
Mentari pagi menyinari Bumi ,tampak dua orang insan baru membuka mata nya dalam keadaan berpelukan , Jen menatap derren penuh cinta ia mengusap wajah tampan suami , Hidung mancung ,Bibis mungil tipis sexi . Buku mata yang lentik . sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
Jari lentik nya menyusuri wajah derren dari dahi turun ke hidung dan berhenti di bibir sexi derren . Jen tersenyum tipis sungguh ia sangat mencintai lelaki dihadapan nya saat ini . bahkan cinta nya sampai tak bisa membuat nya berpaling kemana pun .Dulu derren sangat posesif pada nya tapi kini pria ini telah banyak berubah dan menjadi semakin pengertian .
" Apa kau sudah puas menatap wajah tampan ku ini sayang , hm ? "Derren meraih tangan Jen yang berada di wajah nya. ia membuka mata menatap wajah cantik istri nya . perlahan tapi pasti ia mendekat kan wajah nya hingga tak ada jarak di antara mereka , Derren Mencium bibir jennie dengan lembut dan penuh perasaan . Ciuman penuh kasih dan cinta yang membawa nya hanyut dalam permainan nya sendiri .
Setelah beberapa menit mereka melepaskan ciuman penuh perasaan itu .
" Morning kiss sayang "
" Dasar suami mesum "
" tapi menikmati nya bukan " perkataan derren membuat Jen tersipu hingga pipi nya merah bak Kepiting rebus . Jen meninju pelan Dada derren
" Tidak " Jen menenggelamkan wajahnya di derren .
" Sayang "
" hm"
" Sayang "
" Iya ?"
Jen mendongakkan kepalanya menatap suaminya penuh cinta .
" Berjanji lah untuk tetap disamping ku " Ujar Jen membelai wajah tampan derren
" Tentu , tanpa kau minta aku akan tetap disisi mu ,hingga saat nanti aku tak bisa bernafas lagi " derren menatap Jennie penuh cinta .
" Uuhh kau sangat sweet sayang , aku semakin mencintai mu " Jen mengeratkan pelukannya pada derren.
" Mencintai mu lebih banyak sayang " derren membalas pelukan istrinya tak kalah erat .
Pagi yang indah untuk pasangan suami istri itu .
" Yank , Sepertinya nanti aku akan keluar kota , Ada Pertemuan dengan beberapa relasi bisnis disana "
" Hm , Hati hati oke ! Pulang tidak?" tanya Jen
" Kalau Urusan nya cepat selesai Pasti pulang " jawab nya masih tetap memeluk istrinya itu
" Baiklah , aku akan menunggu mu,
My Hubby Is a Presdir Pasti akan sangat sibuk disana , Jika terlalu larut jangan paksakan untuk pulang , Mas harus memikirkan kesehatan juga jangan terlalu lelah "
" Siap bos . Kau Bos nya disini sayang " Derren mengecup kening Jen dengan lembut .
Kini Derren telah berada di perjalanan menuju bandara bersama Raka dan beberapa pengawal , dia akan ke kota S ya ada pertemuan relasi bisnis disana sekalian dia akan meninjau Pekerja lapangan pembuatan Villa yang akan dihadiahkan untuk Jen . Villa mewah di tengah pulau yang indah .
" Ka. Apa sudah di persiapkan semua nya "
" Hm , Sudah mungkin hanya kurang 15% Pekerjaan akan rampung " jelas Raka
Derren mengangguk mengerti . Mereka terbang selama 1 jam dengan pesawat pribadi keluarga Admaja kini mereka telah tiba di kota S dan langsung menuju hotel untuk istirahat sejenak sebelum siang nanti Pertemuan dengan relasi relasi nya .
Sedangkan di rumah Setelah kepergian derren , Jen yang memang tak ada kegiatan apapun memilih mengobrol ringan dengan Papi Ken dan Varrel dengan Varo di pangkuan nya . Varrel yang Minggu depan akan berangkat ke London Sedang ber manja manja dengan Bunda dan pasti akan terjadi perdebatan dengan adik kecil nya . Tn Nugraha setelah sekian lama ia merasakan kebahagiaan dengan tinggal di rumah Jen . ya semenjak Keluar dari rumah sakit Tn Nugraha tinggal dirumah Jen atas permintaan Jen dan derren .
Mereka ingin memantau kesehatan nya secara langsung ,Samapi sekarang pun Jen belum menemui Kenzo tapi dia selalu memantau adik nya itu ,walau begitu Jen tetap mengirim nya pesan dan menanyakan keadaan nya . Kenzo pun sudah tau titik masalah kenapa kakak nya tidak menemuinya . ia menghindari bertemu dengan mama Ken yang menyebalkan dan bahkan menyalahkan nya tentang keadaan Ken . padahal dia sudah bekerja keras mencari donor untuk adik kesayangannya itu .
__ADS_1
" Bun , Bisa di tunda kah keberangkatan nya ?" tanya varrel sedih Jujur ia belum siap meninggalkan keluarga yang menyayangi nya .ia akan sangat manja dan ke Kanakan dengan ayah bunda nya dirumah tapi akan bersikap dingin dan datar jika sudah diluar dan bekerja . itu juga yang di ajarkan ayah nya agar orang tidak menganggap nya enteng .
" Bisa saja , Itu terserah pada mu Beby " Jen mengusap kepala varrel yang tidur di pangkuannya
"Tidak deh Bun , semakin cepat pergi ,semakin cepat juga Abang kembali "
" Bagus , itu baru anak bunda . tapi bunda juga tidak akan memaksa Abang untuk itu , Jangan terlalu keras belajar ,hm "
" Baik Bun ....DAAA" saat Varrel akan menjawab tiba tiba tangan nya ditarik Varo yang baru menghampiri mereka , karena dia sejak tadi main di lantai bersama Alia .
" Abang . pelgi , Janan detat detat nda , Adek Ndak cuka " Ia menarik tangan varrel agar Bagun pangkuan bunda nya dan berteriak dengan logat cedal nya .
" Gak ah . Adek aja yang pergi sana sama Mbak Alia , Bunda sama Abang aja ,wleek " Varrel menjulurkan lidah nya mengejek Varo ia bangkit tapi malah memeluk Jen dari samping .
Varo yang melihat itu semakin kesal dan menghentakkan kakinya di lantai menatap tajam pada varrel . tapi setelah itu varrel meghitung nya dalam hati
satu
dua
Ti......" Huwaaaa .. huwaaaa .ndaaaaaa... Abang natal ndaaaa... huwaaaa " tangis nya pecah begitu saja . Varrel sudah menduga nya ia tertawa terbahak bahak karena telah menjahili adik kecil nya . lalu dengan sigap ia menggendong Varo dan menenangkan nya dengan iming-iming es krim . seketika adik nya akan diam . begitu lah sehari-hari mereka Jen hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak anak nya.
" Mereka sangat lucu " ujar Tn Nugraha yang sejak tadi diam menatap layar ponselnya memeriksa email dari anak buah nya . lalu teralihkan karena perdebatan kedua saudara itu .
" Benar Pi , mereka sangat menggemaskan ,aku sangat bersyukur karena mereka rumah ini jadi lebih hidup " Jen bicara sambil tersenyum memikirkan tingkah ke dua anak nya yang ada. ada saja yang di ribut kan mereka , tapi yang menjadi Unik setelah biru mereka akan langsung berbaikan varrel dengan cara nya sendiri selalu bisa menenangkan Varo kembali .
Di kota S derren Siang itu sudah berada di Acara pertemuan di salah satu hotel disana bersama Raka dan beberapa pengawal yang menunggu di luar . mereka menyapa beberapa orang kenalan mereka .
" Selamat datang Tuan Muda Admaja , senang bisa bertemu anda " Ujar seseorang Mengulurkan tangannya pada derren . derren Mengangguk menyambut uluran tangan pria paruh baya ya mungkin seumuran papa nya .dan di sebelah nya tampak gadis cantik
" Oh ya . kenalin ini putri sulung saya Zoya " Ucap pria paruh baya itu lagi dengan senang hati wanita bernama Zoya mengulurkan tangannya pada derren Tapi derren hanya mengangguk tanpa membalas uluran tangan wanita itu . Jadi Raka lah yang menyambut tangan Zoya . Dengan kesal Zoya melepaskan tangan Raka .
" Tn . Luther kalau begitu kami kesana dulu untuk menyapa yang lain " ujar derren santai padahal dia sudah tidak tahan . mata nya seperti ternodai dengan pemandangan di depan nya . astaga Bahkan melihat istri nya yang memakai baju badut saja mungkin dia akan lebih bernafsu dari pada melihat wanita bernama Zoya yang penampilan nya sangat menjijikkan menurut derren .
Dia jadi terkekeh membayangkan Jen yang memakai baju badut . Derren langsing menggelengkan kepalanya membuang pikiran nya yang aneh .
" Ada apa ? Apa kepala mu pusing ?" tanya Raka kini mereka telah duduk menikmati makan siang .
" Tidak "Jawab nya singkat
" Lalu ? "
" Makan lah , Atau ...." sebelum derren mengancam nya Raka lebih duku memotong pembicaraan mereka
" Iya . iya . Peace " Raka mengangkat dua jari membentuk huruf V .
"CK " derren hanya berdecak melihat nya .
Saat mereka sedang asik makan siang tampak sosok wanita tadi menghampiri mereka. ntah bagaimana tanpa ijin dia langsung duduk di sebelah derren . derren yang sudah kesal sejak tadi pada wanita itu yang terus menatap nya seperti akan memangsa nya seketika membanting sendok dan garpu di tangan nya ,langsung pergi tanpa bicara apapun bahkan makanannya belum ada setengah ia makan .sungguh menyebalkan pikirnya . kalau bukan karena menghargai papa nya mungkin sudah akan dibuang ke laut wanita itu oleh nya .
"Tuan tampan Kenapa menghindari ku " Ujar wanita itu yang tiba-tiba memeluk nya dari belakang dengan tangan yang terus saja tidak bisa diam meraba dada derren , Wajah derren mengeras dia langsung saja menghempas tangan wanita itu sampai lepas dari memeluk nya . derren langsung melepas jas yang ia kenakan dan membuang nya ke tong sampah.
Ternyata wanita ini dari tadi mengikuti nya ke balkon hotel , Derren menatap nya tajam dia merogoh sakunya mengambil ponsel menghubungi seseorang
" Bawa tisu basah steril!!!" tak lama Raka datang membawakan tisu basah steril sesuai permintaan derren karena memang Raka selalu menyediakan nya di mobil untuk jaga jaga saja dan ternyata benar derren membutuhkan nya .
Derren menerima dan mengelap tangan dan menggosok nya hingga beberapa kali bahkan tangannya sampai merah .sampai Raka menghentikan nya .
" Cukup .tangan mu akan sakit nanti " ujar Raka lalu Raka yang geram pun beralih menatap wanita itu yang sejak tadi melongo tak menyangka dengan apa yang dilakukan derren hanya karena disentuh nya lelaki itu bahkan sampai membuang jas mahal nya dan apa tangan derren yang hanya di gunakan untuk mencampakkan tangan nya bahkan dia menggosok nya dengan tisu steril . Astaga !!!
" Nona ,kau sudah melakukan kesalahan besar " Raka memperingatkan Zoya dengan menunjuk wajah wanita itu .
__ADS_1
Mereka pergi Kesalah satu kamar hotel untuk derren berganti pakaian dia tak Sudi lagi mengenakan pakaian yang sudah menempel bau wanita itu . Ntah kenapa dan sejak kapan derren jadi anti di sentuh oleh wanita wanita penggoda seperti itu ia merasa jijik dengan wanita seperti itu . sebelum berganti pakaian derren mandi selama satu jam .
Kini Derren dan Raka berjalan memasuki tempat acara kembali hendak pamit pada kolega kolega nya . karena ia akan pergi melihat pekerjaan villa nya . tapi sebelum itu mereka pada meminta foto bersama dan dengan tak kapok wanita bernama Zoya mengambil kesempatan untuk berfoto bersama derren karena banyak nya orang derren mau tak mau menyetujui nya . Bisa saja dia menolak tapi dia harus menjaga nama baik keluarga nya juga .
Setelah itu Derren dan Raka berjalan memasuki lift khusus yang langsung mengantar mereka ke atap gedung hotel . disana ada helipad yang akan mengantar mereka ke pulau tujuan mereka .
Sampai disana mereka turun dari Heli dan langsung disuguhkan oleh udara yang sejuk dan pemandangan buang indah . Villa yang ia bangun akan segera selesai ia sangat menantikan ini untuk kejutan di hari istimewa istri nya . Hari ulang tahun Jen .tapi sayang Putra nya varrel tidak akan bisa hadir karena seminggu lagi dia akan pergi ke London .
***
Mudur saat Ken masih dirumah sakit
Ditempat lain Saat Kepulangan Ara dan Nada dari rumah sakit , Mama dan papa derren juga pamit pulang begitu juga dengan Daddy dan mama Ken karena Daddy nya harus ke kantor karena Ken sakit jadi tidak ada yang memantau perusahaan kalau mama Ken ntah lah katanya ada urusan .
Tinggallah aletha disana , Di ruangan Ken
" Apa kau butuh sesuatu ?" tanya letha memecah keheningan karena sejak tadi Ken hanya diam setelah kepergian mereka . Letha berpikir Ken tidak ingin nada pergi tapi ternyata ia salah Ken sedang memikirkan kakak nya Jennie . dia tidak yakin jika Jen sibuk dan meninggalkan nya . pasti ada sesuatu pikirnya .
" Ken " panggilan letha menyadarkan dirinya dari lamunannya
" eh ..iya ?" letha menarik nafas panjang
" Apa kau membutuhkan sesuatu ?" tanya nya sekali lagi
" Tidak .."
" Letha apa yang Ter Sebelum aku sadar ?" tanya Ken penasaran , letha yang tidak mengerti mengerutkan keningnya bingung
" Maksud nya ?"
" Kak Jen " setelah mendengar nama Jen kini letha mengerti maksud Ken . Letha Menarik nafas panjang dan menjelaskan semuanya .
Flashback On
Saat operasi selesai Jen Menghubungi derren untuk memberi kabar keluarga nya tentang kondisi Kenzo dan juga tentang operasi Ken yang sudah selesai dan berhasil .
Dan tak berapa lama Daddy dan Mama Ken datang begitu juga dengan letha dan orang tua nya . Mama Ken langsung mencerca Jennie
" Apa yang kau lakukan hah ? Kenapa kau melakukan sesukamu ? Melakukan operasi tanpa persetujuan ku mama nya , aku yang berhak atas anak ku , siapa kau ? hah " teriak mama Ken pada Jennie
" Ma apa yang kau lakukan , kenapa bicara begitu pada Jen " ujar Daddy Ray berusaha tenang
" lalu apa lagi. putri mu ini dari dulu memang tidak tau diri pa , dia selalu berlaku sesuka nya . dan ini apa dia melakukan operasi pada Ken tanpa persetujuan orang tua . bagaimana kalau terjadi apa apa pada putra ku ? kau jangan membela nya terus pa ,dia bersalah saat ini " Seru mama Ken menggebu gebu .
" Cukup !!! Aku melakukan yang menurut ku baik untuk adik ku . Kau bahkan tidak tau apa yang aku lalui hingga mendapatkan donor yabg kecocokan nya Sampai 70% dengan Ken , Kau memang ibu nya tapi apa ? apa yang kau lakukan untuk nya ? " Tegas Jen dengan suara yang naik satu oktaf .kali ini dia melupakan sopan santun nya pada wanita itu ,derren dan varrel memang belum datang karena mendadak ada yang harus di tanda tangani di kantor .
Sungguh Jen benar benar kesal pada ibu Ken yang mencerca tanpa meminta penjelasan nya .
" Cukup !!!" Seru Daddy Ray
PLAK
Suara tamparan terdengar nyaring di ruangan itu
Jen menatap Daddy nya dengan mata sendu .
**Bersambung
Nanti aku lanjut ya gays jangan lupa like comment n vote nya . kalau tembus coment 100 hari ini aku tambah 1 chapter lagi .
Happy reading**
__ADS_1