
Dokter Malik memeriksa Syeril yang terbaring lemah di kasur, Dia memasang infus di punggung tangan Syeril.
Selesai memeriksa " Pak Hans, Kondisi pasien baik baik saja hanya lebam di area kening akibat benturan keras. Dan saat sadar mungkin akan merasakan pusing akibat benturan tersebut " Menjelaskan kepada Hans
" Terus janinnya bagaimana ? "
" Saya sudah memanggil dokter kandungan ke sini untuk memeriksa keadaan janin yang ada di kandungan pasien. "
" Apa ada yang lain ? "
" Emm ... Sepertinya pasien terlalu banyak pikiran, Diusahakan untuk membuat mood nya bagus karena itu mempengaruhi janin "
" Baiklah terimakasih Malik " Menepuk bahu nya
" Bolehkah aku bertanya ? Dia siapa ? "
" Emm ... Dia calon istri ku "
" Hah ?, Dia ? ... Benarkah ? " Tak percaya dengan ucapan Hans
" Hei ... Berhenti menatap ku seperti itu " Hendak menancapkan jarinya pada mata Malik
" Astaga aku tak percaya, Mengapa kau lakukan seperti itu padanya ".
" Aku pun tak percaya, Tapi mau bagaimana lagi ? Aku harus percaya dengan semua ini " Duduk di sofa yang tak jauh dari kasur
" Kau laki laki yang kuat bro... Sekali masuk langsung goal " Menahan tawa
" Aishhh ... Kau ini " Menedang kakinya
" Ampun ... Ampun " Mengusap betis yang terkena tendangan Hans
" Kapan kau akan menikahi nya ? "
" Entahlah, Mungkin dalam waktu dekat " Mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangan
Mereka berdua hanya saling terdiam menunggu dokter kandungan datang ke apartemen.
__ADS_1
_______________________________________
Hanum keluar dari rumah sakit, namun di luar hujan lebat mengguyur kota Busan. Terpaksa Hanum pun kembali ke dalam menunggu hujan reda.
" Hmm ... Zain mana yaa ... Dia masih marah padaku " Berjalan melewati lobby
" Emm ... Wangi roti, Aku beli ahh " Mendatangi toko tersebut
" Hanum ... Kau belum pulang ? Ini sudah malam "
" Zain ... Kau disini ?, Di luar hujan aku tidak jadi pulang "
" Hujan ? " Hanum mengangguk
" Yasudah aku makan di sana yaa " Berlalu meninggalkan Zain
Hanum memilih tempat duduk di dekat kaca.
" Lahh kok kamu ikut duduk di sini " Heran melihat Zain duduk di hadapan nya
" Karena separuh jiwaku duduk disini " Gombal Zain
" Dasar ... " Tertawa geli
" Kenapa kau tertawa ? Kau tadi marah padaku " Membuang muka untuk tak melihat Zain
" Hei ... Ayo lah aku sudah tidak marah " Mengikuti wajah Hanum yang sedang memalingkan muka untuk tak melihat dirinya
" Tidak ... Aku tidak mau dekat dengan kau " Hanum membalas ucapan Zain
" Kau dendam pada ku ? "
" Iyaa aku dendam, Kau jahat Zain. Apakah karena hal itu kau harus mengatakan bahwa aku bodoh ? " Membentak Zain
" Maaf ... Hanya aku punya trauma dengan sepedah "
" Aku tak peduli " Mengambil tas dan roti yang belum habis di makan
__ADS_1
_ Bruggghh ... _
Hanum terjatuh karena ada kaki yang sengaja menghalangi agar Hanum terjatuh. Ternyata itu adalah pengunjung yang sedang makan bersama sama dengan teman temannya.
Hanum melihat kaki siapa itu dengan tatapan marah
" Sorry, Unni " Ucapnya mengangkat satu tangannya
" Are you crazy ? What are you doing " Hanum bangkit dan menghampiri nya
" W ? " Ikut bangkit dari duduknya
Hanum yang terbakar emosi pun ingin menjambak rambut nya namun di tahan oleh Zain.
" Hanum ... Jangan " Memegang kedua bahunya
" Kenapa ? Dia sengaja Zain " Mencoba melepaskan tangan Zain
" Sudahlah " Menjauhkan Hanum dari wanita yang sengaja membuat Hanum terjatuh
Hanum benar benar marah, Wajahnya memerah karena dia ingin membalas perlakuan dari orang yang tidak ia kenal itu.
Dari kejauhan Hanum melihat orang tersebut menjulurkan lidah meledek pada diri nya
" Zain lihat dia meledek padaku " Menujuk padanya
Zain melihat yang Hanum tunjukan
" Sudahlah ... Sudah Biarkan saja " Mencoba menenangkan Hanum
" Tapi ... Dia Zain " Tidak melanjutkannya karena Zain memeluk untuk menenangkan
" Cup cup cup ... " Menepuk pelan punggung nya
Hanum menangis Sejadi jadinya di pelukan Zain. Meluapkan amarahnya yang tidak bisa dia balaskan, Hanum memukul mukul punggung Zain.
" Aduh aww " Zain meringis kesakitan Namun Hanum semakin kuat memukul nya
__ADS_1
Zain melepaskan pelukan saat tangisan Hanum mereda.
_________________________________________