ke arah yang di tunjukkan oleh Lukas. Ternyata Ola tengah berjalan menuju ke arah tangga sambil membawa beberapa makanan di tangannya.
"Ya ampun, kayaknya kalau dia gak belanja banyak tuh kayak gimana gitu." ucap Lukas.
Aku hanya meresponnya dengan tersenyum saja.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat,akhirnya Ola pun sampai. Dia pun tampak terkejut dan langsung berjalan ke arah kami berdua.
"Eh tahu nggak?" ucapnya langsung.