My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Maaf


__ADS_3

Zain tidak tahu bahwa Hanum memiliki asma, Dia sangat merasa bersalah padanya. Ia akan menjadi dokter namun dirinya tak bisa mengobati orang terdekat nya.


Itu adalah alasan Zain untuk membawa Hanum ke rumah sakit, Zain tahu apa yang harus ia lakukan namun mendadak tak bisa melakukan apapun.


" Maafkan aku Hanum, Maaf ... " Kata itu terus terucap di bibirnya


Hanum yang setengah sadar hanya bisa melihat Zain yang panik, Dia kembali memasang wajah seperti di bandara, Panik dan ketakutan.


Hanum di periksa oleh dokter, Setelah selesai dokter pun menjelaskan apa yang terjadi pada Hanum.


" Pasien tidak apa apa, tidak ada yang serius. Dia hanya terkejut dan asma nya pun kambuh ". (Ceritanya Pakai bahasa korea yaa Guys, karena males translet dan kalo di terjemahin pun Author gak akan paham hehe ... Anggap aja ini bahasa korea wkwk)


" Baik dok, Terima kasih " Dokter pun meninggalkan Zain


" Hanum ... Maafkan aku " Memegang tangan nya


Hanum hanya menatapnya karena masih memakai oksigen, dan masih terasa sedikit sesak.


_____________________________________


Hans membawa Syeril ke apartemen miliknya, Syeril terkagum kagum akan kemewahan apartemen milik Hans.


" Kau akan tinggal di sini ". Duduk di kursi


" Benarkah ?, Sendirian ? " Ikut duduk di samping Hans


" Tidak, Aku akan menemani mu ". Mengambil remot tv


" Tapi, kita ... " Tidak melanjutkannya


" Kenapa ?, Aku akan segera menikahi mu " Menonton tv


" Hah ? " Terkejut


" Kau tak mau ? " Beralih menatapnya


" Tidak, bukan begitu. Tapi ... Hanum bagaimana ? " Berkaca kaca


" Emm ... " Hans tak bisa menjawabnya


" Hanum sangat mencintaimu, Setiap kita bertemu dia slalu menceritakan mu ".


Hans terdiam, Dia pun tak tahu harus berbuat apa pada Hanum.


" Hanum sangat bahagia saat bersamamu, Tapi ... Tapi aku merebut kebahagiaan nya " Menangis


" Sudahlah ... Besok kita membicarakan hal itu, Ini sudah malam. Aku akan tunjukkan kamar mu ". Menarik lengan nya


" Ini kamar mu " Membuka pintu


" Ini ?, Kebesaran kasurnya, Kamarnya juga. Tidak ada yang lebih kecil ?. "


" Tidak ada, kalau kau ingin yang lebih kecil. Tidurlah di sofa ahaha... " Tertawa


" Baiklah aku akan tidur di sofa " Berjalan menuju ruang tamu


" Ehh tidak, aku bercanda. Badanmu akan pegal pegal, Tidurlah di kamar. "

__ADS_1


" Tidak aku tidak mau "


" Kenapa ? "


" Itu terlalu mewah untuk aku yang kotor " Menundukkan kepalanya


Hans terdiam, dan menggendong tubuh mungil Syeril agar tidur di kamarnya.


" Huwaaa... Turunkan aku " Menendang nendangkan kaki


" Tidurlah di kamar, Aku akan tidur di sofa " Membaringkan tubuhnya di kasur king size


" Mengapa dia baik padaku dan tidak meminta bayi yang ada di dalam perut ku untuk di gugurkan ? " gumamnya dalam hati


Hans menyelimuti Syeril. " Emm ... Apa tidak seharusnya kita gugurkan bayi ini ? " Memegang perutnya


Seketika Hans menatapnya tajam " Apa yang kau katakan ?!, Dia tidak bersalah ! " Membentak Syeril


" Maafkan aku " Matanya berkaca kaca


Hans tak mengatakan apapun dan keluar menuju ruang kerjanya, Hans menelpon ayahnya.


" Hallo Ayah ... "


" ... "


" Maafkan aku Ayah ... Aku telah mengecewakan mu " Mengepalkan tangan nya menahan tangis


" .... "


" Iyaa Yah ... aku akan segera menikahi nya "


" Iyaa aku tahu, Itu konsekuensi dari apa yang aku buat "


"..."


" Maafkan aku "


".... "


Ayahnya benar benar marah pada Hans, dan mereka harus membatalkan pertunangan antara dirinya dan Hanum.


_________________________________________


Keesokan harinya Hans dan sang Ayah datang ke rumah kedua orangtua Hanum.


" Assalamualaikum " Mba Elly membukakan pintu


" Wa'aliakumsalam, Silahkan masuk "


" Eehhh ... Widyanto " Sapa kemal


" Hallo bro ... "Keduanya Bersalaman


" Kenapa ? Wajah loe kok cemberut gitu sih "


" Maaf bro ... Sepertinya kita harus membatalkan pertunangan anak kita "

__ADS_1


Kemal dan Hanifah terdiam. Mereka sudah menduga akan menjadi seperti ini, Mereka mengkhawatirkan Hanum yang akan syok ketika mendengar kabar bahwa pertunangan mereka harus berakhir .


" Maafkan saya Om, Tante ... " Berlutut dihadapan keduanya


" Maafkan saya, Saya sangat menyesal. Maafkan saya telah mengecewakan Om dan Tante, Dan saya telah menyakiti hati Hanum, Saya benar benar minta maaf " Menundukkan kepala dan menangis dihadapan keduanya


" Tidak apa apa, Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kamu kedepan nya " Mengusap punggung Hans


" Iyaa nak, Bunda tidak apa apa. Namun bagaimana dengan Hanum ? " Ucap Hanifah yang ikut menangis


" Tante ... Maafkan Hans " Memegang kedua tangan nya


Kedatangan membuat semua yang ada di rumah tersebut menangis mendengar kabar buruk dari Hans, Begitu pula Mba Elly yang ikut mendengarkan di dapur.


_______________________________________


Syeril terdiam di apartemen karena Hans tidak mengijinkan dirinya untuk kembali kuliah.


" Apa yang harus aku lakukan, Aku sangat bosan " Berjalan ke dapur


Membuka kulkas, ternyata terdapat sayuran didalamnya. " Aku masak saja " Mengambil sayuran.


Syeril pun mulai mengolah sayur itu agar menghilangkan bosan. Terdengar samar suara seseorang membuka pintu.


" Assalamualaikum ... Aku pulang " Menutup pintu


" Wa'aliakumsalam, Bapak sudah pulang ? " Senang melihat Hans di hadapan nya


" Iyaa ... Kau senang ? " Menatap Syeril yang wajah nya berbinar binar


Syeril mengangguk sambil melanjutkan aktivitas memasaknya.


" Emm wangi apa ini ? " Mencium aroma rempah


" Aku memasak sayur yang ada di kulkas, Tidak apa apakan ? " Hans menggeleng


" Jadi laper " Memegang perutnya yang keroncong ngan


" Kau ingin mencicipi nya ? " Mengambil sendok


" Tidak ... " Mengambil mangkuk dan memberikan nya


Syeril menatapnya " Kan gak mau di cobain, Kenapa ngasih mangkuk ? " Ucapnya sensi


" Ayolah ... itu takkan cukup, jadi aku memberikan mangkuk " Tersenyum


" Aishh ... kau ini " Berpura pura hendak memukul Hans dengan mangkuk


" Bumil galak " Ledeknya


Syeril makin sebal dengan Hans " Nih ... " Memberikan mangkuk berisi sayur


" Loh kok gak ikhlas gitu ngasihnya ? " Melihat sayur tumpah di meja


Syeril tidak menjawabnya dan meninggalkan Hans sendirian di meja makan


" Kau tidak akan makan ? " Berteriak

__ADS_1


" Tidak " Menyalakan televisi untuk menonton film kesukaan nya


___________________________________________


__ADS_2