My Crazy CEO

My Crazy CEO
Bab 27 : Pacaran


__ADS_3

Semua orang terkejut, tak terkecuali papa dan mama Navier. Mereka bahkan tidak tahu jika


Navier melamar Seline malam ini. Seline begitu syok, pasalnya ajakan berpacaran saja dia tolak apalagi ini.


“Maukah kau menjadi pacarku?” tanya Navier.


"Kok pacar?" tanya Mama.


"Masak mau kah kau menjadi istriku? Navi belum siap nikah mah tapi kalau kawin sudah siap sih," ucap Navier.


Semua orang tertawa kecil, anak Sean terkecil memang lucu dan menggemaskan. Bahkan saking menggemaskannya sang Papa ingin mengucir mulut Navier.


Seline memandang semua orang yang seolah menunggu jawabannya. Keraguan muncul dibenaknya tetapi tidak mungkin dia menolak dihadapan banyak orang.


"Cepatlah Seline! Pegel nih kakiku jongkok begini," ucap Navier.


Navier lalu berdiri dan menggenggam tangan Seline. Semua orang merasa baper ketika Navier memperlakukan wanita yang disukainya dengan baik.


"Sudah terima saja kasian nanti jika ditolak si Navi menangis dibawah ketiak mamanya," teriak Juna membuat semua orang tergelak tawa.


Navier mendengus. "Huh... Uncle kalo bicara suka bener aja."


Seline tersenyum dia lantas menganggukkan kepalanya. Navier kegirangan lalu ingin mengecup Seline tetapi langsung mundur.


"Anakmu main nyosor saja, Sean," ucap Juna.


"Kau yang selalu mengajari anakku aneh-aneh, Juna."


Sedangkan Mauren yang melihat Navier baru mendapatkan pacar ikut merasa senang. Seline adalah pacar pertama Navier. Dia berharap mereka bisa sampai menikah.


Acara berjalan dengan lancar, mereka saling menghabiskan waktu yang panjang ini. Sedari tadi juga Navier menempel pada Seline dan menunjukkan keromantisannya ke semua orang.


"Keluargaku semua baik 'kan?" tanya Navier.


"Iya, tuan."


"Jangan panggil aku, tuan! Panggil aku sayang!"


Seline mengernyitkan dahi. Navier mencubit pipinya dengan gemas. Nampak raut wajah Navier begitu bahagia.


"Eits.. Kim menikah lagi?" ucap Juna membuat semua orang memandangnya termasuk Sera yang mengobrol serius bersama Zara.


Sean mendekati Juna dan melihat ponsel Juna. Dia melihat Kim mengirim foto pernikahannya bersama Angelica.


"Kalian belum resmi bercerai 'kan?" tanya Zara kepada Sera.


Sera hanya terdiam bahkan untuk cemburu saja dia tidak berhak. Rasa kecewanya kepada Kim memang sudah sedari dulu. Maka dari itu dia memilih untuk bercerai dengan Kim.


Sean mencoba menelpon Kim tetapi nomor Kim tidak aktif. Dia sangat geram kepada teman terdekatnya itu yang seolah menyembunyikan pernikahannya.


"Ali," teriak Sean memanggil Ali.


Ali yang duduk bersama Logan menghampiri Sean. Sean langsung menunjukan foto pernikahan Kim.

__ADS_1


"Ayahmu menikah lagi?" tanya Sean.


Ali menganggukkan kepala dengan santai. Baginya tidak salah jika sang ayah memutuskan untuk menikah lagi.


"Kenapa tidak bilang kepada kami?" tanya Sean.


"Ayah menikah secara mendadak dalam perjalanan mencari buronan bersama Jackson."


Sean seolah kesal dengan Kim. Kim belum resmi bercerai dengan Sera tetapi bisa-bisanya sudah menikah dengan wanita lain apalagi wanita itu masih muda.


Disisi lain.


Jackson memutuskan untuk singgah di sebuah penginapan. Perjalanannya akan dilanjutkan besok. Penginapan tersebut disebuah pelosok desa yang begitu dingin.


Mereka memesan dua kamar dan tentunya Angelica akan sekamar dengan suaminya.


Setelah mendapatkan kunci dari sang pemilik. Mereka masuk ke kamar masing-masing.


Kim memutuskan untuk mandi duluan sedangkan Angelica enggan untuk mandi karena sudah terlalu malam.


Angelica menuju ke dapur yang sudah disediakan lalu menyeduh minuman hangat untuk suaminya. Baru kali ini Angelica merasakan mempunyai suami.


Dia tidak akan menyiakan kesempatan ini.


15 menit kemudian.


Kim keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah. Tubuhnya yang sangat putih sangat kontras dengan lampu di kamar itu.


Angelica lalu menyerahkan baju hangat dan jaket milik Kim. Kim langsung memakainya.


"Iya."


Kim lalu merebahkan dirinya di tempat tidur. Besok dia harus benar-benar menyiapkan tenaga untuk bertempur. Kim memandang langit-langit kamar dan tiba-tiba Angelica mengecup pipinya.


"Love you," ucap Angelica.


Kim hanya tersenyum. Dia mengelus kepala Angelica. "Tidak tanya tentang Louis?" tanya Angelica.


"Kita baru sehari menikah. Masih ada waktu panjang untuk membahas Louis."


Angelica tersenyum lalu memeluk Kim. Dia merasa wanita yang paling beruntung bisa menikah dengan paman-paman tampan itu.


"Oh ya, jika aku hamil bagaimana?" tanya Angelica.


"Kita menikah juga bukan untuk mendapatkan keturunan. Aku sudah terlalu tua untuk mempunyai bayi."


Angelica cemberut. Dia memalingkan wajah membuat Kim gemas. Kim terduduk lalu mengecup pipi bule itu. "Jangan sedih! Mari kita melakukan prosesnya saja! Malam pertama sebagai pengantin baru," ucap Kim sambil membuka jaket yang dikenakan Angelica.


(Yang mau baca adegan ranjang Kim Angelica bisa baca di instagram saya : Marr_Mystory)


*****


Navier memutuskan untuk mengantar Seline pulang ke rumah dan Ali yang menyetir untuk mereka.

__ADS_1


Malam ini sangat berarti bagi Navier dan akan selalu dia ingat saat Seline menerima cintanya.


Navier menggenggam jemari Seline, Seline tersipu malu. Sedangkan Ali menatap mereka dengan jengah.


"Ali," panggil Navier.


Ali melihat melalui kaca spion diatasnya. "Apa?"


"Muaaah." Navier mengecup pipi Seline. "Jangan iri!" ucap Navier seolah memamerkan kemesraannya bersama Seline.


Ali berdecih, dia lalu menatap kearah depan lagi. Dia ingin segera sampai ke tempat tujuan. Melihat kemesraan sepupunya membuat jiwanya meronta.


"Ali, Kak Dale sudah punya anak 5 tahun dan kau masih menjomblo? Haha..." ejek Navier.


"Sok sekali kau baru pacaran 2 jam yang lalu," jawab Ali kesal.


"Buahaahaha... Yang penting punya pacar bro."


Ali semakin kesal, dia melajukan mobilnya dengan kencang. Navier berteriak dengan kesal. Dia berdiri dari tempat duduknya dan menjambak rambut Ali. Ali membanting setir lalu Navier terpental ke belakang menabrak dada Seline.


Mantab, sekali lagi. Batin Navier.


Navier meminta maaf kepada Seline, Navier lalu berdiri lalu mendekati Ali yang menyetir. "Banting setir lagi! Lumayan dapat yang empuk-empuk," bisik Navier.


Ali membanting setir lagi tetapi malah Navier terentok kaca mobil.


"Mantab, empuk 'kan?" ejek Ali.


Navier mengusap kepalanya. Seline hanya tertawa kecil.


Navier mengambil ponselnya lalu mengirimi pesan kepada mamanya.


Navier


Maa, Ali nakal. Kepalaku dibenturkan ke kaca mobil.


Mama


Apa sih Navi? Sudah punya pacar kok mengadu sama mama. Malu dong!


Navier


Malu lagi jika mengadu ke pacarku, maa.


Navier lalu berdiri dan menjambak rambut Ali lagi. Mobil yang mereka kendarai oleng kesana dan kemari dan untungnya jalanan sangat sepi.


"Tuan, jangan bertengkar! Aku takut jika kita malah kecelakaan," ucap Seline sambil menarik Navier untuk duduk.


Navier langsung duduk diam saat Seline menggenggam tangannya. Jantungnya seperti akan meledak saat Seline juga melontarkan senyuman kearahnya.


"I love you, Selineku."


"Love you too, tuan. Eh maksud saya sayang."

__ADS_1


Sedangkan Ali yang jomblo ngenes. "Hueeeeek... Pengen muntah."


__ADS_2