
Hans berlari di lorong rumah sakit , semua mata menatap nya dengan merasa kasihan. Namun Hans tidak memperdulikan nya, ia hanya memikirkan Hanum yang meninggalkan nya entah kemana.
Berulang kali Hans mencoba menelponnya namun tak bisa, Karena tubuhnya masih lemas ia pun menjatukannya ke lantai.
" Hanum... Hanum ... " Berteriak dan menangis
" Dimana kamu ... Kenapa kau tinggalkan aku"
Dokter dan suster yang melihat Hans pun segera menyuntikan obat penenang agar ia tidak berteriak dan menjadi sorotan orang orang yang ada di rumah sakit tersebut.
Akibat dari suntikan itu tubuh Hans pun mengantuk dan rasanya berat untuk membuka mata, Akhirnya dalam hitungan detik Hans tak sadarkan diri.
________________________________________
" Mba... Mba ... " Mengoyang kan badan Hanum
" Hmm ... Iya " Menguap dan terbangun
" Kita sudah sampai "
" Hah ? Benarkah ? " Melihat sekeliling yang mulai sepi
" Iyaa mba, Yuk kita turun " Mengambil tangan Hanum dan menariknya
" Ehh ... Tunggu sebentar, Tas saya ketinggalan "
" Ini tas mu ? " Melihatkan tas yang sedang ia pegang
" Iyaa itu tas saya "
" Yasudah ayo kita keluar " Kembali menarik nya
Hanum yang belum sepenuhnya sadar dari tidur pulasnya pun hanya mengikuti arahan dari lelaki yang belum ia kenal.
sesampainya di lobby bandara, Hanum pun tersadar.
__ADS_1
" Kau siapa ? " Melepaskan genggaman nya
" Aku ? Perkenalkan aku Zain Athara Wardana " Mengulurkan tangannya
" Hanum ... " Mengabaikannya
" Kau mau kemana ? "
" Aku akan ke Busan "
" Kau bosan di indonesia makanya kau ke Busan ? " Tertawa geli karna ucapnya
" Kau kenapa ? " Menatapnya tajam
" Tidak tidak, Aku pun sama akan menuju kesana. Mari pergi bersama sama "
" Tidak, Aku bisa sendiri ". Berlalu meninggalkan nya
" Hei ... Tunggu aku " Berlari mengejar nya
" Ada apa itu ? " Zain menghampirinya disusul Hanum yang mengikutinya dari belakang
Ternyata ada yang tertimpa reruntuhan bangunan yang di sebabkan angin kencang, Zain pun menghampirinya dan menunjukan identitasnya agar dapat menolong orang tersebut.
karena ia adalah Sarjana kedokteran dan sedang menjalani koas di salah satu rumah sakit di Busan.
Dengan telaten dia memeriksa tubuh pasien dengan peralatan yang ia bawa di kopernya.
" Hei... Bantu aku " Memanggil Hanum yang sedang mematung di hadapannya
" Ahh ... Baiklah " Mulai membuka peralatan medis yang zain bawa
Mereka pun melakukan pertolongan pertama untuk mencegah adanya kerusakan fatal pada tubuhnya.
Tak lama ambulance pun datang ke lokasi kecelakaan, dan segera membawa nya ke rumah sakit.
__ADS_1
Zain menarik lengan Hanum agar dia ikut menuju rumah sakit.
" Koper ku bagaimana ? "
" Kau bodoh ?, nyawa pasien lebih berharga dari pada kopermu "
Hanum pun berbicara kepada karyawan yang bekerja di Bandara agar menyimpan koper miliknya dan Zain, Dengan segera ia memasuki mobil ambulance.
________________________________________
Hans mulai membuka matanya dan melihat sekeliling, Namun matanya masih berat dan dia putuskan untuk kembali tertidur.
" Dok, Apa anak saya akan sembuh ? ".
" Kita berdo'a saja pak, Semoga bisa sembuh dan kita akan berusaha agar pasien bisa kembali seperti semula. "
" Apa anak saya harus di dampingi oleh psikiater ? "
" Sepertinya begitu pak, Karena sepertinya pasien mengalami depresi. Supaya tidak berlarut larut dalam kesedihan nya, maka lebih baik kita konsultasikan ke psikiater ".
" Baiklah, Terimakasih dok ".
" Sama sama, Kalau begitu saya permisi ".
____________________________________________
Hallo Para Readerssss ....
Happy Reading , Terus dukung aku yaa...
Makasih banyak buat yang udah baca...
Jangan lupa Tinggalkan jejak, Koment, Vote,
Anddddd..... Likeeeee
__ADS_1
Lopeee u All