MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Episode 93 ( End )


__ADS_3

Sebulan sudah berlalu , Besok adalah hari ulang tahun Beby Giovaro Putra Admaja yang ke 2 tahun . Hari ini mereka semua sedang bersiap siap untuk berangkat liburan ke Pulau x Dimana Jen membangun Villa impian nya disana . bukan villa yang di hadiahkan oleh derren waktu itu ,tapi ini real villa yang ia bangun sesuai keinginan nya sendiri ,bahkan sahabat sahabat nya pun tidak tau dimana letak villa tersebut dan bagaimana bentuk nya .


Kini mereka telah berkumpul di Rumah Jennie .


Willi dan Ara sudah stay di situ , Begitu juga dengan pengantin baru sebulan kemarin Ken dan letha . Radith yang sudah kembali dari Amerika dua Minggu lalu pun seminggu kemudian ia langsung menikahi nada , Tidak dengan acara yang meriah mereka hanya melakukan ijab qobul dan makan makan bersama keluarga dan para sahabat nya . itu sudah menjadi kesepakatan mereka .


Sedangkan gabriel dan disha mereka harus stay at home karena Disha baru melahirkan satu Minggu yang lalu ,saat pernikahan Radith dan Nada Mereka sedang berkumpul dengan pesta sederhana pasangan itu , Di situ lah Disha merasakan kontraksi dan Akan segera melahirkan .


Nadira Queen Chandrawinata Nama putri cantik Gabriel dan Disha . Varo begitu senang Adik nya telah lahir ,bahkan dia yang paling antusias menyambut kepulangan Beby Rara dari rumah sakit . Selama di rumah Varo tak pernah absen dari rumah Gabriel .


Ntah apa masalah nya Willi dan Ara sampai sekarang juga belum di percaya untuk memiliki anak . Para orang tua juga ikut liburan , dari Papa mama derren, Daddy Jen yang sudah sembuh pun ikut juga ,, Ayah Mike yang jauh jauh dari London juga ikut berlibur dengan mereka , begitu pula dengan Tn Nugraha papa Ken yang juga tak mau kalah dengan mereka . Kevan , Rio dan Sam pun tak mau ke tinggalan . hanya Varrel yang tidak kelihatan di sana .Papa mama Gabriel pun ingin ikut tak bisa karena kasihan melihat anak dan menantu nya yang harus di tinggal sendiri ,jadi mereka juga memilih di rumah saja. Raka dan dokter via juga ikut serta dengan mereka . hanya mereka berdua saja yang belum menikah ,ntah apa lagi yang mereka tunggu hanya mereka buang tahu.


Mereka semua berangkat menggunakan pesawat pribadi Keluarga Admaja .


Di dalam pesawat Jen duduk bersebelahan dengan derren , Varo berada di hadapan nya bersama Oma dan Opa nya . mereka dengan santai ber bincang bincang sambil memakan cemilan . Tapi tidak dengan derren yang merasa lemas dan terlihat pucat . Jen sengaja menoleh ke arah nya karena dia sejak tadi hanya diam ,sedangkan papa mama nya asik dengan varo dengan tingkah lucu bocah itu .


" Sayang , kamu kenapa ??" tanya Jen khawatir


yang di jawab gelengan oleh derren


" Serius ? tapi kamu pucat banget loh ,udah gitu kelihatan lemes banget lagi " Jen memeriksa dahi derren yang ternyata gak demam , hanya mengeluarkan keringat dingin .


" Kamu Mabuk perjalanan?" tanya Jen yang kini mengalihkan pandangan papa mama derren pada mereka


" Gak mungkin ih yank , orang aku sering bepergian gak pernah mabuk di pesawat " elak deren yang memang benar ada nya .


" Iya Jen , Dia memang gak pernah mabuk perjalanan " timpal mama Derren


" Tapi lihat deh mah , dia pucat Banget " ujar Jen masih tetap khawatir


" Mungkin aku hanya ke capek an yank , nanti istirahat sebentar juga enakan " Jawab derren lemah ,dia juga tak tau diri nya kenapa tadi seperti nya saat akan berangkat dia baik baik saja ,tapi kenapa sekarang seperti ini .


" Ya sudah kamu tidur saja , nanti kalau Samapi baru di bangun kan " kata papa derren perhatian


" Ayah sakit??" tanya Varo kemudian


" gak sayang ,ayah hanya ke capek an " jawab Jen di angguki oleh Varo " Mas sini " Jen menyuruh derren menyandarkan kepala nya pada bahu Jen . perlahan tangan Jen memijit lempur kepala derren hingga derren merasa nyaman dan kemudian ter lelap


Dalam waktu 3 jam mereka mendarat di Sebuah pulau yang sangat indah. Pulau yang hanya berisikan villa mewah milik Jen yang sudah seperti istana . Air laut yang jernih dengan batu batu karang yang indah . Pasir putih yang menawan pepohonan yang sangat asri memperindah suasana di pulau itu . Ada beberapa Villa lain yang tak sebesar villa utama disana . untuk di sewakan jika ada yang ingin menyewa tempat yang sangat indah dan menyejukkan mata ini .


Tapi tidak untuk Villa utama yang luas nya 100 meter persegi . bangunan berlantai tiga dengan puluhan kamar tidur dengan fasilitas lengkap .


Saat mereka sampai disana ,sungguh di suguhkan dengan pemandangan yangg sangat indah .


Karena pulau terpencil jadi Jen juga membangun Supermarket disana , agar memudah kan orang yang berlibur kesini mencari bahan makanan .


" Waw Amazing !!!!" Teriak Letha kegirangan Setelah melihat indah nya tempat itu


" Yes , ini benar benar indah , Kau sangat menakjubkan kak !!! Ini pasti hasil karya mu ? ya kan ??" puji Ken pada kakak nya


" Yes, of course!!! Siapa lagi , kalau bukan aku " Ujar Jen menyombongkan diri tapi tangan nya masih tetap menggandeng derren


" Kau benar-benar luar biasa !!" kata willi menimpali " Loh derren kenapa La ? kok pucet gitu ?" tanya Willi lagu


" Ya , aku akan memberi harga diskon jika kalian berniat ber bulan madu di sini nanti " ujar Jen menggoda Willi dan Ara yang mendapat pelototan dari Ara ,Jen hanya terkekeh melihat hal itu


" gak tau kak , Dari tadi dia begini , Dia bilang hanya kelelahan " jawab Jen pada pertanyaan Willi tentang derren


" Sudah Sudah ayo kita masuk lihat lah Bocah ajaib itu dia sudah masuk lebih dulu,ntah kenapa dari tadi wajah nya di tekuk seperti itu, derren juga harus istirahat biar nanti dokter via memeriksa nya " Ujar papa derren


" Biasa lah pa dia tu lagi sedih karena harus meninggalkan Beby Rara, " kata Jen sambil terkekeh" Iya pa , ayo mas istirahat dulu di dalam " ajak jen


" Wah seperti nya dia akan sangat menyayangi Rara nanti " Kata mama derren


" Iya mama benar , mereka akan menjadi kakak dan adik yang saling menyayangi " Ucap Jen lalu merekapun semua masuk ke dalam villa. Di Ruang utama sudah di hias dengan tema super Hero untuk pesta ulang tahun Varo . tentu saja orang orang Jen yang melakukan nya . semua persiapan Untuk ulang tahun esok hari sudah siap jadi hari ini mereka hanya akan istirahat dan sore hari mereka akan ke pantai Menik mati sunset .


Mereka memilih kamar masing-masing sesuai ke inginan mereka , karena banyak nya kamar jadi bebas mau kamar mana saja .


Di kamar Jen dan Derren

__ADS_1


" Sayang kemari lah ,aku ingin memeluk mu " Ujar derren manja pada Jen yang baru keluar dari kamar mandi membersihkan diri .


" Aku kan belum ganti baju mas "


" Aku hanya ingin memeluk dan mencium wangi tubuh mu " Ucap derren ya g terdengar seperti rengekan


" Baik lah " Jen berjalan menghampiri derren yang sedang baringan di tempat tidur .


" Sayang ,kau pakai sabun apa sih?" tanya derren aneh


" Sabun yang sama seperti mu , memang kenapa ?"


" Aku menyukai nya ,jangan pernah ganti wangi ini " pinta nya terus menciumi leher dan rambut Jen sambil memeluk nya erat . hingga ia terlelap dengan sendiri nya baru Jen beranjak dan berganti pakaian .


Jen sebenar nya merasa aneh pada derren tapi dia tidak tau apa . setelah ganti baju Jen juga ikut membaringkan tubuhnya di samping sang suami .


Sore hari ,derren telah bangun dan sudah tampak segar tak seperti tadi jadi dokter Via tak jadi memeriksa nya . Dia memang sengaja membawa semua peralatan medis untuk berjaga jaga saja ,nama nya juga bepergian kan harus siap sedia segala sesuatu nya .


Setelah mereka siap dengan hati bahagia Mereka semua berjalan menyusuri Pinggir pantai . baby Varo yang tadi nya cemberut pun sudah sangat bahagia bisa bermain pasir .


Meraka semua menyaksikan indah nya suasana sunset di sore hari di pulau itu .hingga menjelang malam mereka pulang membersihkan diri lalu makan malam bersama .


***


Ke esokan hari nya tiba lah saat nya hari lahir Beby Varo . setelah sarapan semua orang sibuk dengan persiapan acara itu .tapi tidak dengan derren yang sejak tadi sudah keluar masuk kamar mandi memuntahkan isi perutnya .hingga ia terduduk lemas di kamar mandi tanpa sepengetahuan Jen . karena sebelum derren bangun Jen sudah keluar dari kamar untuk melihat Varo , sampai mau sarapan Derren juga belum bangun jadi Jen membiarkan saja karena mengingat kemarin derren kelelahan sampai pucat jadi Jen membiarkan nya ber istirahat dengan nyenyak .


" Varo kenapa sayang?" tanya Jen yang melihat Varo cemberut dengan wajah yang di tekuk


" Kangen Abang bunda !"


" Benarkah ? tapi bagaimana ya Abang kan sekolah sayang jadi tidak bisa datang" jawab Jen sambil tersenyum misterius


" Begitu ya " Ucap nya lesuh .


". Sabar ya , nanti jika sekolah nya Abang sudah selesai kita semua akan berkumpul bersama dirumah " Jawab Jen menenangkan putra nya


" Iya bunda "


" Iya bunda ". Varo masih saja sedih karena Abang nya tak bisa datang , bagaimana tidak semua keluarga nya berkumpul hanya Abang nya yang tidak ada .


Jen kini sudah berada di kamar nya .


" Mas !!" panggil nya pada derren karena tak menemukan derren disana ,tapi tak berapa lama ia mendengar suara seseorang sedang muntah muntah dari kamar mandi .Jen langsung berlari ke sana .


Brak


Jen membuka pintu kamar mandi dengan keras


" Ya Allah mas !! Kamu kenapa ?" Jen panik melihat kondisi derren yang Mengenaskan , wajah pucat ,muntah muntah , rambut acak-acakan dan ntah lah . Jen tak bisa memikirkan hal itu lagi .


Jen terus mengurut Tengku derren yang sedang memuntahkan cairan bening karena memang dia belum sarapan , Setelah merasa tak mual lagi Jen membantu derren berjalan ke tempat tidur .


Jen membantu nya berbaring dan menyelimuti nya .


" Mas tunggu disini aku akan buat kan bubur agar perut mas ada isi nya , aku juga akan panggil Via sebentar" ucap Jen sambil mengusap lembut wajah pucat derren . tapi saat Jen hendak melangkah derren menahan tangan nya .


" Tetap disini , aku ingin memeluk mu "


" Tapi ..." derren memasang wajah memohon yang membuat Jen tak tega


" Baiklah " Jen membaringkan tubuh nya di samping derren dan derren memeluk tubuh Jen dan menghirup nya dalam . wangi tubuh Jen sungguh dapat menenangkan nya . Setelah merasa tenang baru dia mengizinkan Jen untuk keluar .


" Vi .. Via !!" panggil Jen sedikit berteriak yang membuat perhatian semua orang ter alih pada nya


" Iya nona , ada apa ?"


" Tolong periksa Ayah nya Varo ,dia dari tadi muntah muntah hingga lemas ,aku sangat khawatir pada nya " ucap Jen yang membuat orang juga ikut khawatir


"Baik nona , tunggu ! Aku ambil peralatan nya dulu di kamar " ujar via sedikit berlari ke kamar nya mengambil berbagai macam alat medis yang ia bawa .

__ADS_1


Lalu Jen menyuruh pelayan membuat kan bubur untuk derren dan kembali ke kamar nya karena derren tak mengizinkan nya membuat bubur hanya keluar memanggil via saja . dan di susul oleh semua orang yang juga khawatir dengan ke adaan derren begitu juga Varo yang langsung berlari dan duduk di samping sang ayah sambil mengusap lembut kepala ayah nya .


" Bagaimana vi ?" tanya Jen setelah via memeriksa kondisi derren .


Via menggelengkan kepala nya ,yang membuat orang bertambah tegang .


" Vi kata kan ada apa !!" ujar Jen sedikit berteriak


" Nona , tuan Muda Derren tidak apa apa , bahkan kondisi nya sangat baik ,tapi kalau di lihat dari gejala nya seperti nya Nona yang harus di periksa " jelas Via


" Bagaimana bisa. derren yang sakit Jen yang di periksa " tanya mama derren yang juga panik


" Kita lihat hasil nya dulu nyonya , Baru saya bisa menyimpulkan " kata via yang mau tak mau mereka menyetujui nya walau bingung . tapi tidak dengan jen dia sudah unta firasat akan sesuatu .


Via memeriksa Jen dengan seksama ,lalu ia tersenyum yang semakin membuat orang penasaran dan ingin menimpuk dokter cantik itu . bagaimana tidak orang sedang panik dia malah tersenyum seperti itu .


" Nona kapan terakhir anda datang bulan ?" tanya via


sejenak Jen berfikir " satu setengah bulan yang lalu " jawab nya yang baru teringat bahasa memang satu setengah bulan ini dia tidak datang bulan , jawaban Jen membuat via Tersenyum hangat


" Nona di perkirakan anda sedang hamil 6 Minggu . Selamat Nona , Tuan Muda !!" ujar via sambil tersenyum


" APA HAMIL !!!" Yeay !!!" teriak mereka bersamaan dengan sangat bahagia . tak terkecuali Derren yang begitu bahagia .


" Tapi kenapa derren seperti itu vi ?" tanya Willi yang heran


" iya ,ada sebagian suami yang seperti itu jika istri nya sedang hamil , Dia yang mengalami nyidam nya " jelas via .


" Begitu kah ?" kali ini derren yang bersuara yang di angguki oleh via .


" Sayang , aku rela mengalami ini .. Apa kah saat hamil Varo kau juga kesulitan seperti ini? Jadi kali ini biarkan aku yang merasakan nya !! terima kasih , Terima kasih telah mengandung anak ku lagi " Derren menciumi perut rata Jen dengan gemas . rasa sakit nya akibat muntah muntah tadi tak terasa lagi setelah mendengar kabar bahagia ini .


" Varo !! Apa kau tidak senang punya Adik ??" tanya Letha yang melihat Varo terdiam sejak tadi


" Aku senang , bahkan sangat senang ! Aku ingin adik yang cantik, yang akan menjadi rebutan para pria dan aku yang akan menghajar mereka nanti jika berani mendekati adik ku " ucap nya mantap sambil mengepalkan tangan mungil nya


yang membuat mereka semua terkekeh .


" APA KALIAN MELUPAKAN KU!!! " Seru seseorang dari luar .


" ABANG !!!" Seru Varo melompat dari tempat tidur dan berlari memeluk Varrel yang baru datang .


" Yeay ,Abang datang !!! "


Kini mereka semua Berkumpul merayakan hari ulang tahun Varo dengan bahagia .ditambah kabar kehamilan Jen yang menambah kebahagiaan keluarga itu .


" Terima kasih sayang" Ujar Derren sambil mencium kening Jen dan mengelus perut rata sang istri .


END


Hai readers kesayangan author .Semoga Kalian suka dengan Akhir dari Kisah ini .


Untuk Sesion 2 Tunggu kelanjutannya di Bulan Juni . dan karena banyak yang minta lanjut disini . Author bakal lanjut di sini .


Stay terus ya !!!


Bonus Visual Varo saat berumur 5 tahun



Wajah Cool yang menggemaskan




Bocah ajaib yang tak pernah lepas dari ponsel nya .


__ADS_1


Happy reading n See you gays


__ADS_2