My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Hanum


__ADS_3

Maaf .... Baru update, Soo... Happy reading.


___________________________________________


Keesokan harinya


Hana mencoba menelpon Hanum, berharap kali ini dia akan mengangkat nya.


" Num ... Jawab dong " Mondar Mandir di teras balkon


Hanum mengangkat telepon darinya.


" Hallo ... Assalamualaikum Hanum "


" Wa'aliakumsalam ... Hana ? "


" Iyaa Hanum ini Hana "


" Hana ... Kamu sehat ? "


" Alhamdulillah ... Kamu kemana Hanum ? Aku kangen "


" Aku juga Hana ... Aku sekarang di Seoul dan besok akan tiba di Indonesia ".


" Kau besok pulang ? "'


" Iyaa ... Emm, Apa kau mendengar kabar tentang Syeril ? "


" Kemarin aku bertemu dengan nya "'


" Benarkah ?, Dia bersama siapa ? "


" Aku hanya melihatnya sendirian " Hana berbohong


" Sendirian ? "


" Iya,Bagaimana hubungan mu dengan pak Hans ? ".


" Entahlah. Nanti akan aku ceritakan setibanya aku di indonesia ".


" Bener yaaa.... Awas gak cerita "


" Aku pasti cerita Hana, Aku sedang di bandara, Nanti aku kabari lagi yaa "


" Ohh iya hati hati di jalan, Assalamualaikum "


" Iyaa ... Wa'aliakumsalam "


Hana menyimpan handphone nya, Dan segera berlari menuju kamar mandi untuk segera ke kampus.


20 menit kemudian Hana keluar dengan handuk melingkar di tubuhnya yang basah, Segera dia lepaskan dan mengganti dengan baju yang akan di kenakan untuk kuliah.


Hana keluar dari kamar kost dan menuruni anak tangga satu persatu dengan hati hati, " Tittt... " Suara klakson mobil membuatnya terkejut.


" Astaga " Memegang dadanya


" Hana ... " Fauzi melambaikan tangannya


" Fauzi, Ngapain disini " Menghampirinya


" Mau nganterin bidadari dong " Mengangkat sebelah alisnya


" Bidadari ?, Siapa ? " Menengok ke kanan dan kiri


" Ini bidadari nya di depan aku " Membuka pintu mobil


" Maksudnya, Hana ? " Menunjuk dirinya


" Iya, Terus siapa lagi. Yaudah yuk masuk " Memegang kedua bahu Hana untuk masuk kedalam mobil


Di perjalanan hanya keheningan yang ada, Hana sedang fokus mencatat mata kuliah yang belum sempat di pindahkan ke buku.


Sedangkan Fauzi sedang mengendarai mobil dan sesekali menatap Hana yang sedang kebingungan dengan kegiatan nya.


" Hana, Ada yang ingin aku tanyakan padamu " Memulai memecahkan keheningan


" Apa itu ? " Menatap Fauzi dengan kebingungan


" Ya Allah, itu matanya Na " Mengusap muka Hana


" Aku pusing Zi, Apa yang ingin kau tanyakan ? " Membereskan buku buku yang berserakan di dalam mobil Fauzi


" Apa yang terjadi dengan Hanum ? " Tanyanya ragu

__ADS_1


" Hanum ?, Aku belum tahu pasti, tapi kemungkinan Hans telah melakukan sesuatu padanya. Hingga Hanum meninggalkan kuliahnya disini ".


" Benarkah ? Apa yang di lakukan Hans pada Hanum ? " Wajahnya mulai memerah


" Mungkin dia menghianati Hanum "


Cittttt...... Fauzi mengerem mendadak mobilnya.


" Ya Allah Fauzi " Mengusap keningnya yang terbentur kaca mobil


" Apa Hana ?, Hans melakukan itu pada Hanum ?, Si*lan " Memukul stir mobil dengan keras


Hana terkejut dan heran melihat Fauzi benar benar marah. " Mengapa dia begitu marah mendengar hal ini " Ucap Hana dalam hati sambil mengusap keningnya yang terbentur kaca mobil


" Hana kamu tidak apa apa ? " Menatap Hana yang mengusap keningnya


" Ahh ... Tidak apa apa " Menurunkan tangan nya


" Maafkan aku, Aku benar benar tak menerima apa yang dilakukan pak Hans pada Hanum " Kembali melanjutkan perjalanan nya


" Kenapa ?, Kau dekat dengan Hanum ? " Hana penasaran


" Tidak, Emm ... Aku hanya mengenalnya " Fauzi berbohong


" Benarkah ?, Tapi kenapa kau begitu marah ? "


" Karena ... Aku, tak terima wanita disakiti, Ya Aku tak menerima nya " Ucap Fauzi terbata bata


" Emm ... Baiklah " Hana masih tidak puas dengan jawaban Fauzi yang sedikit janggal


_______________________________________


Hari ini Hans dan Syeril memutuskan untuk menemui orang tua nya, meminta restu agar bisa melanjutkan hubungan nya ke tahap pernikahan.


Meski sudah terlambat, namun tetap saja keduanya harus berada dalam ikatan yang sah.


" Yang, Kau sudah siap ? " Syeril bertanya pada Hans yang sedang mundar mandir tak karuan


" Aduh yang, Gimana kalo orang tua mu tak menerima aku ? " Mengacak ngacak rambutnya


" Kita kawin lari aja yang " Menatap Hans


" Apa ?, Kawin lari ?, Yang, kamu lagi hamil mana bisa lari lari " Hans sedikit emosi


" Maksud kamu gimana ? " Hans kebingungan


" Yang, kok otak kamu jadi beku sih. Tarik napas ... " Mengangkat kedua tangan nya


" Buang " Menurunkan nya kembali


Dutttt...


" Yang ... buangnya bukan dari pantat kali " Mencubit lengannya


" Astaga, maaf yang kelepasan " Hans tertawa terbahak bahak


" Ihh bau ahh " menutup hidung dengan tangan nya


" Wangi tau yang, Kentut nya orang ganteng mah uhhhh.... luar biasa " Menikmati aroma kentut dirinya


" Ihh jorok ahh, jadi pergi gak ? " Syeril tetap menutup hidung nya hingga suaranya terdengar seperti suara bebek


" Ehh ... ada bebek disini wek wek, Suaranya jadi kaya bebek gitu yang, lepas dong tangannya nanti baby gak bisa napas loh kasian " Melepaskan tangan Syeril yang ada di hidungnya


" Abisnya sih kamu kentut sembarangan "


" Ya terus aku mau kentut dimana dong ?, Ehh ... emang kamu gak pernah kentut gitu ? Kemarin kamu kentut pas aku lagi makan loh, Aku biasa aja kelleesss " Hans sedikit kesal


" Udah ahh jadi bahas kentut " Berlalu meninggalkan Hana karena malu, Dia baru sadar bahwa dirinya pun slalu kentut sembarangan


" Tuh kann ... malu yaa, malukan ? malu dong, makanya sebelum marahin orang liat dulu kali sendirinya juga suka gitu " Mengejar Syeril


" Ishh ... Apaan ngikutin, Aku mau ke kamar mandi. Mau ikut ? " Melepaskan tangan Hans


" Mau dong, Mau banget " Hans menjawab dengan Antusias


" Bukan muhrim !!! sana ahh " Mendorong tubuh Hans


Syeril terdiam dengan ucapannya yang baru saja terucap dari bibir nya " Emang selama ini kita bukan muhrim yang tinggal satu atap, Ya Allah aku malu sekali padamu, Maafkan aku " Syeril menangis di belakang pintu kamar mandi


" Yang ... kamu nangis ?, yang ..." Hans bisa mendengar isakan tangis Syeril.


Syeril berbicara dari dalam kamar mandi

__ADS_1


" Yang, Kita tidak usah menikah. Aku tidak mau menikah dengan mu "


" Apa maksud kamu, Keluar yang " Mencoba membuka pintu


" Aku tak pantas untuk mu !!! " Syeril berteriak didalam


" Yang keluar, kita bicarakan baik baik " Mendorong pintu kamar mandi


" Yang ... aku mohon keluar jangan duduk di lantai, dingin yang nanti kamu sakit " Hans khawatir dengan Syeril yang ada di dalam


Syeril mengusap perutnya yang mulai membesar " Maafkan Ibun sayang, Ini bukan salah kamu " Bayi yang ada di perutnya terus menendang seakan dia tahu bahwa kedua orang tuanya sedang bertengkar


________________________________________


Hana dan Fauzi telah sampai di kampus


" Hana, Kau duluan ke kelas. Hari ini aku akan absen "


" Lah, kenapa ? " Menatap Fauzi


" Tidak, hanya saja ada keperluan mendadak "


" Baiklah " Membuka pintu mobil


" Nanti pulangnya tunggu di kantin ya, aku akan menjemput mu "


" Tidak usah, nanti ngerepotin "


" Engga apa apa, Demi kamu aku rela kok " Mengangkat sebelah alisnya


" Gombal, Kalau aku mau pinjem uang kamu rela gak ? " Memasang wajah imutnya


" Astaga, Aku salah menyukai mu ternyata kamu kanker " Merogoh sakunya


" Apaan kanker aku sehat kok, Kalo gak mau ngasih gak usah bilang gitu " hendak keluar dari mobil dengan wajah kesal


" Eehh... Maksudnya kantong kering Zhayang, bukan kanker beneran, Nih " Menarik lengannya dan memberikan uang pada Hana


" Nanti aku bayar ya, Makasih loh " Tersenyum


" Gak usah itu resiko buat kamu kok, Nah gitu dong senyum kan makin cantik "


" Resiko ? Ahh makasih tiap bulan yaa " Keluar dari mobil


" Iya deh, gak bisa aku nolak permintaan kamu. Yaudah kamu masuk nanti telat " Melambaikan tangan


" Yaudah, Hati hati ya jangan datengin Hana pas mukanya bengep "


" Aku gak akan berantem Na, Tenang aja "


" Bagus deh, Aku masuk ya " Melambaikan tangan dan meninggalkan Fauzi


Setelah Hana keluar dari mobilnya Fauzi menelpon anak buah nya untuk melakukan sesuatu pada Hans.


Fauzi Natta Wardana adalah anak kedua dari ibu kandung Hans namun berbeda Ayah, Dia adalah ahli waris dari almarhum Ayahnya yang memiliki perusahaan obat obatan.


Flash back on


Sejak kecil Fauzi buta arah, ketika dia keluar dari rumahnya slalu saja salah arah ketika hendak kembali kerumah.


Saat itu dirinya tak ditemani baby sitter karena sedang sakit dan tak ada satupun orang rumah yang mengetahui dirinya keluar sendirian.


Ketika sudah puas berjalan jalan dia lupa kemana arah pulang dan terdiam melihat sekitar yang terlihat sama.


" Kamu kenapa ? " Wanita kecil menghampiri nya


" Aku... Aku lupa dimana rumah ku "


" Lupa ?,Bagaimana kau bisa lupa ? "


" Aku selalu seperti ini "


" Ikut saja kerumah ku " Menarik tangannya


" Nama kamu siapa ? " Menahan tangannya agar di lepaskan


" Aku Hanum "


___________________________________________


Kritik dan saran adalah salah satu cara kamu mendukung Author.


Terima kasih telah berkunjung, Semoga suka dan terhibur, Jangan lupa like koment and stay reading disini. Jangan lupa Vote juga yaa

__ADS_1


Lope you All


__ADS_2