
Setelah kejadian itu Hanum, ia berpura pura tidak mengetahuinya, Selama berkumpul bersama Syeril ataupun Hanum tidak ada yang berubah.
Hans sudah memiliki planing untuk menikahi Hanum dalam waktu dekat, Diam diam Hans sudah mempersiapkan mas kawin dan hantaran pernikahan.
Sebelum mengatakan kepada Hanum dan kedua orang tua nya, Hans mengadakan rapat di hotel bersama para karyawan dan setelah selesai ia akan berkumpul bersama teman teman nya sebentar di hotel.
Hans menemukan Hanum di perpustakaan, seperti biasa setiap perkuliahan selelsai ia selalu berada di sana untuk menunggu Hans menjeput dan mengantarkan ke rumah.
" Hanum ... "
" Pak Hans ... "
" Sudah menunggu lama ? "
Hanum mengangguk " Lama sekali "
" Maafkan, tadi ada pertemuan dengan para dosen "
" Tidak apa apa "
" Ayo pulang " Menggenggam tangan Hanum
Hubungan Hanum dan Hans sedikit merenggang semenjak Syeril mengatakan kepada Hans tentang perasaannya.
Di dalam perjalanan Pulang, Hanum tertidur di dalam mobil.
" Heiii... Kau tidur, Kau lelah menunggu ku ? " Mengusap kepala
" Sayang .... Yang ... " menggoyangkan tubuh Hanum
" Huamm ... Apa yang ? " Terbangun
" Kau ingin ke bioskop ?, Wahana hiburan ?, Ke taman ? shopping ? atau ingin apa ? " Memegang tangan Hanum
" Aku tidak ingin semuanya " Kembali tidur memalingkan wajahnya dari Hans
" Kau marah ? Mood mu sedang buruk ? "
" Aku hanya ingin kamu " Ucapnya pelan namun masih bisa di dengar Hans
" Aku selalu untukmu, mana muka mu mengapa kau tutupi ? "
Hanum menangis membelakangi Hans, bila menatapnya ia teringat akan ucapan Syeril pada Hans. Bagaimana ia tidak menyukainya Hans memang tampan dan begitu baik hati semua wanita mungkin akan menyukainya
" Kita nonton bioskop saja yuk ? "
Hanum menggeleng
" Ayolah sayang ... ya ya ya ... "
" Baiklah " Bergetar menahan tangis
" Kau menangis ? "
" Tidak "
" Perlihatkan padaku wajah cantik mu "
" Tidak, Aku tidak cantik "
Menghentikan mobil di pom bensin, Hans turun dan membuka pintu samping agar ia bisa memastikan bahwa Hanum sedang menangis.
" Kan ... Kamu nangis, Ada apa ? " Mengusap air mata
" Tidak, Aku sedang pms mungkin aku kelelahan " Hanum berbohong
" Aku tahu kau berbohong sayang, Katakan sebenarnya "
Hanum menggeleng
" Yasudah ... keluarlah, Kau tak dengar dari tadi perut mu berbunyi, Pasti kau lapar "
Hanum mengangguk dan keluar untuk membeli makanan di mini market.
__ADS_1
Hanum memasukan banyak makanan ringan dalam keranjang, ia harus membuat mood nya kembali baik.
" Kau akan memakan semua ini ? "
" Iyaa ... Aku harus membuat mood ku baik "
" Yasudah ... Kau harus habiskan semuanya "
Hans membayar semua makanan yang Hanum pilih, Hanum membeli makanan ringan 3 keranjang belanja. Dan menjadi 4 kantong kresek di tangannya, Menyimpan 3 kresek di bagasi mobil.
" Mood mu sudah baik ? "
" Sedikit lebih baik "
" Kau tak ingin menerima tawaran ku tadi ? "
" Aku ingin ke bioskop saja "
" Baiklah "
Menancapkan gas menuju mall, Namun ponsel Hans bergetar dan mengangkatnya
" *Hallo ... Iyaa ? "
".... "
" Bukankah nanti jam 7 malam ?"
" .... "
" Kau ini bagaimana, Mengapa kau terima ? "
"..."
" Yasudah baiklah* " Mematikan ponselnya
Hanum menyuapi Hans dengan makanan ringan yang di belinya tadi.
" Maafkan aku sayang, Sepertinya aku tak bisa membawa mu ke bioskop. Maukah kau ikut ke hotel milikku ? "
Hanum mengangguk setuju
" Yasudah kita ke hotel saja yaa "
_______________________________________
Setibanya di Hotel, Hanum takjub akan kemewahan hotel milik Hans.
" Ini Hotel mu ? "
" Iyaa ... "
" Hans Binatang Hotel " Membaca Tulisan yang terpampang di Hotel
" Hahaha .... Bacalah dengan benar sayang, Itu bukan binatang yang tapi bintang hahaha .... haha... " Tertawa terbahak bahak
Hans mencubit pinggang Hans " Mataku buram dan tak memakai kaca mata,
berhenti menertawai ku ". Meninggal Hans
" Yang ... Ayang, Maafkan aku... Ayang " Mengambil tangan Hanum namun ia lepaskan
" Aish ... Dasar kau jahat ... jahat ... jahat ... " Memukul mukul bahu Hans
" Ampun ampun .... maafkan aku " Hanum tersenyum setelah lega telah memukul Hans
" Kemarilah ... " Menggandeng Hanum
Hans mengantarkan Hanum menuju kamarnya. " Kau tunggu disini yaaa ... jika kau bosan keluarlah cari udara segar. Aku akan rapat, Kau mengerti ? "
" Iyaa ... tapi mana cemilan ku tadi "'
" Nanti karyawan ku akan mengantarkan nya kesini, Aku pergi dulu yaa sayang jaga diri baik baik " Meninggal kan Hanum.
__ADS_1
Hanum menahan langkahnya dan memeluknya dari belakang
" Apa seperti ini yang Syeril lakukan ? "
Deg
Jantung Hans berdetak kencang
" Kau mengapa sayang ? "
" Jaga dirimu, Aku tak mau kehilangan mu ".
" Kau tidak akan kehilangan ku, Aku hanya milikmu " Membalikan badan dan memeluknya erat
" Aku takut "
" Aku takkan lama "
Mereka saling melepaskan pelukan dan Hans melangkahkan kaki menuju ruang rapat.
______________________________________
Hans selesai rapat dengan para karyawan, dan hendak menemui sahabatnya sebentar.
" Hai bro.... " Sapa Roy
" Udah dari tadi disini ? "
" Lumayan ... Sini minum dulu dong pak bos "
Hans meminum minuman yang di berikan oleh temannya, dan tanpa dia sadari minuman itu adalah alk*hol yang sudah di beri obat penguat.
Hans mulai merasakan kepalanya pusing dan keinginan hasrat yang begitu kuat akibat dari minuman tersebut.
Hans berpamitan kepada temannya, dan dengan berjalan sempoyongan menuju lift untuk menemui Hanum, Dengan susah payah Hans berjalan tegak namun tetap tersungkur ke lantai karna entah berapa gelas ia meminum minuman itu.
Hanum melihat Hans tersungkur di lantai berlari menghampiri nya, Namun langkahnya terhenti saat Syeril yang sampai duluan untuk membantu Hans berdiri dan mengantarkan nya ke kamar.
Hanum berjalan mengikuti keduanya dari belakang, mereka hendak memasuki kamar dengan segera Hanum berlari untuk melihat keadaan Hans sebelum pintunya tertutup.
Betapa terkejutnya Hanum saat melihat Hans yang tak berbusana dan sedang menci*m bibir Syeril.
" Haahhh ... " Menutup mulut dengan tangannya
Segera dengan amarah ia memberanikan diri masuk ke kamar untuk menghentikan kegiatan mereka.
" Hansssss.... " Hanum berteriak, Membuyarkan hasratnya Hans
Dengan setengah sadar Hans melihat yang berdiri di depan nya adalah Hanum, Lalu siapa yang berada di sampingnya?
" Hanum ... " Menggosok kedua matanya
" Lalu kamu ... " Menatap ke samping " Syerill " Teriak dan terjatuh ke lantai
Berkali kali Hans menampar pipi nya berharap ini mimpi, Hanum menghampiri Syeril dan berbisik padanya.
" Mengapa kau lakukan ini padaku ? "
" Kau memang teman terbaikku " Dan berlalu meninggalkan keduanya.
Hans memakai pakaian dan berlari mengejar Hanum, Sedangkan Syeril ? diam mematung dan hanya bisa diam mematung
________________________________________
Hallo Para Readerssss ....
Happy Reading , Terus dukung aku yaa...
Makasih banyak buat yang udah baca...
Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,
Anddddd..... Likeeeee
__ADS_1