My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Kepastian


__ADS_3

Hans memasuki lobby Hotel miliknya, dan terlihat pecahan vas bunga berserakan disana.


" Ada apa ini ? " Teriak Hans berjalan menghampirinya


" Begini pak, karyawan magang disini melakukan kesalahan " Jelas salah satu karyawan


" Apa yang dia lakukan ? "


" Begini pak, bla bla bla ... " Menjelaskan kejadian


" Begitu, baiklah. Panggil karyawan magang itu ke ruangan saya "


" Bisakah kita bicara baik baik ? " Ucap Hans pada pengunjung


Akhirnya Hans bisa mengambil jalan tengah atas masalah yang terjadi, Pengunjung itu menginginkan ganti rugi dan Hans menurutinya.


" Kau baik baik saja " Bertanya kepada karyawan


Dia tak menjawab, Hanya menangis sesegrukan di hadapan Hans.


" Tidak apa apa, aku tidak akan memecat mu lagi pula ini bukan salah mu " Mencoba melepaskan tangan yang menutupi wajahnya


" Sye..ril " Membaca name tag yang terpasang di bajunya


" Apa kau teman Hanum, sepertinya aku pernah melihat mu "


Syeril mengangguk pelan dan menghapus air matanya.


" Sudahlah ... tak apa apa, Jangan menangis dan pulanglah ke rumah ".


Hans hendak pergi meninggalkan Syeril, namun langkah nya terhenti karna tiba tiba ada yang memeluk tubuhnya dari belakang.


Hans terkejut, dan melepaskan pelukan Syeril


" Apa yang kau lakukan ?"


" Pak Maafkan saya, Saya ... "


" Saya sudah memaafkan mu, untuk apa kembali meminta maaf ? "


" Saya ... hiks, Saya me... Menyukai bapak " Ucap Syeril terbata bata


" Apaaa ... ? kau bercanda ? "


" Maaf pak, Saya akan berusaha melupakan bapak. Tapi setidaknya, saya sudah mengungkapkan apa yang saya rasakan, Maafkan saya pak, Saya permisi " Berlari meninggalkan Hans.


" Apa yang dia katakan ? Ahh ... Entahlah " Melanjutkan langkahnya untuk kembali pulang


Sepanjang jalan Hans memikirkan perkataan Syeril, teringat bagaimana wajahnya saat mengatakan kepada dirinya.


" Sepertinya dia tidak berbohong dengan ucapnya, Tapi maaf hati saya sudah terisi. " Terbayang wajah Hanum


Baru saja Hans membayangkan wajahnya, tiba tiba smartphone nya berdering dan tertulis nama Hanum di ponselnya.


" Baru aja i pikirin ehh udah nelpon aja " Tersenyum melihat Hanum menelpon dirinya dan segera ia angkat


" *Hallo ... Assalamualaikum sayang "


" Wa'alaikumsalam, Sayang sayang pala lu peang "


"*ishh ... Kok istri solehah bicaranya seperti itu "


" Iyaa maaf, lagian apaan coba panggil sayang segala "


" Yaa terus mau di panggil apa ? "


" Nanti bahasnya, Ayah ingin mengajak mu makan bersama "

__ADS_1


" Sekarang ?"


" Tahun depan " ucapnya kesal


" Etdahh ... galak amat, ya kan barangkali besok ke atau kapan gitu "


" Yaaa sekarang lah zhayang "'


" Ehh ehh ... Acieeee... manggil sayang juga "


" Ihh ... apaan keceplosan itu mah "


" Masa sih ?, Gak keceplosan juga gak apa apa kalii "


" Iiihhh ... apaan yaudah Assalamualaikum "


" Wa'a** ...." Tut... tut ... panggilan di tutup oleh Hanum, belum sempat Hans jawab salamnya


" Ettt... dah bocah, apaan coba main matiin telpon segala " Senyum senyum sendiri


--------------------------------------------------------


" Assalamualaikum " Ucap Hans memasuki rumah Hanum


" Wa'alaikumsalam ... " Jawab mereka serentak


Hanum melihat Hans sudah datang, Berlari ke arah nya " Kau sudah datang ? " Mengoyangkan kepalanya ke kanan dan kiri


" Sudah ... kau tidak melihat ku ? "


" Tidak Aku tidak bisa melihat mu " Menutup kedua matanya dengan tangan


Menurunkan tangannya " Kau ini haha ... " Tertawa


Ayah Hanum menyenggol lengan istrinya


" Lihatlah sayang, bukankah anakku tak menginginkan perjodohan ini ? "


"Ekhem ... " Sang Ayah membuyarkan keduanya


" Ehh Ayah ... " Hanum menggaruk bahunya yang tak gatal


" Duduklah di sini, Istriku sudah masak masakan spesial "


mereka pun makan bersama, Kedua orang tua Hanum harus menyaksikan keromantisan yang terjadi di meja makan. Bagaimana tidak, Hanum dan Hans saling menyuapi satu sama lain.


Setelah selesai makan, Istrinya dan Hanum membersihkan piring kotor setelah bersih mereka duduk kembali.


" Emm ... Bagaimana Hans, Sepertinya kalian sudah saling mengenal. Jadi ... apakah tidak seharusnya kalian segera melangsungkan hubungan kalian ke tahap selanjutnya ? " Tanya Kemal ayah Hanum kepada Hans


Hans yang hendak minum memuntahkan kembali setelah mendengar perkataan nya


" Uhukk ... Uhuk ... Uhukk ... Uhukk ... " Tersedak


Hanum menepuk nepuk punggung Hans


" Ayah ... " Hanum terkejut dengan pernyataan Ayah nya


"Kenapa ?, Ayah tak salah menanyakan hal ini kepada nya "


" Ya kan ... Tapi yah " Hans memegang tangan nya memberi tanda untuk tak melanjutkan perkataannya


" Emm ... Begini om, Insyaallah secepatnya saya akan menikahi putri bapak, Namun beri saya waktu untuk mempersiapkannya " Hans teringat ucapan Syeril


" Baiklah kalau begitu, coba kamu pikirkan kembali dan segera nikahi anak saya "


" Baik pak "

__ADS_1


" Yasudah kami tinggal dulu yaa nak Hans " Hanifah menarik lengan suaminya untuk beranjak pergi meninggalkan Hanum dan Hans


Kedua orangtua Hanum meninggalkan mereka berdua


" Yang ... " Memecah keheningan diantara keduanya


" Hmm ... ? "


" Emm... Begini, Apakah kau tahu bahwa Syeril teman mu bekerja di hotel milikku ? "


" Tidak, Dia tidak menceritakan apapun kepada ku. Memangnya kenapa ? "


" Pengunjung hotelku marah padanya, padahal menurutku itu bukan kesalahannya. Untungnya aku bisa menyelesaikan masalah itu, dan ada sesuatu mengganggu telinga ku "


" Apa itu? "


" Kau berjanji takkan marah padaku ?, Sebentar aku ingin memeluk mu karna ku yakin kau akan marah setelah mendengar ini " Memeluk Hanum


" Apa dia menyakiti mu ? "


Hans menggeleng " Lalu apa ? "


" Emm ... Tapi kau harus mau ku panggil sayang " Pinta Hans


" Baiklah, Apa yang Syeril katakan ? "


" Dia ... Saat kami selesai berbicara dengan klien dan aku hendak meninggalkan nya, tiba tiba ... emm tiba tiba " Hans terbata bata


" Tiba tiba apa ? "


" Dia tiba tiba memeluk ku dari belakang "


" Appaaa... " Berteriak


" Jangan marah sayang, dengar aku dulu. Aku hanya tak ingin menutupinya dari mu " Menahan Hanum yang hendak meninggalkan nya


" Baiklah lanjutkan "


" Dia memeluk ku dan mengatakan bahwa dia menyukai ku "


" Hah ? Syeril menyukai mu ? " Hanum berkaca kaca mendengar nya


" Jangan menangis , Aku tidak menyukainya "


" Aku tahu, Tapi ... Tapi mengapa ia mengatakan kepada mu " Menangis


" Aku pun tak mengerti, mungkin dia bercanda "


" Mana mungkin, aku rasa dia benar benar mengatakan yang sebenarnya. Apa ...Apa aku harus melepaskan dirimu untuknya ?"


" Ssttt ... Apa yang kau katakan, Aku hanya ingin dirimu, Kemarilah " Memeluk Hanum yang mulai sesegrukan


" Dia ... Dia sahabatku, Aku Hiks.. hiks ... Akan melakukan apa saja demi kebahagiaan nya "


" Tapi kebahagiaan ku adalah kamu yang, Aku mengatakan kepada mu karna aku tak mau memendam nya sendirian, Kau pun harus melakukan hal yang sama seperti ku. Kau mengerti ? "


Hanum mengangguk pelan dan semakin mempererat pelukan nya


----------------------------------------------------------


Hallo Para Readerssss ....


Happy Reading , Terus dukung aku yaa...


Makasih banyak buat yang udah baca...


Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,

__ADS_1


Anddddd..... Likeeeee


Lopeee u All


__ADS_2