My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Batal pulang


__ADS_3

Musim panas tiba, Saatnya Hanum melepaskan penat bersaing di bangku kuliah. Hari yang di tunggu tunggu tiba, Dia akan pulang bersama Zain.


" Asyikkk ... Pulang ke Indonesia " Menari nari di lapangan


Hanum segera berlari menemui Zain di rumah sakit, dengan buku buku yang ada di pelukan nya.


" Zain ... Mari kita pulang " Hanum berteriak sepanjang jalan, Karena dia yakin tak akan ada yang mengerti dengan ucapan nya


Hanum tiba di rumah sakit, Di lobby Dia melihat Zain yang sedang berjalan lemas.


" Zain kau kenapa ? " Memegang tangannya


" Aku seperti nya demam " Meletakkan tangan Hanum di keningnya


" Benar... Kau panas sekali "


" Kau harus merawat ku, kalau aku demam itu akan sangat lama ". Menarik tangannya


" Benarkah ? Yasudah ... Aku antarkan kau pulang ".


Berjalan menuju basement untuk mengambil sepeda kesayangan mereka berdua.


" Aku yang akan membonceng mu ? " Zain mengangguk


" Aishh ... Kau berat, Apa aku kuat ? "


" Kau pasti bisa, Aku lemas " Duduk di belakang


" Baiklah aku akan coba ... " Menaiki sepeda


" Agrhhh .... Berat ya Allah " Hanum mencoba mengayuh sepeda


" Semangat semangat " Zain menyemangati Hanum dengan suara yang lemas


Setengah perjalanan Hanum memutuskan untuk beristirahat sejenak.


" Astaga aku lelah... Istirahat dulu sebentar " Mengatur napas

__ADS_1


" Di depan ada apotek beli obat untuk ku "


" Kau kan dokter, mengapa kau sakit ? " Mendumel dan berlalu menuju apotek


Hanum selesai membeli obat di apotek dan segera menemui Zain.


" Minum dulu " Memberikan susu botol


" Terima kasih " Mengambil nya


" Sama sama, Yuk pulang " Kembali menaiki sepeda


Hanum memboseh sepeda menuju apartemen Zain, Setelah sampai di lobby apartemen Hanum memapah Zain menuju lift.


" Apa kau tak apa apa sendirian di apartemen ? " Melangkah keluar dari lift


" Tidak, Kau harus menemani ku " Suara Zain semakin lemas


" Baiklah aku akan menemani mu "


Zain membuka pintu apartemen dengan sidik jari nya dan otomatis pintu itu terbuka lebar.


" Berbaringlah " Menidurkan Zain di kasur dan menyelimuti nya


" Makanlah dulu " Membangunkan Zain yang mulai terlelap


Namun Zain tidak menjawabnya, tubuhnya lemas dan terasa dingin, Hanum membiarkan nya tertidur dan memasang infus di tangannya.


" Aww " Zain meringis kesakitan karena jarum suntik yang mulai masuk ke tangannya.


" Tahan sebentar, Tarik napas " Memberikan aba aba pada Zain


Hanum mulai menyuntikan obat pada infus Zain agar tubuhnya tidak bertambah parah.


" Sembuh Zain, Tanpa kamu. Aku tidak memiliki siapapun disini ". Memegang tangan nya


" Aku tidak sakit " Jawab Zain pelan

__ADS_1


" Tidurlah, Badan mu butuh istirahat " Mengusap kepala


" Biasanya ibuku yang selalu mengusap kepala ku " Menikmati nya


" Tidurlah, Atau aku akan meninggalkan mu sendirian ". ancam Hanum


" Baiklah " Memejamkan mata.


Hanum yang melihat Zain tertidur, Dia segera bangkit dari duduknya karena penasaran akan apa saja yang ada di dalam apartemen milik Zain.


" Ini pasti photo Zain waktu kecil " Mengambil poto yang ada di atas meja


" Dia sudah tampan sejak kecil " Mengusap photo tersebut


Hanum kembali melangkahkan kaki untuk melihat semua sisi yang ada di apartemen Zain.


Hanum melihat banyak sekali buku buku kedokteran yang tersusun rapih di lemari,


Ada pula yang dibiarkan berserakan di lantai.


" Aku rapihkan ahh " Mengambil buku yang tergeletak di bawah


" Ehh ... Mungkin dia sengaja melakukan itu " Menyimpannya kembali di lantai


Hanum menyusuri setiap ruangan " Apa tidak ada photo keluarga nya " Melihat ke setiap dinding


" Aku penasaran dengan keluarga nya "


Menatap ke satu sudut " Ehh itu ada photo keluarga " Berjalan mendekati nya


" Kok aku gak asing sama wajahnya " Hanum mengucek kedua matanya


Karena matanya rabun jauh Hanum berlari menuju kamar untuk mengambil tasnya mengambil kacamata


" Itu .... " Hanum terkejut melihat photo yang terpampang di dinding ruang tamu apartemen Zain


_______________________________________

__ADS_1


__ADS_2