
Syeril memakai pakaian dan melihat dirinya di depan cermin, Betapa buruk nya dia bagaimana bisa dengan mudah nya ia memberikan kehormatan pada laki laki yang sedang mabuk.
" Kau wanita murahan Syeril !.... Kau gila " Menampar diri sendiri
" Aarrrghhhhhh ... Kau benar benar gila " Mengacak rambutnya dengan kesal memasuki kamar mandi.
Syeril begitu malu pada Hanum, Hans adalah calon suami nya dan ia sangat tahu bahwa Hanum begitu mencintai Hans begitupun sebaliknya, Dan seluruh kampus mengetahui tentang hubungan mereka berdua.
Syeril membasahi tubuh dengan shower yang mengguyuri nya, Dia menggosok tubuhnya yang kotor, Ia menganggap dirinya begitu kotor dan hina.
" Bagaimana jika aku hamil, apa yang harus ku katakan pada kedua orang tua ku ? " Menangis di tengah percikan air.
Hans telah mengambil mahkota milik Syeril di hadapan Hanum, Hasratnya begitu tak tertahankan sehingga otaknya tidak berpikir dengan jernih
" Hanum ... Hanum ... dengarkan aku " Berlari mengejar nya
" Hanum aku mohon dengarkan aku " Memegang tangan nya
" Apa yang perlu kau jelaskan ?, Aku sudah melihat semuanya " Melepaskan genggaman Hans dan kembali berjalan cepat
" Hanum ... Aku mohon, Aku mohon dengarkan aku " Berlari mengejar nya
" Hanum ... Sayang ... maafkan aku "
Memegang bahu Hanum
" Apa ? Apa yang ingin aku dengarkan dari mu Hans ? Tidak ada !!! Aku sudah melihat semuanya. Puas kau ?!!! " Berteriak
" Aku salah, Aku benar benar salah. Maafkan aku Hanum " Berlutut
" Percuma !!! Semua sudah terlambat, Tanggung jawab atas semua perbuatan mu !!! "
Hanum berteriak di hadapannya, emosinya benar benar memuncak. Amarah, kecewa, terluka semua nya bercampur aduk.
Hanum melepaskan tangan yang ada di lututnya dan menurunkan tubuhnya agar sejajar dengan Hans.
" Kau gi*a, kau bo*oh, kau pria jahat, pria kejam, ... " Semua kata kata kotor di lontarkan pada Hans, sambil menampar dan mendorong kepalanya berkali kali
" Aku tahu Hanum, Maafkan aku " Hans benar benar memohon pada Hanum
Menarik lengan Hans, Hans yang tak siap dengan yang Hanum lakukan pun tersungkur ke lantai, namun Hanum tak menghiraukan nya.
" Ikut Aku !!!! " Menarik lengan Hans
" Berdiri !!! jalan yang bener !!! " Menarik tubuh Hans
para pegawai yang melihat perilaku Hanum mencoba mendekat dan menolong nya, namun Hanum memelototinya. Sehingga tak ada satupun karyawan yang bisa menolong Hans.
Hanum masuk ke kamar yang Hanum pilih dan berteriak meminta Hans membuka pintu kamar tersebut.
" Buka pintu kamar ini !!! Bukaaa..." Mendorong tubuh Hans sehingga menabrak pintu itu
" Sebentar Hanum " Hans pun membukanya
" Masuk " Mendorong Tubuh Hans
__ADS_1
Blagghhh ... Hanum menutup pintu dengan keras
Hanum menatap wajah Hans berlumuran darah akibat terjatuh di lantai dan menubruk tembok akibat dirinya yang menarik Hans dengan kasar.
Hanum tak bisa berkata kata, ia merasa bersalah telah melakukan itu padanya.
Hanum bersandar di tembok dan menurunkan tubuhnya.
" Hiks ... Hiks ... Hiks.. " Hanum menagis sejadi jadi nya
Hans mendekati Hanum dan menatapnya
namun Hanum mendorong nya agar menjauh dari hadapannya.
" Maafkan aku "
" Maafkan Aku "
" Maafkan Aku "
" Maafkan Aku "
" Maafkan Aku " Entah berapa kali Hans mengucapkan kata kata itu
" Aku benar benar meminta maaf "
" Maafkan aku "
Hanum mendengarnya etah berapa ratus kali, ia kembali menatap Hans dan menghampirinya.
" Maafkan Aku " Hanum menutup mulutnya
" Apa yang telah ku lakukan padamu " Melihat begitu banyak luka yang ada di wajah Hans
" Ini tak seberapa, Di bandingkan perlakuan ku pada mu " Hans tersenyum
" Aku sangat membenci mu, benar benar membenci mu "
" Aku berhak kau benci, Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku, hmm "
" Bangunlah " Mendudukan tubuh Hans di kasur
Berjalin mengambil p3k dan membukanya
" Kau dulu menjagaku, Setidaknya aku harus membalas perbuatan mu pada ku sebelum aku benar benar membenci mu " Mengobati luka Hans
" Aww ... Pelan pelan " Memegang tangan Hanum yang mengobatinya dengan kasar
" Lelaki seperti mu tak boleh mendapat perlakuan lembut dari ku " semakin kasar mengobati nya
" Aww ... Kumohon hentikan "
" Sudah selesai aku obati " Membuat kapas
" Lalu bagaimana aku bisa mengobati luka mu ? " Menahan Hanum yang hendak menyimpan p3k
__ADS_1
" Nikahilah Syeril " ucapnya bergetar
" Tidak, Aku tidak akan menikahi nya "
Memutar tubuhnya " Tapi !!! Mungkin di rahimnya ada Anak mu ! " Meninggikan suaranya kemudian memelan
Hans memeluknya " Aku tidak akan menikahi meski ada janin di rahimnya "
" Dia anak mu Hans, Dia Anak mu !!!"'Memukul pundak Hans
" Antarkan aku pulang " Melepaskan pelukan nya
_____________________________________
Di dalam mobil Hans memukul mukul setir dan berteriak, ia teringat akan ibunya mungkin ini yang dilakukan sang ayah padanya sehingga mereka menikahinya tanpa rasa cinta.
" Ibuu ... Inikah yang terjadi padamu ?, Mengapa kali ini aku yang melakukannya ? Mengapa bu ? " Melipatkan kedua tangannya di atas setir
" Apa anakku nanti akan menjadi seperti ku ? " Menangis mengingat masala lalu yang terjadi padanya.
* Flashback ON *
" Lihat dia, dia tak pernah di jemput oleh siapapun, ibunya pergi dan menikah lagi sedangkan ayah nya sibuk bekerja ". Ledek teman teman nya
Hans menatapnya dan kemudian kembali berjalan pulang
Dirumah sang ayah selalu membawa pulang wanita dan membawanya ke kamar, dan pernah sekali Hans melihat nya melakukan hubungan suami istri.
Hans tertekan, hingga sang ayah membawanya ke psikiater.
* Flashback Off *
" Bangun " Memukul Hans pelan
ia terbangun " Tunggu sebentar aku ke kamar mandi dulu " Keluar dari mobil
Hanum menunggu lama di mobil, Akhirnya memutuskan untuk menyusul nya
" Lama sekali, Haruskah aku melihatnya ? " Berjalan dan kembali diam " Arghhh TIDAK tidak "
" Tapi ini sudah lama sekali "
Dari kejauhan Hanum melihat pria berjalan mendekati nya
" Ayo kita pulang " Masuk kedalam mobil
Di perjalanan Hanum melihat tangan Hans berlumuran darah dan sesekali ia menggerakkan dengan menahan sakit.
" Tangan mu kenapa " Melihat ada pecahan kaca di lengannya " Hah ... itu ada serpihan kaca, Ayo kita ke rumah sakit "
" Tidak "
" Cepalah, Atau kau ... Aish cepatlah ke pinggir kan mobil nya "
Hans menuruti perkataan Hanum
__ADS_1
_____________________________________