My Dosen I Hate You

My Dosen I Hate You
Kreby Patty


__ADS_3

" Sudah selesai " Zain sedikit membungkuk agar sejajar dengan Hanum


" Belum ... " Mengusap air mata nya


" Apa yang harus aku lakukan ? "


" Tidak ada, Aku akan pulang " Melangkahkan kaki


" Ehh tunggu ... Aku sebentar lagi selesai, Tunggulah kita pulang bersama " Mengikuti Hanum dari belakang


" Baiklah " Duduk di lantai


" Apa yang kau lakukan ? " Menahan tawa melihat tingkah Hanum


" Kau suruh aku menunggu bukan ? "


" Iyaa ... Tapi bukan disini kel


es " Mencoba membuat Hanum berdiri


" Gendong " Membuka lebar lebar kedua tangannya


" Berat Num, Nyadar body dong " Melepaskan kedua tangan nya


" Aaahhh ... Kaki aku sakit " Ucapnya Manja


" Terserah dah " Berlalu meninggalkan Hanum


Hanum tetap dalam posisinya tidak berubah sedikit pun, Zain berhenti melangkahkan kaki dan melihat kebelakang.


" Aishhh dasar bocah " Menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Berjalan menuju Hanum kembali


" Heh ... Boja, Bocah Manja. Aelah ... gak malu tuh dilihat banyak orang " Menunjuk orang yang ada di sekitar


" Gendong " Kembali membuka lebar kedua tangannya


" Aelah... Dasar Boja, Yaudah sini naik dah Cepetan " Jongkok membelakangi Hanum


" Deketan sini "


" Astaga Naga ! " Mundur dengan posisi jongkok


Dengan cepat Hanum menaiki punggung Zain.


" Aduh berat " Berdiri menggendong Hanum


" Kaki aku sakit " Hanum berbisik di telinga Zain


" Sakit ?, Sebelah mana ? " Berhenti berjalan dan melihat kaki Hanum


" Kiri " Hanum menyandarkan kepalanya di bahu Zain

__ADS_1


" Ini ? " Memegang nya


" Bisakah kau berjalan lebih cepat, Orang orang menatap kita " Berbisik


" Baiklah " Kembali berjalan


Setelah menemukan tempat yang sepi dari keramaian Zain menurunkan Hanum di kursi ruang tunggu.


" Ohh iyaa ini terkilir " Melihat kaki Hanum


" Aww ... "


" Kenapa tak bilang ? Malah duduk di lantai " Menatap Hanum dengan tajam


Hanum merain tangan Zain menempelkan di dadanya " Ini lebih sakit ".


" Benarkah ? " Hanum mengangguk


Zain hanya mentapa Hanum begitu pun sebaliknya, Mereka terbiasa bersama seperti sebuah candu bagi keduanya.


Hanum merasa nyaman di samping Zain, Namun dia tak tahu dengan perasaan Zain padanya.


____________________________________________


Syeril terbangun di tengah malam, Dia melihat seseorang tidur di sebelah nya. Syeril mengedipkan kedua matanya agar nampak jelas siapa yang ada di sampingnya.


Dia memposisikan badannya berhadapan dengan Hans.


" Emm ... Kau sudah sadar ? " Terbangun karena ada sesuatu yang menempel pada pipinya


" Aku lapar " Mengusap perutnya yang keroncong ngan


" Kau ingin makan apa ? "


" Mau ... Kraby patty yang ada di kartun "


" Hah ? "


" Mau itu " Memegang tangan Hans


" Aku harus cari dimana ? "


" Ituloh yang ada di restoran 24 jam "


" Ahh itu ... Baiklah tunggu sebentar " Mengambil ponsel


" Uweek ... Uweekk " Beranjak menuju kamar mandi


" Kamu gak apa apa Syer ? " Berteriak


" Gak apa apa pak Uhuk ... Uhuk ... " Batuk akibat mual yang dirasakan nya


" Telat makan sih, Jadi gitu kan " Menghampiri nya

__ADS_1


Syeril ingat bahwa dirinya memang belum makan sejak pagi tadi.


" Iyaa pak maaf "


" Kalo Baby di dalem kenapa kenapa gimana ?Jangan di ulangi lagi yaa " Syeril mengangguk


" Tapi dia tidak apa apa kan ? " Mengusap perut


" Tidak, Dia baik baik saja. Tadi dokter kandungan sudah memeriksa nya " Memapah menuju kasur


" Syukurlah " Syeril tersenyum


" Yasudah duduk disini, Sebentar lagi pesanan mu datang "


" Benarkah ?, Tapi sekarang aku ingin spaghetti "


" Huh ?, Bukannya kreby patty ? " Menggaruk kepalanya


" Aku ingin keduanya " Mengangkat jari


" Baiklah, Tapi habiskan yaa " Mengusap perut nya


" Iyaa " Ucapnya antusias


Tak lama pesanan Syeril datang, Dan Hans segera memberikan nya.


" Pesannya tibaa " Membawa 2 kantong kresek


" Kau harus bernyanyi sambil menaruhnya di atas meja "


" Huh ?, Nyanyi apa ? "


Syeril cemberut dan mencari ponselnya, Mencari video spongebob yang sedang bernyanyi dan melompat sambil membawa piring berisi kreby patty.


" Aku harus melakukannya seperti itu ? " Menunjuk dirinya


" Iyaa ayolah " Memelas


" Akan aku coba "


Mencoba menirukan gerakannya


" Bukan gitu "


Hans mencobanya kembali


" Tidak bukan begitu " Memarahi Hans


Hans mencobanya kembali " Seperti ini ? "


" Bukan "


Setelah setengah jam mencobanya namun tak ada satupun yang berhasil, padahal Hans sudah mencoba menirukannya berkali kali, Namun nihil dia tetap salah.

__ADS_1


__ADS_2