MY HUBBY IS A PRESDIR

MY HUBBY IS A PRESDIR
Bab 2


__ADS_3

"APA!!!!!" Seru Derren


Plak


Derren memukul kepala belakang raka .


" Dasar bodoh!!! ,kenapa tidak bilang dari tadi , Apa kau sudah bosan Hidup .hais....."


" Sudah nanti saja ngomel nya , Jen lebih membutuhkan mu saat ini ..ayo !!" potong Raka sebelum derren melanjutkan Omelan nya


" CK " derren berlari keluar gedung kantor nya dan di ikuti oleh Raka , dia menendang pintu lift karena tak kunjung terbuka .


" Besok renovasi kantor ini !! Sungguh menyebalkan ,kenapa ruangan ku harus di atas " gerutu derren yang tak ada habis nya .


sepanjang perjalanan derren menggerutu pada Raka , Satu jam yang lalu ia mendapat kabar jika Jen akan melahirkan dan dia baru memberitahu nya sekarang .


" Astaga !! Kenapa semenjak menikah kecerdasan mu jadi berkurang " ujar derren dan Raka hanya bisa diam . dia tau jika dia salah . Raka mengemudi kan mobil dengan kecepatan tinggi hingga 15 menit mereka sudah sampai di rumah sakit tempat Jen melahirkan .


Derren berlari ke ruang bersalin .disana tampak Gabriel yang sedang mondar mandir . bibi yang duduk dengan Varo menampakkan wajah panik mereka . Bagaimana tidak satu jam berlalu tapi Jen belum juga melahirkan .


" Bagaimana keadaan Jen ??" tanya derren pada Gabriel dengan wajah panik nya


" Ntah lah ,sudah 1 jam lebih tapi dokter belum juga keluar bahkan suara bayi pun belum terdengar " Jelas Gabriel ,lalu derren membuka paksa pintu ruangan itu dia masuk begitu saja .yang membuat dokter dan perawat yang menangani Jen menoleh ke arah nya sebentar lalu fokus lagi pada Jen . tampak disana ke adaan Jen sangat mengkhawatirkan , Sudah lemas seperti tak bertenaga .wajar saja sudah sejak pagi dia merasa kan itu .


" Sayang !!! maaf , Kau hari kuat oke " ujar derren sambil menggenggam tangan Jen yang tadi mencengkeram kuat sisi ranjang .


Jen Tersenyum hangat pada derren dalam kesakitan nya .


" Terima kasih" lirih Jen menatap sang suami


Derren mengelus lembut perut Jen dan berbisik sesuatu pada calon anak nya yang belum lahir hingga membuat sang istri tercinta serasa tak berdaya ..


" Sayang , Hai Beby ... Apa kau menunggu ayah ? hm ? Sekarang keluar lah ayah sudah disini bersama bunda menanti mu " ucap derren lirih sambil mengelus lembut perut Jen .ia sungguh menyesal kan karena Raka tak langsung memberi tahu nya . benar jika rapat tadi penting tapi tak ada yang lebih penting dari Jen dan anak anak nya .


Dan tak berapa lama Jen mengalami sakit serta dorongan yang luar biasa . ia mencengkram kuat tangan derren ,memejamkan mata nya menahan semua yang ia rasakan . seluruh tubuh nya bagai lirih tak bertulang . Namun tak berapa lama terdengar suara tangisan bayi yang sangat menyaring di ruangan itu .


" Terima kasih sayang " Derren menciumi wajah lemah Jen yang penuh dengan peluh .Jen memejamkan mata nya yang terasa berkabut hingga ia tak sadarkan diri .


Bidan pendamping dengan cepat membersihkan Bayi itu , Tapi wajah dokter yang menangani jen terlihat panik yang membuat derren juga tak kalah panik


" Apa yang terjadi ?" tanya derren dengan kekhawatiran nya .


" Tuan , Nona muda pendarahan kami harus cepat membawa nya ke ruang operasi , Tolong tuan tanda tangani surat persetujuan ,kami harus segera menghentikan pendarahan nya jika tidak nyawa nona akan dalam bahaya " Jelas dokter sambil melakukan pekerjaan nya .


" Lakukan yang terbaik , Selamat kan istri saya " derren benar benar hancur melihat ke adaan sang istri .derren keluar dan mengurus semua nya . kini dia di luar bersama yang lainnya . Derren luruh dilantai setelah Jen di bawa oleh beberapa perawat untuk di bawa ke ruang operasi.hingga Varo menyadarkan nya


" Ayah ! bunda akan baik baik saja , Tenangkan diri mu masih ada kami disini yang membutuhkan mu " Ucap Varo yang menghampiri sang ayah , tangan mungil nya menghapus air mata ayah nya yang luruh tanpa di minta . Walau balita itu tak tahu apa sebenar nya yang terjadi pada sang bunda ,tapi dia tau jika bunda nya dalam keadaan tidak baik .

__ADS_1


Derren menatap wajah tampan Varo , ia mengusap kepala anak nya lembut dan berusaha tersenyum. ia mengangguk sebagai jawaban dari perkataan Varo ,sungguh ia tak bisa berkata apa pun ,suara nya bahkan seperti tercekat .


" Tuan .. Ini bayi anda ! Putri anda sangat cantik "Ujar se orang suster yang baru keluar menggendong bayi derren membuat derren mendongak dan langsung menegakkan tubuh nya . ia menghapus kasar air mata nya yang luruh tanpa di minta . derren menerima putri kecil nya dengan hati hati.putri nya sudah di bersihkan dan di bedong . Putri kecil yang sangat cantik seperti Jen bulu mata yang lentik ,hidung mancung , pipi yang gembul dan sangat menggemaskan .. perpaduan antara diri nya dan Jen . derren menatap setiap inci wajah cantik sang anak .


" Tuan sebaik nya anda mengadzani putri anda terlebih dahulu " ujar Suster itu dan di angguki oleh derren . Ia melafalkan adzan di telinga kanan putri nya Setelah selesai suster itu membawa bayi derren ke ruang bayi .karena Jen belum bisa menyusui bayi nya dengan kondisi yang bahkan mereka tidak tau apa yang terjadi di ruang operasi itu.


Sudah satu jam akhir nya pintu ruang operasi terbuka . derren segera menghampiri dokter yang menangani jen ..


" bagaimana keadaan istri saya dok ?" tanya derren dengan wajah panik nya , Semakin panik karena melihat wajah dokter wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menunduk .


" katakan bagaimana keadaan nya ?" kini suara derren terdengar sangat dingin . Gabriel mengusap lengan derren berusaha menenangkan nya


" Maaf tuan muda , Karena Banyak nya pendarahan Nona Muda saat ini koma " Ujar dokter wanita yang ber name tag Alisha di jas dokternya .


" A.. Apa ?? Tidak .. tidak mungkin " gumam derren mendengar kabar itu ,bahkan untuk menopang tubuh nya saja dia tidak sanggup . jika saja Gabriel tak menopang tubuh nya mungkin dia sudah jatuh di lantai .


"Tenangkan dirimu . Mereka masih sangat membutuhkan mu, Lihatlah Varo . Lihat lah putri cantik mu " kata gabriel mencoba menenangkan kemudian derren menoleh ke arah putra nya Varo .Balita itu tampak tegar dan tak menangis sama sekali walau wajah nya tampak sendu tapi dia tak menangis . Varo memeluk ayah nya dengan erat sambil mengusap punggung sang ayah dengan tangan mungil nya .


" Ayah .. aku janji akan jaga Adik Jihan sampai bunda sembuh , Aku akan tinggal kan ponsel ku demi menjaga nya " ujar nya lirih masih dalam pelukan sang ayah . Gabriel dan Raka yang mendengar nya pun sedikit tersenyum karena apa yang di katakan oleh Varo .


" Jihan ?" tanya derren dengan suara parau nya .


" iya . aku dan bunda sudah sepakat jika adik nya perempuan aku yang akan beri nama untuk adik ku . dan aku sudah menyiapkan nya sejak lama . " Ariella Jihan Putri Admaja , Karena Nama depan ku sudah di ambil dari nama ayah jadi Karen adik ku perempuan aku mengambil nama depan bunda untuk nya " jelas Varo masih dalam Pangkuan ayah nya walau ia merasa sedih dengan ke adaan bunda nya tapi ia harus tetap kuat untuk adik nya


" Nama yang bagus dan cantik .. " Derren membelai wajah Varo dan menciumi wajah imut nan tampan anak nya itu .


**


Derren memandang putri nya yang begitu cantik di dalam Box bayi di ruangan nya . Perlahan mata indah itu terbuka menatap sang ayah di hadapan nya , Mata bulat yang sangat jernih .. Sangat menenangkan untuk siapa saja yang menatap nya .perlahan air mata nya luruh kembali tapi derren segera menepis nya sebelum air mata itu jatuh .


Sebuah tepukan kecil mendarat di pundak derren yang membuat nya menoleh ke arah orang tersebut .


" Pa . ma ! " Orang tua derren menatap anak nya dengan wajah sendu . mereka sangat tau bagaimana perasaan anak mereka saat ini .


" Kau harus kuat demi anak anak mu , dan jangan beri tau varrel tentang keadaan bunda nya saat ini , Mama tidak mau dia khawatir disana " ujar mama derren . tampak wajah mama Anita yang sembab menampakkan wanita paru baya ini tengah habis menangis .


" Iya ma " Lalu pandangan mereka bertiga menatap putri derren dan Jen yang sangat cantik


wajah nya perpaduan antara Jen dan derren mata bulat berwarna coklat yang sangat indah mampu menghipnotis orang yang melihat nya .


" Hai ... Selama datang di keluarga Admaja cucu Oma yang cantik" ujar mama derren yang bahagia bisa melihat cucu nya lahir dengan selamat tapi juga sedih akan kondisi Jen yang kritis saat ini .


" Dia cantik sekali " gumam mama derren dan di angguki noleh papa derren .


Tak berapa lama mereka keluar dari sana , dan Pergi ruangan Jen dirawat . tapi mereka Batak bisa masuk karena Jen masih berada di ICU dan hanya boleh satu orang yang menemani nya di dalam.


Di depan ruangan itu sudah tampak Ken dan letha juga Daddy Ray . tak ada wajah kebahagiaan di keluarga mereka . bukan tak senang karena hadir nya malaikat kecil di keluarga mereka .tapi....

__ADS_1


Raka sudah kembali ke Perusahaan untuk mengurus pekerjaan yang mereka tinggal kan ,Karena dia tau jika derren tidak mungkin ke perusahaan dan dia yang harus menghandle nya untuk sementara .


Sedangkan Gabriel sudah pulang ke rumah untuk berganti pakaian ,dia akan kembali lagi bersama Disha besok pagi .


Letha yang sedang hamil 2 bulan itu tak sanggup Melihat sang kakak ipar terbaring lemah di dalam sana , Jen wanita yang kuat , Jen wanita yang mengajarkan nya banyak hal , Jen wanita yang selalu memberi nya nasihat nasihat jikalau dia sedang bertengkar dengan Ken suami nya , Air mata nya tak pernah berhenti walau ia menahan nya .mungkin juga karena hormon kehamilan nya jadi dia begitu sensitif terhadap sesuatu .


Ken wajah nya tak bisa dibaca .tatapan nya kosong dan tak ter artikan. Daddy Jen pun tak banyak bicara , Dalam hati nya ia tak pernah berhenti berdoa akan keselamatan putri nya .


Ara dan willi belum tau tentang ini karena belum ada yang ingat untuk memberi tahu mereka .


Mereka bergantian menjenguk Jen di dalam Ruangan itu .


" Papa , mama , Daddy ,sebaik nya kalian pulang ,ini sudah malam , aku yang akan menunggu Jen disini" ujar deren ia juga memikirkan kesehatan mereka yang sudah berumur tak baik jika terlalu lama di rumah sakit .


" Tapi , bagaimana jika kau membutuhkan sesuatu ?" tanya sang mama yang khawatir dengan putra nya .


" Aku akan menghubungi bibi nanti , besok kalian bisa kembali lagi kesini . tapi ini sudah malam tak baik untuk kalian jika tetap berada disini" ujar derren lagi


" Kau juga pulang saja Ken ,kasian letha dia juga sedang hamil muda " Ken awal nya keberatan ,karena ia ingin tetap menemani kakak nya .tapi derren terus memaksa nya karena bagaimanapun letha sedang hamil muda dan harus beristirahat cukup .


" Baiklah " akhirnya mereka setuju ,dan meninggalkan derren disana .. Bibi sudah mengantar baju ganti untuk derren tadi .jadi dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum menemani istri nya didalam. sedangkan Varo dia sudah di ajak pulang oleh bibi .


**


Tiga bulan berlalu kondisi Jen masih tak ada perubahan walau sudah melewati masa kritis tapi Jen tetap belum bangun dari tidur panjang nya ..dan kini Jen sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP di rumah sakit keluarga Admaja. Baby Jihan sudah di bawa pulang ke rumah Papa derren karena disana mama derren bisa mengurus nya . Sedangkan derren harus bekerja walau ia selalu meluangkan waktu untuk sang istri setiap jam makan siang . Dia selalu pulang dan pergi dari rumah sakit . sesekali dia pulang untuk melihat putri nya .


Derren tak pernah bisa menahan air mata nya Setelah berada di ruangan itu ,tapi ia segera menepis nya dan terlihat ceria di dekat Jen . seperti saat ini ..


" Sore sayang!! Kamu apa kabar ? Hari ini aku bawain bunga Lily putih untuk mu . Sayang kapan kau akan bangun dan berkumpul kembali bersama aku dan anak anak kita . kau tau Jihan sekarang sudah tumbuh besar dan sangat cantik dan manis sangat mirip seperti mu , " Derren terdiam sejenak Air mata nya kembali jatuh dan ia segera menepis nya " Sayang Bagun lah , maaf kan aku yang tak menemani mu sejak awal kau merasakan sakit , Sayang aku sangat menyesali nya , sayang bangun lah.. Jennie bangun !! " Tak kuat deren menahan nya lagi tumpah sudah semua kesedihan yang ia rasakan .ia menundukkan kepala nya dan Menciumi tangan Jen


Setiap hari ia akan selalu membawa kan bunga untuk sang istri sepulang kerja .dan akan menceritakan keseharian nya . Derren selalu bercerita dengan ceria tanpa kesedihan karena itu juga saran dari dokter untuk selalu mengajak nya berbicara .tapi hari ini hati nya Benar benar sudah tidak kuat . ia kalah !! Dia menangis dihadapan sang istri .


Bagaimana tidak . 3 bulan sudah Jen terbaring tak sadarkan diri ,tanpa perkembangan apa pun !


Varo menepati janji nya untuk menjaga Beby Jihan adik nya dan mengesampingkan Ponsel kesayangan nya .


Sesekali keluarga dan teman-teman pasti akan menjenguk Jen . mereka juga selalu bercerita pada Jen walau tak mendapat jawaban .


Karena larut dalam kesedihan nya , derren tak menyadari jika seseorang telah membuka mata nya , tenggorokan nya begitu sakit dan kering ..


" A.. Air .."


**Bersambung


Ariella Jihan Putri Admaja


__ADS_1


Jangan lupa like comment n vote nya ya .


Happy reading**


__ADS_2