
Tepat satu bulan setelah hari dimana tuan Soni disekap di ruangan dark oleh Varrel saat itu,untuk merenungi semua kesalahan yang ia lakukan pada Keluarga Keanu tapi Takdir berkata lain ,tuan Soni malah melakukan bunuh diri dengan membenturkan Kepalanya di tembok ruangan itu ,tapi sebelum itu ia sempat menulis surat permintaan maaf pada Mama Keanu dan juga yang lainnya ,atas semua kesalahannya dulu , mungkin ia tak sanggup memikul beban kesalahan yang ia perbuat hingga ia mengambil jalan pintas dengan melakukan bunuh diri .
Mama Keanu yang saat itu di beri kabar akan kematian Tn Soni sangat terpukul dan sangat menyayangkan perbuatan nya yang melakukan tindakan bodoh seperti itu. Dia meminta agar Tn Soni di makamkan di pemakaman keluarganya dan disetujui oleh Varrel . kenapa Varrel ? karena dari awal masalah ini sudah diserahkan padanya Oleh derren dan Jen .
Sudah satu bulan juga hubungan Fira dan Keanu berjalan , Mereka tampak semakin dekat bahkan satu Kampus sudah tau mengenai hubungan mereka , Begitu juga dengan Samuel , Samuel yang melihat kebahagiaan di wajah Fira harus benar-benar merelakan perasaannya untuk itu . Dia juga tak bisa memaksakan perasaan seseorang padanya .
Sudah satu Minggu juga ,pemuda itu tak Terlihat di kampus yang sama dengan Fira dan Keanu , Ya Karena Samuel memutuskan untuk pindah kuliah ke luar negeri, Selain menenagkan hatinya juga karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan nya pindah bersama mama nya . Selain kuliah memang semenjak Papa nya tidak ada dia lah yang mengurus semua nya sendiri , Beban hidupnya sudah cukup berat saat ini jadinia ingin menenangkan diri dengan jauh dari Fira yang sudah bahagia bersama Keanu , setidaknya matanya dan hatinya tidak akan tersakiti dengan kemesraan mereka jika dia jauh .
Fira yang mengetahui hal itu sempat sedih ,karena bagaimanapun Samuel pernah mengisi hari-hari nya dan dia lah yang membuat Fira menjadi seperti sekarang ,tidak menjadi Gadis introvert seperti dulu . Walau dia sudah tak cinta pada El tapi rasa sayang itu pasti masih ada setidaknya sebagai teman . Fira juga lah yang mengantar Samuel ke Bandara minggu lalu .
Hari ini gadis itu duduk termenung di taman rumah nya . Memikirkan Satu hari yanh ia habiskan bersama El sebelum kepergiannya Ke L.A , Sampai sebuah tepukan mengagetkan nya dari lamunan itu .
" Apa yang sedang kau pikirkan ?" Tanya Vania yang melihat sang adik tampak melamun dengan pandangan ynag kosong .
" Kak ! Tidak ada " jawab fira sambil tersenyum menatap Vania.
" Apa kau tidak ingin bercerita pada kakakmu ini? Hm.." Vania mendudukkan dirinya di samping Fira sambil menatap kearah gadis itu.
" Tidak kak, Aku hanya memikirkan El saja , Aku sangat merasa bersalah padanya " Jawab Fira dengan jujur
" El ?? " Vania mengerutkan keningnya seakan berpikir tentang El " Samuel maksud kamu ?" kini ia sudah mengingat siapa El yang tak lain mantan kekasih sang adik . Fira mengangguk membenarkan ucapan Vania.
" Kenapa dengannya ? bukan kah kalian sudah berakhir dengan baik ? kenapa masih merasa bersalah ? Dannkua sekarang sudah ada Keanu bukan ?" tanya Vania lagi
Fira berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Vania .
" Dia sudah tak disini kak, Dia pindah ke luar negeri dan melanjutkan kuliah Disana ,walau alasannya tak sepenuhnya karena aku dan Kean tapi itu juga salah satu alasannya untuk pergi , Aku hanya bisa berharap agar dia mendapatkan yang lebih baik dari aku ,setidaknya dengan begitu bisa mengurangi rasa bersalah ku yang tak bisa lagi membalas perasaannya seperti dulu" mendengar penjelasan fira, Vania ikut berpikir dan kemudian menepuk pundak adiknya seolah berkata bahwa semuanya akan baik-baik saja.
__ADS_1
" Mungkin ini jalan yang terbaik untuknya,setidaknya dengan jauh darimu dia tak akan merasa sakit ketika melihatmu bersama Keanu, biarkan dia menata hatinya untuk saat ini. Sekarang Yang harus kau pikirkan hanya Keanu saat ini " Ujar Vania yang memang dibenarkan oleh Fira
" Kakak benar , Tapi kemarin sebelum El pergi kami menghabiskan waktu bersama atas permintaan terakhirnya sebelum pergi, Aku juga yang mengantar Dia dan mamanya kebandara , Dan masalah nya aku tidak bilang pada keanu " mendengar ucapan fira, Vania menepuk jidatnya merutuki kebodohannya dan adik perempuannya itu.
" Kenapa Kau ini bodoh sekali ? hm!!" Seru Vania yang membuat Fira bingung" Maksud kakak?" tanya Fira tak mengerti
" kau tahu sifat Keanu dan Varrel itu hampir sama , Mereka tak suka miliknya disentuh orang lain barang secuilpun tidak akan terima , dan ini ? kau malah pergi bersama El tanpa seijinnya . Astaga !! Fira " omel Vania tak habis pikir dengannya .
" Tapi kami hanya kepantai saja ,dan tak melakukan apapun, El hanya menginginkan moment bersama ku sebelum ia pergi, aku tak enak hati untuk menolaknya kak, Awalnya aku ingin bilang pada Kean ,tapi pasti dia tak akan mengijinkan nya . Jangan kan jalan berdua bersama El , Saat aku makan Dikantin dan tertawa bersama8saja dia sudah sangat marah " Ujar Fira baru menyadari ucapannya ." Astaga!!!" benar juga , makan berdua di kantin saja reaksi Keanu sudah seperti itu apalagi jika ia tahu kalau fira jalan berdua bersama El , Fira menggelengkan kepalanya dan bergidik ngeri , membayangkan reaksi Kanu jika mengetahui hal itu.
" Sekarang kau baru mengerti?? siap-siap lah untuk dicuekin oleh kekasihmu yang Overprotektif itu " Ejek Vania seakan ia tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
" Dan sebaiknya cepat beritahu padanya tentang hal itu, sebelum dia tahu dari orang lain, itu terjadi maka akan lebih sulit lagi untuk membujuknya" Ujar Vania sebelum ia beranjak pergi meninggalkan Fira di taman rumahnya yang tampak sedang memikirkan perkataan kakaknya .
Sudah Dua Minggu memang Fira pindah kerumah orang tuanya ,berkumpul bersama Vania dan Papa mamanya . Awalnya Jen berat melepas Fira tapi karena itu sudah menjadi kemauannya ,Jen tak bisa menghalanginya apalagi yang ingin Fira ikuti adalah orang tua kandungnya .
Setelah lama berfikir ,Fira beranjak dari duduknya dan masuk kedalam rumah untuk bersiap-siap menemui Keanu yang saat ini mungkin sedang di kantor . Hari ini mereka libur kuliah jadi kemungkinan Keanu bekerja mengurus perusahaannya membantu papanya .
" Kau mau kemana Ra ?" Tanya mama nya yang menyiapkan makanan di atas meja makan " Dan itu ?" Mama nya menunjuk ke arah kotak makan yang sedang Fira tutup .
" Aku mau kekantor Keanu ma , Mau makan siang Disana " Fira menjawab sambil memasukan kotak itu kedalam paper bag.
Mama Fira mengangguk dan tersenyum mengerti , Vania hanya menggelengkan kepalanya ,tentu saja dia tau mau apa Fira kesana . " Kuatkan hatimu menghadapi nya nanti . jangan ikut terbawa emosi, karena ini salahmu " Bisik Vania ditelinga adiknya sambil tersenyum , Fira hanya menampilkan wajah kesal pada kakaknya itu .
"Ejek saja terus ! Nanti jika kakak menikah dengan Abang aku tak akan membantu " Sunggut Fira kesal ,tapi Vania hanya terkekeh mendapat ucapan seperti itu dari sang adik .
" Emang kapan kakak mu akan menikah Ra ?" tanya mama nya tiba-tiba
__ADS_1
" Sebentar lagi ma, Setelah proyek yang Abang kerjakan selesai dan Kak Vania wisuda mereka akan menika setelah itu " Jawab Fira dengan entengnya tanpa sadar mendapat tatapan tajam dari Vania .
" Benarkah ?? Wah mama jadi tidak sabar . bukan kah itu sebentar lagi ?" tanya mamanya antusias
" iya ma , Kalau tidak salam 3 bulan lagi proyek Abang selesai " jawab Fira sambil memasukan udang krispi kedalam mulutnya dan meraih tasnya, hingga demam seseorang menghentikan aktivitasnya
" Ehem" Fira melirik ke arah Vania yang sejak tadi memberi tatapan tajam padanya karena apa yang iya katakan tadi, walau itu benar tapi Vania belum sempat membicarakan hal ini pada kedua orang, Varrel dan dia memang merencanakan semua itu tapi Varrel belum benar-benar melamarnya apalagi di hadapan orang tuanya, Ini baru rencana mereka saja . tapi Fira malah membocorkannya pada sang mama ,membuat Vania jadi tak enak karena tidak memberitahu mamanya .
Dia berniat memberi tahu mamanya jika Varrel sudah melamarnya dengan benar , tapi sekarang semua kacau karena adiknya itu .Fira yang merasa terancam bahaya karena pasti Vania akan mengomelinya pun segera berlari keluar setelah pamit dan mencium tangan Vania dan Mamanya sambil terkekeh melihat wajah kesal sang kakak.
" Kita impas !!!" teriak Fira setelah agak menjauh dari mereka ,Vania yang mendengar ucapan fira pun berdecak kesal , Ia menerima balasan karena membuat kesal adiknya tadi.
Tapi kemudian ia tersenyum , Vania bahagia bisa merasakan kehangatan keluarga yang selama ini ia impikan, apalagi dengan kehadiran fira membuat suasana rumah semakin menghangat.
Sikapnya yang ceria dan usil mampu membuat senyum di wajahnya dan juga papa dan mamanya .
.
.
.
.
***Bersambung
Jangan lupa like n Komen juga Vote ya ..
__ADS_1
Nanti kalau Sempat aku akan Up 1 Bab lagi .dan itu juga tergantung antusias dengan Vote , komen n like sebanyak-banyaknya.
Happy Reading**