My Crazy CEO

My Crazy CEO
Bab 39 : Pesta Seline


__ADS_3

Malam ini Seline mengadakan pesta kecil-kecilannya. Dia sudah berdandan sangat cantik, para undangan datang. Keluarganya mengundang beberapa orang penting. Seperti pacar Via dan Gita.


Seline menunggu kedatangan Navier, sang kekasih belum menunjukkan batang hidungnya. Matanya sangat awas untuk melihat kedatangan sang presdir yang merangkap menjadi pacarnya.


"Sel, mana Tuan Navier?" tanya Papa.


"Mungkin masih perjalanan, pah."


Papa hanya manggut-manggut lalu berjalan menghampiri teman-temannya yang sangat antusias ingin bertemu dengan presdir Young Group. Papa Seline membanggakan putrinya yang bisa menggaet hati Navier.


"Sebentar lagi kau pasti akan kaya raya jika putrimu bisa menjadi menantu Arsean William," ucap teman Papa.


"Doakan saja!"


"Oh ya, kau pernah bertemu dengan Arsean?"


Papa hanya diam sebab dia tidak pernah berjumpa dengan calon besannya tersebut tetapi ia sudah membujuk Seline supaya bisa dipertemukan dengan calon besannya.


Disisi lain, Seline menunggu sangat sabar walau tamu sudah saling berbisik sebab Navier belum datang. Seline tahu jika mereka datang ke pestanya karena hanya ingin melihat Navier apakah benar berpacaran dengan Seline? Mereka memang memandang rendah Seline.


"Dimana Tuan Navier, jangan-jangan kalian hanya pacar settingan?" tanya Via.


"Jika Tuan Navier tidak datang berarti kau memang mempermalukan keluarga kita," ucap Gita.


Seline tidak meladeni ucapan kedua adik tirinya.Dia menuju ke halaman rumah mencari keberadaan mobil Navier yang memang belum datang. Dia melirik jam yang menunjukkan pukul 9 malam lebih bahkan pestanya sudah mundur berjam-jam. Bukannya apa-apa, semua tamu sudah menunggu tetapi jika Navier tidak datang maka akan membuat dirinya sangat malu.


Seline masuk ke rumahnya, dengan langkah bimbang dia menghampiri papanya untuk segera menggelar pesta tanpa kehadiran Navier. Mimik wajah papanya menjadi pias, ia menggandeng Seline untuk menuju ke dapur.


"Dimana Tuan Navier?"


Seline hanya menggelengkan kepalanya. Sang Papa memukul pundaknya. Dia merasa sangat kesal karena sudah dipermainkan oleh mereka.


"Terus bagaimana para tamu yang sudah menunggu?" tanya papa dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Lanjutkan pestanya tanpa Navier, pah!" pinta Seline.


Sang papa hanya kecewa, teman-temannya pasti menghinanya karena dianggap sudah menipu.


Setelah itu juga, pesta dimulai tanpa kehadiran Navier. Semua orang saling berbisik menganggap keluarga Seline adalah penipu yang ingin mencari sensasi.


Seline begitu malu dihadapan para tamu, ia juga sesekali melihat ponselnya memastikan jika Navier mengirim kabar untuknya.


Satu jam berlalu, Navier tak kunjung datang. Semua tamu pastinya kecewa dengan keluarga Seline. Omongan tidak enak terdengar di telinga Seline. Seline hanya bisa diam dan semakin kesal dengan Navier.


"Wah, pembohong besar. Tidak mungkin putri anda memiliki hubungan dengan Navier. Itu tidak mungkin."


"Ya, benar. Navier Alister adalah orang terpandang. Tidak mungkin mau berhubungan dengan putri anda."


Cemoohan selalu terdengar di telinga Seline, apalagi saudara tiri Seline semakin tersenyum lebar mengetahui jika selama ini kakak tirinya berbohong.


Kenapa kau tega sekali mempermalukanku, Navier?


Aku hanya ingin kau datang apa susahnya?


Semua mata tertuju padanya, Seline tersenyum lebar lalu menghampiri sang pacar tercinta.


"Sayang, kupikir kau tidak datang?" tanya Seline.


"Maaf sayang, ada masalah lain jadi tidak bisa datang tepat waktu."


Seline mengangguk, ia menggandeng lengan Navier untuk masuk ke dalam rumahnya. Tentu saja semua orang menunduk sopan mengetahui kehadiran Navier. Orang-orang yang tadi berbicara tidak enak kini malu sendiri dengan ucapannya.


Papa Seline tersenyum lebar, ia mengajak Navier untuk berjumpa dengan teman-temannya tetapi dicegah oleh Seline.


"Pah, biarkan Tuan Navier makan dulu," ucap Seline.


"Oh iya, silahkan makan dulu! Papa sampai lupa karena saking semangatnya."

__ADS_1


Navier hanya tersenyum kecut, Seline membawanya untuk makan dan tentunya Seline memberikan kue ulang tahun yang sudah ia sisihkan untuk Navier.


"Maaf, aku membuatmu menunggu," ucapan Navier.


"Tidak papa."


"Mereka tidak berkata apa-apa 'kan?"


Seline hanya menggelengkan kepala. Dia tidak mungkin mengatakan hal sebenarnya pada Navier. Jika iya, Navier pasti akan sangat marah mengetahui jika Seline diperlakukan tidak baik.


Navier makan dengan lahap, Seline memperhatikannya. Sungguh, Navier sangat tampan tatkala bersikap normal. Dia memang tampan mirip Sean.


"Ali, kenapa kau diam saja seperti patung?" tanya Navier.


"Tidak apa-apa, tuan."


"Kak Ali juga harus ikut makan, oh ya pacar Kak Ali mana?" tanya Seline.


Ali tersenyum kecil. "Dia tidak bisa ikut karena harus bekerja shift malam."


Tiba-tiba ponsel Ali berdering, baru dibicarakan. Sang kekasih menelponnya. Ali mengangkatnya dengan semangat.


"Hallo, Jessi? Baiklah, nanti malam aku akan menjemputmu. Sampai nanti."


*****


Maaf jika updatenya tersendat karena harus update si Dewa. Novel NONA MENIKAHI BOCAH sedang ikut lomba. Mau menang atau tidak yang penting udah usaha.


Si Navier belum tamat kok. Tapi maaf jika jarang update.


Yang kepo novelku yang lain bisa cek.


__ADS_1




__ADS_2