
Makan siang telah tiba, Syeril, Hana dan Naula segera menuju kantin.
" Apa kau melihat Hanum ? " Tanya Hana
" Tidak, Aku tidak melihatnya " Naula menjawab
" Dia kemana ? Baru masuk kok sudah absen " Timpal Syeril
" Ohh iyaa Guys ... Tadi aku lewat ke aula dan aku lihat ada pak Hans yang sedang marah kepada para mahasiswa Fakultas Kedokteran, Apa ini ada kaitannya dengan Hanum ? "
" Benarkah ? Mengapa dia marah, bukankah pak Hans tidak mengajar di kelas kedokteran? "
"Entahlah, Ehh guys ...Aku cabut dulu yaa ... ada acara keluarga, nanti beri kabar kalau kalian mendapatkan sesuatu tentang Hanum" Naula beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Syeril dan Naula.
" Coba kita telpon Hanum saja Syer, aku khawatir padanya " Usul Hana
" Baiklah " Merogoh kantong sakunya mencari smartphone
" Tut .... Tut ... Tut ... " Suara Ponsel Memanggil
__________________________________
" Ponsel mu bergetar " Memberikan nya pada Hanum
" Aku tidak mau mengangkatnya, angkatlah "
" Hei ini ponsel mu "
" Abaikan saja, Kepalaku sakit sekali "
" Sye... Ril ... " Membaca kontak yang menelpon
" Huh syeril ?, Dia menelpon ? "
" Iyaa ... Angkatlah " Memberikannya kembali
" *Hallo ... Assalamualaikum Syeril "
" Wa'alaikumsalam ... Hanum Kamu dimana ? mengapa kau tak kuliah ? Kau sakit ? sakit apa ? apa kau pergi ? kau pergi kemana ? mengapa tak memberikan kabar kepada kami ? "
" Haha ... Kau kenapa ? aku bingung akan menjawabnya. Aku di rumah sakit syer, Aku tidak kuliah karena aku sakit, Aku sakit gejala tipes, Karna aku lupa. Hehe ... maafkan aku " jawab Hanum cekikikan mendengar suara Syeril.
" Kau di rawat dimana ? "
" Di Rs Hsn, dekat dengan rumah ku "'
" Baiklah setelah selesai kuliah kita akan kesana "
Hanum Asyik berbincang dengan temannya, Hans memutuskan untuk keluar kamar mencari udara segar, Setelah merapikan kamar yang berserakan.
" Aku harus berjalan jalan sebentar " Meregangkan otot ototnya
Setelah berjalan jalan Hans kembali ke ruangan
" Sudah selesai menelpon ? " Menutup pintu
" Sudah, Teman teman ku akan kesini pulang dari kampus "
" Ohh yaa ?, Haruskah aku pergi ? " menunjuk diri sendiri
" Tidak, Jangan ... Tetaplah disini "
" Baiklah "
__ADS_1
--------------------------------------------------------------
" Assalamualaikum... Hanum " Hana membuka pintu
" Wa'alaikumsalam " Jawab Hans
Batin syeril "Hah... pak Hans, bersama Hanum ? " saat melihatnya ada di ruangan Hanum
Hana dan syeril menundukkan kepala memberikan hormat kepada Hans
" Hanum nya sedang tidur yaa pak ? "
" Ohh iyaa ... tadi suster ngasih obat, mungkin efeknya jadi mengantuk "
" Emm begitu pak, Ehh ... pak tidak usah di bangunkan kasian " Melarang Hans yang hendak membangunkan Hanum
" Tidak apa - apa, tadi Hanum meminta dibangunkan ketika kalian datang " Mengusap lembut pipi Hamun dan mendekatkan bibirnya pada telinga
" Heii ... Bangunlah ... teman teman mu sudah datang " berbisik
" Huammm ... " Hanum menguap dan menggeliat
" Buka mata mu, Mereka datang ... " bisiknya kembali
" Hmm ... Mereka datang ? " Suara bangun tidur dan mengubah posisi menjadi duduk dengan mata masih menutup
" Buka mata mu, Aku akan keluar sebentar " Pamit Hans namun lagi lagi Hanum memegang tangan nya
" Mau kemana ?, Tetaplah disini " Membuka mata dan menatapnya
" Hihi ... Kau lucu sekali, Aku akan ke depan sebentar membeli makanan. Tak akan lama "
Mencubit gemas pipi Hanum
" Iyaa tidak akan " Mencium puncuk kepala dan pergi keluar
" Saya tinggal dulu " Pamit Hans pada teman Hanum
" Haaaanuuuummmmm .... " Ucap Hana menghampiri Hanum dengan tangan yang di buka lebar
" Hanaaaa ... " Mengikuti apa yang Hana lakukan
Mereka pun melakukan kegiatan teletubies yaitu berpelukan, Namun tidak dengan Syeril yang hanya terdiam
" Syeril " Panggil Hanum saat selesai melepaskan pelukan dengan Hana
" Ehh ... iyaa Num, Gimana keadaan kamu sekarang ? "
" Alhamdulillah mendingan "
" Ohh iyaa kenapa kamu bisa berada di sini ? "
" Kemarin aku kelelahan Syeril, Kau tahu badanku mudah lelah "'Jelas Hanum
" Apa yang kau lakukan hingga badanmu begini " Tanya Hana
" Kemarin aku berlarian, mencari anggota regu mengelilingi kampus "
" Benarkah ???, Kau di hukum ?" Hanum hanya mengangguk
" Pantas saja, tadi aku melihat pak Hans mengumpulkan mahasiswa FK di aula dan memarahinya "
" Hah ? Pak Hans memarahinya ? "
__ADS_1
" Iyaa Hanum ... " Mengangguk
" Ehh Hanum ... Mengapa pak Hans menunggu mu disini ? " Tanya Syeril kepada Hanum
" Dia ... Dia Ehh ... " Hanum ragu menjelaskan nya
" Dia siapa num ? " Hana penasaran
Hanum Menatap kedua sahabatnya menunggu jawaban dengan memasak wajah yang menurutnya lucu
" Haha ... Muka kalian astaga, Ayolah biasa saja " Tertawa
" Ayolah ceritakan pada kami " Bujuk Syeril
" Baiklah ... Dia, Dia Tu... Nangan ku "
" Hahhh... " Menjawab serentak
" Kau tak percaya ? " Mereka mengangguk, Hanum melihatkan cincin di jari manisnya
" Aaaaahhhh .... Hanum, Tega teganya kau mendahului ku " Teriak Hana gembira
Namun tidak dengan Syeril hatinya panas, Mengapa Harus Hans yang menjadi tunangan sahabat nya diantara sekian banyak dosen yang berada di kampus.
" Aku pun tak tahu Hana, Itu terjadi begitu saja " Jelas Hanum
" Aahhh ... Aku senang sekali Hanum, iyaa kan Syer " Menyenggol dengan tangannya
" Hah ... I ... Iya, A... aku ikut senang " Syeril berbohong
Mereka berbincang bincang kesana kemari, menceritakan banyak hal kepada Hanum. Sedangkan Syeril harus bersandiwara di hadapan Hanum dan Hana
Tanpa disadari mereka Hans telah kembali dengan membawa makanan di tangannya. Hans melihat Hanum tertawa dengan teman teman nya padahal dari tadi ia sangat murung dan lemas. Hans pun ikut tersenyum melihat Hanum bisa kembali ceria
" Ehh Pak Hans " Ucap Hanum yang melihat keberadaan nya
" Lanjutkan ngobrolnya, saya akan mencari udara segar " Menyimpan kangong kresek
" Pak, Bapak gak usah keluar. Cukup lihat Hanum saja sudah segar " Ucap Hana menggoda Hans
" Hah ... " Hans terkejut mendengar nya tanpa di sadari pipinya mulai merona
" Iihh pipinya kenapa pak " Ledek Hanum
" Ahh tidak, saya akan keluar makanlah makanannya " Berlari ke arah pintu
" ihh Hanum ... Gemay aku ningal na, meni lucu eta pipina " Logat sunda Hana keluar sembari tertawa
" Heem ... Bereum kitu nya " ikut tertawa
Mereka kembali berbincang sambil memakan snack ringan yang Hans belikan, karena matahari mulai tenggelam Hana dan Syeril berpamitan pulang.
-----------------------------------------------------------------
Hallo Para Readerssss ....
Happy Reading , Terus dukung aku yaa...
Makasih banyak buat yang udah baca...
Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,
Anddddd..... Likeeeee
__ADS_1
Lopeee u All