My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Cantik


__ADS_3

Hari mulai siang, Hans bergegas untuk menuju rumah sakit. Beberapa mata kuliah tak ia hadiri, karena khawatir pada Hanum yang sendirian disana.


Setengah jam Hans sampai di basement rumah sakit, sebelum masuk ke ruangan tempat Hanum dirawat ia berinisiatif untuk membeli sesuatu yang bisa di makan oleh Hanum, Dan segera menemuinya.


" Tok ... Tok ... " Hans mengetuk pintu


" Assalamualaikum " Membuka pintu


Hanum yang melihat seseorang masuk ke dalam langsung berjalan menghampiri nya


" Ada apa dengan wajah mu,Kau menangis ? " Memegang pipi


" Aku .... Aku takut " Ucapnya bergetar menahan tangis


" Mengapa ?, Apa yang terjadi ? "


Hanum tak menjawab, ia hanya memegang erat tangan Hans sambil melihat sekeliling dengan wajah gelisah.


" Duduklah ... Kaki mu bergetar " Memapah menuju kasur


" Mau menelpon Ayah dan Bunda ?, Supaya kau tenang " Mengusap punggung


" Jangan " Menggelengkan kepala


" Mengapa ? "


" Aku tak mau membuat mereka khawatir "


" Baiklah, Kau sudah makan ? " Membuka tutup piring makan yang di sediakan rumah sakit


" Mengapa tak kau makan ?, Makanan mu masih utuh ? "


Menutup kembali, dan menoleh ke arah Hanum yang sedang memeluk kedua lututnya


" Hei ... Kau kenapa ? " Menghampiri Hanum dan duduk disamping nya

__ADS_1


" Ceritakan padaku, apa yang terjadi ? " Mengusap rambut yang menghalangi wajahnya


" Ceritakan padaku, Hei ayolah ... Lihat ke arah ku " Mengangkat wajahnya agar menatap Hans


" Kemana hijab mu, mengapa kau buka ? Apa kau ... " Belum sempat Hans melanjutkan perkataannya, Hanum menarik lengannya dan bersembunyi di dada bidang milik Hans.


" Ada apa ?, Apa seseorang menemui mu ? mengapa ruangan mu berantakan "


Melihat sekeliling yang baru Hans sadari, bahwa ruangan Hanum berantakan. Mendengar perkataannya, Hanum semakin erat memeluknya.


Hans baru mengerti mengapa Hanum seperti ini, mungkin yang dikatakannya benar, ada seseorang yang masuk. Tapi siapa, Hans bertanya tanya dalam hatinya.


Perlahan Hanum melepaskan pelukannya, Mensejajarkan tubuhnya dengan Hans yang duduk di hadapannya. Dan kembali memeluknya


" Dia .... Dia ... Pria ber... berbaju Hi...Hitam ... " Hanum berbisik dengan terbata bata


" Dia siapa ? " Tanyaku kebingungan


" Dia ... Dia... Se...Selalu datang ke...ketika aku ... Sendirian " Kembali memeluknya dengan erat


" Lepaskan ... Aku tak bisa bernapas " menepuk pundak Hanum agar dia melepaskan nyaa.


" Uhuk ... Uhuk ... Lepaskan "


Hanum melepaskannya, dan Hans batuk batuk karena kesulitan bernapas.


" Makanlah makanan mu siang ini, jika tidak aku akan meninggalkan mu kembali " Ancam Hans yang melihat seseorang membawa makanan


" Permisi .... Ini makan siang nya " Meletakkan piring


" Terimakasih " ucap Hans


" Makanlah " Membuka tutup piring


Hanum mengambil sendok dan memasukan nya ke dalam mulut

__ADS_1


Hans mengambil bantal dan memindahkannya ke kursi, ia pun duduk di belakangnya


" Rambut mu panjang sekali " Menyisir rambutnya


" Biarkan saja, nanti aku sendiri yang menyisir rambut ku "


" Tak apa, Biar aku saja. Kau lanjutkan makanan mu " Kembali menyisir


" Ikat rambut mu mana ? "


" Ini " Memberikan lengan yang terdapat ikat rambut


" Nah ... gini kan rapi "


" Terimakasih "


" Mana hijab mu ?, Pasang kembali. Belum saatnya aku melihatnya. "


" Tapi kau sudah melihatnya " Menunjuk hijabnya yang terjatuh


" Orang tadi melepaskan hijab mu ? " Hanum mengangguk


Hans memakaikan hijab " Kau lebih cantik dengan memakai ini "


Hanum tersipu malu dan pipinya mulai memerah


" ihh ... pipinya mateng " tertawa geli


_____________________________


Halllo para readerss ....


Terimakasih sudah membaca....


Semoga kalian suka, Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like dan comment.

__ADS_1


__ADS_2