My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Manja


__ADS_3

Ku lihat sekeliling ruangan, dan terasa seseorang menggenggam tangan ku sembari tertidur pulas, tak terlihat dengan jelas wajahnya yang terlihat hanya rambut yang berantakan.


Dia mengubah posisi tidur, dan nampak jelas wajahnya yang tampan, ku tarik tangan yang dia genggaman dan mengusapnya dengan lembut.


Terasa ada yang menempel, ia pun terbangun


" Singkirkan tangan mu, panas sekali hmm... " suara khas bangun tidur


" Bangun ... Ini sudah jam 7 pagi "


" Geser sedikit " Mendorong pelan


" Ini sempit "


" Ayolah ... "


Hans tertidur disamping Hanum


" Kau bau sekali "


Hanum mencubit pinggang Hans


" Aww... " Mengusap usap bekas cubitan Hanum


" Turun ! , Kasur ini milik ku " Mendorong Hans


" Lima menit lagi "


Krubukk ... Krubukk ... perut Hanum bersuara


" Kau lapar ? " Hanum mengangguk


Mengambil piring berisi makanan yang berada di pinggir, dan membukakan meja yang menyatu dengan kasur.


" Makanlah ... "


Hanum hanya menatap makanan tersebut


" Mengapa ?, Mau aku suapi ? " Mengambil sendok


" Buka mulut mu "


" Hei ... Bukalah mulut mu, Ayolah ... kau harus makan " Memaksa Hanum membuka mulutnya yang tertutup, Hans pun memijat hidung Hanum agar mulutnya terbuka

__ADS_1


" Amm ... Gitu dong " Berhasil memasukan makanan ke mulut Hanum


" Tidak suka, tidak ada rasanya " Rengek Hanum


" Ini makanan sehat Num, Kasian loh suster udah masakin masa gak di makan "


" Bukan suster yang masak "


" Yaa ...yaa... siapapun itu kau harus memakan nya "


" Tidak enak " Berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan nya


" Huweek ... " Hans memijat tengkuk leher dan menepuk nepuk nya


" Mengapa kau muntahkan, Sudah kau keluarkan semua ? " Hanum hanya mengangguk pelan


Dengan sigap Hans mengangkat tubuh Hanum menuju ranjang


" Kau ingin makan apa ? "


" Aku ingin makan rendang, batagor, baso tahu, Cumi Cumi, buah buahan "


" Kau ngidam ? mengapa banyak sekali yang kau mau ? "


" Haha ... Baiklah, Aku belikan tunggu sebentar " Geli melihat tingkah Hanum, Hendak pergi namun lengan nya ditarik


" Jangan Lama "


" Baiklah, Lepaskan ... jika tak mau lama menunggu " Hanum pun melepaskannya


Setengah jam kemudian Hans kembali ke ruang rawat Hanum, Membuka pintu dengan perlahan


" Ehh tidur lagi, Kelamaan nunggu yaa " Mengusap pipi dengan lembut


" Hanum ... Bangun, pesanan mu sudah siap "


Mengoyangkan tubuhnya pelan


" Kau sudah datang ?, Membawa pesanan ku ? " Tanya Hanun dengan wajah Sumringah


" Iyaa ... duduklah " Sembari menyiapkan makanan di meja


" Yaahhh ... kok cuma cumi dan buah buahan saja ?, Kemana pesanan ku yang lain ? " Cemberut

__ADS_1


" Kata dokter, kau tidak boleh makan batagor, baso tahu, dan rendang, Perut mu akan perih dan aku akan di marahi olehnya lagi. Kau tak dengar ? Tadi pagi dia memarahi ku. " Sedikit membentak


" Tapi ... Aku mau semua pesanan ku " Rengek nya kembali


" Makanlah ! " Menancabkan garpu ke buah


Hanum berkaca kaca mendapat bentakan dari Hans


" Buka Mulut Mu ! " Hanum mengikuti perintah Hans, Tanpa terasa air matanya menetes dan segera ia hapus, Namun Hans melihatnya


" Mengapa kau menangis ?, Maafkan aku " Mendekati Hanum


" Menjauh ! " melihat Hans mendekat Hanum mundur hingga di ujung ranjang


Hans menarik Hanum dalam pelukannya


" Hei ... Tunangan ku, Kau tak boleh menangis, Kecantikan mu akan luntur, nanti bila luntur aku yang akan menangis karena tak bisa melihat kecantikan mu lagi " Gombal Hans


" Kau jahat... Kau membentak ku " Memukul punggung Hans


" Maafkan aku, Aku benar benar minta maaf " Melepas pelukannya


" Nanti ... Saat kau sudah sembuh, Aku akan membelikan semua yang kau mau " Mengusap air mata nya


" Kau Janji ?" Menjulurkan jari kelingking nya


" Iyaa aku Janji, Sekarang makanlah ! "


Hanum Memakannya dengan lahap


" Pelan - Pelan makan nya, Aku akan pergi ke kampus kau diam disini yaa " Merapikan baju dan memasukan berkas ke dalam tas


" Tak boleh lama " Manja Hanum


Menoleh ke arah Hanum yang memasang wajah manja


" Aish ... Baiklah, aku takkan lama. Jangan merepotkan suster disini, jadi wanita yang baik, jangan banyak mengeluh, mengerti? "


" Baiklah jika kau lama aku akan kabur dari rumah sakit ini " Menggembungkan pipinya


" haha... Silahkan saja " Hans tertawa geli mendengarnya


" Aku berangkat dulu " Menghampiri Hanum dan mengecup puncuk kepala

__ADS_1


____________________________________


__ADS_2