
Aku mau kelarin masalah Kim dulu, yang gak suka kisah Kim yang ruwet mending skip aja
****
Saat Ali mulai menjalankan mobilnya lagi tiba-tiba beberapa orang yang mengenakan jas lengkap menghadang mobil mereka. Semua orang itu adalah bule dan langsung menyeret Sera. Ali mencoba melawan tetapi kekuatannya kalah dengan pria bule itu. Sera dibawa masuk ke mobil mereka, walau meronta tetapi tiba-tiba ia dibius dan seketika pingsan.
Sera dibawa pergi oleh para pria itu, Ali mengejar mereka menggunakan mobilnya. Ali begitu panik sampai tidak bisa berpikir, yang dia pikirkan bagaimana cara menyelamatkan mamanya.
Disisi lain,
"Kau wanita yang baik, aku begitu menghargainya. Kau istriku walau sebatas kontrak. Setelah bercerai denganku, aku akan memberikan beberapa hartaku untukmu dan buatlah bisnis di Italia tentunya juga kau harus mencari pria yang baik di Italia," ucap Kim sambil mengelus kepala Angelica.
Angelica tersenyum. Dia memeluk Kim dengan erat dan disaat bersamaan Jackson datang. Dia menggeleng-gelengkan kepala melihat pengantin baru itu.
"Mau sampai kapan pelukannya? Kita tidak ada waktu lagi," ucap Jackson.
Mereka dengan cepat melepaskan pelukan. Jackson hanya tersenyum lalu memimpin untuk melintasi terowongan yang gelap itu.
Hawa disana memang sangat pengap dan sesekali membuat nafas mereka sesak. Bau busuk pun juga tercium membuat beberapa kali Angelica mual.
"Kau tidak apa-apa, Lica?" tanya Kim.
Angelica menganggukkan kepala. Mereka melanjutkan lagi. Beberapa tikus keluar dari rumahnya membuat mereka cukup waspada dan lebih hati-hati.
"Ini sungguh buatan Louis? Pria itu sungguh menyeramkan," ucap Jackson.
"Aku tidak tahu karena saat aku datang kesini sudah ada terowongan ini," jawab Angelica.
Setelah berjalan selama 20 menit akhirnya mereka sampai di ujung terowongan bawah tanah ini. Angelina berusaha membuka pintu tetapi seolah terkunci. Jackson mendobraknya tetapi pintu besi itu begitu kuat.
"Mundur!" ucap Kim mengarahkan pistol ke kunci yang menggunakan desain sidik jari itu.
Angelica dan Jackson mundur, seketika itu Kim menembaki ke arah pintu.
DOR...
DOR...
Dengan dua kali tembak, sistem kunci itu rusak. Jackson membukanya dan berhasil terbuka. Mereka melihat situasi diatas yang hanya ruangan berisi karung-karung misterius.
Jackson meletakan alat pendeteksi dan tak lupa memfotonya untuk dikirimkan ke rekan serta kantor pusatnya. Sedangkan Kim mencari pintu untuk menjelajahi ruangan lain.
Jackson menyalakan GPS supaya bantuan datang. Dia memang seorang agen rahasia yang begitu cerdik.
__ADS_1
Bom rakitannya juga dia pasang di ruangan itu. Bom itu memiliki waktu 1 jam untuk meledak menghancurkan seluruh bangunan mansion ditengah hutan yang jauh dari perkotaan.
"Oke, kita langsung mencari apa yang bisa menjadi sumber informasi disini. Aku akan berpencar. Waktu kita hanya 1 jam," ucap Jackson.
Kim mengajak Angelica untuk ikut bersamanya setelah menemukan jalan lain yang menghubungkan ruangan ke ruangan lain.
Kim berada didepan untuk memantau setiap lokasi yang mencurigakan. Saat melewati perempatan yang menghubungkan beberapa jalan didalam mansion tua itu mereka langsung bersembunyi saat melihat seseorang lewat dan masuk ke salah satu ruangan.
"Lica, kau tunggu disini! Aku akan mengintai orang itu," ucap Kim.
Angelica menganggukkan kepala, Kim dengan cepat berjalan mengendap-endap lalu mengintip orang tersebut. Dia rupanya sedang melihat kamera pengintai dibalik layar monitor. Dengan sigap, Kim menembak lengan dan kaki pria itu.
DOR...
DOR...
Pria itu langsung terkapar. Kim masuk ke ruangan itu dan melihat denah lokasi melalui layar yang terhubung ke semua CCTV yang ada diseluruh mansion.
"Suara apa itu?" ucap 2 orang yang mendengar suara tembakan.
Mereka melihat Kim yang berada di ruang CCTV langsung menodongkan pistol kearah Kim. Kim angkat tangan, dia menyunggingkan senyuman. Kim dibawa mereka ke ruangan lain. Sedangkan Angelica mengendap-endap dan masuk ke ruangan CCTV yang telah kosong. Dia menyadap semua rekaman CCTV dan bisa membuatnya terhubung di ponselnya. Ini memudahkannya untuk menemukan lokasi para mafia itu bersembunyi. Setelah itu dia keluar tetapi seorang wanita bule mencegatnya.
"Apa yang kau lakukan? Oh... bukannya kau adalah anak Tuan Louis?"
"Jadi kau berkhianat dengan Tuan Louis?" tanya wanita itu.
Angelica berdiri, dia hanya tersenyum. "Louis yang mengkhianatiku."
Wanita itu mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menjilatnya. "Tuan Louis berkata jika aku membolehkan membunuh siapapun yang masuk tanpa izin ke mansion ini. Huh... Lama aku tidak membunuh orang," ucap wanita itu.
Angelica mundur sampai terpentok dinding. Dia tidak bisa melarikan diri dari wanita menyeramkan itu. Wanita itu menyerangai dan langsung menghujam pisau ke tubuh Angelica tetapi dirinya terhenti saat sesuatu sudah menancap tepat diperut sebelah kirinya.
Mulut wanita itu mengeluarkan darah dan tentunya perutnya juga mengeluarkan banyak darah.
"Asyik... aku menang. Aku adalah Angelica, pernah membunuh 7 pria dan memutilasinya. Ah... tapi kali ini aku tidak ada waktu untuk memutilasimu. Maaf ya, aku tidak bisa membuat karya yang hebat dari tubuhmu," ucap Angelica mengejek dan mengambil ponsel wanita itu.
Disisi lain, Jackson mendapat rekaman CCTV dari Angelica. Dia melihatnya dan menghubungi para rekannya yang ikut mengintai di luar gedung mansion.
"Agen 1, mereka berada di ruangan utara. Ganti!"
"Agen 2, ada berapa orang yang didalam? Ganti!"
"Ada 5 orang dan 1 orang diantara mereka adalah buronan kita."
__ADS_1
Mereka saling berkomunikasi dan menentukan waktu yang tepat untuk melumpuhkan para mafia itu. Waktu terus berjalan dan bom yang terpasang akan meledak. Jackson tidak membuang waktu lagi. Dia segera bertindak.
Disisi lain, Kim diikat disebuah ruangan remang. Beberapa orang mengintimidasinya untuk mengaku jika siapakah dirinya? Kim hanya tersenyum kecut. Kepala Kim ditodong pistol karena dirinya membuat mereka geram.
"Jangan susah-susah untuk menembakku! Kita akan mati bersama disini. Kurang beberapa menit lagi tempat ini akan meledak," ucap Kim.
Mereka tertawa seolah tidak percaya dan disaat bersamaan Angelica beserta Jackson masuk.
“Woaaaah... Lama tidak berjumpa Tuan Anderson?" ucap Jackson sambil bertepuk tangan.
Mereka sangat terkejut. Senjata api mereka todongkan kearah Angelica dan Jackson. Terjadi aksi saling todong dan disaat itulah Kim berusaha melepaskan ikatannya. Setelah berusaha melepaskan tali itu, dia melempar bom asap dan mengecoh para mafia itu.
Pandangan tidak terlihat, saat itulah Kim, Jackson dan Angelica merebut senjata api mereka.
"Jangan mengaku Mafia jika kalian begitu bodoh!" ucap Kim.
DOR...
DOR...
DOR...
DOR...
DOR...
Kim menembaki kaki mereka dengan insting yang tepat. Mereka langsung lumpuh dan tidak dapat berdiri. Berselang asap itu hilang, wajah pias para Mafia itu terlihat.
"Semuanya sudah berakhir," ucap Kim.
Secara bersamaan, rekan Jackson datang. Mereka langsung membawa para mafia itu ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tugas pertama mereka sudah selesai dan tentunya tugas berikutnya semakin berat.
Jackson tidak lupa mencabut bom rakitannya yang bisa dia matikan sendiri. Dia mempunyai rencana lain untuk membom seluruh mansion ketika rencana A gagal tetapi diluar dugaannya. Mereka berhasil menangkap para mafia bodoh itu.
Kim, Jackson, dan Angelica masuk ke mobilnya. Disaat bersamaan, Kim mendapat telpon dari Ali. Sinyal yang jelek membuatnya susah untuk mendapat telpon maupun pesan.
"Hallo, Ali? Besok ayah akan pulang. Malam ini juga ayah akan menyelesaikan pekerjaan ayah."
"Ayah, mama ditangkap suruhan Uncle Louis. Aku takut jika mama akan disakiti oleh bule itu. Pulang, yah! Aku belum melapor polisi karena takut jika Uncle Louis akan menyakiti mama," ucap Ali.
"APA?" ucap Kim kaget.
__ADS_1