My Crazy CEO

My Crazy CEO
Bab 17 : Dimulai


__ADS_3

Beijing, Cina.


“Agen 1, Agen 1. Target sudah ada di sebelah utara. Ganti!”


“Agen 2, siap untuk menembak!”


Pria tampan dan tinggi itu segera membidikkan senapan kearah target yang seorang buronan polisi. Dia membidikan tepat ke kaki tersangka, sambil tersenyum menyeringai ia menarik pelatuk senapan itu.


DOR...


Tersangka langsung terkapar dan kakinya berdarah-darah. Pria itu tersenyum menyeringai. Dia langsung keluar dari tempat itu dan kembali ke mobilnya.


“Agen 1, tersangka berhasil dilumpuhkan.”


Setelah itu dia kembali ke markas besarnya setelah menjalani misi, dia melepas rompi anti peluru dan melepas topi hitamnya.


“Jackson, kau sudah mendengar kabar jika bos mafia kabur ke negara A. Dia sudah menghapus semua identitasnya di negara ini. Ketua akan mengirim salah satu dari kita untuk mencarinya disana.”


Jackson mengambil minum dan menenggaknya, dia tersenyum tipis.  Ini adalah suatu misi yang menyenangkan jika dia yang terpilih untuk di kirim ke negara A, sebab ayahnya berada disana. Ayah yang dianggapnya bajingan telah menelantarkannya.


“Oh ya ayahmu rupanya juga pernah bekerja disini? Kenapa kau tidak bilang? Dia sangat hebat dan kompeten, aku mengaguminya?”


Mengagumi? Orang brengsek seperti dia


pantas di kagumi? Awas saja, aku akan membunuhnya.


Jackson lalu keluar dari ruangan itu, ia akan berangkat menjalani misi selanjutnya tetapi ponselnya bergetar. Dia segera mengangkatnya.


“Jeje, kenapa baru mengangkat telepon?”


“Jangan memanggilku jeje! Namaku jackson.”


“Ayah sudah mengirimu uang, gunakan dengan baik!”


Jackson berdecih, ia sudah tidak butuh uang kiriman dari ayahnya. Dia sudah


menghasilkan uang sendiri. Jackson lalu mencoba menutup telponnya tetapi


ayahnya mengatakan hal yang membuatnya terkejut.


“Ibumu masih hidup. Ayah akan mengirimkanmu fotonya. Datanglah kesini dan cari keberadaan ibumu!”


“Ayah bilang jika ayah membunuhnya, tolong jangan permainkan aku!”


Ayahnya langsung menutup telponnya. Jackson merasa kesal, ia langsung menuju ruangan ketua. Jackson memang tidak pernah mempercayai ucapan ayahnya. Baginya ayahnya

__ADS_1


adalah seorang penjahat bertopeng dewa.


“Ketua, tolong beri aku misi ke negara A. Aku akan menangkap mafia itu,” ucap Jackson.


***


Navier, melamun di kursi kantornya. Masalah di keluarganya membuatnya gila. Seline memperhatikannya, ia melihat sang tuan yang sedari tadi melamun tidak jelas. Seline juga menatap Ali yang diseberangnya, Ali juga nampak tidak


berkonsentrasi.


Seline berinisiatif membuat kopi untuk mereka, Seline tahu jika ayah dari Navier


dirawat di rumah sakit. Mungkin sebab itulah mereka sedih dan galau.


“Tuan Ali, ini kopinya. Silahkan diminum!” ucap Seline sambil meletakkan kopi dimeja.


Seline kini menuju ke ruangan Navier, ia melihat mata Navier yang memerah. Navier langsung memalingkan wajah, ia masih kesal dengan Celine yang menolaknya mentah-mentah.


“Ini kopi untuk Tuan Navier,” ucap Seline.


Seline lalu menundukkan badan dan akan kembali ke ruangannya.


“Tetap berdiri disitu!” ucap Navier.


Seline langsung menghentikan langkahnya. Navier malah membentaknya. “Kau pikir aku bapak-bapak meminum kopi? Buatkan aku susu!”


“Oh my... pikiranku seakan mau meledak? Dikeluarga aneh ini begitu banyak konspirasi. Apa benar jika Kak Dale anak uncle Kim?” gumam Navier.


Navier lalu memandang Seline yang masih berdiri tepat didepannya. “Apa kau lihat-lihat?”


Seline menggelengkan kepalanya, ia langsung berjalan meninggalkan Navier tetapi Navier memegang tangannya. “Disini saja 10 menit, aku ingin memandang wajahmu sebentar.”


**


Kim mengetuk pintu apartemen Angelica, wanita itu langsung membukanya. Kim menarik tangan Angelica untuk masuk kedalam dan menutup pintu rapat-rapat. Sorot mata Kim tidak seperti biasanya, ia terlihat lebih serius.


“Beri tahu ruangan rahasia Louis! Kau pasti tahu segalanya tentang Louis,” ucap Kim.


Angelica menggelengkan kepalanya, Kim langsung mencekik lehernya. “Jangan bilang kau masih berhubungan dengan Louis?”


Mauren langsung membuka pintu dan melihat Kim akan membunuh Angelica, dia segera mencegahnya. “Kak Kim gila? Dia sumber informasi kita.”


Mauren lalu menggandeng Angelica dan mengajaknya berbicara dengan halus. Mauren  bertanya dirumah Louis terdapat ruangan apa saja dan siapa orang-orang penting di balik Louis yang misterius itu sampai bisa mengecoh kepolisian tetapi Angelica enggan untuk berbicara.


“Kau perlu uang? Kau perlu mobil atau apartemen mewah? Tante akan memberikanmu semua jika kau mau mengatakan yang sebenarnya. Tolong kali ini saja bantu tante supaya Louis sialan itu dihukum mati oleh polisi!” pinta Mauren.

__ADS_1


“Aku tidak mau, jika aku mengatakannya maka Uncle Kim akan rujuk dengan istrinya.”


Kim yang geram berdiri, ia menuding Angelica karena wanita kekanakkan itu terlalu berlebihan menerima kebaikannya. Mauren lalu meredamkan suasana.


“Aku tidak ingin terlibat, kalian selidiki saja sendiri! Tapi jika uncle Kim mau


menikahiku maka aku akan mengatakan semuanya tentang Louis,” ucap Angelica.


Kim merasa geram, ia lantas berdiri lalu meninggalkan ruangan itu. Mauren mengikutinya dan heran dengan ucapan Angelica tadi. Mauren lalu tertawa terbahak-bahak, rupanya Kim disukai oleh gadis cantik seperti Angelica yang usianya jauh lebih muda dari Kim yang sudah tua.


Kim langsung mendorong  Mauren ketembok, ia menguncinya. “Kau masih bisa tertawa saat Dale memilih pergi membawa Seina, saat Dale lebih percaya omongan Louis daripada keluarganya? Kau juga masih bisa tertawa saat suamimu sedang sakit?”


Tiba-tiba lampu flash dari jauh menyala seolah mengambil foto mereka, Kim langsung sadar dan sekilas melihat pria bertopeng langsung melarikan diri. Kim langsung mengejarnya sambil menelpon keamanan dan pihak pengawas CCTV tetapi dia kehilangan jejak.


“Sialan...


Dia pasti anak buah Louis,” ucap Kim.


Ponselnya tiba-tiba bergetar, ia menyunggingkan senyuman.


“Ayah, aku akan tiba di bandara nanti malam.”


**


Saat malam hari,


Dalam mata tuanya yang sudah tidak lagi awas ia menerawang  jauh untuk mencari sosok anaknya. Kim selalu mengecek ponselnya siapa tahu sang anak mengabarinya.


“Apakah anda Fai Wang, pria bajingan yang menelantarkan anaknya di Cina?” tanya seseorang dalam bahasa Inggris.


Kim membalikan badan, ia tersenyum lalu memeluk Jackson yang sudah besar dan sangat tampan. Kim memang baru beberapa kali menemui Jackson karena tidak mungkin pulang pergi ke Cina dan membuat keluarganya curiga. Mereka lalu pulang ke apartemen Kim, Kim begitu senang saat Jackson pulang. Setelah sampai di apartemen, Jackson langsung duduk disofa, dia kelelahan. Kim membuatkan minum untuk putranya.


“Ayah, dimana anak kesaayanganmu?”


“Sebentar lagi mungkin dia pulang.”


Jackson meminum minuman yang dibuatkan ayahnya. Kim juga memesankan makanan untuk


Jackson.


“Kenapa mendadak datang kemari?” tanya Kim.


“Aku mendapat misi untuk mengungkap kasus mafia yang berada di Cina tetapi para mafia itu sudah kabur diberbagai negara dan salah satunya negara ini. Kasus ini cukup besar karena melibatkan para bos mafia kelas kakap. Oh ya, ayah jadi bercerai?”


“Entahlah, Daleon tidak mau melakukan tes DNA. Masalahnya Mamamu Sera lebih mempercayai ucapan bule itu.”

__ADS_1


“Ayah bilang jika bule itu adalah mafia, bagaimana jika kita bekerja sama untuk mengungkap mafia itu. Siapa tahu bule itu salah satu buronan kami atau bisa jadi dia dalang dibalik mafia dipenjuru dunia?” ucap Jackson.


__ADS_2