My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
APA


__ADS_3

Melihat hal itu, Mba Elly pun mencoba memberitahu nona Hanum agar berhenti melakukan hal tersebut. Ia menepuk punggung nya namun hanum malah mengambil lengan mba elly yang ada dipungungnya tersebut kemudian ia kepalkan untuk di jadikannya mic dan kembal bernyanyi dengan berhadap hadapan dengan mba elly.


" Betapa bahagianya hatiku saat ku duduk berrrrrdua dengan mu, berjalan bersama mu menarilah denganku."


Hanum yang tidak menyadari ada tamu di rumahnya, tetap bernyanyi dengan nada yang tidak sesuai dengan aslinya.


Hingga saat di tangga terakhir ia mengangkat tangannya yang masih memegang tangan Mba Elly, dan memutarkan pergelangan nya agar mba elly berputar bak seorang raja dan ratu saat menari.


namun betapa terkejutnya hanum saat ada yang menertawakan nya suara itu asing bukan suara sang ayah ataupun sang bunda.


" hahahahahaha.... hahahahaha... hahahaha..." Hans tertawa dengan sangat keras hingga membuat perutnya sakit dan mengeluarkan air mata.


" Astaga ... Astaga ... apa yang dia lakukan haha... haha... " ia pun mulai berhenti tertawa dan mengusap air matanya.


pak widayanto yang melihat putra nya menertawakan hanum menepuk paha anaknya agar berhenti tertawa.


" ssstt... kamu apa apaan hans ". 'ia menempelkan jari telunjuk di bibirnya memberi isyarat agar hans berhenti tertawa.


" iyaa pah iyaa... maaf hans tidak tahan pah".


Hanum yang terkejut dengan suara asing tersebut, segera menghentikan apa yang sedang ia lakukan dan segera menoleh ke arah sumber suara.


"Astagfirulah ... ada tamu ternyata" betapa malunya hanum setelah melakukan aktraksi yang tidak ia duga sama sekali.


"****** gue, adeuhhh ... " gumamnya dalam hati, sambil menepuk jidat dan menahan rasa malunya. ia pun diam mematung bingung entah apa yang harus dilakukan, akhirnya ia memutuskan untuk naik kembali ke atas, namun sang ayah memangilnya.


" Sini sayang, duduk. 'sambil menepuk nepuk sofa di sampingnya. Hanum pun menuruti apa yang diperintahkan ayahnya."


" Ada apa ayah ? "


" Emm ... kenalin sayang, ini teman ayah namanya pak widyanto dan ini anaknya namanyaa...." Belum sempat berbicara hanum sudah memotongnya.


" ohh iyaa ayah, tapi kenapa hanum harus duduk disini?, bukan nya mereka tamu ayah? "


" Bukan nak, mereka kemari untuk bertemu dengan mu." Ucap sang ayah.


" Tapi yah ... Hanum tidak mengenal pak Widayanto. " ucap hanum yang kebingungan dengan tamu yang ingin menemuinya padahal ia tidak tahu mereka siapa


" Sayang ... Dia teman ayah, Namanya pak Widayanto, Dia menemui mu karena ingin menjodohkan anaknya denganmu. " memegang tangan hanum " Kamu mau kan sayang?."


Hanum yang terkejut dengan ucapan sang ayah hanya diam mematung, ia tak bisa berucap sepatah katapun, bagai disambar petir di siang bolong mendengar hal tersebut.

__ADS_1


Namun ia tak ingin mengecewakan sang ayah, Tetapi... ia pun tak bisa berbohong untuk menerima perjodohan ini.


Ibu Hanifah yang melihat hanum terdiam pun memegang tangannya dan mengangguk kan kepalanya pertanda ia meyakinkan putrinya untuk menerima perjodohan ini.


" Hanum ... kamu maukan menerima anak saya?, sebelum istri saya meninggal ia menginginkan Hans di jodohkan dengan mu, istri saya sangat mengenal betul siapa dirimu nak, maka dari itu ... saya ingin mewujudkan keinginan terakhirnya. Kamu boleh berpikir terlebih dahulu, tapi saya berharap kamu akan menerimanya. " Widyanto meyakinkan Hanum


Hanum semakin mematung setelah mendengar itu, ia belum siap untuk menikah tetapi ia tak ingin mengecewakan sang ayah ataupun teman ayahnya yang menginginkan perjodohan ini.


Hanum bergumam dalam hati " Ya Allah ... apa yang harus hamba lakukan? hamba belum siap menikah namun hamba tidak ingin mengecewakan semua orang".


Ia menatap seluruh orang disisinya yang sedang menunggu jawaban atas keputusan nya.


" Hmm yaudah gini deh ehem... " menarik napas


" Bismillah ... dengan menyebut nama allah, saya Hans Kusuma Wardana, kedatangan saya kemari ingin melamar putri bapak Kemal dan ibu Hanifah. Hanum ... maukah kamu menerima lamaran ku ? "


Dengan lantang ia mengucapkannya, sebenarnya ia tak mau dengan perjodohan ini namun demi sang ibu ia rela melakukan apapun.


Hanum menatap Hans, mereka pun saling menatap satu sama lain selama beberapa detik. Hans meyakinkan Hanum untuk menerima nya dengan menganggukan kepalanya.


" Jawab sayang, hmm... apa kamu perlu waktu untuk menemukan jawabannya?. " Semua orang menunggu keputusan Hanum


Hanum sebetulnya sudah sering bertemu dengan istrinya pak widayanto namun ia hanya mengenalnya tidak dengan suaminya.


" Tidak perlu ayah, hanum akan segera menjawab nya."


" Kamu yakin sayang? " Ayah mencoba meyakinkan nya


" Jangan terburu buru Hanum, kamu yakin akan menjawab nya sekarang ? "Ucap Bunda khawatir


Ayah dan bunda nya khawatir bahwa Hanum akan menolaknya, Namun Hanum mengangguk kan kepalanya pertanda ia siap untuk menjawab.


" Bismillah... dengan menyebut nama allah, saya Hanum Hunafa Fadhilah insyaallah menerima lamaran dari Pak Hans. " Hanum meremas kain bajunya, karna ia takut menyesali keputusan nya.


" Buyaa... ini yang buyaa inginkan bukan? semoga Hanum tidak salah mengambil keputusan ini, demi buyaa dan ayah bunda. Hanum melakukan ini. " ucapnya dalam hati.


semua orang pun tersenyum bahagia mendengar keputusan Hanum.


" Alhamdulillah .... Alhamdulillah ... makasih sayang. Ayah senang mendengar keputusan mu." Ia memeluk sang putri.


" Alhamdulillah ... sayang, bunda turut bahagia mendengar nya "

__ADS_1


" Alhamdulillah... Akhirnya kita jadi besan bro." ucapnya yang kemudian bangkit dari duduknya dan melebarkan tangannya.


Ayah kemal yang melihat sahabatnya berdiri pun mengikuti nya dan menyambut rentangan tangangnya menjadi sebuah pelukan.


Mereka berdua pun berputar putar sambil tetap pada posisinya dan sesekali mereka melompat lompat.


" Alhamdulillah ... bro, Akhirnya ... "


" Iyaa bro ... Alhamdulillah, gua seneng banget. "


Hanum baru pertama kali melihat sang ayah begitu bahagia, semua yang melihat ayah dan pak widayanto pun tertawa bersama.


Setelah lelah berpelukan akhirnya mereka melepaskannya dan kembali duduk.


" Oiyaa nak, keluarkan dan berikan kepada nya. " ucapnya mengingatkan sang putra.


'hans merogoh sakunya dan mengeluarkan sesuatu. setelah mendapatkannya ia menghampiri Hanum dan mengulurkan tangan nya.


Hanum pun mengambil uluran tangan Hans dan berdiri berhadap hadapan dengan nya. dan hans membuka sebuah kotak cincin couple yang sudah ia siapkan sebelum nya dan memakaikannya kepada hanum.


setelah hanum memakainya, hans menyodorkan kotak tersebut agar hanum memakaikan cincin tersebut padanya, hanum pun memakaikan cincin tersebut pada hans.


semua yang menyaksikan moment tersebut bertepuk tangan dan mengabadikan momen tersebut.


" Liatin dong cincin nya, lihatnya ke arah papah yaa siap. 1... 2... 3.. ciiisss. "


" Ayoo ... semuanya kita poto bersama , mba elly sini mba toloh poto in kita semua, cepet mba cepet momen bersejarah ini gak boleh dilewatkan. " ucapnya dengan antusias.


" Siap tuan, semuanya merapat yaa ... semuanya sudah siap? 1... 2... 3... cisss." Mba Elly memberikan aba aba


'semuanya pun tersenyum lebar, hanum dan hans yang terpaksa melakukan perjodohan ini pun harus bersandiwara untuk tersenyum di depan semuanya.


*Flash Back Off*


~ Aula~


" Hanum ... Hanum ... Hanum ... kamu kenapa ? " menepuk nepuk punggung hanum agar tersadar dari lamunannya.


" Kamu kenapa Num "


" Ehh Hanum... jangan gini dong kamu kenapa Hanum ... jangan melamun " Melambaikan tangan dihadapan nya

__ADS_1


Segini dulu yaa... semoga Kalian suka :) jangan lupa like and komen.


__ADS_2