
Hans lelah telah melakukan gerakannya berkali kali, Keringat mulai bercucuran dari sekujur tubuhnya.
" Ini sudah 45 menit, Kau masih belum puas ? " Napasnya terengah enggah
" Sudah aku puas melihat kau seperti itu " Tersenyum gembira dan mengambil makanannya
" Kalau bukan karena anak gue, kagak mau dah gini ginian " Menarik bajunya agar keringat nya hilang
" Ohh gak ikhlas ? " Menjawab perkataan Hans yang terdengar oleh nya
" Engga sayang ... Ikhlas kok " Mencoba menutupi amarahnya
" Gitu dong, orang bukan aku yang mau yaa de .Ini dede yang maukan ? " Berbicara dengan perut nya
Hans meninggalkan Syeril di kamar dan menuju dapur untuk mencari minum, Dia benar benar kehausan, Energinya habis untuk ia pakai menari.
" Astaga ... Gini amat yaa layanin bini yang lagi ngidam " Mengambil botol di kulkas
" Ehh dia belum jadi bini gue " Menimun air yang ada di botol.
" Kagak sanggup dah, tiap hari kek gini ". Hans terus mengomel
Setelah mengeluarkan emosi nya, Hans kembali menemui Syeril di kamar. Membuka pintu secara perlahan.
" Dia sedang solat " Melihat Syeril memakai mukena
Hans terus menatapnya hingga Syeril beres melakukan kewajibannya.
" Pak Hans " Melihat Hans yang mematung di depan pintu
" Do'a apa yang kau panjatkan pada Allah ? "
__ADS_1
" Haruskah aku memberi tahu mu ?, Itu hanya aku dan Allah yang tahu ". Merapihkan mukena
" Kau tidak akan memberitahu ku ? "'
" Tidak " Duduk di tepi kasur
" Yasudah, tidurlah " Menutup pintu
" Pak Hans ... " Berjalan kearah pintu
" Ada apa ? " Menengok ke belakang
" Bisakah kita berbicara sebentar ? "
" Baiklah, Kita duduk disana "'
" Pak, Saya tidak mau menikah dengan bapak. Tugas saya hanya melahirkan anak ini " Mengusap perut nya yang masih rata
" Apa yang kau katakan, Aku akan tetap menikahi mu ". Ucap Hans tegas
" Aku tidak mau, jika bapak memaksaku untuk menikah. Aku akan pergi dari sini ".
" Dan aku akan menemukan mu "
" Pak, Tolonglah ... Aku benar benar merasa bersalah kepada Hanum ".
" Terus ? "
" Nikahi Hanum, Saya mungkin akan memilik pak Hans. Namun tidak dengan hati nya, Itu sangat menyakitkan. Maka dari itu jangan menikahi aku ".
" Aku akan tetap menikahi mu "
__ADS_1
" Pak.... Hanum bagaimana ? ".
" Aku akan melepaskan nya ". Ucapnya pelan
" Bapak takkan bisa, Kumohon pak tinggalkan saya. Dan menikahlah dengan Hanum ".
Hans terdiam, tidak menjawab apapun pertanyaan yang di lontarkan Syeril. Dia sudah mantan meninggalkan Hanum, Tapi hatinya tak bisa berbohong bahwa Hanum masih menjadi cintanya.
" Syeril ... Kau tahu ?, Aku melakukan kesalahan seperti Ayahku. Dan begitu pedihnya harus menjadi anak yang tidak memiliki ibu ". Ucapnya bergetar menahan tangis akan masa lalunya
" Ayah mu melakukan hal ini pada ibu mu ? " Hans mengangguk
" Maka dari itu, Aku tidak ingin anakku menjadi seperti ku ".
" Tapi bayi ini memiliki ibu ".
" Apa dia memiliki Ayah jika kita tidak bersama ? " Syeril menggeleng
" Jadi ku mohon, Ku mohon padamu jangan membahas hal ini lagi " Syeril mengangguk
" Aku hanya ingin masa depan anakku baik meski aku harus berlumuran darah untuk mendapatkan kebahagiaan nya ". Hans menatap Syeril
" Aku yakin Hanum akan mengerti Syeril " Memegang tangan nya
" Tapi ... Aku " Hans menutup mulut nya
" Demi Bayi kita, Demi anakku. Meski kehadirannya tak diharapkan, Namun ... Kebahagiaanya meski diutamakan ".
" Ini berat bagiku, bagi kita ". Memeluk Syeril
" Aku akan mencoba mencintai mu dan anakku, Kita akan menjadi keluarga kecil yang bahagia. " Mempererat pelukan nya
__ADS_1