
" HAH ????" Sungguh Derren terkejut dengan apa yang di katakan oleh Jen
" Biasa aja Napa !! " Ujar Jen sambil memukul paha derren gemas melihat suaminya itu terlalu berlebihan .
" Hehe sorry terlalu kaget yank , Terus bagaimana ceritanya Tn Nugraha mau mendonorkan ginjal nya pada ken"
" Dia Ayah kandung Ken " ujar Jen santai yang membuat derren membenarkan posisi duduk nya lebih serius menatap Jennie
" Kok bisa ? " tanya derren
" Ya bisa dong mas ....." lalu Jen menceritakan bagaimana dia menyelidiki ayah kandung Ken dan rencana dia pergi kemarin untuk membuat Tn Nugraha keluar dari Persembunyiannya. Derren pun mengangguk mengerti dengan apa yang di ceritakan Jennie
" " udah ah mas ,aku mau istirahat sebentar ingat tugas mu besok operasi nya akan dilakukan jam 8 pagi , Mas juga istirahat lah " Jen berjalan menghampiri Varrel dan tidur di sebelah putra nya begitu juga dengan derren mereka tidur bertiga dengan posisi Jen berada di tengah .
Keesokan pagi nya Terlihat Jen bangun terlebih dulu , karena dia sudah memasang alarm jam 5 pagi membersihkan diri lalu melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim,jadi dia hanya tidur 2 jam . Setelah selesai Jen memainkan ponselnya mengetikan sesuatu disana mungkin menyuruh pengawal agar bersiap menjaga keamanan . Jam 6 dia membangunkan derren untuk melaksanakan tugas yang ia berikan semalam karena kalau sampai terlambat ia tak bisa menjamin orang lain gak akan tahu .
" Mas bangun dong " ujar Jen menggoyang lengan derren bukan derren yang bangun Malah Varrel yang terganggu .
" Eh . Maaf ya sayang kamu jadi terganggu , Bunda Niat nya bangunin ayah malah kamu yang bangun " ujar Jen sambil tersenyum karena memang ia belum berniat membangun kan putra nya ia tau jika varrel pasti masih lelah .
" Gak apa apa Bun " lalu Varrel beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu Jen menyiapkan Baju ganti untuk Varrel Dan Derren lalu membangun kan derren kembali .
" Ngantuk yank " Ujar derren dengan suara serak khas orang bangun tidur
." Mas ini sudah jam 7 lihat deh ,nanti bisa terlambat " omel Jen menarik selimut derren
" Iya . iya "dengus derren yang terpaksa harus bangun ia tidak ingin mendengar Omelan Istrinya pagi pagi begini .
" Ya sudah cepat nanti kita sarapan bersama di kantin rumah sakit "
" Hm " tak lama Varrel keluar dari kamar mandi dan bergantian derren yang membersihkan diri .
" Sayang ini baju nya " ucap Jen memberikan Baju ganti pada Varrel
" Terima kasih Bun " Varrel menerima nya lalu berjalan ke Ruang ganti .
Setelah sarapan , Derren dan Varrel pergi melaksanakan tugas dari Jen untuk tidak membiarkan Orang tua nya dan Jen tidak Datang kerumah sakit sampai operasi Selesai .sedang Jen menemui Letha yang berada diruangan Ken untuk menyuruhnya pulang terlebih dulu .
" Tha lebih baik kamu pulang terlebih dulu ,kamu pasti lelah, istirahat lah sebentar dirumah biar kakak yang menunggu Ken disini "
" Tapi kak ...."
" Tidak ada bantahan " Ujar Jen dan langsung di angguki oleh letha .
Setelah letha keluar dari ruang ICU Kini Jen duduk Di bangku samping Ken ,Jen membelai wajah pucat Kenzo . Tampak Ken menerjapkan mata nya menatap langit langit ruangan yang terasa asing baginya tapi ia tau kalau ini rumah sakit ,lalu ia menoleh kesamping mendapati Jen yang juga sedang menatap nya .
" Kau sudah sadar hm? Apa yang kau rasakan sekarang ? apa ada yang sakit ? Kakak akan panggil dokter dulu " ujar Jen cemas karena Ken sejak tadi hanya diam saja .
Saat Jen akan berdiri Ken memegang tangannya dan menggeleng seakan mengatakan tidak usah.
" Baiklah jika tidak mau kakak panggilkan dokter tapi ini harus Beby , 1 jam lagi kau akan menjalani operasi , sudah ada pendonor yang tingkat kecocokan nya 70% , kau jangan takut hm , Disini ada kakak " Ken hanya mengangguk pada Jen rasa nya ingin menjawab tapi ia merasa tenaga nya sangat lemah bahkan hanya untuk mengeluarkan suara .
" Kalau begitu kakak panggil dokter Rian lebih dulu " saat Jen hendak berdiri ternyata dokter Rian sudah lebih dulu masuk untuk ngecek kondisi Kenzo .
***
Jen berjalan mondar mandir di depan ruang operasi seorang diri ,Tiga jam sudah berlalu tapi Operasi belum juga selesai ia jadi gelisah dan pikiran nya tak menentu . lalu ia memilih duduk dan merilekskan pikiran nya agar selalu berfikir positif .
Satu jam berlalu Lampu ruang operasi mati menandakan operasi telah selesai , Tak beberapa lama dokter Rian dan tim nya keluar dari ruang operasi ,Melihat itu Jen langsung menghampiri nya
" Ayo saya jelaskan diruangan saya nona " Ujar dokter Rian berjalan keruangan nya di ikuti oleh Jen
" Operasi nya berhasil . kita tinggal menunggu Reaksi tubuh Ken , Dan kondisi Tn Nugraha juga sangat baik " jelas Dokter Rian yang membuat Jen bernafas lega
" Mereka akan segera di pindahkan ke ruang rawat , Setelah ini Perhatikan pola makan Mereka nona untuk beberapa Minggu setelah ini Sering lah cek up ke rumah sakit setidak nya 2 kali seminggu sampai kondisi benar benar stabil " jelas nya
" Baiklah , akan saya perhatikan lagi . terima kasih banyak dok ,boleh saya melihat mereka ? "
__ADS_1
" Silahkan nona" dokter Rian juga bernafas lega akhirnya pria yang sudah di anggap nya sebagai adik sendiri itu kini sudah melewati masa masa dimana ia harus berjuang untuk hidup nya . Ken memang luar Biasa pikirnya . bahkan Kemarin dia sempat kehilangan detak jantung nya yang membuat Dokter itu kalang kabut .
Jen berjalan ke ruang rawat Ken karena Ken sudah di pindahkan ke ruang VVIP berdampingan dengan ruangan Tn Nugraha .
Ceklek
Tampak kan sosok kenzo yang terbaring belum sadarkan diri efek obat bius.
Jen tersenyum membelai lembut wajah Kenzo kini beban yang ia rasakan 2 hari ini di pundaknya hilang seketika melihat Ken baik baik saja.
Menunggu Ken sadar Jen Menghubungi derren bahwa operasi nya sudah selesai dan semua baik baik saja .dia akan menjenguk Tn Nugraha tapi nanti saja setelah beliau sadar pikirnya .
Tak berapa lama Derren datang bersama keluarga Nya juga keluarga Jennie, Berbagai pertanyaan terlontar dari mulut mereka bagaimana bisa Jen melakukan ini sendiri dan tak menghubungi mereka ,terutama mama Ken yang malah menyalahkannya sungguh membuat Jen jengkel dan memilih keluar dari ruangan itu .
Ia menghubungi Ara setelah itu memilih keruangan Tn Nugraha .
**
Mendapat kabar dari Jen ,Ara yang saat itu sedang di kantor terburu buru keluar dari ruangan nya untuk kerumah sakit , tapi tak sengaja ia berpapasan dengan nada yang baru kembali bertemu klien .
" Siang Nona " Sapa nada dan tersenyum lembut pada Ara
" Mau kemana nona Ara kenapa buru buru seperti itu " pikirnya
" Siang Nad " Sahut Ara dan kembali berjalan melewati nada , tapi setelah sadar bahwa itu nada sahabat Ken Ara berhenti dan memanggil nada
" Nada !!!" panggil nya ,nada pun berhenti dan menoleh ke arah nya
" Iya Nona"
" Ikut dengan ku " ujar nya lalu melanjutkan jalan nya lagi
" Hah??" Nada yang sedikit terkejut tak langsung mengikuti Ara karena memang tak pernah terjadi hal seperti ini,tapi setelah sadar nada sedikit berlari menyusul Ara yang sudah menunggu nya di mobil .
" Maaf nona , Kita mau kemana? " tanya Nada
" Panggil Kakak saja jika diluar kantor , Nanti kau akan tahu " Jawab nya sambil mengemudi kan mobil nya memecah jalanan kota menuju rumah sakit
" Hm"
"......"
" Lihat Nanti , Akan aku usahakan "
"......"
" Aku dalam perjalanan"
" ....."
" Ada urusan "
"...."
" Hm"
Tut , Ara mematikan sambungan begitu saja sedangkan di sebrang sana William berdecak karena Ara mematikan sambungan nya begitu saja .
"CK , Dasar freezer !!!" Willi Melemparkan ponselnya di atas meja kerja nya . dari pada pusing dia memilih melanjutkan pekerjaan nya .
Mobil yang di tumpangi Ara dan nada sampai dirumah sakit . Ara menenteng parcel buah yang sempat mereka beli dijalan tadi .
" Kak kita akan menjenguk siapa"
" Ikut saja. nanti kau akan tau " mereka terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit naik kelantai atas letak ruang VIP .
Ceklek
__ADS_1
Deg
Pandangan nada langsung bertemu dengan Ken yang Sedang duduk setengah tiduran bersandaran kepala tempat tidur tempat nya di rawat .
"Mampu*" batin Ken bingung apa yang akan di jelaskan nya pada nada nanti
"Dengan langkah Bergetar Nada perlahan menghampiri Ken tanpa melihat sekeliling ruangan ada banyak orang disana . Ada Daddy dan mama Ken juga papa mama derren dan aletha . Ara yang datang bersama nya saja dia sampai lupa .
Kini Nada berdiri mematung menatap Sendu ke arah Ken . Ia meraih tangan Kenzo yang tidak terpasang infus
" A Apa yang terjadi ??" tanya nada terbata tanpa terasa air mata nya menetes dari pelupuk mata indah nya ,Ini nih yang Ken gak suka sifat nada yang sangat sensitif terhadap orang terdekat nya . apa lagi ken bahkan Ken terluka kecil saja dia bisa menangis apa lagi jika tau hal yang sebenarnya .bisa bisa dia histeris itu lah kenapa Ken tidak memberi tahu nada tentang penyakitnya.
Ken mengulurkan tangan nya menghapus air mata nada dan tersenyum
" Aku baik baik saja , Lihat lah aku masih berada dihadapan mu "
" Bagaimana bisa kau bicara baik baik saja , lihat ini keadaan mu , Apa yang terjadi sampai Kau masuk rumah sakit dan ini kenapa bisa sampai di infus seperti ini , Ini juga kenapa wajah mu jadi seperti mayat seperti itu " Cerca Nada tanpa jeda
" CK , Bagaimana aku bisa menjawab jika kau bicara tanpa henti seperti itu " decak Ken dengan suara lirih
" Baiklah . maaf , Sekarang Katakan kenapa bisa berada di rumah sakit "
" Tidak apa , aku hanya kelelahan saja "
Plak , Nada memukul pelan lengan Ken dan Ken pura pura meringis kesakitan
" Kan sudah kubilang,jangan terlalu lelah kau ini Bandel sekali " sunggut nada
" Ish kau ini , bisakah tidak memukul ku " Seru Ken yang sampai lupa rasa sakit pasca operasi akibat berdebat dengan nada
" Bisa ,kalau kau juga berhenti menyebalkan "
Interaksi kedua nya tak luput dari pandangan semua orang yang ada disitu ,mama Ken yang sudah mengenal nada biasa saja karena pemandangan itu sudah biasa untuk nya .sejak dulu . tapi tidak dengan yang lain hal itu terlihat romantis ,letha menundukkan kepala ny enggan melihat ke arah mereka yang akan membuat dada nya sesak ,bahkan Ken tidak seceria itu saat bersama nya .
Nada yang baru menyadari banyak orang diruangan itu jadi kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum merasa salah tingkah sambil melihat ke arah semua orang . dia melirik ke arah ken sebal
" Kenapa tidak bilang dari tadi jika banyak orang disini " Lirih nya kesal pada Ken yang hanya di balas dengan acuh oleh Ken ,ia mengangkat bahu nya seakan tak tahu dan tersenyum mengejek pada nada di balas pelototan oleh nada .
Walau canggung nada menghampiri mereka satu persatu dan memperkenalkan diri . Sampai pada mama Ken ,nada memeluk nya rindu , Ibu nada dulu adalah sahabat mama Ken jadi dia sudah seperti Ibu ke dua bagi nada .
" Mam , Nada rindu " ujar nya memeluk mama Ken
" Dasar anak nakal , sudah kembali dari study mu tapi kau tidak mengunjungi mama , Gitu kok bilang rindu " Kata mama ken pada nada
" Maaf ma , Samapi disini aku langsung mendapat kan Pekerjaan jadi belum sempat mengunjungi mama " jawab nya
" Ya sudah , Bagaimana kabar mu ,kau baik baik saja kan ,jaga kesehatan kau sekarang tinggal sendiri mama juga baru tau jika kau disini Ken tidak pernah memberi tahu mama "
" Ken lupa ma " Sahut Ken yang di sambut sunggutan kesal oleh Mama nya
" Bagaimana bisa kau lupa ,dan membiarkan putri mama tinggal sendiri "
" Ya maaf " ujar Ken tapi tak benar benar merasa bersalah .
" Sudah sudah , Biarkan Ken beristirahat sebaiknya kita keluar " Ujar Ray menengahi karena sejak tadi dia sudah menyadari perubahan Aletha yang tidak nyaman dengan kedekatan Nada dengan Ken dan mama nya .
" Cepat sembuh Honey " Ujar Ara membelai rambut Ken
" Terima kasih kak. tapi sejak aku sadar aku tidak melihat kak Jen ,dimana dia ?" tanya Ken yang sejak tadi memang menyadari ketidakhadiran kakak nya . sedangkan derren dan Varrel tadi pamit keluar lebih dulu sebelum Ara dan nada datang tadi .
Meraka semua yang mendengar Pertanyaan Ken hanya saling pandang ,tidak mungkin mengatakan jika Jen kesal pada mereka terutama mama Ken dan keluar begitu saja ntah kemana . Yang mereka tahu jika mengatakan yang sebenarnya pada Ken pasti dia akan marah pada mama. nya dan itu tak bagus untuk kesehatan nya .
" Tadi setelah operasi selesai kakak mu ada masalah penting yang harus di kerjakan , Kak Ara tadi yang menelpon nya " jelas Ara yang mengerti situasi ini karena Jen sudah bicara pada nya tadi .
" Oh begitu" Walau begitu Ken tetap sedih karena tidak melihat kakak nya disini karena tadi sebelum Nia memasuki ruang operasi kakak nya selalu menguatkan Ken agar bertahan apa pun yang terjadi .Jen menciumi setiap inci wajah Kenzo seakan berat melepas adik nya masuk keruang operasi dengan berbagai resiko .tapi dia juga tak luput memberi kekuatan pada Ken untuk tetap kembali .
Sedangkan kini Derren , Jennie dan Varrel sedang berada diruang sebelah tepat nya diruangan tuan Nugraha yang juga sudah sadar .
__ADS_1
**Bersambung
Janganlah lupa like comment n vote nya ya** ...