My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Hukuman


__ADS_3

Di tengah perjalanan, Hanum ingat ia harus mengikuti ospek IMFK.


" Pak, Saya harus kembali ke kampus " Menatap ke arah Hans yang sedang mengemudi


" Jangan panggil saya bapak " Jawabnya santai


" Lahh kenapa ???, Kamu kan bakal jadi bapak dari anak anak ku " Gombal ku dan mendekatkan wajahku ke arahnya.


Mendengar gombalan ku , Hans mengalihkan penglihatannya hingga kami saling menatap dengan jarak sangat dekat


" Heii...haha, apa yang kau katakan, kau gila? " Ucapnya menempelkan telunjuknya di kening dan sedikit mendorong ku agar menjauh dari wajahnya


" Apa yang kau lakukan " Mengusap usap kening


" Baiklah, aku akan menurunkan mu di depan sana " Menunjuk ke arah halte bus


" Kau akan menurunkan ku disana ? " Melihat apa yang ditunjukkan oleh Hans


" Hahh ... serius dia bakalan nurunin disana, astaga dasar mahkluk kejam " Gumam ku dalam hati


Hans memberhentikan mobil sesuai dengan yang ia tunjuk, Aku keluar tanpa sepatah katapun dan membanting pintu mobil dengan keras. Melihatku keluar Hans menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangannya serta menjulurkan lidahnya ke arahku yang yang sedang menatap nya dengan tajam


" Suruh siapa tadi nipu saya " Ucap nya pelan dan berlalu meninggalkan ku


-----------------------------------------------


Aku memilih melanjutkan perjalanannya menuju kampus dengan ojol, Berharap bisa datang ke kampus dengan cepat. Namun nihil, Aku tetap terlambat 1 jam karena jalanan yang begitu padat.


" Neng, artosna kirang " Ucap mang ojek


" Aduh pak, teu aya artos receh " Jawab Ku sambil merogoh tas


" Yahh ... gimana atu neng "


" Yaudah pak, sini uangnya " mengambil kembali uang yang kurang dan memberikan uang yang lebih " Ini yaa pak, dikembalikannya buat bapa aja " Ucap ku meninggalkannya untuk berlari menuju aula.


Aku menyempatkan diri ke kantin, membeli botol minum dan mengatur napas untuk kembali berlari menuju aula.


------------------------------------------

__ADS_1


Aku melangkah ragu memasuki aula.


" Maaf kak, Saya terlambat "


" Salam dulu kek, Gak tau tatakrama yaa KAMU. " Bentak salah satu kating


" Maaf kak, Assalamualaikum "


" Wa'alaikumsalam " Jawab kating dengan sinis, Berdiri dan mengelilingi Hanum


" Dari mana KAMU ?!!! " Sedikit membentak


" Ma... Maaf kak "


" Saya gak butuh Maaf KAMU !!! " Berhenti mengelilingi Hanum dan berhenti tepat di wajahnya


" Sa... Saya ada keperluan dulu kak "


" Cihh ... Alesan "


" Kalo kamu gak mau ikut acara ini, Kamu Keluar !!! " Timpal kating lain


" Liat regu kamu dimana ? "


Hanum melihat seisi ruangan tersebut namun tidak ada satu orang pun regunya.


" Gak ada kak " Jawab Hanum kebingungan


" Bagus ... regu kamu gak ada, Kalo memang kamu niat ikut acara ini Kamu cari mereka!!. Jangan pernah injakan kaki di sini sebelum kamu menemukan Mereka !!! " Ucap nya berteriak


Hanum pun meninggalkan aula dan segera mencari anggota regunya yang entah dimana, ia harus mencari di kampus yang sangat luas. Setiap Fakultas ia singgahi, mencoba bertanya kepada beberapa mahasiswa yang berlalu lalang dan menunjukan poto anggota nya namun tidak ada yang melihat.


Namun Hanum ingin membuktikan kepada katingnya bahwa ia benar benar berniat ingin mengikuti ospek ini, tanpa lelah Hanum mengelilingi kampus dan berharap dapat menemukan seluruh anggota regunya.


___________________________________


Hans melangkah keluar kamar mandi dengan handuk putih yang melingkar dipinggang nya, menggosok rambut sembari bersiul riang menuju meja rias.


" Astaga ada apa dengan muka mu Hans, Mengapa kau tampan sekali " memuji diri sendiri di depan kaca

__ADS_1


- kringg kringgggg ponsel hans berbunyi


" Haloo .... selamat siang pak, Bagaimana ??? ..... " Baik pak saya segera kesana "


Bergegas Hans memakai pakaian dan berlari menuju halaman, menancapkan gas menuju lokasi tempatnya bekerja.


-------------------------------------------


Sudah 1 jam setengah Hanum mencari, namun tak satu orang dari kelompoknya ia temukan, Namun Hanum tak menyerah meski langkahnya telah melemah dan pandangan yang mulai kabur tak karuan.


Hans sudah sampai dikampus saat hendak keluar dari mobil mewahnya, Hans melihat Hanum yang basah oleh keringat dan hijab yang berantakan berjalan dengan cepat seperti orang yang kebingungan.


" Hanum .... Hanum ... " Hans berteriak karna jarak mereka yang lumayan jauh, Tak terdengar oleh Hanum ia pun berlari mengejar nya


" Hanum ..." Menarik lengannya agar melihat ke arahnya


" Pak Hans ... Hu hah huh hah ...." Jawab Hanum dengan napas yang terengah engah


" Kau mengapa berlari lari, bukannya kau mengikuti ospek ?


" Saya mencari regu saya pak " Ucapnya lemas


Hans menatap Hanum dengan rasa bersalah, Karna ia menurunkannya sembarangan. Melihat Hanum seperti itu Hans mengepalkan tangannya


" sia**n berani nya mereka memperlakukan Hanum seperti ini " Gumamnya dalam hati


" Ikut aku " Hans menarik lengan Hanum untuk masuk ke dalam mobil, Hanum yang tubuhnya lemas pun hanya mengikuti arahannya


" Duduklah, Muka mu pucat sekali sudah berapa lama kau berlari ? " Ucapnya khawatir, Namun tak mendapat jawaban dari Hanum


" Atur napas mu "


Hanum mengatur napasnya, tiba tiba asma Hanum kambuh padahal sudah lama sekali penyakit nya kambuh kembali


" heeemmmm ... huuuu .... " Hanum kesulitan mengambil napas dan mulai memegangi dadanya yang terasa sesak.


" Kau kenapa " Hans panik dan mengangkat tubuh Hanum menuju ruang kesehatan


-----------------------------------------------

__ADS_1


Ia membaringkan tubuhku di atas kasur, dengan samar aku melihat seseorang yang memeriksa ku dan sedikit terdengar suara seseorang berteriak, mata ku semakin berat dan semua sudah tak terlihat lagi oleh ku


__ADS_2