
" Vin , kemana aja ? hm " Balas derren menepuk pundak Calvin Setelah ia melepas pelukan mereka .
Calvin Tersenyum mendengar pertanyaan derren, Sepertinya banyak yang akan mereka bicarakan ,tapi ini bukanlah waktu yang tepat dan Derren mengerti itu .
" Gue ada, Ni sekarang ada di hadapan Lo!" Jawab Calvin kemudian sambil terkekeh.
" Hm , terserah Lo lah !! Oh ya kenalin nih istri gue ! Sayang ini Calvin Sahabat ku " Ujar derren pada Jen dan Calvin
" Calvin "
" Jen "
" Ini Serena dan mamanya , Temen Fira " Ujar Fira juga mengenal kan Serena dan mamanya pada Calvin .
Calvin menjabat tangan Mama Serena dan juga Serena ." oh ya kak Serena ini Adik Keanu yang kemarin ke London sama aku " Jelas Fira lagi .Calvin mengangguk mengerti tapi juga heran , Seperti nya umur mereka sama ,tapi juga gak terlihat mirip .
" Adik ? sepertinya mereka Seumuran ?" tanya Calvin
" Iya , Adik kembar maksudnya " jawab Fira terkekeh
" Kembar ? tapi ..."
" Jangan tanya masalah mirip atau gak kak , karena kalau itu aku juga gak tau. tanya aja sama mama mertua " saut Fira melirik ke arah mama Serena
Mama Serena tersenyum dan menjawab pertanyaan Calvin ,padahal belum sempat ditanyakan.
" Iya , Serena lebih mirip keluarga Tante ,kalau Keanu lebih ke Keluarga papa nya " Jawab mama Serena sambil tersenyum . Calvin kini mengangguk mengerti dan sedikit tak menyangka jika Gadis yang membuatnya terkagum itu kembaran Keanu pria yang di sukai Fira .
Mereka berbincang-bincang cukup lama disana , sampai sore dan memutuskan untuk kembali , Jen mengundang Calvin untuk makan malam dirumah mereka , tentu derren sangat setuju karena banyak yang harus mereka bicarakan . Varrel juga ikut pulang dan bergantian papa dan mama Vania yang menjaga Vania dirumah sakit .
Serena dan mama nya juga sudah pulang lebih dulu tadi , Keanu tidak sempat datang karena ia mengurus kantor nya . Tidak nyambung memang dia kuliah mengambil ilmu kedokteran sama dengan Fira , tapi ia juga mengurus perusahaan keluarganya .walau begitu Keanu mampu mengembangkan perusahaan dengan kecerdasan dan ketegasan yang ia miliki . Tapi kini ada Serena yang membantu di perusahaan karena memang Serena kuliah di jurusan bisnis .
Jen tengah menyiapkan makan malam di bantu Fira dan pelayan setelah pulang dari rumah sakit tadi. Calvin masih sedikit bingung karena Fira dan Varrel tinggal dengan derren ,jelas dia tau jika mereka bukan Keluarga Admaja atau Sanjaya . Jika Vania kakak Fira kenapa Fira tinggal disini dan tak bersama keluarga nya . Lalu bagaimana dengan Varrel ? banyak pertanyaan yang bermunculan di dalam pikirannya .
Kini Derren dan Calvin sedang duduk Di ruang kerja derren , Banyak yang ingin derren bicarakan pada sahabat yang sudah seperti adik baginya . termasuk Zoya dan juga Varrel . derren ingin meluruskan nya segera agar suatu saat tak terjadi kesalahpahaman di antara mereka.
Varrel tadi langsung kekamar untuk membersihkan diri, Setelah mandi ia ke kamar Jihan dan Varo yang memang berada dikamar yang sama , hanya kamar itu terbagi 2 sisi , 1 sisi milik Varo 1 sisi lagi milik Jihan .
" Abang pulang ?" Jihan berlari masuk kedalam pelukan varrel , Varrel menyambut sang adik dan menciumi pipi gembul Jihan dengan gemas .
" Apa kau sangat merindukan Abang , Princess?" tanya Varrel melihat Jihan yang berada dalam gendongan nya .
" Yes ,of course" jawab gadis kecil itu .
" Varo !! Kau tidak merindukan Abang kah ?" tanya Varrel sambil berjalan menghampiri Varo yang tengah membaca buku
" Aku rindu , Tapi Abang seperti nya yang tidak rindu aku " Jawab Varo dingin tanpa mengalihkan pandangan nya dari buku yang ia baca .
" Abang Varo ,kenapa bicara seperti itu ?" tanya Jihan tak terima
" Sayang !!" Varrel mengisyaratkan agar Jihan diam , karena ia ingin bicara pada varo. ia merasa ada yang aneh dari adik ajaibnya itu .
"My Queen .. kamu ikut mbak Alia sebentar ya , Abang mau bicara dengan bang Varo " Ujar Varrel dan di angguki oleh Jihan . Gadis kecil itu sebenarnya mengerti jika Varo sedang ngambek karena Varrel tak pernah pulang dari rumah sakit, Ia membuat Jen dan derren sibuk dengan perusahaan dan Varo merasa tak ada yang peduli padanya karena kesibukan mereka . ntah lah dia sangat sensitif saat ini.
Setelah Jihan keluar bersama Alia , Varrel duduk menghadap Varo yang tengah duduk bersandar pada dipan sambil membaca buku .
__ADS_1
" Boy , Apa Kau marah padaku ?" tanya Varrel lembut pada sang adik
Varo menutup bukunya dan menatap kearah Varrel .
" Tidak " jawab nya serius
" Lalu kenapa kau berkata seperti itu ?" tanya Varrel serius
" Aku hanya kesal !! Ayah dan bunda sibuk dengan urusan mereka , Abang tidak pernah pulang dari rumah sakit , Kak Fira juga gak punya waktu karena kuliah dan kesibukan lainnya , Aku ? Jihan ? gak ada yang memperhatikan kami !! Apa kalian orang dewasa begitu tak punya waktu walau hanya sekedar memperhatikan kami ? Aku bisa menghabiskan waktu dengan belajar tapi Jihan ? dia masih butuh perhatian, bagaimana kalian bisa mengabaikan nya ? " Kali ini Varo mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam . Setelah hari dimana Vania terluka Varo merasa semua orang terlalu sibuk dan tak memperhatikan dirinya dan Jihan lagi .
Selama itu pula ia banyak diam dan sangat sensitif terhadap apapun , Walau sari mana pun Jen dan semalam apapun dia pulang pasti tetap melihat nya dan Jihan ,tetap saja sering kali saat Jen dan derren pulang mereka sudah tertidur. Ingin rasanya Varo membantu sang bunda agar bundanya tetap dirumah dan tak terlalu lelah , Walau ia bisa tapi belum saat nya untuk itu .
Varrel diam terpaku mendengar penuturan Varo , Tenggorokan nya terasa tercekat , bagaimana tidak !! karena terlalu memikirkan Vania dia sampai lupa pada adik-adik nya . tidak ada kata yang bisa ia ucapkan pada varo , Varrel mengulur kan tangannya merengkuh Varo dalam dekapannya . Merasa bersalah ? Tentu !! bagaimana mungkin ia tidak merasa bersalah . ia telah melupakan hal yang terpenting dalam tumbuh kembang seorang anak . yang harus lebih di perhatikan.
" Maaf !!" hanya kata itu yang terucap dari bibir varrel saat itu . Varo diam tak menjawab juga tak membalas pelukan Varrel . Hatinya sebagai seorang anak mungkin sedang terluka saat ini .
" Abang akan mulai membantu ayah dan bunda di perusahaan , Agar bunda tetap dirumah menemani kalian . jangan Kesal lagi . oke !! Maaf kan Abang yang mengabaikan kalian selama ini " Varrel benar-benar merasa bersalah saat ini ,tapi tak ada gunanya untuk sekarang . yang ia bisa hanya memperbaiki keadaan agar Adik-adik nya tak lagi merasa terabaikan .
Di ruang kerja Derren , kini Calvin dan derren duduk di sofa ruangan itu, Setalah pelayan mengantar kopi dan keluar dari ruangan itu derren mulai bertanya pada Calvin apa yang sebenarnya terjadi selama ini padanya hingga ia rela pergi dari rumah hanya karena seorang wanita .
" Vin, Apa Lo baik-baik saja sekarang ?" tanya derren sambil menyesap kopinya .
Calvin menghela nafas panjang, bagaimana bisa ia baik-baik saja saat ini , ia hanya sedang menerima hukuman atas perbuatannya pada keluarganya sekarang .
" Ren Lo lebih tau apa yang terjadi, dan apa yang gue rasain saat ini , bohong kalau gue bilang gue baik-baik aja , tapi ini hukuman buat gue karena telah sangat bersalah pada orang tua dan juga adik gue , Gue dulu ninggalin mereka dan sekarang mereka buang ninggalin gue sendiri sekarang " Calvin tertunduk memikirkan semua kesalahannya .
Derren menepuk pundak Calvin ,mencoba menenangkan pemuda itu .
" Ini bukan salah Lo , Gue juga dulu pernah ngerasain apa yang Lo rasain ketika gue punya kekasih dan di jodohkan oleh orang tua gue , Marah ? Kesal ? Hancur ? itu sudah pasti , tapi gue milih jalan Menuruti kemauan Papa dan mama , Walau awal nya gue sangat menyakiti istri gue dengan tetap menjalin hubungan dengan kekasih gue saat itu , tapi gue bersyukur karena gue sadar mana yang terbaik dan pilihan orang tua tidak salah , Karena pada dasarnya Orang tua memang ingin yang terbaik untuk anak-anaknya"
" Lo bener !! Gue memang terlalu egois saat itu , dan karena keegoisan gue Sekarang gue harus kehilangan semuanya" balas Calvin yang membenarkan perkataan derren
" Vin , Ada sesuatu buang mau gue kasih tau sama Lo , tapi sebelum itu gue mau tanya lebih dulu . Apa Lo udah benar-benar melupakan Wanita itu ?" tanya derren , dia sengaja tak menyebutkan nama Zoya , rasanya pun lidah nya malas menyebut nama wanita seperti itu .
" Setelah penghianatan yang dia berikan , apa gue masih harus mengingat wanita seperti itu !" jawab Calvin dengan tegas ,tapi dari sorot matanya , ia sangat membenci Zoya
" Gue bersyukur Lo gak dengan wanita seperti itu , Lo tau dulu saat masih jadi kekasih Lo dia pernah godain gue dan cari masalah sama istri gue .. dia ....." Derren menceritakan masalah saat Zoya pertama kali mencari masalah dalam keluarga nya .
" Cih benar-benar wanita Ja**** , Kenapa Lo gak bilang sama gue saat itu ?" tanya Calvin , mungkin jika derren bicara padanya saat itu dia akan mempertimbangkan untuk pergi dari rumah karena wanita itu. pikirnya
" CK , Kalau gue bilang saat itu apa Lo akan percaya , dengan tingkat kebucinnan Lo yang udah tingkat akut ?" Cerca derren , Benar juga pikir Calvin , saat itu jika derren memberi tahu nya mungkin dia tak akan percaya .
Calvin tersenyum bodoh , ia memikirkan kembali betapa bodohnya dia saat itu yang di perbudak oleh cinta yang salah .
" Ada satu lagi yang mau gue katakan sama Lo , Sekarang wanita itu berada di penjara " Ucap derren serius
Calvin yang mendengar itu cukup terkejut , bukan kasian hanya penasaran saja . bagaimana bisa dia berakhir di penjara .
" Bagus lah, mungkin itu hukuman untuk nya " Jawab Calvin masa bodoh , walau sebenarnya dia penasaran
" Lo gak pengen tau kenapa dia berakhir dipenjara ?" tanya derren , padahal dia tau,walau Calvin tampak masa bodoh tapi ia pasti juga penasaran .
" Oke , walau pun Lo gak tanya gue baka ceritain semuanya .. jadi ..." Derren menceritakan bagaimana masalah perusahaan nya yang saat itu papa Zoya menggelapkan uang perusahaan derren dan berakhir dipenjara oleh Putra kandungnya sendiri Varrel . Derren menceritakan semua nya tanpa ada yang ia tutupi , ia tak ingin terjadi salah paham diantara mereka .
" Apa ?? Serius Varrel adiknya wanita itu ? tapi kenapa dia melakukan itu pada keluarganya sendiri ?" tanya Calvin terkejut akan hal ini , Derren menjawab bagaimana Varrel tega melakukan hal itu dan menjelaskan masa kecil Varrel hingga Jen merawatnya dan menganggap nya sebagai anak mereka .
__ADS_1
" Gue mengerti sekarang !! lalu Fira ? kenapa dia juga tinggal disini dan tak bersama keluarga nya ?" tanya Calvin penasaran
" Haih. . tenggorokan gue kering dari tadi ngomong Mulu , Lo percaya gak ? Dari episode 1 Sesion 1 sampai sekarang Sesion 2 Ini pertama kalinya dialog gue yang paling banyak " keluh derren yang entah mengeluh pada siapa . Calvin terkekeh mendengar penuturan konyol derren , pria yang biasanya Dingin tak banyak bicara kini ia bicara panjang kali lebar pada dirinya .
" Masalah Fira , ntar Lo tanya aja sama tu anak , Gue harap Lo gak balas dendam sama Varrel ,dia gak tau apa-apa tentang masalah ini " Ujar derren dengan sedikit ancaman . Calvin kembali terkekeh akan hal itu .
" Lo kenal gue berapa lama sih ? Lo pasti tau kalau gue gak akan ngelakuin sesuatu pada orang yang gak bersalah . Tentang hati yang Sasha donor kan untuk Vania, gue udah ikhlas ... Gue harap Varrel bisa menjaga Vania dengan baik , karena hati Sasha ada padanya , gue gak mau dia menyaki Vania nantinya , tapi gue percaya sama didikan Lo " Calvin tersenyum tulus pada derren . derren mengangguk membenarkan ucapan Calvin .
Mereka masih terus berbincang tentang masa lalu mereka sampai seseorang mengetuk pintu ruangan itu .
Derren menyuruh masuk ,dan ternyata Jen lah yang datang menghampiri mereka .
" Ada apa sayang ?" tanya derren dengan lembut , Calvin sampai geli sendiri mendengar kelembutan derren pada seorang wanita yang selama ini ia tak pernah tau jika derren memiliki sifat seperti itu .
" Gak , aku cuma mau manggil kalian untuk makan malam , semua sudah berkumpul menunggu dimeja makan " tutur Jen dengan lembut dan tak menghilangkan kesan tegas dalam diri wanita itu .
Calvin bahkan sampai terpaku melihat istri Sahabatnya itu. Selama ini dia tak pernah menjumpai wanita seperti Jen , kebanyakan wanita akan manja dan menggoda pria beruang Seperti mereka .tapi Jen memiliki sisi berbeda yang tak dimiliki wanita pada umumnya.
" Kedip Vin , Bini gue ini " Sewot derren yang melihat Calvin tak berkedip melihat Jen .
Calvin tersadar dan terkekeh mendengar penuturan derren .
" Gue tau kalau nona Jen bini Lo , tapi gue mau deh ren kalau ada satu lagi yang seperti dia " goda Calvin sengaja membuat derren kesal . dia juga tak segila itu sampai menyukai istri sahabatnya .
" Lo udah bosan hidup Vin ?" seru Derren tak terima
" Eits .. gue belum buka segel jadi gue pengen ngerasain surga dunia " saut Calvin
" Helleh ,, yakin Lo masih bersegel ?" tanya derren meremehkan temannya itu
" Lo meragukan gue ??" Saut Calvin tak terima .
Jen sejak tadi diam memperhatikan mereka yang berdebat tak jelas .
" Sudah .. sudah .. ayo turun keburu yang lain kelaparan karena nungguin kalian " Ujar Jen menghentikan perdebatan mereka . ia berjalan keluar lebih dulu dan di ikuti oleh Derren dan Calvin , Masih saja derren menatap Calvin dengan tajam seolah memperingati Calvin bahwa Jen adalah miliknya . Calvin yang melihat dan menyadari biru hanya memasang wajah tanpa dosa membuat derren semakin kesal .
.
.
.
.
**Bersambung ..
Jangan lupa like comment n vote nya ya
Happy reading gays**
__ADS_1