My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Mahasiswa Baru


__ADS_3

Pagi ini terasa berbeda dari hari-hari sebelumnya, suara kicauan burung begitu indah dengan hembusan angin bertiup kencang hingga jendela pun menjadi terbuka.


Hanum duduk didepan cermin, sedang mengenakan hijab untuk dikenakannya ke kampus, sembari menatap wajahnya di depan cermin.


" Ya Allah ... udah gak sabar nih, ini hari pertama aku jadi mahasiswa, Alhamdulillah ... akhirnya perjuangan ku berakhir indah."


Dia masih duduk didepan kaca dengan wajah yang berseri seri, rasanya ingin sekali berteriak sekencang kencangnya. Karena, begitu gembira akhirnya dia bisa melewati masa masa ospek di kampusnya yang begitu melelahkan.


Hanum penasaran, sampai dia berangan angan apa yang akan terjadi di kampus, akankah dirinya menemukan pujaan hati ?. karna diam diam Hanum telah melirik salah satu kating yang kemarin menghukumnya berkeliling lapangan kampus, namun saat ia memikirkan nya tiba-tiba.


~tokk... tok... tok... terdengar suara seseorang yang sedang mengetuk pintu kamarnya.


" Hanum .... Hanum .... anum..." Teriak seseorang dari depan pintu kamarnya


Dia adalah ibunda dari Hanum, Hanifah Humaira Adinda. berparas cantik, berkulit putih, dan bertubuh mungil.


Hanum sangat mirip sekali denganya, hingga banyak yang mengatakan bahwa mereka adalah adik dan kaka dan bahkan ada yang mengatakan bahwa mereka saudari kembar.


"Iyaa... Iyaa Bunda, Sebentar ..." Berjalan ke arah pintu


"isshh ... Bunda gangu deh, gak jadikan ngehayalnya". Gerutu nya dalam hati


~klek~ Hanum membuka pintu


" Wahhh .... anak bunda satu satunya udah rapih dan cantik benget nihh, mau ketemu gebetan atau mau kuliah siihh? " menggoda sang putri, dengan raut wajah penasaran


" Bundaaaa.... apaaa sihh, kan hanum tuh mau ke kampus mau belajar !, bukan mau ketemu gebetan " Menjawab dengan ketus


Tanpa disadari pipi hanum memerah karena malu, dan ia bertanya tanya kenapa bundanya bisa menebak apa yang dirinya rasakan saat ini


" Uuuu... itu pipinya kok jadi merah gitu sih " Hanifah kembali menggoda sang putri yang tersipu malu


" Bunda tau kok, kamu lagi nyari gebetan kan ?, iyaa kan ? ooo... ayoloh bunda bilangin ayah yaa, bisa bisa ayah marah nih sama Hanum ". Hanifah kembali menggoda Hanum


" Bunda... kok gitu sih, nanti ujung- ujungnya perjodohan lagi perjodohan lagi, aku tuh udah dewasa, aku gak mau bunda sama ayah jodohin aku, biar aku yang nyari sendiri !."


Jawabnya ketus, sambil memalingkan wajah, kemudian meninggalkan Hanifah yang masih diam didepan pintu kamar Hanum.


Hanum menuruni anak tangga satu persatu sambil mengulangi perkataan bundanya yang mengusik pikiran


" Bunda bilangin ayah yaa kalo kamu mau nyari gebetan blablabla..." Dia mengulangi perkataannya dengan menunjukan muka tak suka sambil mengedepankan bibir mungilnya, menandakan ia sedang mengejek.


_Ruang Makan_


" Pagiii kesayangan ayahh..." Hendak mencium pipi anaknya, namun Hanum menghindar dan memalingkan wajahnya


" Kalo Ayah sayang sama Hanum, Ayah jangan jodohin Hanum !!!. " dengan nada kesal dan menancabkan garpu ke piring yang ada di hadapannya

__ADS_1


Kemal adalah Ayah dari Hanum, Kemal Widjaya nama lengkapnya beliau adalah pendiri perusahaan " KHF group " sebuah perusahan makanan terkenal dikota A tersebut, KHF diambil dari singatan namanya dan istrinya tercinta yaitu Kemal Hanifah Food Group.'


" Sayangg... gak boleh cemberut gitu dong sama Ayah, Ayah lebih tahu yang terbaik untuk kamu ". Ia mencium putri semata wayang yang sedang menatapnya tajam.


" Terserahhhh..!!! Pokoknya Hanum gak mau. " ia mengembungkan pipinya dan memanyukan bibirnya


Kemal tersenyum melihat tinggah Hanum yang membuatnya menggelengkan kepala, Hanifah yang baru saja turun dan sampai di ruang makan pun ikut tersenyum.


"Anaknya Bunda, Gak boleh manyun gitu". Mengambil piring dan mengalaskan nasi untuk suami dan Hanum


"Anak kita sudah besar, kok masih suka ngambek ya bund" Ledek kemal


"Kalo gak mau liat anaknya ngambek, jangan ngejodohin dong. Kaya jaman siti nurbaya aja " Memasukan satu sendok penuh nasi ke mulutnya


Kemal dan Hanifah saling menatap, serta melempar senyuman setelah mendengar perkataan Hanum.


" Anak Ayah udah pinter protes tuh " Ucap Hanifah


Kemal tak menjawab ledekan sang istri kepada putrinya, dirinya memilih diam dan tersenyum sambil menikmati sarapan.


Setelah selesai sarapan " Sayang, Aku berangkat dulu yaa " Berdiri merapikan dasi


" Iyaa Mas, Hanum berangkat bareng Ayah ?" Teriak Hanifah dari dapur


Moment sarapan tadi pun berlalu, ia mengambil tas dan berpamitan kepada Bunda nya untuk pergi ke kampus bersama sang Ayah


Hanum duduk di belakang karena masih kesal pada sang Ayah, biasanya Hanum duduk di sampingnya namun kali ini ia putuskan duduk di belakang.


Hanum hendak membuka pintu mobil, namun ia urungkan kembali niatnya.


" Ayaah ... uang jajan hari ini? " Menyatukan kedua telapak tangannya dan di arahkan ke wajah sang Ayah.


" Bunda emang gak kasih? " Merogoh sakunya, dan memberikan uang 2 lembar berwana merah.


Hanum menggelengkan kepala sambil menerima uang yang Ayah sodorkan padanya, tak lupa ia pun mencium punggung tangan dan mencium pipi sang ayah. Dan Segera kembali membuka pintu mobil untuk memasuki kampus.


" Terimakasih Ayah.... Love you. " Menutup pintu mobil


" Love you too baby, emm... giliran di beri uang baru aja bilang sayang, untung sayang beneran deh ". Tersenyum sendiri saat melihat sang putri melambaikan tangannya di depan kampus dan Kemal pun kembali melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.


🔊🔊🔊 " Tes Tes ... Kepada seluruh mahasiswa baru diharapkan untuk kumpul di aula kampus ".


semua mahasiswa barupun berlarian menuju ke aula. begitupun Hanum, tetapi tiba tiba...


~brugg~


" Aww... "

__ADS_1


" Maaf maaf ... saya buru buru, maaf saya gak lihat ada kamu " mengulurkan tangannya, namun Hanum abaikan dan memilih untuk bangkit sendiri, sambil menepuk nemuk bajunya yang kotor.


" Gak apa-apa kak " Menengadah ke atas, betapa terkejutnya Hanum ternyata itu adalah kating yang ia sukai.


Dalam hati " Astagfirullah ... yaa Allah inikan kakak yang kemarin menghukum aku, istighfar hanum istighfar "


Hanum pun menggelengkan kepala agar sadar dari tatapannya yang melonggo


" Aku Fauzan, Ehh... kamu kenapa geleng geleng kepala, kepala kamu sakit?"


" oooohhh.... namanya Fauzan " mengangguk angukan kepala


" Ehh... engga kak, engga kok gak apa apa... "


" Yaudah kalo gitu sekali lagi maaf yaa... aku duluan, aku lagi buru buru ". Berlari kembali dan meninggalkan Hanum


" Dia kenapa yaa kok lari lari begitu " melihat Fauzan yang kembali berlari


Namun tiba tiba ada yang memanggilnya


" Hanummmm...." ucap mereka serentak


Merasa dirinya dipanggil, Hanum pun melihat ke arah sumber suara dan melambaikan tangannya, mereka pun menghampiri Hanum.


" Hanum kamu jatuh dimana ?, kok baju kamu kotor ? " Syeril melihat ada sesuatu di bajunya


" Ohh iyaaa ... Aul baru ngeuh baju kamu kotor Hanum " Timpal Naula


" Emm ... tadi aku gak sengaja di tabrak orang, tapi gpp kok, yuk kita ke aula nanti telat di hukum lagi "


" Ayok bener nih kata Hanum, Ayo guys kemon ". Naula menarik lengan teman teman nya


Mereka berempat pun lari terbirit birit menuju aula untuk mendengarkan informasi yang akan disampaikan.


~ Aula~


" Tes tes... selamat datang kepada para mahasiswa baru kampus Harapan Nusantara, mari beri tepukan yang meriah untuk kita semua "


" Prokk ... Prok ... prokk ... " Mahasiswa serentak bertepuk tangan


Hanum dan kawan kawanpun bertepuk tangan, namun saat Hanum melihat siapa yang berbicara didepan, betapa terkejutnya dia tertanya yang berbicara di depannya adalah ...


ia mengedip ngedipkan matanya dan melihat kembali orang tersebut, setelah memfokuskan mata kepadanya ia pun meyakini bahwa, orang yang berbicara tersebut ...


_____________________________________


Kritik dan saran adalah salah satu cara kamu mendukung Author.

__ADS_1


Terima kasih telah berkunjung, Semoga suka dan terhibur, Jangan lupa like koment and stay reading disini. Jangan lupa Vote juga yaa


Lope you All


__ADS_2