My Crazy CEO

My Crazy CEO
Bab 32 : Mauren tahu?


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Navier melihat kakak sepupunya terbaring lemah dengan perban yang terbalut didada Ali. Dia begitu sedih mendengar insiden yang dialami oleh asistennya. Ali membuka mata melihat mata Navier yang memerah.


“Seorang presdir jangan cengeng!” ucap Ali mengejek.


“Ali, kau sudah bangun? Kenapa waktu itu kau tidak memakai bantuanku? Aku bisa mengirimi pengawal hebat untuk menyelamatkan mamamu.”


Ali menggelengkan kepala. “Ini masalah keluarga kami, aku tidak ingin orang lain


ikut campur.”


Navier memeluk Ali, walau mereka sering bertengkar tetapi mereka melengkapi satu sama lain dalam keadaan senang maupun susah. “Kau harus sembuh, Ali. Kau tahu?


Selama kau sakit, Daleon yang menggantikanmu. Aku begitu kesusahan memiliki rekan kerja seperti dia yang emosian. Cepatlah sembuh, Ali!”


Setelah itu Navier keluar dari ruangan, ia melihat sang mama yang menunggunya diluar. Mereka lalu pulang setelah menjenguk Ali. Sedangkan Jackson begitu iri dengan kedekatan mereka. Dia memandang kepergian mamanya yang dia begitu yakin  Mauren lah ibu biologisnya.


“Jeje, kau tidak ingin melihat adikmu?” tanya Kim membuyarkan lamunannya.


“Apa bagimu kehadiranku akan membuat keluarga kalian hancur? Ayah dengan keluarga ayah, ibu dengan keluarga ibu. Kalian begitu bahagia dengan keluarga masing-masing. Aku disini tidak dibutuhkan,” ucap Jackson sedih.


Kim duduk disebelah Jackson,  dia memandang wajah sedih putranya. Ini memang kesalahannya. Keegoisan Kim membuat Jackson begitu


menderita. “Kau sudah tahu ibu kandungmu?” tanya Kim.


“Ayah menghamili istri teman terdekat ayah sendiri? Hebat, ayah begitu bajingan.”


“Tidak seperti itu, Jeje. Ayah....”


“Cukup! Aku akan segera pergi dari sini. Berbahagialah dengan keluarga kalian


masing-masing! Jangan pikirkan aku! Aku sudah dewasa dan tidak butuh kasih


sayang dari kalian,” ucap Jackson sambil meninggalkan Kim.


Kim begitu bingung, dia memang salah. Sera yang mendengar pembicaraan mereka menghampiri Kim. Sera memang kecewa dengan sang suami tetapi melihat Jackson yang tidak


seberuntung Ali membuat jiwa keibuannya merasa sangat kasian.


“Kak Mauren harus tahu tentang perbuatanmu dulu. Dia berhak tahu jika memiliki seorang putra dari orang  yang tidak tahu malu sepertimu,” ucap Sera kecewa. “Kau terlalu banyak menyeret masalah ke keluarga


kita bahkan kau selalu menambahnya, masalah perceraian kita belum selesai kau sudah menambah masalah dengan menikahi bule itu dan kini anakmu Jackson berhak mendapat kasih sayang darimu seutuhnya,” sambung Sera.


“Kau ingin melanjutkan perceraian kita?” tanya Kim.


Sera menggelengkan  kepala. “Aku akan memberi kesempatan kepadamu lagi tapi kau harus mengurusi masalah Angelica dan Jackson. Mereka masih tanggung  jawabmu.”


Kim menghela nafas panjang, dia berdiri dan meninggalkan Sera tetapi Sera mengatakan sesuatu yang membuat Kim terhenti dari langkahnya. “Aku sangat rela dimadu olehmu. Jangan ceraikan, Angelica! Dia sudah banyak membantumu. Kita punya hutang budi


dengannya.”


Kim melirik sebentar lalu berjalan lagi meninggalkan Sera yang mulai menangis. Bahkan dia cukup bingung untuk masalah Angelica tapi bule itu tetap kekeuh ingin bercerai dan akan pergi ke negaranya untuk memulai kehidupan baru.


***

__ADS_1


Tugas pertama Kim kini membuat Mauren tahu jiika mereka memiliki putra biologis dan anak kandung mereka. Kim mengajak Mauren ke sebuah villa miliknya yang berada dipinggir kota. Mereka menggunakan mobil sendiri-sendiri dan tentunya tanpa


sepengetahuan Sean. Setelah sampai, Kim menyuruh Mauren duduk dibalkon yang memiliki pemandangan kebun teh yang begitu menyejukkan mata.


“Apa yang ingin kau katakan sampai kita jauh-jauh kesini?” tanya Mauren.


“Minumlah teh hangat ini! Ini bisa membuatmu tidak selalu dingin denganku,” ucap Kim.


“Cepat katakan apa maumu!”


Kim tersenyum, dia duduk dikursi sambil meminum teh hijau buatannya. Aroma teh


hijau dengan pemandangan kebun teh yang dikelolanya membuatnya sedikit


mengurangi beban pikirannya.


“Insiden di Cina, aku tidak memperkosamu.”


“Itu sudah lama. Aku tidak ingin membahasnya.”


“Setelah aku membuatmu pingsan, aku tidak memperkosamu. Aku membawamu ke dokter kenalanku untuk melakukan bayi tabung,” ucap Kim.


Mauren masih bingung dengan ucapan Kim.


“Saat itu aku masih begitu frustasi, cinta pertamaku tidak menikah denganku tapi


setidaknya aku harus memiliki anak denganmu. Itu yang kupikirkan dulu.” Kim


menghela nafas panjang lalu melanjutkan  ceritanya. “Aku membiusmu selama 2 hari, kau tertidur dan tidak


menggabungkannya dengan milikku.”


Nafas Mauren semakin sesak, dia tidak menduga jika Kim sudah bertindak terlalu jauh. Rasa kesal seolah menyerang pikirannya.


“Setelah terjadi pembuahan, dokter bilang jika calon embrio itu kembar dan dokter


menyuruhku untuk mencari rahim pengganti untuk mengandung calon anak kita. Aku menyuruh Jia untuk mengandung anak kita setelah bayi yang dilahirkannya meninggal."


“Cukuuuup! Arrrgghh.... Kau membuatku gila,” teriak Mauren begitu frustasi.


Kim hanya tersenyum tipis lalu menenggak lagi teh hangatnya. Tubuh Mauren begitu bergetar, ia masih belum mempercayai ucapan Kim. Pria brengsek itu sudah bertindak terlalu jauh.


“Kau lebih menyeramkan dari Louis. Aku sangat benci denganmu.”


“Jackson Wang, dia salah satu putra kita yang kini masih hidup. Jenny Wang, aku tidak tahu keberadaannya dimana. Dia menghilang saat masih kecil dan sampai sekarang aku tidak tahu keberadaannya.”


Setelah selesai bicara, Kim berdiri. Dia meninggalkan Mauren dengan santai. Mau percaya atau tidak yang  jelas dia sudah memberi tahu Mauren yang sebenarnya.


Disisi lain,


Navier sedang menemani Jackson yang duduk didepan kolam renang apartemen miliknya. Jackson akan pulang ke Cina beberapa hari lagi. Dia tidak menyangka jika Navier adalah adiknya. Warna mata mereka memang begitu mirip.


“Kau memang hebat, Jackson. Aku sedari dulu memang bercita-cita sebagai agen rahasia. Itu adalah pekerjaan yang sangat keren,” ucap Navier.


“Pekerjaan  ini terlalu beresiko bagi orang yang manja sepertimu,” jawab Jackson mengejek.

__ADS_1


Navier tersenyum kecil, dia lalu mendengar suara mamanya pulang. Dia berdiri dan memanggil


mamanya. “Mamaaaaa... Mama darimana? Papa baru saja pergi bersama temannya,” ucap Navier.


Mauren menghampirinya. “Malam-malam begini dia pergi kemana?” ucapan Mauren terhenti saat dia melihat Jackson.


Jackson berdiri dan menunduk hormat, Mauren seketika menjadi sesak. Dia terhuyung lemas dan Navier memapahnya untuk duduk.  Mauren memijat pelipis kepalanya yang seakan berputar-putar.


“Mama kenapa?” tanya Navier panik.


Mauren menggelengkan kepala. Dia melirik Jackson yang mempunyai kemiripan dengan Kim.


Tangan Mauren, mencoba menyentuh pipi Jackson. Jackson terkejut begitu pula


dengan Navier.


“Putraku,” ucap Mauren.


Jackson yang


tidak paham dengan bahasa Mauren hanya terheran. Sedangkan Navier menggoyangkan tubuh mamanya. “Mama amnesia? Putra mama disini. Aku, Navier. Kalau dia Jackson, keponakan uncle Kim,” ucap Navier.


Mauren mencoba memeluk Jackson, memang perasaan seorang ibu akan terhubung ke anaknya.


Itulah yang dirasakan Mauren saat ini. Jackson menerima pelukan dari Mauren.


Dia sadar jika Mauren sudah tahu tentangnya.


“Mama kenapa?” tanya Navier.


“Navi, dia kakakmu dan Daleon. Dia putra mama.”


Navier mengerutkan dahi, dia terduduk lemas mendengar semua itu. Seberapa banyak konspirasi dikeluarganya yang tidak dia ketahui? Mauren lalu menyuruh


menstranslate kan ucapannya kedalam bahasa inggris supaya Jackson paham.


“Jadi mamaku akan melakukan tes DNA denganmu besok untuk membuktikan jika kau benar anak


kandungnya atau tidak. Selama ini mamaku tidak tahu perbuatan uncle Kim


dibelakangnya.  Mama meminta maaf


sebesar-besarnya,” ucap Navier (Anggap saja menggunakan bahasa Inggris)


Jackson menggenggam tangannya, dia berharap jika dia memang bukan anak Mauren jika terbukti benar maka Jackson tidak ingin menghancurkan keluarga Mauren yang begitu harmonis.


“Tante, tenang saja! Aku akan membunuh si bajingan itu. Aku berjanji denganmu jika aku terbukti anakmu akan membunuh Kim,” ucap Jackson.


Jika papa tahu pasti dia akan marah


besar dan mereka pasti akan bertengkar hebat. Aku tidak menyangka jika Uncle


Kim seperti itu. Batin


Navier.

__ADS_1


__ADS_2