
Ariella Jennie Sanjaya
Wanita Cantik nan Anggun Sedang Di buat pusing Oleh Suami nya Giovano Derren Admaja ,bagaimana tidak !! Dari kehamilan nya yang berusia satu setengah bulan hingga kini kehamilan nya menginjak usia 8 bulan dia selalu di pusingkan dengan tingkah laku dan Segala macam permintaan sang suami yang sungguh luar biasa membuat nya selalu menguji kesabaran .dan jika tidak di turuti pasti dia akan mendiamkan Jen sampai ke inginan nya itu di turuti .
Terkadang Jen bingung ,yang hamil siapa yang manja nya liar biasa siapa ?? Bukan kah diri nya yang hamil ? Lalu ini ? Astaga !!!! Jen tak habis fikir dengan author yang selalu membuat nya kesusahan . Seperti sekarang ini ....
" Sayang !!!!" teriak Derren dari atas , tepat nya dari kamar mereka sedangkan Jen sedang di dapur juga menyiapkan makanan yang di inginkan derren yaitu Singkong goreng keju . bahkan Bibi yang biasa belanja pun kesulitan mencari singkong di pasar . tentu dengan perut yang besar Jen agak kesulitan untuk bergerak berat badan nya pun naik 12 kilo tapi tetap dia akan menuruti permintaan suami nya yang manja nya gak ketulungan .
" Iya !! Ada apa ?"jawab nya Setelah di depan pintu kamar yang terbuka dengan wajah senyum walau hati nya dongkol
" Pasangin " ujar nya sambil menunjuk kancing kemeja nya
" Astaga !!! Mas tidak lihat kah aku sedang membuatkan singkong keju permintaan mu " Ujar Jen yang sudah mulai jengkel sambil menyodorkan tangan nya yang kotor karena memang dia belum selesai masak dan derren sudah memanggil nya.
" Ya sudah jika tak ikhlas " Ujar derren sambil memanyunkan bibir tipis nya , dan tangan nya mulai mengancing kemeja nya sendiri . Jen membiarkan saja hal itu lalu keluar dan kembali membuat singkong goreng keju .
Setelah selesai Jen meletakkan di meja dan ia membuat kopi latte untuk derren .
Kemudian Jen berjalan ke kamar untuk memanggil nya karena makanan nya sudah siap untuk di nikmati .
" Mas !! Singkong nya sudah matang ,Ayo !!" ucap Jen pada derren yang sedang memainkan ponsel nya . Hari ini memang ia tidak ke kantor tapi ntah kenapa dia memakai kemeja dan tak memakai baju santai yang sudah di siap kan Jen tadi .
" ...." tak ada jawaban apapun dari derren
" CK . ya sudah jangan minta buatkan apa pun lagi pada ku jika kau menginginkan sesuatu " Ancam Jen
" Ish . baik lah !! " derren menghentakkan kaki nya kesal dan bangun dari posisi nya yang selonjoran di atas ranjang.
Begitu lah sehari-hari mereka selama Jen hamil ,derren yang manja dan Jen yang lebih sabar dalam menghadapi sikap derren yang ke Kanakan .walaupun ia Sering jengkel pada derren akan permintaan yang aneh aneh . Padahal dulu ia saat hamil Varo nyidam pun tak seperti derren yang menurut nya terkadang aneh .
Baby Varo yang kini berumur 2 tahun 7 bulan pun bertambah Pintar dan sangat cerdas. Dia yang sering memarahi derren jika membuat Jen kelelahan dengan segala permintaan nya . terkadang derren juga kasian pada istrinya tapi ntah kenapa ke inginan nya seperti tak bisa di bendung .
" Ayah!! " Seru Varo dan menatap tajam ke arah derren
" Hm "jawab nya sambil memakan cemilan di tangan nya
"AYAH...!!" teriak nya
" CK . Apa sayang !!!!!" jawab derren penuh tekanan
" Ayah aku sedang marah ! Ayah tau gak sih ?" seru nya
" Lah ? Marah kok bilang bilang ! " jawab derren santai
" Ayah nyebelin !!" Varo melipat tangan nya di dada " Ayah Kalau ayah bikin bunda capek aku akan buat perusahaan ayah jatuh !" ancam nya
" Lalu??" ucap derren santai
"Ya ayah akan rugi besar !!"
" Tidak apa! kan bunda masih kaya , Kalau perusahaan ayah bangkrut ayah bakal punya banyak waktu di rumah dan merepotkan bunda " ujar nya menggoda sang anak
" Aku gak akan biarin hal itu terjadi " seru nya dengan tatapan nakal
" Ayo ,kita lihat saja nanti" Jen hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan ayah dan anak itu yang tak ada habis nya .
" Bunda kapan Abang pulang " tanya Varo pada sang bunda ,ia kini sudah malas berdebat dengan ayah nya yang semakin hari semakin menyebal kan menurut nya .
" Tidak tau sayang , Di sana Dia harus mengambil S2 terlebih dahulu mungkin tahun depan dia sudah akan lulus S1 nya, setelah itu dia akan pulang " jawab Jen yang di angguki oleh Varo .
"Tapi saat libur kelulusan Abang pulang kan " tanya nya lagi
" tentu saja " jawab Jen sambil membelai kepala Varo .
" Bunda , aku mau ke rumah papa ,mau lihat Rara "
" Baik lah , jangan terlalu sore pulang nya " ucap Jen dan Varo mengiyakan nya .
" Oke !!" Varo langsung turun dari sofa dan berlari keluar rumah .
" CK , Jangan kau goda anak gadis orang bang !!!" teriak Derren pada anak nya yang begitu semangat ke rumah gabriel dan disha .
Plak
Sebuah pukulan mendarat di lengan derren
" Jangan menggoda anak mu terus !! " omel Jen yang di balas cengiran oleh derren dan mengangakat jari nya membentuk huruf V .
__ADS_1
**
Sebulan berlalu , Tinggal menunggu hari kelahiran Anak Jen yang ke 2 , Kini Jen tampak sedang Berada di taman rumah nya bersama Varo yang menemani nya , hari ini dia bercerita jika Rara sudah bisa merangkak .Jen dengan setia mendengarkan cerita sang anak walaupun dia sudah tau karena memang dia sering ke rumah Gabriel atau Disha yang ke rumah nya bahkan hampir setiap hari mereka ngegibah , karena semenjak hamil 7 bulan Jen memang di larang derren untuk bekerja ,jadi urusan perusahaan dia juga yang ikut menghandle .
Ara juga akan membantu ,tapi tidak seperti dulu karena ia juga di larang Willi terlalu keras Bekerja , Karena orang tua willi ingin Ara segera hamil ,memang satu tahun lebih pernikahan mereka , mereka belum juga di karuniai seorang anak . Bahkan mereka selalu menuntut Ara agar segera hamil tapi tidak dengan Willi ,ia selalu mensupport apa pun yang Ara lakukan , masalah anak bukan ia tak ingin tapi kalau belum di percaya mau bagaimana lagi , selama ini mereka kan sudah berusaha . jika belum di kasih ya sudah pikir nya .
" Bunda !" panggil Varo
" Hm ?" jawab Jen sambil menatap lembut sang anak yang duduk di samping nya
" Jika nanti adik nya perempuan aku yang akan memberi nya nama , Boleh kan ?" tanya Varo dengan mata yang menatap bunda nya penuh harap
" Tentu saja !! Kau kan kakak nya " jawab Jen sambil tersenyum
" seriously??" tanya nya memastikan
" Yes, of course!! "
" Yeay !!!"
" Memang mau di beri nama apa Adik nya jika perempuan ? Tapi bagaimana bila adik yang keluar nanti laki laki ? tanya Jen dengan wajah serius , Mereka memang melakukan USG untuk pemeriksaan tapi tidak dengan jenis kelamin nya . karena mereka ingin tau dengan sendiri nya dan menjadi kejutan .
" Maka aku juga akan tetap menyayangi nya , Tapi aku tidak punya nama untuk adik laki-laki ku " jawab nya dengan wajah polos
" Nanti kita pikirkan lagi . oke !!"
Varo menganggukan kepala nya sebagai jawaban, Saat mereka asik berbincang jen merasakan sakit yang luar biasa . sebenar nya sudah sejak pagi dia merasa sakit tapi ia masih diam karena sakit itu hilang dan datang lagi .
Tapi sekarang rasa ia sudah tidak bisa menahan nya .
" Bunda !!!!" seru Varo " Bunda . Bunda kenapa .. Bunda !!" tanya Varo panik
" Bibi .. bibi ....!!" teriak Varo memanggil pelayang dirumah nya .
" Sayang bunda gak apa-apa " jawab Jen setelah rasa sakit itu mereda lagi .Tapi perkataan Jen sama sekali tak di hirau kan Varo karena ia begitu panik
" Varo .hei !!! Bisa telpon kan ayah ? Seperti nya bunda akan segera melahirkan " ujar Jen yang masih bisa menampilkan senyuman nya sambil menahan rasa sakit , untuk berdiri rasa nya sudah tak kuat .
" Tidak ,jika menunggu ayah pasti akan lebih lama . Bunda tunggu sebentar " ujar nya " Bibi ,tolong jaga bunda ,aku akan panggil bantuan" lanjut nya lagi karena supir rumah sedang cuti dan hanya ada satpam tapi tidak bisa menyupir pikir nya . lalu Varo berlari kerumah Gabriel ,dan beruntung Gabriel sedang berada dirumah
" Pa . papa !!!" teriak nya
" Papa ada ma ? " tanya nya tergesa
" Ada ,di ruang kerja !! Ada apa nak ?" bukan nya menjawab balita ber umur 2 setengah amtahun lebih itu berlari keruang kerja Gabriel dan membuka pintu itu dengan berjinjit .
" Papa!! " seru nya yang membuat Gabriel terkejut dan langsung melihat ke arah nya
" Ada apa bang ?" Tanya gabriel ya g juga merasa heran . Disha pun menyusul Varo sambil menggendong Dira.
" Bunda !!" Ujar nya dengan nafas yabg tersengal
" Ada apa dengan bunda?" tanya disha dan Gabriel bersama dan ikut panik
" Bunda .. mau melahirkan !! Ayah belum pulang !!" ucap nya Setelah mengatur nafas nya ,lelah karena berlari ke rumah gabriel dari rumah nya yang cukup luas .
" APA!!!" ujar Gabriel dan Disha terkejut
" Kak , cepat kesana " ujar Disha yang juga panik.
" Iya . iya . kamu dirumah aja dulu kasian Dira kalau harus ikut juga " ujar gabriel dan di angguki oleh Disha karena pengasuh Dira sedang Pulang kampung saat ini
" Ayo nak " Ajak gabriel pada varo dan mereka terburu buru ke rumah Jen sampai disana bibi telah menyiapkan segala keperluan bayi dan ibu nya untuk di bawa kerumah sakit . Gabriel menggendong Jen ala bridal ke dalam mobil dan di susul oleh Varo dan kepala pelayan yang menyiapkan keperluan tadi .
Bibi duduk di belakang bersama Jen dan Varo di depan di samping Gabriel . di perjalanan Varo menghubungi Ayah nya ,tapi tidak mendapat jawaban karena derren memang sedang rapat saat itu . untung saja dia memanggil Gabriel tadi jika tidak ntah bagaimana nasib bunda dan adik nya nanti jika menunggu sang ayah .
Selama perjalanan Jen berusaha menahan sakit yang semakin sering datang dan mencengkeram kuat sisi jok mobil . bibi dengan setia mengelus lengan Jen dengan lembut dengan wajah khawatir nya .
" Sweety ,kau harus kuat . oke !!" ujar gabriel yang tau jika Jen menahan sakit yang luar biasa dengan memejamkan mata nya . keringat membasahi dahi putih Jen .Varo pun tak kalah panik nya dengan Gabriel . tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit terdekat dan Gabriel langsung menggendong Jen ke IGD .dengan sigap perawat mendorong brangkar membawa Jen ke ruang bersalin .
" Silahkan tunggu di luar tuan" Ujar salah satu perawat . dan di angguki oleh Gabriel dan dokter dengan terburu masuk ke ruangan itu .
Di dalam ruang bersalin
" Dok , ketuban nya sudah pecah " ucap salah satu perawat yang membantu dokter kandungan itu .
" Baik lah "
__ADS_1
Peluh membasahi dahi Jen, Rasa sakit yang luar biasa ia rasakan .. Suami ? Dimana suami manja nya itu ?Astaga Bahakan di gunung saja tidak bisa .
Di luar Gabriel dan Varo beserta bibi nampak panik , Gabriel yang tak bisa diam berjalan kesana-kemari Seperti setrikaan .
" Varo , apa ayah mu sudah bisa di hubungi ?" tanya gabriel
" Belum pa " jawab nya sambil terus mengecek ponsel nya .ia memeriksa GPS di ponsel nya melihat keberadaan sang ayah .yang ternyata memang masih berada di kantor .
" Ayah di kantor , mungkin rapat maka nya tidak mengangkat ponsel nya pa " ujar Varo kemudian
" Telpon Paman Raka " perintah Gabriel yang baru teringat Raka , karena walau rapat Raka kan hanya mendampingi dan pasti akan mengangkat telpon nya .
Dan benar tak lama Raka mengangakat telpon dari Varo
" ..."
" Halo paman . . Apa ayah sedang sibuk" tanya nya
"....."
"Bunda sekarang di rumah sakit , dan akan segera melahirkan " Kata Varo kemudian
"......"
" Di rumah sakit xx "
"....."
Tut
Varo mematikan ponsel nya secara sepihak yang membuat Raka menggerutu .
Di kantor derren
Raka yang sedang mendampingi rapat Derren ,tiba tiba ponsel nya bergetar ,ia melihat sekilas ternyata Tuan muda Kecil yang menelpon nya . Raka sedikit mengernyitkan dahi nya karena tak biasa nya Varo menelpon diri nya .
Raka berpamitan keluar sebentar untuk mengangkat telepon itu dan di angguki oleh derren .
" Hallo "..
"...."
" Iya , ayah mu sedang rapat ! Apa ada masalah?" tanya Raka
"...."
" APA!! Astaga bagaimana ini ? Di rumah sakit mana ? " tanya Raka kemudian karena ia sangat terkejut
"......"
" Lalu , bagaimana ....."
Tut
" Cih .Ibu anak dan ayah nya sama saja ! Belum selesai bicara sudah di matikan " Kemudian Raka melangkah ke dalam ruang rapat . ia Sebenar nya ingin sekali memberi tahu derren tentang masalah ini tapi ... Ini adalah rapat penting yang di hadiri para dewan direksi dan para pemegang saham . jadi raka mengurungkan niat nya memberi tahu derren , Setidak nya nyonya muda Admaja sudah berada di rumah sakit sekarang . biarlah dia di amuk oleh derren nanti dia akan mendengarkan nya saja .
Satu jam berlalu rapat itu telah selesai dan Mereka sudah berpamitan untuk pergi dari ruangan itu . tinggal lah derren dan Raka .
" Ren ! " Panggil Raka pada derren yang sedang membereskan berkas-berkas di hadapan nya .
" Hm" jawab nya singkat
" Nona Jennie berada dirumah sakit " kata Raka kemudian setelah menarik nafas panjang
" APA!!!" ujar nya terkejut
**Bersambung
Hai hai ... Author kembali lagi nih di Sini ...
Ada yang minta jalan kisah derren dan Jen saat hamil Jen ,tapi kalau di buat berkepanjangan seperti nya akan memakan waktu .karena di S2 ini kan nanti yang lebih utama cerita Varrel jadi singkat cerita aja ya tentang kehamilan Jen..
semoga kalian suka !!!
Jangan lupa like comment n vote nya .
wajah panik Varo gak ada .. Ada nya wajah galau
__ADS_1
Happy reading**