
Hanum melanjutkan permintaan nya
" Aku mau kita pergi ke wahana hiburan "
" Baiklah " Mengangguk
" Satu lagi "
" Apa itu ? "
" Jika libur musim panas, Aku ingin kamu menemani ku ke indonesia "
" Indonesia ? " Hanum mengangguk
" Baiklah, akan aku lakukan " Hans tersenyum
" Yaudah yuk pulang " Memanjangkan lengannya dan Zain pun meraih tangan Hanum.
Sepanjang perjalanan pulang mereka mencurahkan isi hati nya satu sama lain, Dengan menaiki sepedah keduanya terlihat seperti pasangan yang serasi.
Zain berkulit putih, Tinggi badan 178 cm , bermata sipit, dan bibir yang mungil dengan hidung yang mancung.
Sedangkan Hanum Tinggi badan 158 cm, Bermata bundar dihiasi kacamata bulat hitam, dan hidung yang kecil, Kulitnya lebih putih dibandingkan Zain.
Semua mata menatap keduanya, Karena Hanum memakai hijab yang sangat jarang di kenakan oleh wanita di negeri ginseng tersebut.
" Hanum ... Besok kita ke taman hiburan " Ucap Zain
" Benarkah ? " Menatap Zain
" Iyaa "
" Asyik ... " Mengguncangkan tubuh Zain
" Hanum ... Hanum ... Berhenti !!! " Kaget karena sepedanya pun ikut oleng akibat guncangan.
__ADS_1
" Maaf maaf ... "
" Kamu ini, Kalo jatuh gimana ? " Ucap Zain kesal
" Ya Maaf ... "
Mereka tiba di depan rumah sakit tempat Zain koas, Hanum selalu ikut ke rs tersebut untuk membaca buku di perpustakaan yang ada disana.
Dan untuk melihat dokter dokter yang tampan, Agar Hanum kembali bersemangat dalam mempelajari materi kedokteran.
" Aku duluan Hanum " Berlalu meninggalkan nya
" Zain tunggu, Kau marah padaku ? " Mengejar nya
" Iyaa ... Aku kesal padamu, Kau bodoh. Mengapa kau lakukan itu hah ? " Zain kesal
" Tapi aku sudah minta maaf padamu " Menarik tangannya
" Aku masih kesal " Diam tak melanjutkan langkahnya
" Tapi Apa ?!!, Lepaskan tanganmu. Dan menjauh dari ku " Melepaskan paksa tangan Hanum
" Aww " kuku jari Zain menggores lengannya
Tapi Zain tidak peduli, Dia benar benar marah karena hal tadi bisa mencelakakan mereka.
Hanum pun melangkahkan kaki menuju perpustakaan, Untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen.
Hanum sedikit kesulitan membuat makalah, Karena harus menggunakan bahas korea. Mungkin untuk mengucapkan mudah bagi Hanum, Namun untuk menulis dan membaca nya sedikit membuatnya pusing dan kebingungan.
" Arghhh ... Apa ini ? Bagaimana cara nya aku membaca tulisan ini " Memukulkan buku ke kepala
" Aku harus mencari tempat kursus bahasa korea, Agar aku bisa membaca ini semua " Membereskan buku dan menyimpannya kembali
________________________________________
__ADS_1
Terdengar dari luar suara Syeril yang kembali memuntahkan isi perutnya, Dan itu membuat Hans khawatir.
" Syeril .... Syeril ... buka pintu nya " Menggedor pintu kamar
" Uwekk ... Uwekk " Terdengar samar suara Syeril
" Syeril ... Kau baik baik saja ? "
' Brughh ... ' Tiba tiba ada suara terjatuh
" Syeril ... Syeril ... " Hans semakin Khawatir
Dan berlari mencari kunci cadangan di laci meja tempatnya bekerja. Setelah menemukan nya, Hans segera membuka pintu kamar dan mencari Syeril
_Ceklek_
" Syeril ... Syeril " Melihat sekeliling dan berlari ke kamar mandi
" Astaga Syeril ... "
Hans menemukan Syeril dalam keadaan tak sadarkan diri dengan luka lebam di kening nya.
Dengan sigap Hans menggendong tubuh Syeril ke kasur dan menidurkannya dengan perlahan.
" Pak Hans ... Pak Hans " Seseorang mengetuk pintu apartemen nya
Hans berlari untuk membuka pintu apartemen, Karena mungkin itu adalah dokter malik yang datang untuk memeriksa Syeril.
" Selamat sore pak Hans maaf saya " Belum selesai berbicara Hans memotong nya
" Saya maafkan, Cepat dia tadi terjatuh di kamar mandi " Hans menarik tangan nya
" Ahh baiklah " mengikuti arahan Hans
______________________________________
__ADS_1