My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Ternyata Dia


__ADS_3

Hanum merogoh sakunya mencari handphone di saku celana, dan melihat photo ketika ia dipertemukan dengan calon suami yang akan di jodohkan dengannya.


Hanum melihat poto tersebut kemudian di perbesar agar nampak jelas, Hanum menatap layar smartphone kemudian menengadah melihat orang yang sedang berbicara didepan, ternyata itu benar dia adalah orang yang ada di dalam poto tersebut.


Hanum membelalakan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangan, rasanya ia ingin kabur dari aula tersebut.


" Astagfirullah ... itukan orang yang akan di jodohkan denganku, mengapa dia disini dan berbicara didepan sana? " Berbicara dalam hati


Dirinya bertanya tanya, dan mengingat kejadian 2 minggu yang lalu.


Flash back on


" Hanum, besok kamu dandan yang cantik yaa ... anak ibu yang sholehah. "


Hanum yang sedang memainkan layar smartphone nya tidak menghiraukan apa yang dikatakan sang bunda, Hanum sedang asyik memainkan game favorit nya, hingga bunda pun memanggilnya kembali.


" Hanum ... " Menyenggol tangannya.


Merasa dirinya di senggol pun akhirnya menoleh kepada sang bunda.


" Iyaa bundaaa, ehh tadi bunda bilang Anum harus dandan? mau ada apa bun kok harus dandan segala ". Kembali memainkan handphone


" Pokoknya kamu nurut saja yaa sayang, yaudah yukk turun kita makan siang." Menarik dengan lembut tangan nya.


Hanum pun bangkit dan mengobrol bersama sang bunda sambil menuruni anak tangga


~ keesokan harinya


Hanum menuruti keinginan sang bunda, Dia berpikir bunda dan ayahnya akan mengajaknya keluar untuk berjalan jalan atau akan mengadakan liburan bersama, dengan semangat Hanum mulai memoles wajahnya dengan make up.


"'Kira kiraaa... Bunda sama Ayah akan ajak aku kemana yaa, ke mall ? ke taman ? ahh entahlah." Mengangkat kedua bahunya dan tangannya sedang asik menghiasi bibir pink mungil milikny


Hanum mengeraskan volume speaker yang sedang di dengarkannya, sambil sesekali bernyanyi mengikuti iringan musik.


~sedangkan dibawah~


" Bun ... kok belum datang juga yaa. " Ayah yang sedang mudar mandir menunggu tamu spesial dan hingga saat ini dia masih belum datang.

__ADS_1


Namun ... tiba tiba, ia berhenti dan bertanya pada sang istri yang sedang melihatnya mundar mandir tak karuan


" Ayang, kira kiraa... Hanum menerimanya atau tidak yaa ? " Menggaruk kepalanya yang tak gatal


" Kita lihat nanti aja bep, ketika Hanum sudah bertemu dengannya, ayah tenang dong, sini duduk disamping bunda ".


Ayahnya yang sedang mondar mandir pun memutuskan untuk duduk di samping istrinya.


ia menyodorkan makanan yang sedang di genggam ke mulut sang suami.


" Ayang...kalo nanti anum gk mau di jodohkan, ayang janji yaa takkanmemaksanya untuk menerima perjodohan ini "


" Tap... " belum selesai mebgucapkan nya terdengar suara bel berbunyi, dan tak melanjutkan ucapan yang hendak dia katakan.


Dengan semangat Ayah hanum bangkit dari duduknya dan menuju kearah pintu yang sudah di buka kan oleh mba Elly asisten rumah tangganya.


" Assaalamua'laikum pak kemal ". dengan semangat dia mengucapkannya.


Dari belakang ada seorang pemuda yang mengikuti langkah pak Widayanto, tidak lain tidak bukan dia adalah putranya yang hendak di jodohkan dengan putri pak kemal yaitu Hanum.


" Wahh makin keren aja loe bro " sambil menepuk nepuk punggung sahabatnya


" Yoi dong... harus makin keren, kan anak kita akan segera kita jodohkan. " tersenyum mengangkatkan sebelah halisnya


" Wahh bisa aja brader. " mereka pun tertawa bersama


" Mari masuk kedalam "


" Mari duduk silahkan jangan sungkan anggap aja rumah sendiri. ucapnya sambil tersenyum.


" Mbak elly ... tolong pangilkan anak saya di kamarnya. "


sementara itu mereka bercanda gurau membahas mengenai cerita masa lalu mereka berdua.


~ kamar Hanum.


" Ohh tuhan ... ku cinta dia, kusayang dia rindu dia inginkan dia... " Hanum sedang menyanyikan lagu yang sedang ia dengar, sambil mengenakan kerudung.

__ADS_1


" Selesaaaaiii ... wahh alhamdulillah, makasih ya allah engkau telah menciptakan hamba dengan sebaik baiknya. " Hanum tersenyum di depan cermin.


"'Turun ahh... pasti ayah dan bunda udah nunggu di bawah. " Mengambil tas dan pergi menuju pintu .


~ ceklek. pintu kamar ia buka, namun betapa terkejutnya hanum saat melihat mba elly ada di depan pintu kamar nya.


" Astagfirullah ... mba lly, ya ampun hanum meni kaget lihat mba lly. " Mengelus ngelus dadanya.


" Maaf non, saya disuruh tuan untuk memanggil non hanum. "


" Ohh yaa? asyik. yaudah mba kita turun kebawah. "


Sambil menuruni tangga ia bersenandung lagu yang sedang ia dengarkan di telinganya, Dan bernyanyi dengan cukup keras hingga semua orang yang berada di bawah seketika melihat kepadanya.


Hanum yang bernyanyi dengan melihat kebawah dan sesekali berhenti untuk mengoyangkan badannya mengikuti iringan lagu.


" Itu hanum bro ? " ia menepuk punggung kemal sambil tetap melihat Hanum


" Yoi dong bro, makin cakep bukan. "


pak widayanto mengangukan kepalanya pertanda ia setuju dengan ucapan pak kemal.


Mereka semua menatap hanum yang sedang menuruni anak tangga, namun tidak dengan seorang pemuda yang tidak lain adalah anak dari pak widayanto justru malah asyik bermain smartphone nya.


Namun ketika ia mendengar suara bising di ruangan tersebut, akhirnya pun mencari sumber suara.


Ternyata, itu berasal dari tangga yang berada di depan ruang tamu tersebut. setelah mendengar suara tersebut ia berdecak kagum melihat seorang gadis yang sedang bersenandung.


" Dalam hati " busyet ... cantik bener dah itu cewe. "Melihatnya dengan mata terbelalak karena tersihir oleh kecantikannya.


" Astagaaa... apa apaan gue nih sadar hans sadarrr. " ia menepuk nepuk pipi nya.


Sambil terus menatap dan menahan tawa dengan tingkah aneh yang wanita itu tunjukan.


pria tersebut bernama hans, Hans Kusuma Wardana. lelaki yang akan di jodohkan dengan Hanum.


segitu dulu yaa man teman. happy reading, semoga suka... jangan lupa like and komen

__ADS_1


__ADS_2