My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Hari Baru


__ADS_3

Syeril harus melupakan Hans bagaimana pun caranya, Ia tak boleh menghancurkan persahabatan nya hanya karna cinta.


Seminggu kemudian Ayah dan Bunda Hanum pulang, yaitu tepat pada hari ini. Hanum selama di tinggal keduanya selalu di temani Hans di rumahnya, Hans tidur di kamar bawah dan Hanum di kamar atas.


Hari hari nya mulai berwarna karena pria tunangannya selalu membuat suasana menjadi ceria, penuh tawa dan penuh drama.


Pergi dan pulang dari kampus selalu bersama. Hans tak pernah meninggalkannya sendirian, karna khawatir akan terjadi hal yang tak di inginkan menimpa dirinya.


Tak jarang mereka bertengkar karna hal sepele yang di besar besarkan, Hans selalu marah apabila Hanum berbicara dengan teman laki lakinya begitupun sebaliknya.


Tanpa keduanya sadari butir butir cinta telah tumbuh diantara mereka, Saling membutuhkan dan tak ingin berjauhan. Orang tua mereka sengaja meninggalkan mereka agar saling mengenal satu sama lain, Namun mereka tetap memantau kegiatan mereka dengan menyuruh orang untuk membuntuti kegiatannya.


Hanum sedang memasak di dapur, Hans yang mencium wangi rempah rempah segera menghampiri nya dengan perut keroncongan.


" Emmm ... Wanginya, Masak apa ini ? " Menggosok rambut dengan handuk


" Aku memasak soto ayam, kau ingin mencicipi nya " Mengambil sendok


" Yaa ... Aku mau " Antusias


Meniup soto yang ada pada sendok, dan memasukan nya kedalam mulut Hans


" Enak ? "


Hans mengangguk " Pintarnya Istri ku ini " Mengedipkan sebelah mata nya


"Aku bukan istrimu "


" Memang bukan, Tapi kau calon ibu dari anak anak ku " Memegang tangan Hanum


" Gombel, Sebentar ... " Meninggalkan Hans


" Aku tidak menggombal, itu kenyataan nya "


" yaa yaa yaa ... " Kembali menemui Hans di dapur


" Berikan kepala mu "


" huh, Bisakah kau berikan aku pisau, agar aku bisa memberikan kepalaku pada mu, hahahahaha.... " Tertawa terbahak bahak


" Heii... Bukan itu maksud ku, Aaahhh ... Ayolah, Badan mu tinggi meski kau sedang duduk aku tak bisa meraih kepala mu " Mencubit paha Hans


"Aww ... Sebentar aku ambil pisau dulu "


" Kau gila ? "


" Iyaa aku tergila gila padamu "

__ADS_1


Mengambil pisau dan membalikannya, yang tidak tajam ia tempelkan pada tubuhnya, mulai dari lutut


" Krekkk ... " Hans menjatuhkan tubuhnya ke lantai dengan melipat lututnya yang pura pura ia potong


" Krerkkk ... " Suara Hans yang memotong pinggulnya dan terduduk di lantai


" Krekkk ... " Memotong lehernya


" Sekarang kau bisa mengambil kepala ku "


Hanum menjambak rambut Hans " Kau gila ? bagaimana jika pisau itu melukai mu " menyimpan pisau pada tempatnya


Menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambut Hans yang basah.


" Ahh ... Hangat, sehangat pelukan ibuku "


" Kau merindukan ibu mu ? " Hans mengangguk


" Mengapa ibumu meninggalkan mu ? "


" Karna Ayah ku, tak mencintai nya, dia di jodohkan dan ayahku tidak pernah sekalipun menyayangi nya "


Hanum menghentikan kegiatannya mengeringkan rambut Hans


" Kau khawatir aku akan melakukan hal seperti Ayahku? "


Hanum terdiam, Hans membalikan tubuhnya menghadap Hanum.


Hanum pun melanjutkan nya " Kau pasti marah pada Ayahmu, dan kau pasti sangat kesepian " Menatap kasihan


Hans merakan apa yang sedang Hanum pikirkan.


" Kau benar, Aku marah pada Ayahku. Dia meninggalkan ibuku dan menikah lagi dengan yang lain, aku memiliki adik yang berbeda ibu denganku. Tak mudah menerima semuanya, apalagi setelah ibu tiriku meninggalkan kami selama lamanya dan ibu kandung ku bahagia menikah dan memiliki anak dari suami baru nya dan ... " Hans tak melanjutkan perkataannya karna Hanum memeluknya dengan erat


" Maafkan aku, Aku tak bermaksud mengingatkan mu pada masa lalu mu " Mengusap usap kepala Hans


" Tak apa, aku bahagia selama ini aku memendam nya sendirian akhirnya aku bisa mengungkapkan kesedihan ku pada wanita yang aku cintai " Melepaskan pelukannya


"Rambutku sudah kering, sekarang aku lapar "


" Kau lapar ?, Kau ingin memakan masakan ku ? " Hans mengangguk


" Sebentar, Ini makanlah " Menyiapkan makanan di meja


" Suapi aku, Aku rindu di suapi ibuku "


" Hufhh ... baiklah " Membuang napas dengan berat

__ADS_1


" Pesawat masuk ke guha ... ngiung ngiung ngiung ... amm " Hanum memperlakukan Hans seperti anak kecil, dan Hans pun senang diperlakukan seperti itu


" Wahh ... pemandangan apa ini " Ayah Hanum sudah tiba di rumah nya


" Ehh om, Tante " Hans menyalimi keduanya dengan mulut yang penuh dengan nasi


" Ayahhh ... " Berlari


" Aduhhh .... putri ayah sudah besar "


" Iyaa dong "


" Bunda gak akan di peluk juga ? " Iri


" Aahh di peluk juga dong, Sini sini Hanum peluk "


Ponsel Hans berdering, dan Hans berpamitan kepada orangtua Hanum.


" Om, Tante. Hans pamit harus ke hotel, ada masalah disana "


" Ohh itu salah satu karyawan baru saya membuat marah klien di hotel dan sekarang dia marah besar dan ingin menemui saya "


" Ohh begitu, Yasudah ... kau pergi sekarang "


" Maaf yaa tan, om. Hanum tolong ambil kunci mobil ku "


" Ini "


" Terimakasih, Aku pergi dulu " Mengusap pundak Hanum


Hanum menarik lengannya " Ada apa ? "


" Ucapkan salam "


" Ohh aku tidak biasa mengucapkannya, *** ... Assalamualaikum "'


" Wa'alaikumsalam "


------------------------------------------------------------


Hallo Para Readerssss ....


Happy Reading , Terus dukung aku yaa...


Makasih banyak buat yang udah baca...


Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,

__ADS_1


Anddddd..... Likeeeee


Lopeee u All a


__ADS_2