My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Pamit


__ADS_3

Hanum dengan telaten mengambil serpihan kaca yang menancap di punggung jari Hans, karna di perkuliahan ia sudah belajar cara untuk mengobati cedera ringan.


" Kau harus di suntik tetanus, kita ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum pulang " Selesai mengobati Hans


" Tidak perlu, aku tidak apa apa "


" Turuti keinginanku ! " Melotot pada Hans


" Baiklah "


Hanum memindahkan Hans untuk duduk di kursi penumpang " Kau tak bisa menyetir, biarkan aku yang nyetir " Menyalakan mesin dan membawanya menuju rumah sakit.


Di rumah sakit Hans di periksa oleh dokter dan di berikan suntikan tetanus oles suster.


Selesai memeriksa dokter tersebut keluar mememui Hanum.


" Anda wali pasien ? "


" Iya dok, bagaimana keadaan nya apakah ada cedera yang serius ? "


" Begini bu, pasien mengalami patah tulang hidung yang di akibatkan benturan benda keras, dan ada serpihan kaca dalam wajahnya Alhamdulillah untungnya tidak mengenai area mata, Maka dari itu kita akan operasi kecil untuk mengeluarkan serpihan kaca karena sudah masuk lumayan dalam. "


" Baik dok, Lakukan yang terbaik untuk nya "


" Insyaallah bu, saya akan melakukan yang terbaik, silahkan ibu menandatangani perijinan untuk melakukan operasi ".


" Baik dok "


" Kalau begitu saya permisi "


" Silahkan dok "


Hanum berlari menuju ruang administrasi, dan menelpon Ayah Hans.


" *Hallo Assalamualaikum ... "


" Wa'alaikumsalam sayang, ada apa menelpon malam malam ?, Kau sedang bersama Hans ?"


" Iyaa om saya sedang bersama Hans, ehh... om bisa ke rumah sakit A ? "


" Ada apa Hanum ? Siapa yang sakit ?"


" Pak Hans om, Dia akan segera melakukan operasi ? "


" Apa ?... "


" Iyaa om nanti untuk kronologi nya Hanum jelaskan disini "


"... "


" Baik om saya tunggu "


" Assalamualaikum "

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam* "


Sebelum Hans memasuki ruang operasi, Hanum menemuinya dulu.


" Hanum ... "


" Hans ... " Menggenggam erat tangannya


" Aku kira kau meninggalkan ku sendirian disini "


Hanum tidak menjawab nya " Wajah mu bengkak sekali " Menatapnya dengan penuh kekhawatiran


" Apa aku tidak tampan saat ini ? " Mencoba menghibur


" Kau jelek sekali, dan aku yang membuat mu seperti ini ". Menangis dengan memeluk Hans


" Tidak apa apa, Aku senang kau melakukan ini padaku ".


Tangisan Hanum semakin kencang


" Jika aku mati di meja operasi, Aku harap kau mendapatkan pria yang lebih baik dari ku ".


" Huwaa.... Hiks ... Apa yang kau katakan " Memukul pelan bahu Hans


" Kalau aku masih hidup, Aku harap kau tidak akan meninggalkan ku " Melanjutkan perkataannya


Hanum melepaskan pelukan dan tak menjawab apa yang Hans katakan padanya


" Lihatlah baju ku basah oleh ingus mu "


"Tersenyumlah sebelum dokter membius ku "


Hanum tersenyum dengan terpaksa di hadapan Hans.


" Senyumnya gak ikhlas " Memajukan bibirnya


" Ikhlasnya segitu "


" Aish baiklah, selama aku operasi kau jangan kemana mana "


" Stttt... " Menempelkan telunjuk pada bibirnya " Jangan banyak bicara, Nanti wajahmu semakin bengkak "


Hanum mengantarkan Hans sampai ke pintu operasi, Saat Hans memasuki ruangan operasi mereka melambaikan kedua tangannya.


Tak lama kemudian Ayah Hans dan kedua orangtuanya datang dan menghampiri Hanum.


Hanum memeluk sang Bunda dan menangis sesegrukan dalam pelukannya.


" Apa yang terjadi Hanum ?". Ayah Hans mulai bertanya


Hanum pun menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi pada keluarga nya. Mereka terkejut tak percaya dengan yang di ceritakan Hanum namun itulah yang terjadi.


" Yah ... Hanum ingin pindah ke luar negeri, tapi Hanum mohon jangan beri tahu apapun pada Hans " Pintanya

__ADS_1


" Kau yakin sayang ?"


" Iyaa yah, besok Hanum ingin berangkat."


" Kenapa terburu buru ?, Bunda khawatir sayang "


" Tak apa bun, Hanum akan berangkat ke Korea di sana ada imo dan samchun kalian tak perlu khawatir "


" Baiklah, Ayah paham sayang. Pasti berat untuk mu, Apapun keputusan mu ayah dukung nak " Memeluk putri kesayangan nya


" Ayah ... Kabari Hanum tentang perkembangan Hans, Hmm ... Ayah janji ?" Mengacungkan kelingking nya


" Ayah janji sayang " Melepas pelukan


" Om ... Hanum titip Hans, Om ... " Hanum tak bisa melanjutkan perkataannya


" Om paham nak, Kamu jangan khawatir. Hans harus di beri pelajaran " Menepuk punggung Hanum


" Hanum ngambil jam penerbangan paling pagi bun, yah ".


" Kau sudah berkemas ? "


" Sudah bun tadi Hanum nelpon mba elly buat packing baju ".


" Yaudah sayang kamu hati hati disana, Bunda akan menyusul kamu yaa ... "


" Iyaa bun, Bunda janji kesana yaa "


" Iyaa sayang "


Pukul 02.00 Hans keluar dari ruang operasi dengan kondisi wajah yang di perban. Dan segera di pindahkan ke ruang rawat untuk melihat perkembangannya lebih lanjut.


Hanum tertidur saat menemani Hans, Menggenggam erat tangannya sebagi tanda perpisahan.


1 Jam lagi Hanum harus menuju bandara, Hanum meninggalkan pesan untuk Hans dengan mencoret sesuatu di lengannya dan menyimpan pigura di meja.


" Hanum ... Sayang yuk kamu harus ke bandara sekarang "


Dengan berat hati Hanum melepaskan genggaman nya dan meninggalkan Hans yang terbaring lemah.


Hanum berbisik " Sayang ... Aku pamit " .


_____________________________________


Hallo Para Readerssss ....


Happy Reading , Terus dukung aku yaa...


Makasih banyak buat yang udah baca...


Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,


Anddddd..... Likeeeee

__ADS_1


Lopeee u All


__ADS_2