
Hanum membuka mata, Melihat sekeliling teryata ini kamarnya. Ia mencoba untuk duduk bersandar
" Aww... Kepalaku sakit sekali " Memegang kening.
" Berapa suhu badanku, Mengapa panas sekali " Beranjak menuju meja rias untuk mengambil kotak obat
" 37,5 , Patas badan ku panas " Melangkah kembali ke kasur dan duduk di tepi ranjang .
Mengambil ponsel dan menyalakannya
" Astaga ternyata ini pukul 03.00 pagi "
Mematikan kembali ponselnya namun sekilas terlihat ada pesan whats app dari nomor yang tidak Hanum kenal, ia pun menyalakan nya kembali
" Ini pesan dari siapa "
" Hanum ... Kau baik baik saja?, Mengapa kau lakukan hal bodoh seperti tadi, kau berlarian kesana kemari. Hari ini aku tidak mau melihatmu di kampus !!! "
Hanum tersenyum membaca pesan itu, Hans tiba tiba menghubunginya padahal Hanum tidak pernah memberikan nomor dirinya.
" Pesan macam apa ini, apa dia merasa bersalah, Emm...... Atau dia mengkhawatirkan ku ? , Aishh ... Mengapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya saja " Membaringkan tubuhnya dan menyimpan ponsel di dada
" Apa pesan itu harus aku balas " Kembali duduk
" Aku baik baik saja, Aku tidak melakukan hal bodoh, itu hukuman untuk ku. Baiklah aku akan absen hari ini ".
" Wahh ... langsung dia baca. oh tidak, apa aku salah menjawab pesannya ? " Ucapnya panik
"Baguslah kalo kau baik baik saja, Kau tidak akan berterima kasih pada ku ? "
" Apa maksudnya, mengapa aku harus berterima kasih padanya ? " Ucapnya bingung
"Mengapa aku harus berterima kasih padamu ? "
"Heii ... Kau amnesia ? "
" Tidak "
" Lupakan saja ! "
__ADS_1
" Aku tidak paham, baiklah terimakasih "
Ku simpan ponsel di atas meja, dan berjalan memasuki kamar mandi, Setelah 30 menit aku keluar dengan handuk piyama dan handuk di kepala.
" Astaga, mengapa aku keramas, Aku kan sedang sakit. Hanum Hanum .... " Menggeleng geleng kepala
Suara ponsel Hanum berdering kencang
" Siapa yang nelpon jam segini " Berjalan mengambil ponsel
" Pak Hans " Terkejut menatap ponsel, dilihat ada 10 panggilan tak terjawab darinya. Saat Hanum akan membalik menelpon ternyata ia menelpon nya kembali
" Hallo ... Assalamualaikum, Ada apa pak ? "
" Wa'alaikumsalam ... Kau baik baik saja ? "
" Saya baik baik saja, Bapak kenapa ? "
" Aishh ... Saya pikir kamu pingsan kembali, Saya khawatir di rumah mu tidak ada siapapun "
" ohh yaa ??, Mengapa bapak tahu ? "
" Orangtua mu pergi dengan ayahku, Mereka akan lama disana dan mereka menitipkan dirimu padaku "
" Mereka pergi mendadak, Kau tidak perlu khawatir, Aku akan menjaga mu, Turunlah ... Aku di depan rumah mu "
" Apa ? " Hanum segera memakai pakaian dan hijabnya lalu menuju balkon kamar, Ternyata benar terlihat ada mobil yang berhenti di depan pagar rumah nya
" *Berapa lama lagi aku akan menunggu ? "
" Tunggu sebentar "
" Hati-Hati "
Hanum membukakan pintu pagar, Dan Hans memarkirkan mobilnya di halaman.
*Blag* Hans menutup pintu mobil
" Sekarang badan mu bagaimana, hemm ... mendingan ? " Memegang pipi Hanum
__ADS_1
" Aku baik baik saja, Masuk kedalam yuk diluar dingin. Hwaachiim ... "
" Baiklah ... sepertinya kau demam, Masuklah ke dalam mobil, aku akan mengunci pintu rumah mu. "
" Mau kemana ? "
" Rumah sakit " Melangkah meninggalkan Hanum " Masuklah! " Ucap nya kembali
Hans mengunci pintu rumah dan Hanum melangkah kedalam mobil
________________________________
Di perjalanan tubuh Hanum melemas dan menggigil kedinginan akibat ia mandi di saat badannya tidak fit.
Hans sesekali melihat kearah Hanum yang terlihat kedinginan
" Sebentar lagi kita sampai " Memegang tangan Hanum " Kau dingin sekali "
Hanum menggenggam tangan Hans dengan lemas.
" Bisa kau turunkan aku di depan, perut ku mual "
" Kau ingin mu*tah ? "
" Pegang ini " memberikan kantong keresek
" Uwekk ... Uwekk " Memu*tahkan cairan, ia ingat bahwa dirinya kemarin hanya makan sekali
" Keluarkan semuanya " Memijat tengkuk leher dan menepuk nepuknya
" Kita sampai " keluar dan memapah Hanum masuk kedalam
_____________________________
Hans melihat dokter sedang memeriksa Hanum, dan seorang suster memasangkan infus
" Bagaimana dok ? "
" Pak, kenapa bapak baru membawanya ke sini sekarang? " Dokter memarahi Hans
__ADS_1
" Maaf dok "
" Pasien dehidrasi parah, Trombosit nya turun, kemungkinan pasien menderita tipes, namun kita lihat hasil tes selanjutnya"